Berita Anime & Manga
Serial Animasi Three-Body Problem Dari Bstation Akan Memulai Debut Global pada Bulan Desember
GwiGwi.com – Bstation mengumumkan 49 lineup serial Donghua dan progres terbaru dari serial animasi The Three-Body Problem pada acara tahunannya ANIME MADE BY BILIBILI 2022-2023, yang menampilkan inisiatif baru Bstation di sektor Donghua.
Sebagai produser dan pemodal utama, Bstation secara resmi mengumumkan bahwa serial animasi The Three-Body Problem dijadwalkan untuk rilis di Cina pada 3 Desember 2022 secara global. Serial ini diadaptasi dari trilogi sci-fi karya pemenang Penghargaan Hugo, Liu Cixin dan bekerja bersama dengan perusahaan sci-fi ternama The Three-Body Universe dan studio animasi YHKT Entertainment. Sejak pengumuman proyek ini pada tahun 2019, animasi Three-Body Problem telah menjadi diskusi hangat di seluruh komunitas sci-fi dan anime.
Sebagai salah satu seri novel sci-fi paling berpengaruh dalam dua puluh tahun terakhir, trilogi The Three-Body Problem memecahkan hambatan bahasa serta budaya dan menginspirasi jutaan pembaca di seluruh dunia. Menjelang peluncuran serial animasi The Three-Body Problem, sudah ada banyak kreasi penggemar yang luar biasa. Pada ANIME MADE BY BILIBILI tahun ini, Bstation juga berkolaborasi dengan The Three-Body Universe, pemegang hak dari IP Three-Body, untuk meluncurkan Three-Body Global Creator Project. Proyek ini bertujuan mengajak kreator animasi berbakat di seluruh dunia untuk mengeksplorasi IP dan membuat animasi dari sudut pandang kreator yang unik dan bertujuan untuk menyajikan penggemar anime secara global berbagai macam gaya seni dan potensi animasi Three-Body Problem.
“Saya dengan gembira mengumumkan bahwa serial animasi The Three-Body Problem akan debut di Bstation,” kata Liu Cixin. “Animasi, seperti sci-fi, adalah seni imajinasi. Imajinasi adalah kekuatan manusia yang paling kuat. Saya percaya di dunia animasi, cerita sci-fi seperti The Three-Body Problem benar-benar bisa menjadi hidup.”
Lineup serial anime lainnya yang diumumkan pada acara tersebut termasuk Link Click Musim 2, anime yang menceritakan kisah tentang dua teman yang menggunakan kekuatan luar biasa untuk mengabulkan keinginan orang-orang, yang juga telah populer di kalangan pencinta anime secara global. Link Click mencapai peringkat #20 di MyAnimeList, komunitas dan database anime online terkemuka. Musim baru The Daily Life of the Immortal King dan A Record of Mortal's Journey to Immortality, keduanya merupakan anime dengan genre aksi, petualangan, dan fantasi, yang juga akan dirilis di Bstation. Anime di atas telah memenangkan penghargaan sejak peluncurannya pada musim pertama di Asia Tenggara.
“Donghua telah mendapatkan momentum baru di atas ledakan animasi global. Ketika kami menyelam ke industri hiburan, kami menemukan bahwa anime telah menjadi budaya populer bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri mereka,” kata Carly Lee, Wakil Ketua Dewan Direksi dan Chief Operating Officer Bstation. “Anime juga lebih dari sekedar bentuk ekspresi yang telah melampaui batasnya sendiri dan diperlukan dunia digital saat ini dengan berbagai jenis aplikasi disektor Film, Game, dan VCreator Live Streaming. Bstation kini menjadi platform VCreator terbesar di dunia, dengan sekitar 230.000 VCreator yang aktif berinteraksi dan menjalin komunikasi dengan user melalui teknologi gambar dan animasi virtual mereka,” tambahnya.
Donghua telah mencapai tingkat pengakuan yang tinggi secara global. Lebih dari 70 judul Donghua telah rilis di Bstation untuk penonton di Asia Tenggara dan mendapatkan lebih dari 98 juta penayangan sejak akhir tahun 2020. Di media sosial, #DongHua, kata dalam bahasa Mandarin untuk anime, mulai membedakan dirinya dari #Anime dan telah menjadi tagar populer yang diikuti dan didiskusikan oleh audiens secara global. Platform global secara aktif memperkenalkan judul Donghua dan 24 seri dari Bstation sudah tersedia dan dapat ditonton di seluruh dunia.
Sebagai platform dengan perspektif global, Bstation juga mempromosikan kapasitasnya untuk memproduksi dengan bekerja sama dengan perusahaan produksi global terdepan dalam proyek animasi. Perusahaan produksi terkemuka seperti RED DOG CULTURAL HOUSE dan CMC MEDIA telah berpartisipasi dalam produksi anime asli Bstation, Fairies Album, dan produksi lainnya. Anime orisinal Bstation, Face on Lie Musim 1 yang diadaptasi dari komik asal Korea Selatan, diluncurkan pada bulan April dan merupakan bukti dari kemampuan ekspansi IP Bstation di pasar global.
“Kami selalu menanamkan ‘MADE FOR GLOBAL’ sebagai visi kami,” kata Leo Zhang, Wakil Presiden Bstation. “Kami berkomitmen untuk membuat lebih banyak anime orisinal, dan kami juga berharap dapat terus menemukan kreator-kreator luar biasa dari seluruh dunia untuk mengembangkan kerja sama yang beragam.”
Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.
Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.
Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.
Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Gaming1 week agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!




