Connect with us

TV & Movies

Review Film Miss Americana, Dokumenter Taylor Swift yang Apa Adanya

Published

on

GwiGwi.com – Siapa sih yang tidak kenal Taylor Swift?? Pelantun lagu “Shake it off”, “back to December”, dan masih banyak lagi. Kali Ini ia membuat dokumenter nya sendiri yang judulnya terinspirasi dari salah satu lagunya di album Lover (2019), Miss Americana & The Heartbreak Prince. Digarap oleh sutradara Lana Wilson yang membuat After Tiller, The Departure mampu menampilkan film dokumenter Ini dengan sedemikian rupa.

Lana Wilson berhasil membuat film ini sangat berimbang dalam memadumadankan sisi waktu Swift yang menyenangkan dan memilukan yang pernah dialami oleh TayTay dari awal memulai karirnya di usia 12 tahun hingga detik ini. Namun Swift juga berhasil menampilkan sisi lain sebagaimana layaknya gadis lain seusianya. Di balik kecantikannya dan talenta alaminya sebagai musisi, pada akhirnya Swift tidaklah luput dari yang namanya cibiran, skandal, dan tentunya ketidaksukaan dari rekan musisi lainnya seperti Kanye West misalnya.

Terlebih lagi ketika pelantun “we are never getting back together” ini mulai memberanikan diri untuk ikut “berpolitik” mendukung calon senator Tennessee di tahun 2018, Marsha Blackburn. Swift memberikan dukungan ke Blackburn karen ia merasa cocok dengan visi Blackburn yang membela hak-hak perempuan. Namun di saat yang sama, Blackburn kala itu merupakan pendukung berat Presiden A.S kontroversial Donald Trump.

Akan tetapi Swift tidak peduli dan tetap memberikan dukungan nya ke Blackburn. Alhasil keterlibatan politiknya ini mendapatkan banyak hujatan. Namun seperti yang dikatakannya, ia tidak peduli akan hal tersebut. Pokoknya, apabila ia sudah memiliki keyakinan akan sesuatu, ia akan tetap kukuh dengan keyakinannya tersebut.

Baca Juga:  Rangga Azof dan Cut Syifa Dipertemukan Untuk Mengungkap Fakta dalam Vidio Original Series Terbaru "OMEN

Ya intinya seperti yang dikatakan sebelumnya, Wilson sudah melakukan Yang terbaik dalam menampilkan sisi manusiawi dari Swift. Pokoknya benar-benar terasa mentah dan realistis. Hal ini mungkin akan membuat para haters Swift menjadi sedikit melunak, bahkan tak menutup kemungkinan Bisa menjadi fans dadakan.

Sisi lain yang ditampilkan Wilson dengan sangat jempolan, adalah dalam memadu suntingan adegan demi adegan yang ditampilkan. Tidak lupa, Miss Americana juga menampilkan awal pembuatan Lover yang kini masih berjaya di chart-chart album serta adegan-adegan dimana Swift menciptakan konsep lagu-lagu hits-nya saat ini.

Sangat terlihat dari beberapa scene, dimana TayTay memanglah sosok yang sangat bertalenta. Alias bukanlah sosok yang “tak bisa nyanyi”, atau “modal cantik doang”, serta label-label negatif yang penuh kecemburuan yang diberikan haters-nya dalam beberapa tahun terakhir. Secara keseluruhan, Miss Americana merupakan sebuah film dokumenter dari bintang pop besar dunia saat ini yang diproduksi dengan sangat jujur dan apa adanya.

Dokumenter ini pada akhirnya memberikan kita sisi lain dari Taylor Swift.

Dengan penyajiannya yang sangat mentah dan realistis, Miss Americana merupakan film dokumenter musik yang sangat wajib untuk disaksikan terlepas kalian memang Swifties sebutan untuk fans Taylor Swift maupun kalian yang hanya penikmat musik biasa.

hello i'm an alien, cosplayer, gunplay builder, boardgames player, amateur bassist, movie blogger and a dreamer

TV & Movies

Disney ungkap jadwal penayangan baru untuk Mulan dan Jungle Cruise

Published

on

By

GwiGwi.com – Disney akhirnya menyusun kembali kalender rilis untuk tahun 2020/2021 milik mereka termasuk memberikan beberapa tanggal rilis baru untuk beberapa film besar yang tertunda untuk tahun ini, Mulan dan Jungle Cruise.

Mulan yang seharusnya tayang pada bulan Maret yang lalu kini akan hadir pada tanggal 24 Juli 2020. Jungle Cruise, yang dibintangi Dwayne Johnson dan Emily Blunt, yang seharusnya tayang pada tanggal 24 Juli ini, sekarang akan diluncurkan pada tanggal 20 Juli 2021.

Untuk Mulan, hal ini mungkin sangat realistis, mengingat bahwa bioskop di seluruh Amerika Serikat, dan di seluruh sebagian besar dunia ditutup untuk waktu yang tidak terbatas, mengingat apa yang terjadi sekarang. Hampir setiap studio di Hollywood telah mendorong mundur semua tanggal rilis musim panas yang sebelumnya telah direncanakan. Jadi dengan tanggal rilis Mulan ini, Disney (diluar MCU) masih berharap untuk mendapatkan satu blockbuster untuk tahun 2020.

Baca Juga:  7 Cara Seru #BetahdiRumah Bersama Vidio

Sedangkan untuk kasus Jungle Cruise, kemunduran jadwal satu tahun ini mungkin membuat beberapa pengamat dan penggemar keheranan, karena film ini sepertinya sudah siap ditayangkan bahkan mereka telah merilis trailer resmi beberapa waktu yang lalu.

Continue Reading

TV & Movies

ESPN dan Netflix akan rilis “The Last Dance” pada 19 April

Published

on

By

GwiGwi.com – Pada hari ini diumumkan bahwa “The Last Dance”, serial dokumenter terdiri atas 10 episode yang sangat ditunggu-tunggu, akan tayang perdana di ESPN di Amerika Serikat pada Minggu malam waktu setempat. Serial ini akan ditayangkan lima pekan sejak 19 April hingga 17 Mei dan akan tersedia di Netflix, bagi wilayah di luar AS.

Serial yang disutradarai Jason Hehir (“The Fab Five”, The ‘85 Bears”, “Andre the Giant”), mengisahkan salah satu ikon terbesar dan tim tersukses dalam sejarah olahraga, Michael Jordan dan Chicago Bulls di era 1990-an, serta menampilkan beberapa rekaman dari musim 1997-1998 yang belum pernah dilihat sebelumnya, dimana ketika itu, tim berupaya meraih gelar keenam NBA-nya dalam delapan tahun.

ESPN dalam pernyataannya mengatakan, “Di saat masyarakat tidak bisa mendapatkan hiburan dalam bentuk pertandingan olahraga yang disiarkan secara langsung, mereka tetap melihat ke dunia olahraga untuk dapat mengalihkan perhatian dari keadaan dan situasi saat ini sembari menikmati sebuah hiburan yang dapat dinikmati secara bersama. Kami mendengar seruan penggemar, yang meminta kami memajukan tanggal peluncuran serial ini, dan kami gembira dapat mengumumkan bahwa kami berhasil mempercepat jadwal produksi untuk memenuhi permintaan tersebut. Proyek ini merayakan salah satu pemain dan dinasti terhebat, yang pernah ada, dan kami berharap ini menjadi hiburan yang menyatukan dan dapat mengisi peran olahraga dalam hidup kita, serta mampu menceritakan kisah yang akan memikat semua orang, tidak hanya penggemar olahraga.”

Pada musim gugur 1997, Michael Jordan, pemilik Bulls Jerry Reinsdorf, pelatih  kepala Phil Jackson sepakat mengizinkan awak film NBA Entertainment mengikuti tim itu sepanjang musim. Untuk itu, hasilnya akan menjadi potret menakjubkan tentang seorang pemain ikonik dan tim terkenal. Di “The Last Dance”, potret itu baru saja terungkap setelah lebih dari dua dasawarsa.

Serial ini akan mengajak penonton kembali ke musim 1997-1998 yang penuh gegap gempita dan gejolak. Serial ini juga melihat masa kecil Jordan, kondisi tim Chicago Bulls sebelum kedatangan Jordan dan bagaimana tim tersebut dibangun setelah Jordan di-draft pada 1984, hingga akhirnya Jordan mampu membawa tim Chicago Bulls ke gelar juara NBA pertamanya. Melalui serial ini, penonton dapat melihat melihat kembali lima kejuaraan pertama Chicago Bulls, tantangan baik di dalam maupun di luar lapangan, yang merupakan bagian dari pergeseran budaya secara global yang diciptakan oleh Michael Jordan dan Chicago Bulls.

Ini adalah skenario yang kelihatannya tidak mungkin, yang berfungsi sebagai latar memikat untuk kisah di balik perjalanan ke kejuaraan 1998, dengan profil mendalam tentang rekan setim utama Jordan, termasuk Scottie Pippen, Dennis Rodman dan Steve Kerr, pelatih kepala Phil Jackson, serta menampilkan berbagai wawancara terbaru dengan lawan dan tokoh-tokoh di dalam maupun luar olahraga basket. Secara keseluruhan, berbagai ketegangan dan konflik, yang mewarnai perjalanan ke kejuaraan terakhir itu akan dapat disaksikan dalam serial ini.

“Michael Jordan dan Bulls di era 1990-an bukan hanya bintang olahraga. Mereka adalah fenomena global,” kata sutradara Jason Hehir, “Proses membuat ‘The Last Dance’ adalah kesempatan luar biasa dalam menjelajahi dampak luar biasa dari seseorang dan suatu tim. Selama hampir tiga tahun, kami melakukan penelitian luas untuk mempersembahkan cerita tentang suatu dinasti, yang mewarnai masanya, dan untuk menampilkan pahlawan-pahlawan olahraga ini sebagai manusia. Saya berharap penonton menikmati serial kami sama seperti kami menikmati kesempatan untuk membuatnya.”

Ini adalah salah satu serial dokumenter paling menakjubkan yang pernah diproduksi, yang tidak ingin dilewatkan oleh penonton. Berikut jadwal tayang lengkap serial dokumenter ESPN ini di Netflix untuk wilayah di luar AS:

NETFLIX (di luar AS)

Senin, 20 April  – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 1 dan 2
Senin, 27 April  – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 3 dan 4
Senin, 4 Mei – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 5 dan 6
Senin, 11 Mei – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 7 dan 8
Senin, 18 Mei – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 9 dan 10

Continue Reading

Entertainment

Rangga Azof dan Cut Syifa Dipertemukan Untuk Mengungkap Fakta dalam Vidio Original Series Terbaru “OMEN

Published

on

GwiGwi,com – Setelah sukses menghadirkan lima original series dan original comedy “Girls in the City, Heart, I Love you Baby, OTW dan Get Married”, kini Vidio kembali luncurkan serial drama orisinal keenam yang memiliki genre misteri dalam Vidio Original SeriesOMEN”. Vidio ingin terus menghadirkan konten-konten baru dan berkualitas serta berbagai pilihan hiburan lainnya agar dapat dinikmati oleh konsumen agar #BetahdiRumah. Berkisah tentang kehidupan remaja dengan penuh misteri, Vidio Original Series “OMEN” telah dapat disaksikan sejak Jumat, 20 Maret 2020. Episode pertama dan kedua Vidio Original Series “OMEN” dapat disaksikan secara GRATIS hanya di aplikasi Vidio.

Tina Arwin selaku Vice President Content Vidio menyampaikan, “Perilisan Vidio Original Series “OMEN” merupakan salah satu bentuk komitmen Vidio untuk terus menghadirkan konten-konten entertainment yang bermutu selama setahun kedepan. Serial terbaru yang diluncurkan pada Jumat, 20 Maret 2020 ini memiliki konflik dan cerita yang relevan serta didukung oleh para pemain-pemain karakter remaja muda yang berbakat. Vidio Original Series “OMEN” akan menjadi drama orisinal pertama yang memiliki genre thriller yang dapat menjadi alternatif hiburan lainnya agar #BetahdiRumah. Harapan kami sebagai pegiat OTT industri bahwa kami akan dapat terus menghadirkan konten berkualitas, tidak hanya serial orisinal, tetapi juga konten-konten lainnya seperti olahraga, serial dan film Indonesia, Korea, Thailand, China, drama Korea, dan drama Thailand yang dapat menjadi pilihan masyarakat dan para penggemar film.

Vidio Original Series “OMEN”

Vidio Original Series “OMEN” mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Erika (Cut Syifa) yang kerap kali dimarahi dan diperlakukan tidak adil oleh Grace (Cut Keke), Ibunya sendiri. Ini bukan tanpa alasan, perkelahian antara Erika dan saudari kembarnya-Eliza yang menyebabkan sang Ayah meninggal dunia menjadi pemicu utama amarah tersebut. Rasa cemburu terhadap Eliza dan emosi ibunya yang tak terkendali, membuat Erika tumbuh menjadi pribadi yang penuh benci. Tetapi, hal tersebut tidak hanya dirasakan oleh Erika saja. Walaupun mendapatkan perhatian lebih baik dari Erika oleh sang Ibu, Eliza tidak bisa mendapatkannya dari Ferly (Ciccio Manassero), seniornya di sekolah yang justru menaruh hati pada Erika. Eliza merasa Erika selalu menjadi penghalang semua kebahagiaannya.

Baca Juga:  ESPN dan Netflix akan rilis “The Last Dance” pada 19 April

Vidio Original Series “Omen” disutradarai oleh Arie Azis berdasarkan naskah arahan dan skenario oleh Hilman Hariwijaya, diadaptasi dari sebuah novel best-seller karya Lexie Xu yang dirilis pada tahun 2012 silam. Vidio Original Series “OMEN” akan menghadirkan 12 episode yang akan tayang setiap hari Jumat dengan durasi 40 menit di setiap episodenya dalam layanan Vidio Premier.

Arie Azis selaku Sutradara Vidio Original Series “OMEN” mengungkapkan, “Serial terbaru dari Vidio ini memiliki genre drama, percintaan dan thriller, mengisahkan sebuah konflik yang sedang dialami oleh seorang perempuan remaja dan upaya mengungkap fakta dibalik konflik yang dialami. Melihat banyaknya masyarakat Indonesia yang menyukai genre thriller, kami memilih untuk mengadaptasi Vidio Original Series “Omen” dari sebuah novel karya Lexie Xu yang mendapatkan deretan respon positif serta rating yang cukup tinggi dari para pembacanya. Sebagai pegiat industri perfilman, saya bersama Vidio ingin terus menghadirkan berbagai pilihan konten hiburan yang berkualitas agar dapat dinikmati dan dinanti kehadirannya oleh masyarakat dan juga para pecinta film.

Continue Reading
Advertisement DICARI REPORTER
Advertisement

Trending