TV & Movies
7 Cara Seru #BetahdiRumah Bersama Vidio
GwiGwi.com – Melihat kondisi yang sedang terjadi saat ini seluruh masyarakat Indonesia dihimbau untuk mengurangi kegiatan dan aktivitas apapun di luar rumah dan dianjurkan untuk tetap berada di rumah dalam berkegiatan. Vidio sebagai OTT/Streaming platform menyajikan konten-konten hiburan berkualitas dan juga memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menikmati hiburan. Vidio menawarkan pengalaman baru kepada masyarakat dan penggemar film untuk menonton konten-konten eksklusif melalui fitur Vidio Premier yang dapat diakses di rumah, dimanapun, dan kapanpun.
#BetahdiRumah Nonton Vidio
Tina Arwin selaku Vice President Content Vidio mengungkapkan, ”Sebagai perusahaan yang bergerak di industri OTT/Streaming platform, Vidio memberikan kemudahan kepada konsumen untuk menonton serta menikmati berbagai hiburan di rumah, dimanapun, kapanpun #NontonGakPakeRibet. Dengan melihat perkembangan kondisi dan keadaan Indonesia dan juga global saat ini, dimana pemerintah sudah menghimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar dan tetap di rumah Vidio kini melayani masyarakat dalam menghadirkan berbagai ragam pilihan konten hiburan yang berkualitas kepada masyarakat agar betah di rumah sampai kondisi menjadi lebih kondusif. Beragam konten-konten hiburan yang kami tayangkan mencakup 8 judul film Indonesia terbaik yang dapat dinikmati secara gratis, Vidio Original Series, serial dan film Asia, FTV, Mini Seri Indonesia, konten anak-anak, musik, olahraga dan juga konten yang disajikan khusus untuk para gamer. Kami berharap dengan hadirnya konten-konten ini, Vidio dapat menemani dan menghibur masyarakat di rumah #BetahdiRumah.”
Vidio menawarkan beragam konten yang bisa dinikmati secara gratis ataupun berbayar agar masyarakat #BetahdiRumah. Untuk layanan fitur Vidio berbasis SVOD (Subscription Video on Demand) Anda dapat menikmatinya dengan berlangganan Vidio Premier yang menawarkan pengalaman baru untuk para penikmat film dalam menonton konten-konten eksklusif. Paket Vidio Premier yang ditawarkan mulai dari harga Rp10.000, Rp29.000 hingga Rp299.000, melalui Vidio Premier, masyarakat khususnya para pecinta film dapat menikmati berbagai jenis konten streaming service yang memudahkan audiens untuk menonton tayangan Serial dan Film Indonesia, Korea, Thailand, China, drama Korea, dan drama Thailand tanpa adanya gangguan iklan. Untuk itu, berikut 7 cara seru #BetahdiRumah bersama Vidio;
Serial Hits Vidio Original Series
Pada 20 Maret 2020 Vidio akan meluncurkan serial terbaru Vidio Original Series “Omen”. Vidio Original Series “Omen” disutradarai oleh Arie Azis, mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Eliza (Cut Syifa) merasa Erika selalu menjadi penghalang semua kebahagiaannya. Erika merasa Eliza selalu mendapatkan perlakuan istimewa dari sekitarnya. Khusus untuk dua episode pertama Vidio Original Series “OMEN” dapat dinikmati secara gratis di Vidio. Disamping itu, Vidio Original Series “Get Married” yang dibintangi oleh Prilly Latuconsina sudah memasuki episode 6 dan akan menayangkan episode-episode selanjutnya setiap hari Senin. Para penggemar dapat menikmati setiap episode Vidio Original Series tanpa terganggu iklan melalui fitur Vidio Premier.
Nikmati Film dan Serial Drama Internasional
Untuk para pecinta film, Vidio menghadirkan pilihan SVOD (Subscription Video on Demand) dari berbagai negara di Asia seperti Film Indonesia, Korea, China, Thailand dan Hollywood. Vidio memberikan berbagai judul film dan serial drama Internasional yang dapat dinikmati oleh para pecinta film dengan berbagai pilihan subtitle. Khususnya bagi para pecinta Korea, dapat menikmati film yang sangat populer dan juga mendapatkan banyak respon positif dari para sineas. Film “Parasite” karya Bong Joon Ho mendapatkan deretan penghargaan dalam ajang bergengsi Oscar. Selain ‘Parasite’ para pecinta film, khususnya penggemar film Korea juga dapat menikmati film thriller populer “Train to Busan” dan “Battleship Island” dengan berbagai subtitle. Dan juga serial drama China “Love is Not For Sale” yang dapat dinikmati oleh para masyarakat khususnya para penggemar drama romantis melalui fitur Vidio Premier.
Tayangan Serial Drama FTV & Miniseri
Bagi para penggemar serial drama FTV dan Miniseri Vidio juga memiliki beragam konten judul pilihan FTV dan Miniseri yang dapat dinikmati oleh para penggemar serial FTV dan Miniseri. Khususnya di tanggal 17 Maret, Vidio Mini Seri “Princess Mermaid” yang dibintangi oleh Kenny Austin, Maomi Zaskia, Raisya Bawazier akan menayangkan episode terbarunya. Dan juga beragam judul drama FTV seperti; Jatuh Cinta Boleh Ngutang, Jungkir Balik Dunia Ussy, Harta Tahta Cinta Sasha, Polisi Ganteng Mah Bebas, dan Nanti Kita Cerita Tentang Pelarian Kita Ke KUA akan tayang setiap harinya untuk menemani teman-teman di rumah.
Hiburan Kartun Animasi Anak
Konten hiburan yang diberikan oleh Vidio tidak hanya terbatas untuk kalangan remaja dan dewasa saja, tetapi Vidio juga menghadirkan beragam konten dan program yang bervariasi untuk anak-anak yang dapat dinikmati sekaligus menghibur mereka di rumah. Seperti program animasi Zoomoo Channel, Kids Star TV dan film animasi terbaik “Stand by Me by Doraemon”. Disamping itu, selama sepekan kedepan Vidio akan menayangkan episode terbaru serial animasi anak-anak, dimana Episode “Bernard Bear” selanjutnya akan tayang pada hari Sabtu, 21 Maret 2020 dan Episode “Petok si Ayam Kampung” selanjutnya akan tayang pada Sabtu, 28 Maret 2020.
Pertarungan Kompetisi Bergengsi di Asia Tenggara: Mobile Legends Premier League
Khusus bagi para gamer Indonesia dan penggemar Mobile Legends, Vidio menayangkan kompetisi gamer seluler terbesar dan paling bergengsi di Asia Tenggara yang sudah dinantikan oleh para gamer, Mobile Legends Premier League (MPL). Siaran yang telah diikuti oleh 81 pengguna dengan jumlah yang sudah diputar 1.301 kali, program MPL tayang setiap minggunya pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Turnamen yang telah diselenggarakan sejak bulan Februari lalu telah memasuki babak kualifikasi Mobile Legends Development League (MDL), dari delapan tim baru, empat tim sudah terpilih untuk musim reguler. Para gamers khususnya penggemar Mobile Legends kini dapat menikmati pertarungan MDL yang ditayangkan oleh Vidio setiap hari Senin, Selasa dan Rabu dan juga Regular Season yang akan digelar hingga 30 Maret 2020.
Vidio juga menyediakan program khusus bagi para gamers, yang telah diikuti oleh 280 pengguna dan diputar sebanyak 6.079 putaran, melalui Vidio Esports para gamers dapat menikmati beragam konten secara keseluruhan terutama Esports. Melalui program Esports, para gamers dapat menikmati tayangan turnamen mulai dari live streaming, bermain Esports bersama host hingga gaming talk show.
Nikmati Layanan Program Musik Vidio
Selain pilihan menonton, Vidio juga memiliki konten pilihan hiburan lain untuk para penikmat musik untuk menemani Anda di rumah. Vidio menghadirkan Vidio Music Essentials dimana para penikmat musik dapat menikmati setiap lagu beserta video klip dari para musisi dan penyanyi favoritnya. Disamping itu juga, Vidio memiliki program-program musik lainnya yang sangat menghibur yang dapat dinikmati oleh berbagai macam kalangan, seperti kalangan pecinta musik Dangdut, Indie, Korea, Pop, Pop-Melayu.
Tayangan Gratis: 8 Film Terbaik #BanggaFilmIndonesia
Dalam rangka memperingati Hari Film Nasional 2020 yang jatuh pada tanggal 30 Maret, Vidio menyiapkan campaign #BanggaFilmIndonesia. Kampanye ini merupakan bentuk apresiasi Vidio kepada kreator dan para pegiat industri perfilman nasional yang secara konsisten dan telah menghadirkan karya terbaik. Vidio akan menghadirkan 8 judul film terbaik yang dapat dinikmati secara gratis oleh para penikmat film melalui aplikasi mobile atau website www.vidio.com dari tanggal 23-30 Maret 2020. 8 film tersebut adalah; Gundala, Pendekar Tongkat Emas, The Raid, Headshot, One Fine Day, Pertaruhan, Fiksi, dan Menunggu Pagi.
Untuk menikmati berbagai konten layanan hiburan yang ditawarkan oleh Vidio, konsumen dapat mengunduh dan install aplikasi Vidio di smartphone Android dan iOS pada Apple Store atau Google Store serta dapat diakses juga melalui website www.vidio.com.
TV & Movies
Review Film HOPE, Big Trouble in Little Village
Bencana besar di desa kecil. Mungkin deskripsi yang pas untuk HOPE.
Teror monster yang biasa menimpa kota besar, melibatkan tentara dan ilmuwan, kini harus dihadapi Beom Se-Ok (Hwang Jung-Min) kepala polisi lokal, sepupunya Sung Ki (Zo In-sung), para pemburu, peternak babi, tukang jugal daging dan warga desa lain.
Dari eksekusi sinematografinya, kamera mengisolasi POV penonton pada perjalanan tiap karakternya secara eye level napak tanah untuk mengungkap misteri layaknya progress video game. Bahkan sampai protagonis dapat upgrade senjata, berganti senapan yang lebih kuat. Mengkuti jejak si monsters dari jalanan, toko-toko sampai ke gang-gang kecil.

Review Film Hope, Big Trouble In Little Village
Cara demikian melokalisir teror pada skala kecil yang justru membuat lebih ngeri dibanding film monster umumnya yang seakan ingin main skala besar secepatnya.
Audiens tak melihat sosok si monster tapi dari kehancuran, gelimpangan mayat dan bangkai berceceran yang diakibatka, gambaran mengerikannya sudah begitu kuat.
Begitu saat akhirnya si sumber horror diperlihatkan…hem. Mengingatkan pada CG game zaman PS3? Barangkali terkendala budget tapi mengingat monster ini ternyata mempunyai peran yang lebih penting lagi, agak membingungkan kenapa tampilannya tidak dicoba lebih meyakinkan lagi.
Beruntung aksi cepat dan brutalnya menghujam efektif sampai rasanya kekurangan itu cukup termaafkan.
Kelemahan umum film monster, manusianya, justru menyala di sini.

Review Film Hope, Big Trouble In Little Village
Sembari tensi terus terjaga, HOPE mampu mengenalkan para karakternya secara singkat baik dengan cerita konyol atau pun sekedar dari bagaimana mereka memburu si monster. Sampai rasanya audiens sudah klop bersama mereka padahal baru sebentar. Polisi wanita Hoyeon (Sung-Ae) tak diperkenalkan bertele-tele, dari cara dia bernafsu mengejar si monster langsung membuat dia memorable.
Aksi tegang dan kadang bisa-bisanya dibumbui komedi memang mewarnai klimaks, tapi juga berasa terlalu diperpanjang. Tambah lagi ternyata film diakhiri dengan cliffhanger yang membuka sisi lain dari para monster. Untung saja paruh awal dan tengahnya cukup kuat sehingga rasa nanggung tak sampai mengganggu.

Review Film Hope, Big Trouble In Little Village
HOPE seakan apabila Godzilla plus ALIEN dialami desa kecil di provinsi anda dan cerdas sekali memanfaatkan keunikan itu baik secara sosiologi manusianya dan kulturnya. Mungkin penonton hanya banyak melihat Hope Harbor dalam keadaan hancur tapi bisa jadi warga dan daerahnya lebih membekas di benak penonton dibanding film monster lain. Dan demikian rasanya sungguh key selling point dari film yang barangkali kurang memenuhi ekspektasi fans sutradara Na Hong-Jin paska THE WAILING.
Apakah terus bisa dia kawinkan aspek itu dengan aliennya nanti untuk sekuel yang sudah ditease? We may hope so….
TV & Movies
Review Film Motor City, Aksi Balas Dendam Tanpa Kata
www.gwigwi.com – John Miller (Alan Ritchson), seorang veteran Perang Vietnam yang bekerja di pabrik perakitan mobil, dijebak atas kejahatan yang tidak ia lakukan oleh Reynolds (Ben Foster), seorang penguasa mafia lokal yang terobsesi pada kekasih John, Sophia (Shailene Woodley).
Divonis 25 tahun di penjara berkeamanan maksimum, John bertahan hidup hanya dengan satu tujuan: keluar dan menuntaskan dendam.
Ketika kesempatan itu tiba, John melancarkan perburuan berdarah menyusuri jalanan Detroit yang dingin dan korup, melintasi jajaran anak buah Reynolds yang dijaga oleh seorang polisi korup bertangan besi (Pablo Schreiber).

Review Film Motor City, Aksi Balas Dendam Tanpa Kata
Sutradara Potsy Ponciroli (Old Henry) kembali memamerkan keahliannya dalam mengolah cerita klasik menjadi sajian visual yang segar melalui Motor City.
Setting kota Detroit tahun 1970-an yang kelam, film action-thriller ini mengusung eksperimen berani. Menyajikan kisah balas dendam yang intens dengan dialog yang dipangkas hampir sepenuhnya, menyerahkan seluruh penyampaian emosi pada gestur, aksi, dan desain suara.
Estetika gritty era 70-an dengan warna-warna pudar dan pencahayaan bernuansa neo-noir. Tanpa kata-kata, deru mesin mobil muscle, dentuman senapan, dan koreografi pertarungan menjadi “dialog” utama.
Penggunaan mobil antik, outfit era 70-an, serta lagu-lagu rock klasik memperkuat suasana kota industri yang sedang runtuh.

Review Film Motor City, Aksi Balas Dendam Tanpa Kata
Menurut gue ini adalah hal yang sangat berani. Serta membuang dialog eksposisi yang membuat penonton harus fokus pada aksi instinktif dan emosi karakter.
Dari jajaran cast, Alan Ritchson memanfaatkan postur fisiknya yang intimidatif secara maksimal. Tanpa bantuan dialog, ia mengandalkan tatapan mata, nafas yang berat, dan bahasa tubuh untuk menyampaikan kepedihan, rasa kehilangan, serta kemarahan murni.
Begitu juga dengan Ben Foster yang tampil mengintimidasi lewat aura psikologis yang dingin, sementara Pablo Schreiber memberikan ancaman fisik yang seimbang dengan karakter Ritchson.

Review Film Motor City, Aksi Balas Dendam Tanpa Kata
Buat gue film ini emang cocok-cocokan dengan penonton masa kini. Bagi yang terbiasa dengan dialog cepat atau pacing modern, beberapa transisi babak tengah mungkin terasa berjalan lambat.
Secara keseluruhan, Motor City merupakan penghormatan yang solid terhadap genre action-thriller klasik.
Film ini membuktikan bahwa Alan Ritchson as an actor tidak hanya mengandalkan fisik semata, melainkan juga kemampuan akting non-verbal yang kuat di bawah arahan sutradara yang tepat.
TV & Movies
Review Film INSIDIOUS OUT OF THE FURTHER, Wahana Rumah Hantu ala The Further
www.gwigwi.com – Gemma (Amelie Eve) memiliki masa kecil buruk dengan Ibunya (Laura Gordon) dan berniat menjadi Ibu lebih baik untuk anaknya, Maya (ISLAND Austin).
Sampai dia dihantui mimpi mengerikan yang bisa jadi lebih dari sekedar khayalannya dan berhubungan dengan masa lalunya.
Kembali lagi franchisee horror yang film pertamanya sukses meski low budget dan ternyata penonton masih mau kembali mengeksplorasi alam barzah khas INSIDIOUS yakni the further.

Review Film Insidious Out Of The Further, Wahana Rumah Hantu Ala The Further
Dengan film ke 6 filmmaker seolah bermain dengan konsep untuk mengeksploitasi the further. Setelah dapat, seakan barulah dibuat cerita seputar itu dan rasanya memang demikian.
Motivasi yang trigger emosi penonton seputar hubungan ibu anak dan mencoba memutus trauma generasional. Diselingi permainan ketegangan yang lumayan oke memakai syaitonirojim dan eksplorasi the further, di mana paruh ketiganya memang cukup seru dan tak terduga.
Semuanya fine saja dan mungkin itulah fault dari INSIDIOUS: OUT OF THE FURTHER ini; wahana seram-seraman yang terasa eksploitasi (dalam artian yang masih terbilang baik) franchise saja. Bila penonton senang, sampai INSIDIOUS 11 pun seakan dijabanin BLUMHOUSE PRODUCTION.
INSIDIOUS: OUT OF THE FURTHER seolah hasil dari pikiran; karena penonton masih mau, maka filmmaker akan coba segala hal untuk isi gas franchisenya. Apakah mereka akan menemukan alasan kuat lagi untuk penonton mau kembali menjelajah The Further? We'll see…
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Mutiny: Klasik Statham Yang Kurang Menggebuk
-
Gaming3 weeks agoArknights Resmi Rilis Versi PC, Berikut Spesifikasi yang Dibutuhkan
-
Gaming3 weeks agoArknights: Endfield Segera Hadir di Steam, Akses Pemain PC Bakal Lebih Mudah
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?
-
News3 weeks agoFate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks
-
Berita Anime & Manga3 weeks agoOvergeared Ungkap Trailer Kedua, Visual Baru, dan 6 Karakter Tambahan
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Kung Fu Soccer, Evolusi Komedi Absurd Stephen Chow di Era Modern
-
Event4 weeks agoAnime Festival Asia Indonesia Rayakan Satu Dekade dengan Deretan Bintang Utama di Panggung, Menampilkan Dave Rodgers, Noriko Hidaka, dan Manabu Otsuka




