TV & Movies
Disney+ Hotstar Umumkan Deretan Konten Asia Pasifik Terbaru Sepanjang Tahun 2023 Dan Seterusnya
www.gwigwi.com – Setelah mengumumkan lebih dari 20 konten terbaru di ajang Content Showcase 2022 yang diselenggarakan oleh The Walt Disney Company Asia Pacific, Disney+ Hotstar kini tengah bersiap meluncurkan sederet judul terbaru dengan pilihan konten original baru yang telah dikurasi dan storytelling berkualitas yang akan tayang eksklusif di layanan streaming Disney+ Hotstar sepanjang paruh kedua tahun 2023 hingga tahun 2024.
Serial original Disney dari Asia Pasifik di pertengahan pertama tahun ini mendapat tanggapan pelanggan yang sangat positif. Pada minggu pertama penayangan perdananya, season kedua serial crime action Korea “Big Bet” yang dibintangi oleh aktor legendaris Choi Minsik, menggantikan season pertama sebagai serial original produksi lokal yang paling banyak ditonton di Disney+ di Korea. Di bulan pertama penayangannya, serial drama Korea “Dr. Romantic” juga menduduki peringkat #1 di sebagian besar pasar Asia Pasifik berdasarkan jam tayang, dan serial live action thriller Jepang “Gannibal” serta anime “Tokyo Revengers” berada di deretan lima besar serial yang paling banyak ditonton di Jepang pada minggu pertama penayangannya.
“Dengan kesuksesan gelombang pertama tayangan original Asia Pasifik, kami akan terus memanfaatkan momentum ini dengan memberikan kisah yang memiliki storytelling luar biasa pada paruh kedua tahun 2023 dan seterusnya,” ujar Carol Choi, Executive Vice President of Original Content Strategy, The Walt Disney Company APAC.
“Thriller, crime-action, dan fantasi, yang berfokus pada alur cerita yang kuat dari Korea dan Jepang, berhasil menarik perhatian para penonton dan kami berharap agar dapat terus berkolaborasi dengan para content creator dan storyteller ternama dari wilayah ini.”
Di paruh kedua tahun 2023 hingga tahun 2024, Disney akan meluncurkan beberapa tayangan lokal APAC original yang sangat ditunggu, termasuk:
Dari Korea:
- “Moving” – Diadaptasi dari webtoon populer dengan judul yang sama karya penulis terkenal di Korea, Kangfull, “Moving” dibintangi oleh Ryu Seungryong, Han Hyojoo, dan Zo Insung, yang berkisah tentang sekelompok manusia berkekuatan super yang sedang melarikan diri dari aparat, serta seorang pembunuh misterius yang ditugaskan untuk menghabisi mereka. “Moving” dijadwalkan akan tayang eksklusif di Disney+ Hotstar pada 9 Agustus 2023.
- “The Worst of Evil” – Berlatar di kota Seoul pada tahun 1990an, seorang mantan DJ mengambil alih pimpinan sebuah geng dan mulai menyebarkan obat terlarang baru (bernama “Gangnam Crystal”) di klub-klub malam. Dengan informasi yang terbatas mengenai sumber obat terlarang ini, petugas kepolisian pedesaan Park Joonmo direkrut untuk menyusup ke dalam organisasi kriminal tersebut dan melumpuhkannya. Dijadwalkan untuk tayang pada akhir tahun ini eksklusif di Disney+ Hotstar, serial ini dibintangi oleh Ji Changwook, Wi Hajun (“Squid Game”), dan Lim Semi.
- “Vigilante” – Jiyong adalah seorang siswa berprestasi di akademi kepolisian, calon master seni bela diri yang tengah berkembang dan juga seorang kutu buku. Selama lebih dari satu dekade hidupnya, dia dihantui oleh memori pembunuhan ibunya oleh orang asing yang terjadi di depan matanya. Demi membalas dendam terhadap pelaku yang tidak kunjung jera, Jiyong bertekad terus mengejar penjahat dengan menggunakan pengetahuan yang didapatkan dari akademi kepolisian dan berusaha agar tidak tertangkap dalam “Vigilante”.
- “Soundtrack #2” – Pada tahun 2022 lalu, “Soundtrack #1” memikat hati para penonton dengan menghadirkan pahit manisnya kisah cinta bertepuk sebelah tangan yang dipadukan dengan iringan musik yang emosional. Di tahun 2023 ini, serial favorit para penggemar kembali dengan judul “Soundtrack #2”, dengan jalan cerita baru tentang sepasang kekasih muda yang mengakhiri hubungannya setelah enam tahun bersama, dan kemudian dipertemukan kembali. Dibintangi oleh Keum Saerok dan Steve Sanghyun Noh, “Soundtrack #2” kembali disutradarai oleh Kim Heewon, sutradara di balik kesuksesan drama “Soundtrack #1”.
- “BTS Monuments: Beyond The Star” – Sebuah serial original eksklusif Disney+ Hotstar dan bagian dari kolaborasi Disney dengan HYBE, serial dokumenter musik ini akan menceritakan perjalanan luar biasa ikon musik abad ini BTS. Melalui musik dan rekaman selama sembilan tahun terakhir yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, serial ini akan menampilkan kehidupan sehari-hari, pemikiran, dan rencana para anggota BTS saat mereka mempersiapkan fase kedua mereka.
- “Han River Police” – Dibintangi oleh Kwon Sangwoo dan Kim Hiewon, serial Korea yang bergenre fictional comedy action ini menceritakan kisah jenaka anggota polisi Seoul di Han River Police Force, saat mereka berpatroli di daerah perairan dan menghadapi situasi darurat seperti terorisme, kecelakaan, dan lainnya.
Dari Jepang:
- “Dragons of Wonderhatch”– Sebuah kisah yang menggabungkan latar belakang antara dunia nyata dan negeri anime bernama Upananta, di mana naga dan manusia saling hidup berdampingan. “Dragons of Wonderhatch” menceritakan kisah lintas dimensi tentang Nagi, seorang siswa SMA yang merasa tidak nyaman dengan hidupnya, Thaim, seorang penunggang naga yang berkomunikasi dengan naga di Upananta, dan Aktha, pahlawan penunggang naga. “Dragons of Wonderhatch” dibintangi oleh Sena Nakajima, Daiken Okudaira and Mackenyu.
- “A Town Without Seasons” – Ketika bencana Nani menghantam Jepang 12 tahun yang lalu, banyak penduduk hidupnya porak poranda dan mereka dikumpulkan di tempat pengungsian sementara yang ditinggalkan untuk membangun kembali kehidupan. Film live action original Jepang ini bercerita tentang Hansuke, yang direkrut untuk memata-matai para penduduk yang masih hidup, tapi akhirnya malah menjadikan kota sementara itu sebagai rumah barunya dan berdamai dengan bencana yang telah merenggut hampir semua miliknya.
- “Tokyo Revengers: Tenjiku Arc” – Serial anime populer hasil kolaborasi Disney dengan penerbit Jepang, Kodansha, kembali dengan favorit para fan Tenjiku Arc yang menggambarkan “Kanto Incident” dan perang terakhir antara Geng Tokyo Manji, yang dipimpin oleh Manjiro Sano dan Tenjiku, yang dipimpin oleh Izana Kurokawa. Akankah Takemichi, seorang anak nakal yang kemudian menjadi penjelajah waktu, dapat menghentikan tragedi di masa lalu untuk menyelamatkan masa kini? Saksikan di bulan Oktober untuk mengetahuinya!
- “PHOENIX: EDEN17” – Diproduksi oleh STUDIO4°C dan diangkat dari manga legendaris “PHOENIX” karya Osamu Tezuka, serial ini mengisahkan Romi dan rekannya yang melarikan diri dari tempat terburuk di bumi dengan harapan dapat hidup lebih baik di planet Eden, hanya untuk menemukan kenyataan bahwa Eden sudah tidak ada lagi.
Dengan ditutupnya tahun 2023 dengan serial dokumenter musik “NCT 127: The Lost Boys”, anime Jepang “SYNDUALITY Noir”, dan pertunjukan es terbaru oleh atlet seluncur es Jepang Yuzuru Hanyu, tahun 2024 juga dipastikan akan dipenuhi dengan cerita-cerita yang berkualitas. Tahun depan, penonton dapat menantikan “A Shop For Killers” dan “Red Swan” dari Korea, serta “House of the Owl” dan “Murai in Love” dari Jepang, yang akan bergabung dengan koleksi cerita yang akan terus bertambah dari Asia Pasifik yang akan diumumkan segera.
TV & Movies
Reveiw Film Evil Dead Burn, Burn or Burned
www.gwigwi.com – Evil Dead kali ini membara! Film ke 6 di franchise horor ini kini mengusung judul EVIL DEAD BURN! Apakah apinya bisa membawa teror yang berbeda, unik dan lebih berbobot? Alice (Souheila Yacoub) kehilangan suaminya Will (George Pullar) akibat kecelakaan. Memaksanya untuk bertemu ibu dan bapak mertuanya; Susan (Tandi Wright) dan Edgar (Erroll Shand) Juga si nenek yang sudah pikun, Polly (Maude Davey). Keluarga ipar yang tidak menyukainya.

Reveiw Film Evil Dead Burn, Burn Or Burned
Keadaan intens itu meledak begitu Edgar menggila dan membuat Alice menyadari, kekuatan jahat lain yang memanfaatkan keluarga itu dan berniat menghabisi mereka semua.
Sedari awal editing smash cut yang agresif begitu membantu menaikkan tensi dan membangun suspense dari sekedar memperlihatkan kipas mesin kapal berputar saja (“apakah akan digunakan untuk memotong orang? Hah!”).
Mampu memanaskan ketegangan hingga mendidih juga seperti adegan makan keluarga yang canggung sampai meletup.
Efek-efek praktikal gore pun terasa berkelas; Gorokan perlahan di leher, penyandar kepala kursi mobil ditusukkan ke leher dan kepala bahkan wajah yang dihancurkan sampai tak bersisa.

Reveiw Film Evil Dead Burn, Burn Or Burned
Semua dilakukan tanpa membuat eksploitatif menjijikkan dan cukup membuat ngeri. Didukung seram mumpuni oleh para aktor
Usaha bertahan hidup para korban dan muatan emosi yang melatarbelakangi nasib tragisnya memang digarap serius, namun EVIL DEAD BURNS seperti kurang memaku identitas uniknya sendiri yang menonjolkannya dari film-film EVIL DEAD lain.
Kontras dramatis antara Alice yang ingin mengontrol hidupnya sendiri dan Susan yang mengorbankan segalanya demi keluarga, meskipun satu persatu mulai kesurupan memang menarik.
Namun, rasanya been there done that nan by the book tanpa punya treatment dan resolusi yang menonjol beda dibanding horor lain.

Reveiw Film Evil Dead Burn, Burn Or Burned
Walhasil, EVIL DEAD BURN mengandalkan body horor yang bahkan untuk ranah film horor Indonesia juga sudah banyak bermain menggila buat gore stuff.
Maka agak sulit melihat tempat untuk EVIL DEAD BURN di mana franchise inilah yang barangkali mempopulerkan body horror dulu tetapi sekarang tampaknya butuh appeal lain untuk membara terbakar, bukan malah gosong sendiri.
Mungkin ke depannya kembali dengan balutan komedi konyol dan penampilan kharistmatik ala Bruce Campbell? They do need some sugar….
TV & Movies
Claresta Taufan, Stefan William, Aliando Syarief hingga Anjasmara Bintangi Original Series Terbaru iQIYI Indonesia Bunga di Tepi Jurang
www.gwigwi.com –
Setelah sebelumnya hadir dengan genre misteri lewat Bercinta Dengan Maut, kali ini iQIYI Indonesia memperkenalkan original series drama terbarunya, Bunga di Tepi Jurang. Series ini menandai babak baru perjalanan iQIYI Indonesia dalam menghadirkan tontonan original yang menggugah emosi.
Melalui teaser perdana yang dirilis hari ini, iQIYI Indonesia memperkenalkan kisah Andini sebagai karakter utama. Cerita ini hadir dengan lapisan konflik yang lebih kompleks, didukung jajaran bintang papan atas di industri hiburan Indonesia serta kejutan penampilan cameo yang sontak memicu spekulasi dan antusiasme di media sosial.
Produksi ini merupakan hasil kolaborasi iQIYI Indonesia dengan Leo Pictures, di bawah arahan sutradara Angling Sagaran. Bunga di Tepi Jurang didukung oleh jajaran aktris dan aktor terkemuka Indonesia, termasuk Claresta Taufan, Stefan William, Aliando Syarief, dan Derby Romero. Selain deretan pemeran utama, series ini juga menampilkan aktor legendaris Anjasmara, aktor muda yang sedang naik daun Raden Rakha, serta artis asal Thailand, Moshlong.
“Bunga di Tepi Jurang adalah kelanjutan komitmen kami untuk terus memperkaya cerita yang telah kami bangun sejak Bercinta Dengan Maut. Dengan membawa cerita ini, kami ingin memberikan pengalaman yang lebih dalam dan lebih personal bagi penonton, sekaligus menegaskan komitmen iQIYI Indonesia dalam menghadirkan drama original berkualitas tinggi,” ujar Dinesh Ratnam, Senior Managing Director for SEA di iQIYI.
Bunga di Tepi Jurang dirancang untuk mempertahankan esensi drama penuh ketegangan dan emosi yang menjadi ciri khas produksi original iQIYI Indonesia, sekaligus memperluas jangkauan cerita dengan konflik-konflik baru yang lebih intens.
Perjalanan Andini Dalam Menentukan Takdirnya
Bunga di Tepi Jurang membawa penonton menyusuri sebuah masa dalam hidup Andini ketika ia harus menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihan masa lalu sekaligus mempertaruhkan segalanya demi mempertahankan apa yang paling berharga baginya.
Judul Bunga di Tepi Jurang sendiri menjadi metafora perjalanan Andini sebagai sosok yang tetap berusaha tumbuh dan mempertahankan jati dirinya, meski berdiri di titik paling rentan dalam hidupnya. Sepanjang cerita, penonton akan diajak mengikuti bagaimana Andini menghadapi tekanan dari berbagai arah, mulai dari keluarga, karier, hingga percintaan, sambil perlahan menemukan kekuatan untuk menentukan arah hidupnya sendiri.
Setiap karakter yang hadir membawa dinamika baru dalam kehidupan Andini, memperumit setiap keputusan yang diambil sekaligus menguji sejauh mana Andini mampu mempertahankan prinsip dan keyakinannya.
Komitmen iQIYI Indonesia Menghadirkan Cerita dari Sudut Pandang Perempuan
Melalui Bunga di Tepi Jurang, iQIYI Indonesia kembali mengangkat kisah dari sudut pandang perempuan. Berbeda dari narasi konvensional yang kerap menempatkan tokoh perempuan sebagai korban keadaan, karakter Andini dihadirkan sebagai sosok yang aktif mengambil keputusan, berjuang menghadapi tekanan, dan menemukan kekuatannya sendiri di tengah berbagai tekanan yang dihadapinya.
Pendekatan ini sejalan dengan visi iQIYI Indonesia untuk terus memproduksi cerita lokal yang tidak hanya menghibur, tetapi juga relevan dengan realitas tantangan perempuan Indonesia masa kini, mulai dari relasi, tekanan sosial, hingga proses menemukan jati diri di tengah keterbatasan pilihan.
“Memerankan Andini jadi tantangan tersendiri karena karakternya bertransformasi sepanjang 12 episode. Aku banyak belajar dari sosok Andini yang optimis, sayang keluarga, dan nggak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita. Menurut aku, Bunga di Tepi Jurang wajib banget ditonton karena menceritakan perjalanan seorang perempuan yang berjuang mewujudkan cita-citanya” ucap Claresta Taufan, pemeran Andini dalam Bunga di Tepi Jurang.
Dengan modal kesuksesan Bercinta Dengan Maut sebagai pondasi, Bunga di Tepi Jurang diharapkan mampu melanjutkan tren positif konten original iQIYI Indonesia sekaligus memperkuat posisi platform sebagai rumah bagi cerita-cerita lokal yang berani mengeksplorasi tema-tema kompleks dan penuh kejutan.
“Kami percaya cerita lokal yang kuat lahir dari realitas yang dekat dengan kehidupan penonton. Bunga di Tepi Jurangmenjadi bagian dari upaya kami untuk terus menghadirkan produksi original yang relevan, berani, dan mampu memperkuat posisi iQIYI sebagai rumah bagi cerita-cerita Indonesia yang bermakna,” ungkap Ikhsan Sasmita, Head of Original Content iQIYI Indonesia.
TV & Movies
Review Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
www.gwigwi.com – Kang Jun-woo (Lee Kwang-soo), seorang megabintang asal Korea Selatan yang kariernya mulai terasa jenuh dan penuh tekanan.
Di tengah kekacauan jadwal dan perselisihan dengan manajernya saat syuting iklan di Vietnam, sebuah insiden impulsif membuatnya terpisah dan terdampar sendirian.
Sialnya, Jun-woo kehilangan segalanya: paspor, uang, bahkan reputasinya sebagai bintang besar tidak banyak menolong di sudut kota Vietnam.
Dalam kondisi luntang-lantung tersebut, takdir mempertemukannya dengan Thao (Hoàng Hà), seorang gadis lokal yang bercita-cita menjadi barista profesional.
Lewat berbagai kesalahpahaman kocak termasuk momen di mana Thao tidak sengaja merusak ponsel Jun-woo.

Review Film Love Barista, Megabintang Yang Terdampar
Thao akhirnya setuju memberikan tumpangan tempat tinggal sementara bagi sang aktor. Dari sinilah hubungan benci-jadi-cinta yang mengocok perut sekaligus menyentuh hati dimulai.
Sutradara Kim Sung-hoon memanfaatkan persona asli Kwang-soo yang kita kenal di Variety Show Running Man.
Karakter Jun-woo adalah perpaduan antara megabintang yang narsis, gengsian, namun sebenarnya berhati rapuh dan super apes.
Kwang-soo berhasil mengeksekusi komedi situasi fisik dengan sangat natural tanpa terasa berlebihan.
Meskipun terhalang batasan bahasa (Korea Selatan dan Vietnam), chemistry antara Lee Kwang-soo dan Hoàng Hà terasa sangat hidup.
Hoàng Hà tampil memikat sebagai Thao yang mandiri dan membumi, mengimbangi kelakuan ajaib karakter Kwang-soo.
Film ini tidak hanya menjual cerita romantis, tetapi juga menjadi “surat cinta” bagi keindahan lokal Vietnam. Kehangatan kedai kopi lokal, hiruk-pikuk jalanan, hingga sinematografi yang cerah membuat atmosfer rom-com di film ini terasa begitu hangat dan nyaman untuk dinikmati.

Review Film Love Barista, Megabintang Yang Terdampar
Bagi penonton yang mengharapkan plot twist berat atau dinamika cerita yang kompleks, Love Barista mungkin terasa sedikit klise.
Formula “bintang terkenal yang jatuh miskin lalu jatuh cinta dengan orang biasa” adalah kiasan (trope) yang sudah sangat sering digunakan dalam drama maupun film romantis.
Paruh akhir film yang melibatkan konflik skandal dan drama manajemen juga diselesaikan dengan cara yang cukup tertebak.
Secara keseluruhan, Love Barista adalah jenis film yang tidak menuntut Anda untuk berpikir keras.
Film ini sepenuhnya berhasil menyampaikan tujuannya: menghibur lewat tawa dan memberikan rasa hangat lewat romansa yang manis.
Kehadiran komedian Vietnam seperti Duy Khánh juga menambah warna komedi lokal yang segar.
Jika Anda merindukan akting kocak Lee Kwang-soo dalam balutan cerita yang menyentuh, film ini wajib masuk ke daftar tontonan akhir pekan kalian!
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
News2 weeks agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
Gaming2 weeks agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!




