Connect with us

Berita Anime & Manga

20 Judul Anime Terbaik Tahun 2015 versi MyAnimeList

Published

on

GwiGwi.com – Di awal tahun 2016, situs anime MyAnimeList merilis 20 judul anime terbaik yang pernah tayang di tahun 2015. Anime yang termasuk dalam daftar 20 besar ini merupakan serial anime yang mulai tayang di tahun 2015. Langsung saja berikut ini daftarnya.

20) Prison School
19) Ore Monogatari!!
18) Durarara!!x2 Shou
17) Working!!!
16) Junjou Romantica 3
15) Baby Steps 2nd Season
14) Kamisama Hajimemashita 2nd Season
13) Non Non Biyori Repeat
12) Diamond no Ace: Second Season
11) Yahari Ore no Seishun Love Comedy wa Machigatteiru. Zoku
10) Death Parade

death_parade

Death Parade adalah anime yang dibuat oleh Yuzuru Tachikawa, salah seorang producer dari Madhouse. Anime ini mulai tayang pada tanggal 10 Januari 2015 lalu. Seri ini memiliki total 12 episode. Berbeda dengan anime yang lain, Death Parade adalah anime yang cukup unik dan sedikit dark, karena inti dari cerita adalah menguak sisi kegelapan dari seorang manusia, apakah ia layak untuk hidup kembali atau tidak? Inilah pekerjaan Decim sebagai Arbiter yang menimbang apakah manusia yang datang ke barnya adalah seorang yang pantas untuk diberikan kesempatan atau masuk ke dalam jurang penyesalan hidup.

9) Fate/stay night: Unlimited Blade Works 2nd Season

Fate stay night Unlimited Blade Works 2nd Season

Fate/Stay Night: Unlimited Blade Works menceritakan tentang turnamen rahasia antara tujuh mage terpilih yang terjadi dalam bayang-bayang dunia modern saat ini. setiap mage dipasangkan dengan tokoh legendaries dari mitos atau sejarah, pasangan yang mampu bertahan hingga akhir akan menerima hadiah utama berupa cawan suci yang mengabulkan keinginan.

8) Owarimonogatari

Owarimonogatari

Owarimonogatari adalah novel seri Monogatari terakhir yang terbit sepanjang 3 jilid. Anime seri Monogatari yang menceritakan kisah Oshino Ougi.

7) Noragami Aragoto

Noragami Aragoto

Noragami (ノラガミ?) adalah sebuah serial manga Jepang karya Adachitoka yang memulai serialisasi di Monthly Shōnen Magazine pada Januari 2011. Sebuah adaptasi anime yang diproduksi oleh Bones tayang di Jepang sejak 5 Januari hingga 23 Maret 2014. Season kedua dengan judul Noragami Aragoto tayang di Jepang sejak 2 Oktober hingga 25 Desember 2015.

6) JoJo’s Bizarre Adventure: Stardust Crusaders 2nd Season

jojo

JoJo's Bizarre Adventure (ジョジョの奇妙な冒険 JoJo no Kimyō na Bōken?) adalah serial manga yang ditulis dan digambar oleh Hirohiko Araki. Manga ini pada awalnya dimuat mingguan dalam Weekly Shōnen Jump dari 1987 sampai 2004, sebelum akhirnya dipindahkan ke majalah bulanan seinen Ultra Jump. Story arc yang masih berlanjut adalah JoJolion, mulai dirilis 2011. JoJo's Bizarre Adventure saat ini adalah manga Shueisha urutan kedua dengan jumlah episode terbanyak, dengan 107 volume tankōbon dan masih terus bertambah. Manga ini juga sempat menjadi serial terpanjang yang tidak dibuat menjadi anime sebelum akhirnya dirilis sebagai anime.

5) Shokugeki no Souma

Shokugeki no Souma

Shokugeki no Soma menceritakan seorang pemuda bernama Sōma Yukihira, yang bercita-cita menjadi seorang full-time chef di restoran milik ayahnya dan melampaui keahlian memasak ayahnya. Namun beberapa saat setelah ia lulus dari SMP, ayahnya , Jōichirō Yukihira, mendapatkan pekerjaan baru di Amerika dan menutup restorannya. Walaupun begitu, semangat bertarung Sōma hidup kembali setelah menerima tantangan dari ayahnya yaitu untuk bertahan di sebuah sekolah kuliner elit dimana hanya 10% siswa yang dapat lulus dari sekolah tersebut.

4) Kuroko no Basket 3rd Season

Kuroko no Basket 3rd Season

Kuroko No Basuke adalah sebuah manga Jepang mengenai bola basket yang diilustrasikan oleh Tadatoshi Fujumaki. Manga ini mulai diluncurkan pada Desember 2008 dan menceritakan tentang sebuah sekolah yang memiliki pemain generasi keajaiban dan memiliki mimpi untuk bermain ditingkat nasional.

3) Haikyuu!! Second Season

Haikyuu!! Second Season

Berkisah tentang Hinata Shoyo, yang mulai bermain voli setelah melihat “raksasa kecil” yang bermain voli di televisi saat ia masih di sekolah dasar. Dia menderita kekalahan telak dalam kejuaraan voli pertama dan terakhirnya di SMP di tangan saingannya Kageyama Tobio. Lalu, Hinata bergabung dengan tim voli SMA Karasuno, dan bersumpah akan membalaskan dendamnya pada Kageyama, tapi ternyata Kageyama juga masuk SMA Karasuno!

2) One Punch Man

One Punch Man

One Punch Man adalah proyek manga iseng oleh seorang mangaka yang menginisialkan namanya dengan nama pena ONE. Sebagai komik humor, nama One Punch Man dipilih karena pengucapan di Jepang mirip dengan karakter manga lawas berjudul Anpanman. Seri ini dipublikasikan secara independen pada 3 Juni 2009 lalu dan mendapat lebih dari 55 juta pembaca, dimana sekitar 60.000 orang pembaca per harinya.

1) Gintama 2015

gintama

Gin Tama (銀魂 Gintama, litera. “Jiwa Perak”), juga dikenal sebagai Gintama , adalah manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Hideaki Sorachi. Bersetting di Edo yang telah ditaklukkan oleh alien bernama Amanto , cerita mengikuti kehidupan dari sudut pandang samurai Gintoki Sakata , yang bekerja sebagai freelancer bersama teman-temannya Shinpachi Shimura dan Kagura untuk membayar sewa bulanan .

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!

Published

on

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas Yang Ternyata Overpowered!

www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.

Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.

Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.

Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.

Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.

Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending