Connect with us

Japan

Sedikitnya 73 orang tewas dan 63 orang masih hilang dalam bencana alam banjir bandang di daerah barat daya Jepang

Published

on

GwiGwi.com – Hujan deras dalam intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya di sebanyak wilayah di Jepang menewaskan minimal 73 orang dan menciptakan jutaan orang menjadi pengungsi sementara.

Hujan deras menghantam sejumlah wilayah di unsur barat Jepang, dengan intensitas tiga kali lebih banyak dibanding hujan bulan Juli pada umumnya. Hujan ini merangsang tanah longsor dan membuat sejumlah sungai meluap, menjebak tidak sedikit orang di lokasi tinggal mereka atau di atas atap.

“Kami belum pernah merasakan hujan seperti ini sebelumnya. Ini ialah situasi bahaya yang ekstrim,” kata seorang pejabat di Badan Meteorologi Jepang (JMA), seperti dikutip Reuters pada Minggu (8/7).

Media Jepang, NHK melaporkan, di samping 73 orang, 63 orang diadukan hilang semenjak hujan deras menyiram Jepang. Di antara yang hilang ialah bocah pria berusia 9 tahun yang dipercayai terperangkap di rumahnya yang sudah tertimbun tanah longsor.

Baca Juga:  Lawson Jepang berhenti jualan majalah dewasa

Pemerintah Jepang menegakkan pusat manajemen terpaksa di kantor Perdana Menteri dan selama 54 ribu rombongan penyelamat campuran yang terdiri dari anggota militer, polisi dan departemen pemadam kebakaran diterjunkan ke distrik yang terdampak hujan deras itu.

“Masih tidak sedikit orang yang hilang dan yang lain memerlukan bantuan, kami bekerja melawan waktu,” kata Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dalam suatu pernyataan.

Peringatan terpaksa untuk hujan deras tetap berlaku untuk tiga prefektur di Jepang untuk sejumlah hari kedepan. Perintah pengungsian tetap berlaku untuk sekitar dua juta orang dan lebih dari dua juta orang lainnya dianjurkan untuk mengungsi, meskipun hujan sudah berhenti dan banjir sudah surut di sejumlah daerah.

Japan

Lawson Jepang berhenti jualan majalah dewasa

Published

on

By

GwiGwi.com – Kabar buruk bagi pecinta majalah dewasa, pasalnya Lawson Jepang mengumumkan akan berhenti jualan majalah dewasa di outlet mereka.

Proses ini sudah dimulai dan dijadwalkan hingga akhir Agustus seluruh outlet sudah tak lagi menjual majalah-majalah ini.

Sebenarnya ini bukan hal baru, Mini Stop juga telah meniadakan konten berbau porno di outlet mereka, sedangkan Lawson di daerah Okinawa juga sudah tak lagi menjual majalah dewasa sejak November 2017.

Mungkin karena kesuksesan keputusan Okinawa, maka Lawson memutuskan mengaplikasikannya ke seluruh outlet di Jepang.

Baca Juga:  Lawson Jepang berhenti jualan majalah dewasa

Alasan lainnya, panitia Olimpiade juga melarang konten dewasa terlihat turis pada Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Apakah keputusan akan permanen? atau akan kembali sedia kala seusai Olimpiade, di tahun 2021?

Continue Reading

Japan

Melihat Pandangan Negatif Jepang Mengenai Orang-Orang Bertato Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Published

on

By

GwiGwi.com – Jepang merupakan salah satu negara di dunia yang memberikan pandangan negatif pada orang bertato. Apalagi menjelang Olimpiade Tokyo yang akan digelar pada tahun 2020. Penilaian mengenai peserta yang bertato dan tidak tentu akan semakin diperketat.

Berdasarkan informasi yang diberitakan oleh AFP Jepang, seorang perempuan bertato, Mana Izumi (29), mengatakan bahwa diskriminasi pada orang bertato di Jepang sangatlah menyedihkan.

Ya, orang Jepang melihat orang bertato seperti orang jahat yang menakutkan. Mereka yang bertato selama berabad-abad sudah diidentikkan sebagai seorang penjahat. Padahal tato sendiri memiliki arti seni bagi sebagian orang.

Larangan bertato di negeri Sakura itu sudah berlangsung sejak tahun 1948. Hingga sekarang stigma buruk masih saja menempel di benak orang-orang Jepang.

Continue Reading

Japan

Fashion Terbaru Jepang yang Membawa Suasana Tradisional Terasa Kembali

Published

on

By

GwiGwi.com – Samurai-Style merupakan fashion terbaru Jepang yang beberapa tahun terakhir ini sedang menjadi sorotan. Bagaimana tidak, desain pakaian modern namun terinspirasi dari pakaian tradisional tersebut membuat tampilan menjadi unik.

Takahiro Sato yang merupakan desainer Samurai Style dari brand Kuden, mengatakan kalau ia terinspirasi saat menemukan kimono dan set haori hakama miliknya yang pernah ia kenakan. Ada kenangan sekaligus nilai tradisional yang ia rasakan.

Sehingga gagasan untuk bisa menghidupkan kembali pakaian tersebut terlahir dan Kuden mulai membuat rancangan style tersebut.

Baca Juga:  Lawson Jepang berhenti jualan majalah dewasa

Meskipun Samurai Style ini merupakan pakaian tradisional namun penampilan orang yang mengenakannya tetap bergaya dan unik. Sehingga tidak heran bila banyak yang meminatinya apalagi para pencita mode.

Continue Reading

Trending