Gaming
Doki Doki Literature Club, Perusak Psikologi Harapan Para Wibu
GwiGwi.com – Doki Doki Literature Club adalah salah satu Visual Novel yang telah tembus masuk ke Steam. Visual Novel atau yang umumnya disingkat VN adalah sebuah genre game yang sangat terkenal dikalangan para penggemar Anime, ataupun Pop Culture Jepang berbasis Anime, Manga, dan juga Light Novel. Kelebihan Genre ini adalah Game tersebut memberikan pengalaman yang umumnya bersifat romantis dan memberikan secercah harapan bagi para penggemar Anime akut atau yang sering disebut sebagai Wibu (Weaboo) untuk menembus batas antara 3D-2D. Doki Doki Literature Club tentunya sebagai VN, memberikan sensai tersebut. Tapi bagaimana kalau … ternyata game tersebut bisa mempermainkan Psikologi para Wibu?
Game ini mendadak menjadi ramai setelah para Warganet (Netizens) pada timeline Facebook saya melihat post yang berkeliaran sepertinya mengundang ketertarikan para Wibu. Akan tetapi, Game ini bukan seperti VN biasanya. Melihat “rentetan” Timeline Facebook yang dipenuhi dengan DDLC, game ini memang benar-benar bermain hal psikologi. Tanpa memberikan spoiler terlalu banyak, intinya, game ini tidak se-fuwa fuwa itu. Dengan artwork yang Moe, membuat game ini sepertinya lucu dan sangat Moefag sekali. Tetapi game ini memiliki “konten” sendiri yang membuat karakter pada game sangatlah sadar dengan kita sebagai player.
Intinya, game ini memang terlihat imut, dan sangat fuwa fuwa hingga harus dicicipi, namun, berhati-hatilah. Tingkat depresi yang bisa ditimbulkan game ini cukup tinggi dan saat kalian menginstallnya, belum tentu … kalian dapatkan Good Ending. Game ini adalah salah satu Breaking The 4th Wall ditingkat lanjut mengalahkan Re:CREATORS!
JIODNsjqbdiwhqowJIWHIjdkasowhieEOUEOijiohdsjajwe)WUEIODJOD)()*@E#!@KJNJA::!@#>#
FAJEIWOADNFSP-ITOIOTPOIUT.
Steam : http://store.steampowered.com/app/698780/Doki_Doki_Literature_Club/
THIS IS ALL YOU SEE!
Gaming
Cygames Ungkap Pendekatan Lokalisasi Umamusume untuk Versi Inggris
www.gwigwi.com – Cygames membagikan pendekatan yang digunakan tim lokalisasi saat mengadaptasi Umamusume: Pretty Derby ke dalam bahasa Inggris. Proses tersebut ternyata tidak sekadar menerjemahkan setiap dialog dari bahasa Jepang, tetapi juga mempertahankan karakter, gaya bicara, serta nuansa budaya yang melekat pada masing-masing tokoh.
Salah satu tantangan terbesar dalam lokalisasi Umamusume adalah menghadirkan berbagai pola bicara dan dialek Jepang ke dalam bahasa Inggris. Beberapa karakter memiliki cara berbicara yang mencerminkan latar belakang, kepribadian, hingga posisi sosial mereka. Jika diterjemahkan secara harfiah, nuansa tersebut belum tentu terasa sama bagi pemain Barat.
Karena itu, tim lokalisasi memilih mencari padanan bahasa Inggris yang dapat memberikan kesan serupa. Mereka tidak selalu mengikuti struktur kalimat asli, selama pesan utama dan karakterisasi tokohnya tetap terjaga. Pendekatan ini memungkinkan dialog terasa lebih natural bagi pemain berbahasa Inggris tanpa menghilangkan identitas karakter.
Penyesuaian juga dilakukan terhadap sejumlah dialog yang memiliki nuansa romantis. Dalam beberapa bagian, ekspresi tersebut dibuat sedikit lebih ringan untuk menyesuaikan ekspektasi audiens Barat. Meski demikian, tujuan utamanya tetap mempertahankan hubungan antarkarakter serta suasana yang ingin disampaikan dalam cerita.
Salah satu contoh menarik terdapat pada Mihono Bourbon. Dalam versi Jepang, ia menggunakan panggilan “Master” untuk menyebut Trainer. Namun, tim lokalisasi memilih menggunakan kata “Trainer” dalam versi Inggris agar penyebutan tersebut terasa lebih natural dan sesuai dengan konteks permainan.
Contoh lainnya dapat ditemukan pada penggunaan ucapan “Merry Christmas”. Dalam bagian tertentu, ungkapan tersebut diadaptasi menjadi “Happy Holidays” untuk versi Inggris. Perubahan semacam ini menunjukkan bahwa lokalisasi juga mempertimbangkan konteks budaya dari target pasar.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa menerjemahkan game dengan banyak karakter bukan hanya persoalan mengubah satu bahasa ke bahasa lain. Setiap pilihan kata dapat memengaruhi bagaimana pemain memahami kepribadian dan latar belakang seorang karakter.
Bagi Umamusume: Pretty Derby, tantangan tersebut menjadi semakin kompleks karena game memiliki banyak karakter dengan gaya komunikasi yang berbeda. Tim lokalisasi harus memastikan masing-masing tokoh tetap memiliki identitas yang mudah dikenali meskipun dialognya telah beradaptasi ke bahasa Inggris.
Dengan pendekatan tersebut, Cygames berusaha membuat versi global Umamusume terasa lebih alami bagi pemain Barat tanpa sepenuhnya melepaskan karakteristik yang menjadi bagian dari versi Jepang. Hasil akhirnya diharapkan dapat memberikan pengalaman yang tetap familiar bagi penggemar lama, sekaligus mudah dipahami oleh pemain baru di pasar internasional.
Gaming
Persona 5 Resmi Kolaborasi dengan Fortnite, Joker Dipastikan Hadir di Season 4
www.gwigwi.com – Persona 5 akhirnya dipastikan akan hadir di Fortnite. Kabar tersebut diumumkan melalui teaser terbaru yang dirilis Atlus pada Rabu malam, 19 Agustus 2026. Cuplikan singkat tersebut memperlihatkan kemunculan Joker, protagonis utama Persona 5, sekaligus memperlihatkan model karakter yang akan digunakan dalam game.
Meski sudah memberikan gambaran mengenai Joker, Atlus belum mengungkap seluruh detail mengenai kolaborasi tersebut. Belum diketahui secara pasti konten apa saja yang akan dibawa, termasuk apakah Joker hanya hadir sebagai karakter yang dapat digunakan atau akan mendapatkan berbagai item kosmetik tambahan.
Kemunculan Joker diperkirakan akan menjadi bagian dari Fortnite Chapter 7 Season 4, yang memiliki tema “Override”. Musim terbaru Fortnite tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada 20 Agustus 2026, sehingga informasi lebih lengkap mengenai kolaborasi Persona 5 kemungkinan akan segera diperlihatkan setelah season baru resmi dimulai.
Kehadiran Persona 5 di Fortnite sebenarnya bukan sesuatu yang terlalu mengejutkan. Franchise tersebut sebelumnya sudah beberapa kali melakukan crossover dengan berbagai game lain. Persona 5, khususnya, memiliki sejumlah karakter populer yang cukup sering muncul dalam proyek kolaborasi di luar seri utamanya.
Di sisi lain, Fortnite juga semakin dikenal sebagai game yang aktif menghadirkan karakter dari berbagai franchise populer. Mulai dari film, anime, musik, hingga video game, Epic Games terus memperluas daftar kolaborasi yang tersedia di dalam game.
Joker sendiri menjadi pilihan yang cukup masuk akal untuk mewakili Persona 5. Karakter tersebut merupakan salah satu tokoh paling dikenal dari franchise Persona dan memiliki desain yang mudah dikenali. Kehadirannya di Fortnite juga berpotensi menarik perhatian penggemar Persona maupun pemain yang sebelumnya tidak terlalu mengikuti franchise tersebut.
Namun, masih menjadi tanda tanya apakah Atlus dan Epic Games akan menghadirkan karakter Persona lainnya. Untuk sementara, teaser yang dirilis hanya memberikan fokus kepada Joker sehingga belum ada konfirmasi mengenai kemunculan anggota Phantom Thieves lainnya.
Selain Persona 5, Fortnite Chapter 7 Season 4 “Override” juga akan menghadirkan sejumlah kolaborasi dengan franchise game lain. Hal ini membuat musim terbaru tersebut menjadi salah satu update yang cukup dinantikan oleh komunitas.
Dengan season baru yang akan dimulai pada 20 Agustus 2026, detail mengenai Joker kemungkinan akan terungkap dalam waktu dekat. Pemain masih perlu menunggu pengumuman resmi untuk mengetahui harga, item kosmetik, quest, serta konten khusus Persona 5 yang akan tersedia di Fortnite.
Untuk saat ini, satu hal sudah dipastikan: Joker akan memasuki dunia Fortnite. Detail lengkap mengenai bentuk kolaborasi dan kemungkinan hadirnya karakter Persona lainnya masih menjadi misteri.
Gaming
Neverness to Everness Ketahuan Pakai AI Doubao Gratis, Watermark Malah Lolos ke Game
www.gwigwi.com – Neverness to Everness (NTE) baru saja mendapatkan update versi 1.3 yang membawa sejumlah konten baru. Pembaruan tersebut memperluas area permainan sekaligus memperkenalkan aktivitas memancing, lengkap dengan lokasi baru dan berbagai jenis ikan yang bisa dikoleksi pemain.
Namun, salah satu aset yang hadir dalam update terbaru justru menjadi bahan perbincangan di komunitas game China. Pemain menemukan bahwa salah satu aset memancing di NTE ternyata masih memiliki watermark Doubao, layanan AI buatan ByteDance yang juga menyediakan fitur pembuatan gambar dan video.
Temuan tersebut langsung memicu berbagai candaan di kalangan pemain. Menariknya, sebagian besar perbincangan bukan semata-mata mengenai penggunaan AI dalam pengembangan game. Pemain justru menyoroti fakta bahwa watermark Doubao masih terlihat pada aset yang sudah masuk ke dalam versi resmi NTE.
Beberapa pemain bahkan bercanda bahwa Hotta Studio terlalu berhemat hingga menggunakan layanan AI versi gratis. Ada pula yang mempertanyakan bagaimana proses pengecekan aset dapat melewatkan watermark tersebut sebelum update dirilis kepada publik.
Komentar seperti “Pakai AI sih nggak masalah, tapi pakai Doubao itu lucu. Versi gratis pula” ikut menggambarkan reaksi komunitas terhadap temuan tersebut. Sejumlah pemain juga membandingkan pendekatan Hotta Studio dengan perusahaan game China lain yang telah mengembangkan teknologi AI mereka sendiri.

HoYoverse dan NetEase, misalnya, diketahui aktif mengembangkan berbagai teknologi internal untuk mendukung proses produksi. Sementara itu, kasus NTE membuat pemain bercanda seolah-olah developer meminta layanan AI publik untuk membuat aset game.
Candaan tersebut bahkan berkembang menjadi permintaan fiktif kepada Doubao untuk membuat berbagai aset aneh. Salah satu contoh yang muncul adalah permintaan membuat kuda laut berwarna ungu lengkap dengan mahkota.
Penggunaan AI sendiri sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru bagi NTE. Komunitas China sebelumnya sudah mengetahui bahwa Hotta Studio menggunakan teknologi AI-assisted dalam proses pengembangan beberapa bagian game.
Hotta Studio pernah menjelaskan bahwa elemen utama seperti karakter, cerita, dan dunia NTE tetap dikerjakan oleh seniman, penulis, serta desainer manusia. Namun, developer mengakui bahwa sejumlah kecil aset latar belakang dan lingkungan dibuat dengan bantuan teknologi AI.
Setelah watermark Doubao tersebut ramai ditemukan, aset terkait kemudian diperbaiki dan watermark-nya telah dihapus. Sementara itu, aset dasarnya sendiri masih dipertahankan di dalam game.
Di luar kontroversi tersebut, performa komersial NTE justru terbilang kuat. Sejak dirilis pada 29 April 2026, game ini dilaporkan menghasilkan lebih dari 100 juta yuan atau sekitar US$14,8 juta hanya dalam satu hari.
Performa tersebut kemudian terus berkembang. Berdasarkan proyeksi keuangan semester pertama 2026 yang diumumkan pada 14 Juli, Perfect World Games menyebut pendapatan Neverness to Everness telah mencapai sekitar 1,4 miliar yuan, atau sekitar US$207 juta.
Dengan angka tersebut, NTE tetap menunjukkan performa bisnis yang kuat meskipun kini harus menghadapi sorotan komunitas terkait penggunaan AI pada sejumlah asetnya. Kasus watermark Doubao juga menjadi pengingat bahwa penggunaan teknologi generatif dalam produksi game tetap membutuhkan proses pemeriksaan aset yang ketat sebelum sebuah konten dirilis kepada pemain.
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film The Oddysey, reinkarnasi epos dalam sinema modern
-
Music3 weeks agoYou Yokoyama (SUPER EIGHT) Memasuki Fase Baru Lewat Album Solo Kedua “ROCK FOR YOU”, Simak Detail dan MV Utamanya!
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu
-
Music3 weeks agofor Revenge Rilis ‘I Miss You Every Brand New Day’, Original Song untuk film Spider-Man: Brand New Day
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Spider-Man Brand New Day, Best Spidey adaptation so far
-
Gaming6 days agoArknights Resmi Rilis Versi PC, Berikut Spesifikasi yang Dibutuhkan
-
Music3 weeks agoSHIFT UP Dikritik Usai Promosikan Stellar Blade: Bloodrain Lewat Video Musik Berbasis AI
-
Lokal3 weeks agoCrunchyroll Hadir di AFA Indonesia 2026, Bangun Replika Café dari Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc dan Hadirkan Boneka Jumbo Kimetsu no Yaiba








