Connect with us

TV & Movies

Viral Video ‘Panas’ Mirip Aktris Eliza Ikeda, Netizen Jepang Menggila

Published

on

GwiGwi.com – Sebuah video bocor di internet yang diduga menunjukkan aktris dan model populer Elaiza Ikeda berhubungan seks dengan pasangan pria.

Dalam video tersebut, seorang wanita memiliki wajah dan rambut mirip dengan Ikeda. Namun, beberapa orang mengatakan bahwa wanita dalam video itu tidak memiliki tahi lalat di bahu kirinya seperti yang dimiliki Ikeda.

Rekaman video tersebut diambil dengan gaya hamedori oleh pria saat ia menikmati aksinya. Berdurasi satu menit lebih sedikit, video itu berakhir dengan wanita dalam video membungkuk dan mencium pria itu dengan penuh gairah.

Tidak diketahui kapan video itu diambil atau di mana, atau bagaimana video itu pertama kali diunggah, meskipun tampaknya baru muncul secara online pada hari ini, 13 September, sejak sebuah tweet viral.

Ikeda merupakan seorang aktris berdarah Filipina-Jepang lahir di Prefektur Fukuoka pada 24 tahun silam. Ikeda membuat debut dengan film “High School Debut” (2011). Setelah itu diterpilih jadi heroine untuk film “The Virgin Psychics” (2015), Ikeda pertama menjadi pemeran utama untuk film “Make a Bow and Kiss” (2017) dan pemeran utama untuk drama “Boku wa Mari no Naka” (2017). Karya besar lainnya termasuk, “Wolf Girl & Black Prince” (2016), “ReLIFE” (2017), “Room Laundering” (2018), “My Little Monster” (2018), “Sunny: Our Hearts Beat Together” (2018), “Million Dollar Man” (2018), “Kakegurui” (2019) dan “Sadako” (2019). Di tahun 2020, Ikeda debut sebagai sutradara untuk film “Natsu, Itaru Koro.”

Hingga kini belum dipastikan apakah rekaman seks itu nyata atau tidak. Kami hanya membagikan sesuatu yang banyak viral oleh netizen di Jepang saat ini. Jadi jangan menyerang kami jika menurut kamu video tersebut palsu atau menurut kamu itu bukan Ikeda.

Advertisement

Box Office

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan yang Santai

Published

on

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

www.gwigwi.com – Cash Out adalah film aksi perampokan karya Randdal Emmet dan Dipo Oseni yang dibintangi John Travolta (Mason), Kristin Davis (Amelia), dan Lucas Haas (Shawn). Mason, seorang mantan perampok professional yang terpaksa harus kembali dalam dunia kriminalitas demi menyelamatkan adiknya, Shawn yang secara serampangan mencoba merampok sebuah bank.

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Polisi dengan cepat mengepung bank tersebut dan negosiasi pun berjalan dengan lancer, Mason pun segera memikirkan rencana untuk bisa kabur dari kepungan polisi setelah mendapatkan target yang perlu diambil dari bank itu.

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Cash Out terbilang tidak mengikuti pakem film-film aksi yang bertema perampokan karena tidak ada aksi tembak-tembakan, tidak ada konflik yang serius baik antar crew perampokan maupun dengan para sandera.

Proses Negosiasi dengan polisi dan FBI pun berjalan lancer-lancar saja. Sebagai gantinya film ini memberikan humor ringan dan sedikit plot twist mengenai barang incaran Shawn.

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Dari segi cast sudah tidak dapat dipungkiri karismanya John Travolta masih terlihat di film ini, jadinya itu merupakan sebuah nilai plus. Akting bintang-bintang pendukung lainnya juga baik dan menghibur.

Pada akhirnya, bila Gwiple mencari film yang santai namun masih berbobot, bisa menyaksikan Cash Out ekslusif hanya di bioskop XXI.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Tarot, ramalan membawa petaka

Published

on

By

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

www.gwigwi.com – Dikisahkan tentang enam orang remaja yang liburan di sebuah rumah tua.

Kemudian mereka menemukan kartu tarot yang dilukis dengan tangan. Kemudian mereka mencoba meramal melalui kartu tersebut.

Ternyata, ada peraturan tidak tertulis tentang pembacaan Tarot yakni jangan pernah menggunakan kartu orang lain.

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Tanpa mereka sadari, setelah meramal menggunakan kartu tarot tersebut mereka melepaskan iblis yang terperangkap di dalam kartu tersebut. Satu per satu dari mereka kemudian berpacu dengan maut untuk melarikan diri dari kematian yang telah diramalkan dari kartu tersebut.

Film yang dibintangi oleh Harriet Slater, Adain Bradley, Avantika, Wolfgang Novogratz, Humberly González, Larsen Thompson, dan Jacob Batalon.

Filmnya ditulis dan disutradarai oleh Spenser Cohen & Anna Halberg dan diproduseri Leslie Morgenstein, Elysa Koplovitz Dutton, dan juga Scott Glassgold.

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Film ini merupakan debut penyutradaraan bagi Cohen dan Halberg berangkat dari plot “Horrorscope,” novel tahun 1992 karya Nicholas Adams. Yang berkisah tentang seorang pembunuh berantai yang memilih korbannya berdasarkan tanda-tanda zodiak.

Cohen dan Albert kemudian ter-influence dari film “Final Destination” dan “Ten Little Indians”. Hal ini terlihat dari cara mengeksekusi adegan kematian para korban di film ini yang identik dengan kecelakaan tetapi memiliki unsur horor dengan kemunculan sosok iblis yang menyeramkan.

Film Tarot berhasil menyajikan pengalaman horor yang intens dan menegangkan. Dari segi akting, sinematografi serta scoring cukup mampu memberikan atmosfer yang mencekam.

Namun bagaikan gading yang tak retak, film ini seharusnya mampu memberikan pendalaman cerita dari berbagai karakter yang ada di film ini.

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Kita langsung dihidangkan kepada karakter yang berkumpul, bermain kartu tarot, kemudian melawan sebuah entitas yang ada di kartu terkutuk tersebut. Namun penonton tidak diberikan sedikit gambaran bagaimana karakter dapat bermain tarot dan meramal, hingga ramalannya tersebut menjadi nyata.

Belum lagi darı sisi cerita mungkin akan lebih menarik, khususnya di bagian penutup film ini.

Secara keseluruhan, film Tarot merupakan film yang menarik untuk penikmat film horror. Meskipun ada yang kurang di film ini namun tetap menghibur dan menegangkan.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film IF: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Published

on

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

www.gwigwi.com – IF: Imaginary Friends atau Teman Khayalan adalah film fantasi terbaru Paramount Pictures karya John Krasinski mengenai Bea (Cailey Flaming), seorang piatu yang sedang dirundung kekhawatiran krn ayahnya akan menjalani operasi jantung. Selama masa perawatan ayahnya, Bea tinggal bersama neneknya di sebuah apartemen di New York. Kehidupannya berubah total pd suatu malam setelah bertemu Blossom (Phoebe Waller) dan Cal (Ryan Reynolds) yg mencoba membantu para Imaginary Friends yg sudah dilupakan anak-anaknya terdahulu untuk mendapatkan anak-anak pengganti.
Setelah beberapa kali Bea denial bahwa dia masih anak-anak, tidak lama kemudian ia setuju utk membantu Cal (tidak jelas motivasi apa yg membuatnya berubah pikiran) . Dan dimulailah usaha Bae dan Cal membantu para IF ini. Banyak karakter IF yang muncul namun hanya beberapa yang bisa diingat seperti Lewis si Teddy Bear senior (Louis Gossett) dan Blue (Steve Carell) , yang mirip Grimace nya Mcdonald’s.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Seiring dengan perkembangan plot, ternyata misi Bae dan Cal berubah menjadi bagaiman mempertemukan kembali para IF dengan majikan-majikan lamanya yang sekarang sudah menjadi orang dewasa dan mencoba mengingat impian dan kenangan masa kecilnya.  Perkembangan ini menjadi membingungkan karena tema film menjadi ditujukan untuk orang-orang dewasa dan bukan anak-anak seperti target awal. Film IF juga kurang mendalami bagaimana kenangan masa kecil orang-orang dewasa yang akan dipertemukan kembali dengan teman-teman khayalannya; bagaimana imajinasi mereka dalam menciptakan wujud teman khayalannya ; bagaimana pertemanan mereka dengan teman khayalan di saat kecil.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Satu hal yang bisa menimbulkan kerancuan adalah bagaimana para IF bisa berinteraksi dengan benda-benda yang jelas dapat membuat orang-orang panik namun  mungkin demi tidak membuat plot lebih rumit, sepertinya hal ini “diabaikan” oleh orang-orang awam di film itu kecuali pada beberapa scene. Bahkan mereka seringkali mengabaikan saat Bea ngobrol dengan para IF (yang tidak dapat dilihat) di tempat ramai.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Gwiple yang masih penasaran dengan IF (ada plot twist di film ini yang cukup mengejutkan), dan melihat Ryan Reynolds dalam drama komedi yang ingin orang-orang dewasa untuk menemukan  kembali koneksinya dengan kenangan masa kecil; sudah dapat menontonnya di bioskop bioskop kesayangan.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending