Berita Anime & Manga
Simak jenis-jenis buah iblis yang ada di One Piece
GwiGwi.com – Buah Iblis di One Piece memang keren. ,akan buah saja bisa dapat kekuatan super yang aneh-aneh kayak Luffy! Terdapat 3 jenis Buah Iblis (alias Akuma no Mi) di One Piece: Paramecia, Zoan, dan Logia. Dengan yang terakhir merupakan buah yang paling langka. Yuk kita simak bareng-bareng, apa saja kekuatan yang dimiliki setiap jenis Buah Iblis tersebut!
Buah Iblis Paramecia
Paramecia merupakan jenis Buah Iblis yang paling umum ditemukan, walaupun tetap langka. Jenis buah yang satu ini memiliki kemampuan yang paling beragam, ada yang bisa mengubah tubuh menjadi karet, memisahkan anggota tubuh, membuat badan jadi licin, bahkan jadi memiliki kemampuan untuk menggerakan benda atau mengubah orang menjadi mainan.
Karakter yang memiliki kekuatan Paramecia:
- Monkey D. Luffy dengan Gomu Gomu no Mi, mengubah tubuh jadi karet
- Nico Robin dengan Hana Hana no Mi, bisa memunculkan anggota tubuhnya di mana pun
- Brook dengan Yomi Yomi no Mi, yang membuatnya bisa hidup abadi
- Donquixote Doflamingo dengan Ito Ito no Mi, bisa membuat dan memanipulasi benang
- Trafalgar D. Water Law dengan Ope Ope no Mi, bisa memanipulasi benda di area tertentu
Buah Iblis Zoan
Buah Iblis tipe Zoan memungkinkan pemakannya berubah menjadi hewan, atau campuran manusia-setengah-hewan bahkan gabungan dari dua hewan yang berbeda. Tidak hanya hewan-hewan biasa, tetapi juga makhluk purbakala seperti dinosaurus atau monster dari cerita-cerita mitologi. Dikatakan buah Zoan yang bisa mengubah orang jadi hewan mitologi lebih langka daripada Logia.
Karakter yang memiliki kekuatan Zoan:
- Tony Tony Chopper dengan Hito Hito no Mi, bisa berubah jadi manusia jadi-jadian
- Robb Lucci dengan Neko Neko no Mi, bisa berubah jadi macan tutul
- Pell dengan Tori Tori no Mi, bisa berubah jadi elang
- Boa Sandersonia dan Boa Marigold dengan Hebi Hebi no Mi, bisa berubah jadi ular
- Miss Merry Christmas dengan Mogu Mogu no Mi, bisa berubah jadi tikus tanah
Buah Iblis Logia
Logia adalah Buah Iblis yang paling sulit ditemukan, dan memungkinkan pemakannya berubah jadi suatu zat atau elemen. Misalnya jadi elemen padat seperti pasir, zat cair seperti sirup, zat berupa gas seperti asap, bahkan plasma atau energi seperti api; dan mendapatkan kemampuan yang dimiliki zat tersebut (Logia tipe petir/listrik bisa melintasi objek-objek). Hal ini tentunya membuat mereka menjadi sangat kuat karena tidak bisa dengan mudah disentuh dengan serangan biasa.
Karakter yang memiliki kekuatan Logia:
- Portgas D. Ace dengan Mera Mera no Mi, mengubah tubuh jadi api
- Smoker dengan Moku Moku no Mi, mengubah tubuh jadi asap
- Akainu dengan Magu Magu no Mi, mengubah tubuh jadi magma
- Marshal D. Teach (Blackbeard) dengan Yami Yami no Mi, bisa mengendalikan bayangan dan gravitasi
- Enel dengan Goro Goro no Mi, bisa mengendalikan petir
Buah Iblis Buatan Manusia
Selain ditemukan di alam bebas, terdapat juga beberapa Buah Iblis yang dibuat oleh Vegapunk dan Donquixote Doflamingo. Disebut sebagai “SMILE“, Buah Iblis “palsu” ini sempat dipakai Kaido untuk membuat pasukan pengguna Buah Iblis.
Berbeda dengan Buah Iblis asli, mereka berbentuk seperti apel dan memiliki corak bulat-bulat saja, bukannya berbentuk setengah abstrak.
Kelemahan dari Memakan Buah Iblis
Tapi tidak hanya membuat pemakannya menjadi sakti mandraguna, Buah Iblis juga memiliki beberapa kelemahan. Di antaranya adalah:
- Rasanya dibilang sangat tidak enak, sampai seperti meminum racun
- Jadi sangat lemah saat masuk ke dalam air laut hingga tidak bisa bergerak
- Karena tidak bisa bergerak di dalam air, pemakan Buah Iblis bisa dengan mudah tenggelam, diserang di bawah air, atau bahkan diterkam oleh monster-monster laut
- Jika terkena Seastone maka kekuatan Buah Iblis akan menghilang
- Walaupun banyak jenisnya, beberapa Buah Iblis memiliki kelemahan terhadap buah lain. Seperti Goro Goro no Mi Enel yang tidak mempan terhadap Luffy dan Gomu Gomu no Mi. Kemudian serangan Akainu dengan Magu Magu no Mi terbukti efektif melawan Ace dan Mera Mera no Mi-nya.
- Dan karena kekuatan yang didapat dari Buah Iblis tidak selalu jelas, bisa jadi pemakan mendapat kekuatan nggak berguna. Seperti kekuatan Bisu Bisu no Mimilik Charlotte Cracker, kalau tidak bisa dimanfaatkan dengan baik buat apa bisa bikin biskuit banyak-banyak?
Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.
Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.
Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.
Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Gaming1 week agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!









