Connect with us

Berita Anime & Manga

10 Peri populer di Anime

Published

on

GwiGwi.com – Anime yang menggambarkan tentang peri sebagian besar adalah fiksi dan ada pula yang dibuat berdasarkan sebuah legenda. Peri merupakan makhluk yang umumnya kecil yang dapat membantu manusia, dan ada pula yang sebaliknya merugikan manusia. Dari sisi wujudnya pun ada yang menyeramkan, namun ada pula yang wujudnya imut dan menggemaskan. Nah apa saja karakter peri yang populer di anime? Berikut uraiannya lebih lengkap,

Clefairy (Pokemon)

clefairy

Peri yang satu ini memiliki kelebihan yang dapat digunakan oleh Pokemon, karena ia dapat berubah-ubah secara acak untuk menjadi senjata yang dapat membantu pokemon ketika berperang. Pada dasarnya peri ini adalah alien yang berasal dari luar angkasa, meskipun memiliki kelebihan terdapat kelemahan yang akan terlihat jika dihadapkan dengan racun dan besi baja.

Morphine (Shaman King)

morphine

Dari sisi wujud fisiknya yang terlihat seperti peri tradisional ini merupakan sosok perwujudan dari jiwa bunga popy. Ia selalu membantu dukun yang bernama Lyserg serta berkomunikasi dengan caranya sendiri. Kekuatan yang dimilikinya berasal dari dukun tersebut serta ketika berkolaborasi dengan partnernya yang lain dengan cara mengandalikan api.

Yousei-san (Humanity Has Declined)

yosuei

Wujud fisiknya yang menggemaskan dan selalu terlihat bahagia tidak sepadan dengan dampak yang diberikannya pada manusia. Tingginya kekuatan sihir yang dimilikinya tidak banyak membawa manfaat justru kerap kali membuat kekacauan dan sangat tidak peduli pada manusia.

Puck (Berserk)

puck

Untuk kamu yang tahu elf, Puck padadasarnya termasuk dalam golongan Peri Elf. Dimana perwujudannya yang identik tidak menggunakan pakaian sehelai benang pun, namun ia dapat bersikap ramah terhadap orang-orang yang ramah dan tulus. Ia juga dapat bersikap serius jika dihadapkan pada kondisi yang mengharuskannya untuk bersikap serius.

Yui (Sword Art Online)

yui

Pada dasarnya Yui dikenal sebagai gadis yang amnesia yang ditemukan oleh Kirito. Yui menjadi seorang peri kecil yang dapat membantu Kirito dan Asuna dengan pengetahuannya yang terjebak dalam dunia permainan seni pedang.

Pixie (Monster Rancher)

pixie

Karakter yang terdapat dalam Anime yang berjudul “Monster Rancher” ini adalah salah satu yang terkuat dari empat iblis dengan wujud minion. Kekuatannya ketika terbang bisa bergerak cepat dan kuat bahkan ia daat menembakkan cahaya pada musuhnya yang kuat sekalipun. Ia pun dapat menjadi sebuah monster jika bersatu bersama ketiga iblis lainnya.

Vanilla (Yume-iro Pâtissière)

vanilla

Peri yang satu ini memang sangat baik dan memiliki keahlian dalam membuat makanan untuk disajikan sebagai pencuci mulut. Namun walaupun ia dapat bersikap tidak baik dan marah jika ia bicara tidak didengarkan untuk pertama kalinya.

Ran (Shugo Chara)

ran

Peri yang satu ini tampil sangat ceria dan akan membuat pemiliknya untuk selalu senang. Dengan bersikap seperti halnya cheerleader yang memberikan semangat tim, ia akan menggerakkan pom-pomsnya untuk membangkitkan semangat Amu sang pemilik peri. Ia pun dapat meningkatkan kemampuan atletik ketika merasuki tubuh amu.

King (The Seven Deadly Sins)

king

Merupakan seorang peri hutan yang malas, namun akan sngat pduli terhadap orang terdekatnya jika mengalami kesulitan. Ia memiliki kekuatan mengontrol kematian dan kehidupan serta kekuatan untuk memberikan sebuah bencana atau musibah. Kekuatan lainnya juga dapat memunculkan tombak yang dapat ditingkatkan kemampuannya.

Nico (Earl and Fairy)

nico

Peri yang satu ini berada dalam tubuh seekor kucing, yang terkadang dapat berjalan hanya dengan dua kaki. Selain itu ia juga tidak ingin diperlakukan seperti seekor kucing biasa, karena pada dasarnya ia ingin diperlakukan seperti pria dewasa. Kekuatannya terdapat pada otaknya untuk dapat memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi pemiliknya yang bernama Lidiya.

Untuk lebih mengetahui tentang peri-peri tersebut lebih terperinci disarankan untuk menyaksikan langsung kisah Animenya dan nikmati keseruan alur ceritanya tersebut.

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!

Published

on

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas Yang Ternyata Overpowered!

www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.

Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.

Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.

Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.

Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.

Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending