Connect with us

Berita Anime & Manga

Tonton Anya Versi Lokal di Bstation Ini Sambil Menanti SPYxFAMILY Part 2

Published

on

GwiGwi.com – Bagian  pertama anime SPYxFAMILY telah berakhir dengan bergabungnya seekor anjing bernama Bond sebagai anggota baru The Forgers. Walaupun masing-masing menyimpan rahasia pribadi, hubungan Loid, Yor, dan Anya semakin harmonis layaknya sebuah keluarga. Misi Anya untuk bersahabat dengan Damian Desmond dan menjadi Imperial Scholar di Eden Academy pun masih terus berlanjut.

[insert page='spyxfamily' display='related-template.php']

Saat para penggemar tak sabar menantikan SPYxFAMILY Part 2, sudahkah kamu menyaksikan bagaimana aksi Anya sebagai warlok atau warga lokal? Ternyata keseharian keluarga unik ini bisa mirip dengan yang sehari-hari kita lakukan, lho! Sebagai contoh, selama bulan puasa, mereka berbuka dengan teh manis hangat atau es sirup yang menyegarkan. Atau si kecil Anya yang bersemangat untuk membangunkan ayahnya sahur.

Eits, betul, kamu nggak salah baca! Keseharian Loid, Yor, dan Anya yang Indonesia banget ini adalah karya dari seorang kreator Bstation dengan nama akun KilmiParody. Dia menciptakan content UGC (User Generated Content) dari anime favoritnya.

Konten-konten AMV (Anime Music Video) dan parodi anime karya KilmiParody ini mengecoh banyak penontonnya. Misalnya ketika ia membuat AMV SPYxFAMILY dengan lagu soundtrack berbahasa Indonesia yang seolah-olah “ditayangkan” di stasiun televisi lokal. Video tersebut telah ditonton oleh lebih dari 150.000 viewers dan memicu banyak pertanyaan. “Ini beneran?”, “Tayang jam berapa di TV?”, atau “Share jadwalnya dong!” adalah beberapa di antaranya.

Walaupun  SPYxFAMILY bukan menjadi parodi anime pertama yang KilmiParody buat, namun justru video inilah yang paling sukses. Parodi keluarga Forger menikmati momen buka puasa menjadi video parodinya yang paling banyak ditonton. Ia mendapatkan inspirasi secara tak sengaja, yaitu ketika ia menonton episode ketiga SPYxFAMILY dengan adegan ngeteh sore. Tak lama kemudian, ia melihat iklan merek teh celup terkenal. Sehingga terbesit pikiran untuk menggabungkan keduanya. Setelah mencari berbagai referensi dan mematangkan ide, ia segera mengeksekusi video yang tak disangka-sangka menjadi viral.

KilmiParody berbagi sejumlah tips untuk menjadi konten kreator yang disukai banyak orang, yaitu:

  1. Riding the wave

Ketika ingin mencapai pertumbuhan angka likes atau followers, membuat video yang sesuai dengan tren, topik dan momen terkini akan banyak membantu. Oleh sebab itu, perhatikan jenis konten apa yang saat ini disukai oleh banyak orang. Lalu, asah kreativitasmu dalam mengemas hal tersebut untuk menjadi sesuatu yang tak kalah menarik dan unik.

  1. Style yang mencerminkan diri

Menunggangi tren belum tentu menjamin keberhasilan jangka panjang. Seorang konten kreator harus memiliki style yang khas sehingga konten dapat mencuri hati dan selalu diingat oleh audiens. Dalam menentukan gaya personal, refleksi pada kekuatan, kegemaran dan karakteristik kita masing-masing akan membantu proses tersebut. Tentunya hal ini juga akan dipengaruhi oleh jam terbang dan konsistensi.

  1. Tentukan tujuan konten

Tak asal dibuat, setiap konten harus memiliki pesan atau tujuan yang ingin dicapai. Entah itu bertujuan untuk menghibur, menyentuh hati, memotivasi dalam melakukan sesuatu, memancing diskusi, dan lain-lain. Menentukan goals dari konten yang akan kamu buat bisa mempermudah tahap pengembangan dan evaluasi. Dapat dikatakan jika konten yang bagus adalah konten yang berhasil mencapai tujuan pembuatannya.

  1. Mengasah selera humor dan keterampilan

Khusus untuk para konten kreator parodi, tentu menjadi lucu adalah syarat utama. Namun, hal itu tak datang secara tiba-tiba. Kamu perlu mengasah selera humor, memperbanyak referensi, serta terus menonton konten serupa, agar konten komedimu dapat semakin menghibur. Tak perlu khawatir kalau kamu tidak terlahir dengan bakat melucu, karena itu bisa diusahakan! Seorang konten kreator juga harus giat mengasah keterampilan lain di berbagai bidang, dari mulai ideation, storytelling hingga editing. Pastikan kamu belajar dari berbagai sumber sehingga bisa memperkaya sudut pandang dan keterampilanmu.

  1. Musik masih jadi juara

KilmiParody menyampaikan sebuah teori bahwa musik adalah salah satu elemen utama yang akan memenangkan perhatian audiens. Menurutnya, anime sangat bersifat audio visual. Ia memberikan contoh anime dan kartun tahun 2000-an di televisi yang selalu diiringi dengan soundtrack spesial berbahasa Indonesia. Banyak anak menyanyikannya, bahkan terus mengingatnya sampai mereka tua. Konten AMV dan parodi pun demikian. Pemilihan dan peletakan musik yang tepat akan membuat kontenmu mudah untuk disukai.

  1. Temukan platform yang sesuai

Setiap platform memiliki karakteristik dan audiensnya masing-masing. Bagi KilmiParody, ia memilih Bstation karena platform ini telah menjadi wadah bagi komunitas anime, komik dan game (ACG). Dengan demikian konten-konten yang ia buat dapat menjangkau komunitas yang tepat.

Perjalanan KilmiParody sebagai seorang konten kreator tumbuh dari passion-nya terhadap video dan anime sejak ia duduk di bangku sekolah. Belajar secara otodidak hingga akhirnya berkuliah di jurusan produksi televisi serta berkarir di bidang kreatif, membuatnya dapat menguasai keterampilan untuk menjadi seorang konten kreator. Kini, ia bisa menghasilkan pendapatan yang memuaskan setiap bulan atas video-videonya di Bstation.

Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk nonton karya KilmiParody atau berniat mencoba-coba membuat videomu sendiri di Bstation? Kunjungi profil KilmiParody untuk mendapatkan inspirasi dan wujudkan cita-cita menjadi content creator bersama Bstation, komunitas video yang meriah, interaktif, erat dengan komunitas yang dirancang khusus untuk memperkaya kehidupan sehari-hari generasi muda melalui video ACG dan banyak lainnya.

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!

Published

on

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas Yang Ternyata Overpowered!

www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.

Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.

Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.

Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.

Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.

Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending