Music
Interview Nano, Saya Menyukai Musik, Tapi Lebih Mencintai Fans Saya
GwiGwi.com – Nano terkenal dengan musik-musiknya yang penuh energi, namun terkadang juga melow seperti saat di lagu Silver Sky. Kali ini Tim GwiGwi mau memberikan hasil interview bersama nano di perhelatan Festival Pop Culture terbesar, yaitu Anime Festival Asia Singapura 2015 nih Gwiple. Yuk disimak 🙂
Apakah anda bisa menceritakan bagaimana rasanya dibesarkan di Amerika, dan berapa lama penyesuaian yang anda butuhkan untuk menyesuaikan diri saat kembali ke Jepang?
Sudah cukup lama sejak saya bermimpi untuk masuk dalam industri musik. Saya lahir dan dibesarkan di Amerika. Sejak kecil saya sangat memiliki ketertarikan dengan musik karena orang tua saya mendengarkan musik dan akhirnya saya sangat cinta dengan musik sejak lama.
Anda pernah bercerita bahwa ada influence dari gaya musik barat dalam lagu anda. Band manakah yang menginspirasi anda?
Saya mendapatkan inspirasi saya dari banyak genre berbeda. Saat ini memang banyak genre Rock yang saya bawakan, namun saya terinspirasi juga dengan musik klasik, pop, folk, apapun yang menarik perhatian saya. Jadi, sesungguhnya saya tidak bisa memutuskan 1 band atau genre saja karena banyaknya yang menarik perhatian saya.
Apa yang membuat anda ingin kembali ke Jepang?
Saya selalu merasa walaupun lahir dan dibesarkan di Amerika, hati saya tetap memiliki aspek Jepang sehingga saya merasa ingin kembali ke Jepang untuk mengetahui akar saya, mencari jati diri saya, sehingga saya merasa bahwa identitas sesungguhnya untuk saya bukan salah satu, tetapi keduanya dan merasakan keduanya pula.
Apa tantangan anda di Jepang?
Banyak sekali! Jepang dan Amerika benar-benar berbeda. Tidak hanya budaya dan bahasa, seperti makanan, orang-orang disana juga berbeda. Saya merasa sudah merasakan yang terbaik dari keduanya. Saya tidak begitu merasa kesulitan atau penyesalan dalam melewati tantangan yang datang.
Banyak lagu anda sudah digunakan sebagai Tie Up dengan game. Apakah Nano sendiri seorang gamer dan gemar memainkan game?
Saya sangat senang lagu-lagu saya sudah menjadi Tie Up dengan beberapa game dan sejujurnya saya tidak terlalu bisa disebut sebagai gamer, tapi saya mulai mencoba beberapa game sejak mendapatkan Tie Up itu sendiri. Sehingga anime dan game menarik perhatian saya karena ini bisa menjadi suatu penenang atau pelarian dari keseharian kita karena kita bisa merasakan sesuatu yang tidak biasa kita lakukan dengan menggunakan imajinasi yang bisa memperluas dunia kita.
Apakah perasaan anda datang ke Singapura untuk pertama kalinya?
Saya baru semalam di Singapura, namun ini pengalaman yang sangat menarik. Orang-orangnya sangat baik. Saya sesungguhnya sangat suka dengan musimnya sekarang karena di Jepang saat ini sedang dingin sekali sekitar 8 derajat. Saat turun dari pesawat saya merasa “Wah sepertinya kita sedang liburan” bukan seperti pekerjaan. Benar-benar sesuatu yang menarik. Saya tidak sabar untuk mencoba berbagai macam makanan. Bersama dengan band saya ingin berkeliling, dan saat ke merlion, banyak turis disana. Ini benar-benar mengasyikan dan saya berharap untuk kembali kesini lagi suatu waktu.
Lagu anda sudah dipakai untuk serial anime. Bagaimana perasaan anda saat mengkomposisi lagu-lagu tersebut?
Rasanya sangat berbeda saat mengkomposisi lagu untuk Tie Up dibandingkan dengan lagu original karena saat saya menyiapkan lagu untuk Tie Up ini, saya hanya berharap lagu ini tidak “merusak” dunia anime atau game tersebut karena lagu ini menjadi representasi. Namun demikian, ini sangat menarik untuk saya karena disini imajinasi saya di tantang untuk menghasilkan sesuatu yang menarik dan juga memberikan kesempatan membuka pintu yang berbeda, emosi yang berbeda. Sehingga saya benar-benar senang melakukannya.
Anda sudah datang 2 kali untuk AFA yaitu AFAID dan AFASG. Bagaimana perasaan anda tampil di Asia Tenggara 2 kali dalam setahun? Dan ini merupakan pertanyaan dari fans Nano di Indonesia, apakah ada rencana untuk melakukan solo di Indonesia?
Baru saja beberapa bulan yang lalu saya pergi ke Indonesia, dan walaupun saya memiliki darah Amerika dan Jepang, saya belum pernah ke Asia sebelumnya, jadi saya benar-benar senang untuk diundang ke AFA Indonesia dan Singapura. Di Indonesia, penontonnya sangat luar biasa! Kesan pertama yang saya dapatkan adalah saya ingin sekali kembali ke Indonesia untuk perform terutama melakukan Solo Concert di Indonesia. Saya sangat senang disana.
Lagu mana yang sangat berkesan untuk anda?
Setiap saat saya menulis lagu, sebenarnya semuanya sangat berkesan. Saya tidak ingin terlihat seperti seseorang yang bisa disebut narsistik, tapi saya mencintai semua lagu karena setiap lagu ini sangat berarti untuk saya. Saya sangat senang saya bisa berkolaborasi dengan penulis lagu saya. Ia bisa mengerti saya, dan bersama-sama kami menghasilkan lagu yang luar biasa. Saat ini yang mungkin paling saya pikirkan adalah lagu terbaru saya Bull's Eye, yang merupakan pemberi gambaran seperti apa saya sekarang. Lalu Rock On sangatlah dalam untuk saya, karena artiannya yang sangat banyak. Lagu lain adalah salah salah satu lagu awal saya, Magenta, karena ini merupakan lagu yang memulai segalanya. Jadi, bagi saya sangat sulit apabila hanya bisa memilih salah satu.
Bisakah menceritakan kepada kami lebih dalam tentang Bull's Eye?
Ya tentu saja! Sudah 1 tahun 3 bulan sejak saya merilis single terakhir saya, sehingga ini benar-benar sesuatu yang menyenangkan bagi saya karena sepertinya kita melakukan sesuatu yang baru untuk kita. Bull's Eye sebenarnya merupakan sesuatu yang cukup baru untuk kami. Lagu ini cukup catchy, tidak hanya rock, tetapi ada bumbu popnya yang cukup menarik. Selain itu lagu ini dipakai untu Tie Up sebuah anime yang bisa dibilang cukup baru untuk saya, jadi kami sebenarnya bisa dibilang mencoba-coba dalam lagunya. Kami bahkan menulis 3 lagu berbeda untuk serial ini, dan akhirnya Bull's Eye lah yang terpilih dan saya sangat senang karena sejujurnya saya sudah menyukai Bull's Eye sejak awal.
Berbicara tentang Tie Up, Last Refrain diputar pada movie Arpeggio. Bagaimana komentar anda terhadap serial tersebut, dan bagaimana lagu ini berpengaruh terhadap lagu-lagu anda?
Aoki Hagane no Arpeggio benar-benar serial anime yang spesial untuk saya. Saya sudah bersama serial ini selama beberapa tahun. Saya merasa saya sudah terikat dengan serial ini. Bermula dari Savior Song, lalu RokcOn!, kemudian Silver Sky, dan sekarang Last Refrain, sudah tumbuh dalam serial tersebut dan akhirnya merepresentasikan berbagai keadaan emosional dari serial itu, dan melalui Last Refrain, saat pembuatannya, saya menempatkan diri saya seolah-olah sebagai karakter dari serial tersebut. Saya benar-benar merasakan emosional tersebut saat menulis liriknya, namun saat pembuatan opening-nya dan insert song. Yang membuat berbeda adalah sebagai insert song, lagunya sendiri merupakan background dari seri ini. Jadi harus merepresentasikan emosi dan keadaan saat itu. Saya berharap para fans dapat merasakan betapa dalamnya lagu tersebut di seri itu.
Apakah yang mendorong anda untuk bertahan hingga sekarang? Apakah fans, passion, atau ada faktor lainnya?
Apa yang memotivasi saya adalah fans saya. Tanpa mereka mungkin saya tidak akan bermusik. Saya suka mendengarkan musik. Tapi saya lebih mencintai fans saya. Apapun yang mereka dengar dari saya, pesan-pesan yang ingin saya sampaikan, membuat saya senang. Aspek favorit dari konser yang saya senangi adalah konser yang itu bersifat live sehingga saya bisa membagikan moment-moment itu bersama fans saya, ini memberikan kekuatan dan inspirasi bagi saya. Saya berharap dan akan berjuang sekuat mungkin pada konser kali ini untuk tidak menangis karena saya sangat emosional saat melakukan live. Saya sangat menantikan konser kali ini di Singapura.
Apakah persiapan anda untuk kedepannya, dan akankah ada rencana untuk konser diluar negri lainnya?
Apa yang ingin saya lakukan tentunya memperluas pengetahuan dunia saya, saya berharap bisa pergi ke berbagai negara berbeda, melakukan konser disana dan mengenal fans disana, dan setiap fans baru bagi saya adalah seperti harta karun. Mimpi terbesar saya adalah saya bisa memperluas dunia musik saya dan berhubungan dengan banyaknya fans diluar sana.
Tahun ini merupakan tahun terbesar konser anda diluar negri, adakah “sesuatu” dari fans anda dari luar negri yang berbeda dari fans di Jepang? Lalu adakah yang anda pelajari dari fans anda itu seperti hal-hal yang menarik?
Saat memulai karir diluar negri, saya belum begitu menyadari betapa besarnya dunia ini, dan beragamnya budaya, betapa spesialnya tiap negara. Saya pernah konser di Jerman, Taiwan, lalu Indonesia, dan kemudian Singapura, saya menyadari bahwa setiap sekumpulan penonton sangat berbeda. Ini benar-benar memberi saya semangat untuk menciptakan sesuatu dan membagikan moment yang tiada bandingnya. Sisi baik dari konser adalah kita tidak akan tau apa yang akan terjadi. Anda tidak akan bisa menebak seperti apa reaksi fans setiap saat. Ini benar-benar sebuah eksperimen. Setiap saat saya pergi ke negara lain, saya benar-benar senang. Bahkan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Benar-benar sesuatu yang menakjubkan untuk mendapatkan support dari fans saya.
Setiap penonton di negara itu seperti kata anda, berbeda. Adakah yang benar-benar terlihat dari pandangan anda untuk fans di negara tersebut?
Ya, tentu saja. Sebagai contoh, reaksi dari para fans selalu berbeda. Di Jepang, fansnya terkadang malu-malu. Tetapi di Jerman, saya bisa mendengar teriakan dari para fans di konser tersebut dan itu benar-benar sesuatu yang spesial. Malu-malu bukannya berarti buruk, saya juga merasa dicintai oleh para fans. Namun saya merasa saat semuanya bernyanyi bersama, dan berteriak bersama, saya bisa merasakan adrenalin yang luar biasa. Kemudian di Taiwan juga sangat menarik. Memang berbeda dengan Jerman. Di Jepang mungkin lebih “tenang”. Saya berharap di Singapura juga semua penonton bisa benar-benar bersemangat juga.
Sebagai fans, banyak dari kita merasakan nilai-nilai emosional yang luar biasa saat mendengarkan lagu anda. Apakah anda pernah merasakan ini juga saat anda mendengarkan lagu anda sendiri?
Menurut saya musik adalah sesuatu yang cukup terkenal di dunia. Dan ini merupakan suatu alat spesial dalam hidup yang menghilangkan batasan-batasan suatu negara dan kewarganegaraan. Anda tidak selalu harus mengerti lirik lagunya untuk merasakan emosional yang ada di lagu tersebut, dan menurut saya semua orang di dunia pernah di “sentuh” atau ditolong oleh musik. Itulah kenapa saya bermusik. Saya berharap untuk bisa meraih dan menyentuh walaupun hanya 1 jiwa di dunia. Tidak perduli dari manakah asal mereka selama mereka tersentuh oleh lagu tersebut. Saya telah disentuh oleh musik pada masa lalu saya dan itulah mengapa saya merasa itu adalah tugas saya untuk memberikan itu kepada generasi penikmat musik selanjutnya. Jadi, yeah, musik sangatlah spesial untuk kita semua.
Nah itulah tadi sesi interview bersama Nano di AFA Singapura 2015. Hal yang mengejutkan adalah Nano sendiri lah yang memutuskan untuk kembali mempelajari akar jati dirinya sendiri di Jepang. Nano sendiri mengakui bahwa dirinya telah “diselamatkan oleh musik” dan tujuannya bermusisi adalah untuk membagikan apa yang dia rasakan kepada kita sebagai fansnya.
Sekian interview bersama Nano kali ini, sampai jumpa di interview berikutnya Gwiple!
Music
BALLISTIK BOYZ Gebrak Era Baru dengan EP “BLAST”, Ungkap Sisi Personal Tanpa Filter
BALLISTIK BOYZ from EXILE TRIBE resmi merilis EP terbaru mereka yang telah dinantikan, “BLAST”, tersedia di berbagai platform musik digital terkemuka. Dirilis secara digital lebih awal pada 11 September lalu, rilisan terbaru grup beranggotakan tujuh personel ini menandai langkah penting dalam perjalanan mereka, memperlihatkan sisi paling jujur, membumi, dan menyentuh sejauh ini.
Setelah mengangkat kisah cinta yang dewasa dan penuh gairah lewat EP “BEAT” pada April lalu, mereka kini beralih dari idealisasi ke kenyataan hidup tanpa filter dengan “BLAST”. Penuh lirik yang jujur dan musik yang energik, EP ini menceritakan konflik batin, upaya kerja keras, serta kegigihan menempuh perjalanan panjang dalam mengejar mimpi. “BLAST” adalah anthem semangat kebersamaan dan pantang menyerah, merayakan ikatan yang terbentuk dari dukungan satu sama lain serta tekad untuk kembali bangkit, setelah berapa kali pun terjatuh.

Ballistik Boyz Gebrak Era Baru Dengan Ep “blast”, Ungkap Sisi Personal Tanpa Filter
Lagu utama di EP “BLAST”, berjudul “Too Good To End”, membawa pesan kuat: “karena segala sesuatu akan berakhir, kita memberikan yang terbaik untuk hari ini.” Ditulis oleh Kenya Fujita, sahabat dekat para personel, lagu ini mengeksplorasi keseimbangan antara waktu yang terbatas dan kemungkinan yang tak terbatas, sekaligus merayakan ikatan persahabatan. Menjelang akhir lagu, penggalan “Our Place” menegaskan bahwa perjalanan grup ini matang berkat cerita yang mereka bangun bersama semua orang yang mendampingi mereka. BALLY’S (sebutan akrab fans BALLISTIK BOYZ) dapat melihat pesan tersebut dalam video musiknya, yang menampilkan para personel tulus menjadi diri sendiri, bercanda gurau, dan menikmati kebersamaan yang menunjukkan ikatan mereka.
Evolusi tersebut melanjutkan perjalanan BALLISTIK BOYZ yang diawali dengan album debut bersejarah, yang berhasil meraih posisi pertama di berbagai chart musik. Mulai dari menjalani aktivitas selama enam bulan di Thailand, berkolaborasi dengan musisi Asia Tenggara, hingga tampil di festival terkemuka dan menggelar tur regional, BALLISTIK BOYZ terus memperkuat jejak mereka sebagai salah satu nama besar di panggung musik internasional.
Menggambarkan inti dari EP ini, personel RYUSEI KAINUMA mengungkapkan:
“Menurut saya, EP ini memiliki nuansa yang benar-benar berbeda dari rilisan kami sebelumnya, ‘BEAT’. Saya merasa ‘BEAT’ menunjukkan keunggulan kami, tapi kali ini kami benar-benar tampil apa adanya. EP ini menceritakan kisah kami, perjalanan yang kami lalui bersama lewat persahabatan, semangat masa muda, dan berbagai tantangan yang kami hadapi. Saya rasa EP ini sangat menggambarkan diri kami dalam keseharian dan semua yang sudah kami bangun bersama sampai saat ini. Karena itu, karya ini berasa sangat mewakili BALLISTIK BOYZ.”
Melanjutkan momentum tur BALLISTIK BOYZ LIVE TOUR 2026 “BEAT BLAST Z” di Jepang serta single “Do Don PA!!” Juli lalu, “BLAST” menjadi langkah besar selanjutnya bagi BALLISTIK BOYZ dalam memperluas jangkauan global mereka.
Dengarkan “BLAST” sekarang di berbagai digital streaming platform terkemuka.
Music
Bintang J-POP Muda LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON Siap Unjuk Talenta di Panggung Dunia Lewat Music Matters Live 2026
Dua grup J-POP yang tengah naik daun, LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON, siap membawa musik dan energi mereka ke Music Matters Live 2026 di Singapura. Kedua grup bagian dari NEO EXILE, kolektif generasi baru LDH JAPAN, tersebut akan meramaikan acara yang beriringan dengan konferensi All That Matters pada 2 – 7 Oktober 2026. Mereka akan tampil pada hari Sabtu, 3 Oktober, di Clarke Quay, menyuguhkan perpaduan musik, dance, dan budaya pop Jepang terkini kepada fans internasional serta pakar industri musik dunia.
Music Matters Live, pilar musik dari All That Matters, merupakan salah satu ajang internasional terkemuka yang menghubungkan industri musik Asia Pasifik dengan panggung dunia. Acara tersebut mempertemukan para pemimpin industri, profesional musik, dan musisi yang tengah naik daun dari berbagai negara melalui sesi konferensi serta serangkaian live showcase untuk memperkenalkan talenta musik generasi berikutnya.
Seiring dengan perkembangan J-POP dalam menjangkau lebih banyak pendengar internasional melalui platform streaming, media sosial, serta eksplorasi lintas genre, mulai dari hip-hop, R&B, hingga musik dance, NEO EXILE hadir mewakili generasi baru industri hiburan Jepang yang merangkul budaya kontemporer global, sembari tetap mempertahankan ciri khas pop Jepang.

Bintang J Pop Muda Lil League Dan Kid Phenomenon Siap Unjuk Talenta Di Panggung Dunia Lewat Music Matters Live 2026
LIL LEAGUE merupakan pemenang audisi bergengsi LDH, “iCON Z ~Dreams For Children~”, yang diikuti sekitar 48.000 peserta. Mereka dengan cepat menempatkan diri sebagai salah satu grup J-POP generasi baru yang paling menjanjikan. Dikenal lewat aksi panggung penuh energi, vokal powerful, rap, dan koreografi dinamis, grup beranggotakan enam personel ini terus memperluas kehadiran mereka di luar Jepang. Setelah serangkaian penampilan di Japan Expo Thailand 2026, NIPPON HAKU BANGKOK pada 2025 dan 2026, serta SUPERFLUID, salah satu festival musik Songkran terbesar, LIL LEAGUE terus mengembangkan fans internasional mereka. Setelah kesuksesan lagu debut “Hunter” dan single terbaru “Boku Wo Sagashiteta”, penampilan di Music Matters Live menjadi langkah penting untuk membawa musik dan aksi panggung mereka kepada penonton di berbagai seluruh dunia.
Sementara itu, KID PHENOMENON hadir dengan identitas khas “TOKYO NEO POP”, yang memadukan kultur jalanan, fashion, dance, dan musik pop Tokyo dengan nuansa futuristis. Kesuksesan rilisan seperti “Existence” serta rilisan terbaru “KIDS” menampilkan gaya performa energik dan keunikan grup beranggotakan tujuh personel ini. Daya tarik internasional mereka terus berkembang, dengan penampilan di SXSW, Amerika Serikat, pada Maret 2026 lalu, serta menerima undangan untuk tampil di festival dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Meksiko. Berbagai kesempatan tersebut semakin mengukuhkan kehadiran mereka sebagai generasi baru musisi yang turut membawa budaya Tokyo masa kini ke panggung dunia.

Bintang J Pop Muda Lil League Dan Kid Phenomenon Siap Unjuk Talenta Di Panggung Dunia Lewat Music Matters Live 2026
Mengikuti jejak PSYCHIC FEVER dan WOLF HOWL HARMONY, sesama artis LDH JAPAN yang tahun lalu tampil di Music Matters Live 2025, LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON akan melanjutkan langkah LDH JAPAN dalam memperkenalkan talenta generasi baru Jepang kepada fans di Asia dan selebihnya.
Berbicara tentang penampilan perdana mereka di Music Matters Live, LIL LEAGUE mengungkapkan: “Kami senang sekali bisa tampil untuk pertama kalinya di Music Matters Live, Singapura, bersama KID PHENOMENON. Melalui musik, dance, dan rap, kami ingin menyalurkan energi kami berenam dan menghadirkan penampilan yang bisa dinikmati melampaui perbedaan bahasa. Dengan bangga mewakili generasi baru musisi Jepang, kami akan berusaha sekeras mungkin agar fans di Asia dan seluruh dunia bisa mengenal LIL LEAGUE.”
KID PHENOMENON menambahkan: “Kami sangat antusias untuk memperkenalkan musik, penampilan, dan konsep ‘TOKYO NEO POP’ kami kepada penonton di Singapura. Lewat musik, dance, dan fashion, kami mengekspresikan budaya baru yang muncul dari skena Tokyo kontemporer. Kami berharap semua penonton, termasuk yang baru pertama kali mengenal kami, bisa merasakan energi kami bertujuh dan keunikan masing-masing member melalui penampilan ini, melampaui perbedaan bahasa dan budaya. Bersama LIL LEAGUE, teman kami di kolektif NEO EXILE, kami ingin memperkenalkan generasi baru Jepang dan membangun koneksi baru, dari Singapura ke seluruh Asia dan dunia.”
Saat para profesional industri musik dari berbagai negara berkumpul di Music Matters Live untuk menemukan musisi yang akan membentuk masa depan musik, LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON hadir pada momen penting dalam perjalanan internasional mereka. Penampilan perdana mereka di Singapura akan memperkenalkan dua karakter unik dari NEO EXILE, sekaligus menegaskan komitmen LDH JAPAN untuk membawa generasi baru musisi Jepang kepada pendengar global.
Bagi LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON, panggung Clarke Quay kali ini membuka babak baru bagi mereka, yang dimulai dari Singapura dengan tujuan ke seluruh dunia.
Entertainment
Akemi ID Hadirkan Dua Member Baru, Ochi dan Mika Sebagai Bagian dari Regenerasi Grup
www.gwigwi.com – Jakarta, Agustus 2026 — Independent girl group asal Jakarta, Akemi ID, mengumumkan perubahan dalam susunan member sekaligus memperkenalkan dua wajah baru yang akan melanjutkan perjalanan grup.
Sebelumnya, Manajemen Akemi ID telah memutuskan untuk mengakhiri status keanggotaan Aiko sebagai Member Akemi ID setelah melalui proses evaluasi dan komunikasi bersama Manajemen. Keputusan tersebut menjadi bagian dari dinamika dan perkembangan Akemi ID dalam menjaga komitmen serta profesionalisme seluruh member.
Di tengah perubahan tersebut, Akemi ID kini menyambut dua member baru, Ochi dan Mika, yang diharapkan dapat memberikan warna baru dalam perjalanan grup ke depannya.
Ochi Kembali Bergabung dengan Akemi ID
Ochi bukanlah nama baru bagi Akemi ID. Ia merupakan mantan member Akemi yang kini kembali bergabung sebagai bagian dari perjalanan baru grup. Ochi secara resmi diperkenalkan kembali sebagai Member Akemi ID dalam penampilan di Indonesia Designer Art-Toys Expo Vol. 4 pada 9 Agustus 2026.
Dalam formasi barunya, Ochi akan membawa identitas warna orange dengan branding bunga orange marigold.
Kembalinya Ochi diharapkan dapat memperkuat dinamika internal maupun penampilan Akemi ID, khususnya melalui kemampuan public speaking yang dimilikinya.
Mika Resmi Naik Menjadi Member Akemi ID
Sementara itu, Mika merupakan trainee yang telah menjalani proses latihan bersama Akemi ID sejak Desember 2025. Setelah melalui proses pengembangan dan evaluasi sebagai trainee, Mika akhirnya resmi bergabung sebagai Member Akemi ID dan diperkenalkan kepada publik dalam event School of Rock pada 17 Agustus 2026.
Mika akan membawa identitas warna white dengan branding bunga white jasmine.
Dengan karakter vokalnya yang memiliki suara merdu, Mika diharapkan dapat memberikan warna tambahan bagi musik dan penampilan Akemi ID.
Menyambut Babak Baru Akemi ID
Dengan bergabungnya Ochi dan Mika, Akemi ID memasuki fase baru dalam perjalanan grup. Keduanya membawa karakter dan kemampuan yang berbeda, namun diharapkan dapat saling melengkapi dengan member Akemi ID lainnya.
“Kami berharap kehadiran Ochi dan Mika bisa memberikan warna baru untuk Akemi ID. Ochi dengan kemampuan public speaking-nya, dan Mika dengan karakter vokalnya, tentunya akan menjadi tambahan yang menarik untuk perkembangan Akemi ke depan,” ujar Manajemen Akemi ID.
Sebagai independent girl group yang telah aktif sejak 2018 dan memiliki pengalaman tampil di berbagai panggung, Akemi ID akan terus mengembangkan karya, pertunjukan, serta program-programnya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi para penggemar.
Kehadiran Ochi dan Mika menjadi bagian dari langkah Akemi ID untuk terus bertumbuh dan memasuki babak baru dengan semangat serta warna yang baru.
Akemi Operation Team
AKEMI ID

Kontak Akemi
Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/
Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id
TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id
Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756
Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01
Whatsapp: 08551614433
-
News4 weeks agoSophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
-
News3 weeks agoGabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
-
News3 weeks agoKreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
-
Smartphone4 weeks agoBebas Drama Pas Mabar! Ini Rahasia Gaming Seru Bebas Suntuk Bareng POCO C81 Pro
-
TV & Movies3 weeks agoREVIEW FILM VERITY, MENGUNGKAP SISI GELAP PENULIS TERSOHOR
-
TV & Movies4 weeks agoJangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Forgotten Island, Animasi DreamWorks Berlatar Mitologi Filipina
-
Smartphone3 weeks agoPOCO F9 Series Siap Meluncur di Indonesia 5 Oktober, Tegaskan Posisi sebagai The True Flagship








