Gaming
Review : Tales of Xillia 2
Setelah satu tahun menunggu, akhirnya penggemar Tales Series terutama Tales of Xillia bisa bergembira karena sekuel dari JRPG yang mereka tunggu-tunggu ini akhirnya rilis juga. Seperti seri Tales pendahulunya,seri ini juga memiliki tema sendiri, Tales of Xillia 2 mengunakan tema Sentaku ga Mirai wo Tsumugu RPG (選択が未来を紡ぐRPG, “An RPG where your choices spin the future”). Tales of Xillia 2 pertama kali rilis di Jepang pada 1 November 2012. Itu artinya game ini sudah berusia hampir dua tahun sebelum para penggemar yang tidak bisa berbahasa Jepang pada akhirnya bisa memainkan game ini.
Selain dunia yang sama dengan Tales of Xillia, ada berbagai macam fitur tambahan yang ditambahkan ke dalam game ini. Yuk kita intip apa saja yang ada di dalam game ini.
Karakter Baru
Jika dalam Tales of Xillia pertama kamu diberikan pilihan untuk memainkan salah satu dari dua karakter utama yang disediakan, dalam Tales of Xillia 2 kamu akan bermain sebagai Ludger Wil Kresnik. Ludger di sini bisa dibilang sebagai silent protagonist yaitu karakter yang jarang sekali terlihat berbicara. Mungkin jika dibandingkan, mirip dengan para protagonis dari seri Persona. Tentunya bukan berarti dia tidak bisa berbicara, tetapi percakapan yang dia lontarkan merupakan hasil dari pilihan jawabanmu.
Sesuai dengan tema game ini, selama kamu bermain dalam Tales of Xillia 2, seringkali kamu akan dihadapkan dengan pilihan jawaban ketika sedang berbicara dengan karakter lain. Pilihan jawaban ini akan mempengaruhi hubungan Ludger dengan karakter lain. Semakin erat hubunganmu dengan karakter lain, semakin banyak juga bonus yang akan kamu dapat seperti scene tambahan dalam sebuah in ame event. Selain itu, ada juga momen di mana kamu harus menentukan tindakan yang harus diambil dan hal tersebut akan mempengaruhi jalannya cerita.
Satu hal saja yang mengganjal di pikiran saya adalah tentang karakter utama Tales of Xillia 2 ini yaitu Ludger. Perannya sebagai silent protagonist terasa setengah-setengah. Memang dia tidak berbicara, namun dia tetap seringkali ‘bersuara’ selama percakapan. Lalu, entah mengapa rasanya selama percakapan berlangsung, Ludger tidak terlalu menunjukkan bahwa dia sedang berkomunikasi dengan karakter lain. Saya sendiri merasa mungkin ini disebabkan adanya jeda serta transisi selama kamu akan memilih jawaban. Mungkin sulit jika saya gambarkan lewat tulisan, tapi kalau kamu memainkan game ini, saya rasa kamu akan mengerti dengan sendirinya.
Storyline Yang Kelam
Jalan cerita dari Tales of Xillia 2 ini bisa dibilang cukup kelam dan membingungkan. Cerita dimulai 1 tahun setelah Tales of Xillia. Setelah Ludger gagal dalam ujian untuk menjadi agen Spirius Corporation seperti kakaknya dan secara tidak sengaja bertemu gadis kecil bernama Elle Mel Marta yang ingin pergi ke Land of Canaan atas petunjuk ayahnya kemudian terlibat kasus pembajakan kereta yang mengakibatkan Ludger dililit hutang dan kamu sebagai player berkewajiban untuk membayarnya. Mungkin sebagian player akan terkejut saat bermain game ini tapi percayalah bahwa hutang tersebut hanya sebagian kecil dari keseluruhan cerita.
Ada berbagai macam ending yang disediakan olah game ini. Dan tentu pilihan yang kamu pilih selama permainan mempengaruhi ending mana yang kamu dapat.
Gameplay Yang Lama Dengan Tambahan Elemen Baru
Tales of Xillia 2 masih menggunakan Cross Dual Raid Linear Motion Battle System seperti layaknya pendahulunya. Kamu bisa melakukan link dengan satu karakter lain dalam area pertempuran dan kamu beserta partnermu akan mendapatkan bonus tertentu serta kamu juga bisa melakukan Link Arte yang bisa menghasilkan damage besar. Ludger sebagai karakter utama bisa menggunakan tiga macam senjata yang bisa diganti secara real time selama pertarungan yaitu Dual Dagger, Dual Pistol, dan Sledgehammer dan saya rasa itu suatu hal yang keren sekali. Battle menjadi sangat dinamis dan mungkin kamu akan sedikit kewalahan mengingat Linked Arte yang harus kamu chain. Tambahan elemen lain dalam Tales of Xillia 2 adalah Chromatus Transformation yang bisa digunakan oleh Ludger. Dengan menggunakan kemampuan itu, Ludger berubah layaknya super hero dari tokusatsu dan bisa menghasilkan serangan dengan damage yang besar meski hanya seorang diri.
Meski demikian, ada beberapa hal juga yang patut disayangkan dalam Tales of Xillia 2 seperti metode pengembangan karakter yang ada. Tidak seperti penggunaan Lilium Orb dalam Tales of Xillia pertama, Tales of Xillia 2 menggunakan Allium Orb yang memiliki cara pakai yang berbeda. Kamu tidak lagi bertemu dengan sistem pengembangan karakter menggunakan grid ala FF X, melainkan kamu harus ‘mengekstrak’ orb yang kamu gunakan dengan mengumpulkan sejumlah elemental ore. Artinya, selain kamu harus melakukan grinding, kamu juga harus terus menerus farming ore di field atau dungeon yang kamu lalui. Allium Orb mungkin juga akan membingungkan untuk digunakan pertama kalinya baik oleh pemula maupun veteran Tales of Xillia. Momen seperti ‘apa sekarang waktunya ganti orb?’ pasti akan sering terjadi dan kadang itu malah terasa merepotkan dibanding menyenangkan.
Selain itu game ini memiliki elemen fan service yang sangat baik. Eits, maksudnya bukan fan service yang ‘itu’, tapi ini benar-benar hadiah yang menyenangkan buat pemain lama Tales of Xillia. Hampir semua karakter dalam Tales of Xillia pertama muncul kembali dalam seri keduanya dan kamu bisa melihat perubahan yang terjadi pada penampilan mereka yang dikarenakan setting dalam Tales of Xillia 2 adalah satu tahun setelah ending Tales of Xillia pertama. Melihat karakter favoritmu berubah penampilannya rasanya pasti membuat kamu merasa senang sendiri, bukan?
Ada juga feature lain yang ditambahkan seperti Kitty Dispatch yang sangat membantu kamu untuk mencari item tertentu tanpa perlu berburu di dungeon dan berkesempatan untuk menemukan kucing lain dalam dungeon tersebut karena mencari 100 kucing merupakan salah satu side quest dari game ini.
Berbicara soal berburu, sebelum kamu melaksanakan tugas utama, kamu harus mengumpulkan uang terlebih dahulu dengan cara berburu atau menyelesaikan kerja sampingan dikarenakan Ludger harus membayar sejumlah hutang. Akibatnya, Tales of Xillia 2 terasa seperti game online yang sangat berfokus pada pengumpulan barang A atau membasmi monster B. Bagi saya hal ini terasa agak monoton dan terasa tidak seperti game Tales of Xillia yang saya kenal. Tapi setidaknya pertempuran masih terasa sama dan seru seperti seri terdahulunya.
Dan juga ada yang disebut Giganto Monster, monster-monster berukuran besar yang berkeliaran di World Map yang bisa kamu kalahkan untuk mendapatkan sejumlah uang. Dan mengalahkan monster-monster tersebut sangat seru karena ada beberapa monster yang memang sangat sulit untuk dikalahkan apalagi jika kamu bermain dalam mode Hard atau Unknown yang bisa kamu ubbah sesuka hati di menu setting.
Daya Tarik Yang Berbeda Dari Seri Tales, Tapi …
Berbeda dari berbagai game Tales of yang ada sebelumnya, Tales of Xillia 2 lebih mengambil tema sci-fi/cyberpunk ketimbang fantasi. Tema yang diambil tersebut akhirnya berpengaruh pada lokasi, jenis perlengkapan yang dipakai serta budaya yang digambarkan dalam game tersebut. Hasilnya harus saya akui agak tidak sesuai harapan, namun saya patut mengacungkan jempol karena Bandai Namco berani melakukan hal tersebut.
Walaupun agak berbeda di tema, namun kamu tetap bisa menemukan lokasi yang sebelumnya sudah pernah kamu temui di Tales of Xillia pertama. Seri kedua dari seri ini rilis satu tahun setelah game pertamanya, namun rasanya sudah seperti nostalgia saja.
Sayangnya, hal itu juga yang menjadi pedang bermata dua. Game ini penuh dengan rehash. Banyak sekali aset seperti lokasi, map, item, animasi atau skill yang berasal dari Tales of Xillia pertama digunakan kembali dalam seri keduanya. Hal ini jelas membuat kita bertanya-tanya apakah developer sedang malas untuk membuat tampilan baru atau memang ingin membuat kita menikmati kembali dunia yang dibentuk oleh Tales of Xillia. Apapun itu, saya rasa kita sebaiknya mengambil nilai positifnya saja dan tetap menikmati permainan dalam game ini.
Kesan Saya
Meskipun setelah mencoba dan menamatkan game ini sekitar 1 tahun yang lalu, saya masih sangat menyayangkan karena Bandai Namco tidak membawa lagi elemen summon seperti pada Tales of Phantasia dan Tales of Symphonia. Dimana kita harus mengumpulkan summon-summon yang ada dalam game yang unik dan tidak sedikit. Tapi saya cukup puas dengan storyline dan gameplay dari Tales of Xillia 2 apalagi battle system yang terkesan fast paced dan real time. Dan juga musik-musik saat boss battle yang membuat player lebih semangat saat menghadapi pertarungan. Singkatnya saya puas dengan game ini,layak dimainkan bagi kamu pengemar JRPG meskipun bagi kamu yang sudah mengikuti Tales Series dari jaman dulu akan sedikit kecewa dengan game ini. Terutama dengan Storyline-nya, siapkan tisu saat kamu berhasil menamatkan game ini. Oh iya Ost untuk game ini dinyanyikan oleh Hamasaki Ayumi loh. Jadi tidak ada alasan untuk melewatkan JRPG yang satu ini.
PC gaming
Review Game Stupid Never Dies: Aksi Zombi Terlemah Memburu Cinta di Dungeon Mematikan!
Di antara deretan Action RPG yang beredar di pasaran, Stupid Never Dies hadir membawa angin segar lewat konsep permainan yang absurd, konyol, sekaligus sangat adiktif. Digarap oleh GPTRACK50 Inc.—studio asal Osaka yang didirikan oleh veteran industri Hiroyuki Kobayashi (sosok di balik waralaba legendaris seperti Devil May Cry dan Resident Evil)—game ini meluncur secara global di bawah naungan publisher SEGA untuk platform PC Steam dan PlayStation®5. Mengusung genre yang dijuluki “Blazing Fast Growth Action RPG”, mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Auto Draft
Impresi Visual & Performa Teknis
Dari segi estetika, Stupid Never Dies memadukan gaya visual gothic-arcade yang kental dengan nuansa komedi gelap. Desain karakter dan monsternya tampil eksentrik, mulai dari sang protagonis zombi yang konyol hingga bos monster berpenampilan mencolok. Animasi pertempuran disajikan dengan tempo yang sangat cepat dan visual efek pertarungan yang meriah.

Auto Draft
Di ranah performa teknis, optimasi permainan terasa sangat solid. Mengingat tempo permainannya yang sangat tinggi, stabilitas frame rate dijaga dengan baik tanpa gejolak lag atau stuttering saat layar dipenuhi oleh puluhan musuh. Dukungan efek suara dan trek soundtrack bergenre pop-punk yang energik makin memperkuat atmosfer aksi hack-and-slash yang membakar semangat.
Mekanik Gameplay & Alur Cerita
Pemain akan mengendalikan Davy, sosok zombi penakut yang menempati kasta paling bawah di hierarki masyarakat monster. Takdir Davy berubah saat ia jatuh cinta pada Julia, seorang pahlawan manusia yang terbeku. Demi mencairkan es dan menghidupkan kembali gadis impiannya, Davy harus memberanikan diri menjelajahi dungeon berbahaya.

Auto Draft
Keunikan utama game ini terletak pada sistem Blazing Fast Growth:
-
Body Hack: Fitur modifikasi fisik di mana Davy bisa merombak bagian tubuhnya untuk meningkatkan atribut dan daya tahan.
-
Style Eat: Kemampuan unik untuk menggigit dan memangsa musuh guna mencuri keterampilan tempur mereka secara instan.
Sistem ini membuat progres kekuatan karakter terasa amat cepat. Davy yang awalnya sangat lemah dapat berubah menjadi pembantai monster yang sangat overpowered dalam waktu singkat.
Kelebihan & Kekurangan
-
Kelebihan:
-
Konsep & Progresi Unik: Mekanik Body Hack dan Style Eat memberikan kepuasan instan dalam menaikkan kekuatan karakter.
-
Pacing & Pertarungan Cepat: Tempo pertarungan fast-paced ala game aksi klasik buatan veteran Devil May Cry.
-
Musik & Humor Segar: Cerita cinta zombi yang dibalut komedi konyol serta trek lagu pop-punk yang sangat adiktif.
-
-
Kekurangan:
-
Formula Dungeon Cukup Berulang: Variasi ruang dungeon bisa terasa sedikit repetitif jika dimainkan dalam durasi panjang secara maraton.
-
Tingkat Kesulitan Melonjak di Boss Fight: Momen pertarungan bos membutuhkan refleks serta pemahaman kombinasi skill yang cukup presisi.
-

Auto Draft
Kesimpulan & Vonis Akhir
Stupid Never Dies adalah sebuah game action RPG yang segar, liar, dan penuh kejutan. Game ini sangat cocok bagi kamu yang menyukai gameplay aksi bertempo cepat dengan bumbu humor absurd dan progresi karakter yang memuaskan. Bagi pencinta game hack-and-slash unik, petualangan Davy menembus dungeon demi cinta adalah tontonan dan permainan yang sangat worth it untuk dicoba.
-
Skor Akhir: 8.5 / 10
| Informasi Utama | Detail Produk |
| Judul Game |
Stupid Never Dies |
| Developer / Publisher |
GPTRACK50 Inc. / SEGA |
| Platform |
PC (Steam), PlayStation®5 |
| Genre |
Blazing Fast Growth Action RPG |
| Tanggal Rilis |
21 – 22 Oktober 2026 |
| Rating & Mode |
Single-player |
Mobile Gaming
Gundam Blitz Order Diumumkan, Network Test Digelar November 2026
Bandai Namco resmi memperkenalkan Gundam Blitz Order, game simulasi idle gratis yang akan dirilis untuk perangkat Android dan iOS. Meski belum mengumumkan jadwal peluncuran resminya, pengembang telah menyiapkan Network Test pada 18–24 November 2026 bagi pemain yang ingin mencoba permainan ini lebih awal.
Pendaftaran untuk mengikuti pengujian tersebut sudah dibuka melalui situs resmi Gundam Blitz Order. Game ini akan menghadirkan beragam Mobile Suit dari semesta Mobile Suit Gundam, lengkap dengan model berdetail tinggi dan sistem pengembangan unit yang dirancang agar lebih praktis.
Sistem Idle untuk Memperkuat Mobile Suit
Salah satu mekanik utama Gundam Blitz Order adalah sistem pengumpulan material peningkatan secara otomatis. Material yang terkumpul dapat digunakan untuk meningkatkan level seluruh unit sekaligus, sehingga pemain tidak perlu mengembangkan setiap Mobile Suit secara terpisah.
Sistem tersebut memungkinkan pemain tetap memperkuat armada mereka tanpa harus terus-menerus melakukan aktivitas secara manual. Unit yang baru diperoleh juga bisa langsung digunakan dalam pertempuran, sebelum dikembangkan lebih lanjut untuk menghadapi tantangan yang semakin sulit.
Pendekatan ini menjadi bagian penting dari gameplay simulasi idle yang ditawarkan, dengan fokus pada pengelolaan unit dan peningkatan kekuatan tim secara bertahap.
Bangun Tim dari Berbagai Seri Gundam
Pemain dapat menyusun armada sendiri dengan mengombinasikan Mobile Suit, kapal perang, dan Mobile Armor dari berbagai seri Mobile Suit Gundam. Setiap unit memiliki karakteristik, kemampuan khusus, serta EX Skill yang dapat dimanfaatkan untuk menghadapi lawan.
Karena setiap unit mempunyai keunggulan berbeda, pemilihan komposisi tim akan menjadi salah satu faktor penting dalam permainan. Pemain perlu mempertimbangkan kombinasi unit dan kemampuan yang tersedia untuk membangun strategi sesuai kebutuhan pertempuran.
Sistem ini juga memberikan kesempatan bagi penggemar untuk mengumpulkan berbagai unit ikonis dari franchise Gundam dan menggabungkannya dalam satu armada.
Hadirkan Pertarungan Bos hingga Misi Pengawalan
Selain pertempuran reguler, Gundam Blitz Order menawarkan beragam aktivitas tambahan. Pemain dapat menghadapi bos dengan tingkat kesulitan tertentu maupun menjalankan misi pengawalan kapal perang yang membutuhkan pengelolaan unit secara tepat.
Di luar pertarungan, tersedia pula aktivitas untuk mengembangkan Mobile Suit dan mengumpulkan berbagai item yang terinspirasi dari seri Gundam. Konten tersebut melengkapi sistem idle sekaligus memberikan lebih banyak tujuan bagi pemain dalam membangun armada mereka.
Network Test Dibuka pada November
Pengujian jaringan Gundam Blitz Order dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 18 hingga 24 November 2026. Pemain yang berminat dapat mencari informasi pendaftaran melalui situs resmi game tersebut.
Hingga saat ini, Bandai Namco belum mengungkap tanggal rilis final maupun detail lengkap mengenai ketersediaan game di setiap wilayah. Informasi tambahan diperkirakan akan diumumkan secara bertahap menjelang peluncurannya untuk Android dan iOS.
Gaming
Fire Emblem: Fortune’s Weave Umumkan Expansion Pass, Cerita Baru Hadir 2027
Nintendo resmi mengumumkan Expansion Pass untuk Fire Emblem: Fortune’s Weave, game tactical RPG eksklusif Nintendo Switch 2. Konten tambahan berbayar ini sudah tersedia melalui Nintendo eShop dengan harga US$34,99, sementara paket bundel yang mencakup game utama dan Expansion Pass ditawarkan seharga US$104,99.
Expansion Pass tersebut akan dirilis secara bertahap dalam tiga gelombang. Kontennya mencakup senjata tambahan, kostum, karakter sekutu baru, hingga cerita eksklusif yang dijadwalkan meluncur pada 2027.
Gelombang Pertama Hadir dengan Senjata dari Fire Emblem: Three Houses
Konten pertama sudah dapat dimainkan mulai hari ini. Pada gelombang pembuka ini, pemain akan mendapatkan empat senjata tambahan yang terinspirasi dari Heroes’ Relics dalam Fire Emblem: Three Houses.
Kehadiran senjata tersebut memberikan tambahan pilihan bagi pemain dalam menyusun strategi pertempuran. Penggemar seri sebelumnya juga dapat menemukan referensi yang menghubungkan Fortune’s Weave dengan salah satu judul populer dalam franchise tersebut.
Sementara itu, gelombang kedua direncanakan hadir pada musim liburan akhir 2026. Nintendo menyiapkan sejumlah kostum tambahan serta tiga karakter sekutu baru, yaitu Aurora, Smyrnos, dan Jurah. Namun, tanggal peluncuran pastinya masih belum diumumkan.
Cerita Baru dan Karakter Tambahan Hadir pada 2027
Gelombang ketiga menjadi bagian utama yang paling dinantikan dari Expansion Pass ini. Dijadwalkan meluncur pada 2027, konten tersebut akan menghadirkan cerita baru dengan fokus pada empat karakter, yakni Bertrand, Talimun, Orchel, dan Anatolia.
Selain skenario tambahan, pemain juga akan memperoleh sekutu baru, kelas karakter, serta berbagai konten lainnya. Meski begitu, Nintendo belum mengungkap detail mengenai konflik yang akan diangkat maupun mekanisme baru yang mungkin diperkenalkan dalam ekspansi terakhir tersebut.
Pembagian konten menjadi tiga gelombang memungkinkan pemain memperoleh tambahan pengalaman bermain secara bertahap, mulai dari perlengkapan baru hingga perluasan cerita utama.
Update Versi 1.1.0 Sudah Tersedia
Bersamaan dengan pengumuman Expansion Pass, Nintendo turut merilis pembaruan versi 1.1.0 untuk Fire Emblem: Fortune’s Weave. Update ini menghadirkan dukungan terhadap Expansion Pass dan menambahkan tautan menuju halaman DLC di Nintendo eShop pada layar judul permainan.
Dengan fitur tersebut, pemain dapat mengakses informasi mengenai konten tambahan langsung dari menu utama game.
Untuk saat ini, gelombang pertama sudah tersedia, sedangkan gelombang kedua dan ketiga masih menunggu jadwal peluncuran lebih lanjut. Nintendo diperkirakan akan membagikan informasi tambahan mengenai isi setiap ekspansi menjelang tanggal rilisnya.
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Zach Cregger’s Resident Evil, ketika NPC menghadapi neraka di Racoon City
-
Smartphone4 weeks agoReview Infinix HOT 70: Baterai 6000mAh yang Gahar, Bagaimana Performanya?
-
Smartphone4 weeks agoReview Motorola Moto G57 Power 5G: Smartphone Baterai 7000 mAh
-
News3 weeks agoSophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
-
News3 weeks agoGabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
-
News3 weeks agoKreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
-
Smartphone3 weeks agoBebas Drama Pas Mabar! Ini Rahasia Gaming Seru Bebas Suntuk Bareng POCO C81 Pro
-
TV & Movies4 weeks agoKolaborasi Spesial SEGA dan Netflix: Film Adaptasi Game Legendaris “Crazy Taxi” Resmi Digarap!









