Connect with us

News

Review Xiaomi Redmi Note, Performa Badak Harga Bersahabat

Published

on

GwiGwi.com – Ijinkan gwimin merilis review ponsel perdana di GwiGwi.com. Gwimin baru saja memiliki Xiaomi Redmi Note. Ponsel asal negeri tirai bambu ini baru saja menginjakkan kakinya di Indonesia beberapa minggu lalu melalui situs ecommerce Lazada. Ini merupakan ponsel kedua Xiaomi dirilis di Indonesia setelah Redmi 1S sukses membuat debutnya di tanah air.

review-xiaomi-redmi-note-gwigwi (1 of 6)

review-xiaomi-redmi-note-gwigwi (2 of 6)

Xiaomi Redmi Note, gwimin akan menyebutnya dengan Minote seterusnya, dibanderol dengan harga Rp. 1.999.000. Saat ini hanya bisa didapatkan secara online melalui flash sale Lazada setiap hari kamis. Setelah ‘pertarungan berdarah-darah' dengan mi hunter lainnya, gwimin bisa mendapatkan Minote ini di flash sale Lazada. FYI, 10.000 Minote terjual habis dalam kurun waktu 4 menit, sepertinya fans Mi di Indonesia sangat antusias unuk merasakan performa Minote.

Gwimin telah menggunakan Minote kurang lebih selama 10 hari sebelum menulis review ini. Pembahasan review Minote akan gwimin bagi dalam beberapa poin.

Gwimin membeli Minote di Lazada dengan metode Express Checkout yaitu pembeli cukup memberikan alamat jelas dan lengkap di web Lazada, kemudian Express Checkout saat bel start flash sale ‘berbunyi', kemudian barang kamu akan diantar oleh kurir ke tempat kamu dan bayar ditempat. Gwimin jujur cukup dagdigdug, karena ini kali pertama belanja di Lazada dan menggunakan COD. Sempat terjadi kekesalan saat ternyata status kurir pengantar Minote gwimin digonta ganti, namun masih sampai dengan selamat di hari Senin.

Paket dari Lazada cukup polos, paket Minote kamu akan dibungkus rapi dengan dus Lazada. Ketika dibuka akan ada dus Minote yang polos berwarna coklat yang eco-friendly dengan segel plastik. Ketika membuka dus, kamu akan mendapati Minote yang masih terdapat screen protector bawaan pabrik. Pas digenggam wow enteng sekali, ternyata belum terpasang baterai. Baterai, usb charger dan buku manual terdapat dilapisan bawah ponsel Minote. Isi box yang akan kamu dapatkan yaitu 1 unit Redmi Note, Charger, kabel micro USB, baterai 3200 mAh, buku petunjuk dan garansi. Seperti biasa minus earphone, jadi jangan heran jika kamu tidak menemukan earphone di dalam kardus Xiaomi Redmi Note ini karena memang tidak disertakan.

review-xiaomi-redmi-note-gwigwi (3 of 6)

Sebelumnya gwimin menggunakan Motorola Moto G Dual Sim, maka ketika melihat Minote dengan layar 5,5 inch jadi kaget dan Moto G gwimin jadi terlihat imut. Backdoor putih belakang (Lazada hanya menjual Minote Putih) jujur membuat Minote terlihat jadi seperti ponsel murahan merek sebelah. Ketika sudah dipasangi baterai, Minote terasa lebih berat namun masih masuk batas menurut gwimin.

review-xiaomi-redmi-note-gwigwi (4 of 6)

Xiaomi Redmi Note sudah menggunakan layar beresolusi HD 720 x 1280 pixels dengan bentang layar berukuran 5.5 Inch, dengan layar yang cukup besar, memang pantas kalau handphone ini di sebut sebagai pesaing galaxy note. Layar depan diklaim sudah menggunakan Corning Gorilla Glass 3 (CGG3), sangat tahan terhadap goresan dan api. Xiaomi Redmi Note 3G WCDMA ini mendukung dual on sim card. Untuk sim 1 mendukung 3G WCDMA sedangkan untuk sim 2 hanya mendukung 2G (EDGE), jadi untuk internetan sebaiknya menggunakan sim 1.

review-xiaomi-redmi-note-gwigwi (5 of 6)

Tombol navigasi (soft key) sudah disertai backlight, sehingga sangat nyaman digunakan pada ruangan gelap, beda dengan Redmi 1S yang tidak disertai backlight pada soft key nya. Xiaomi Redmi Note ini juga disertai lampu notifikasi (light notification) yang bisa disetel warna biru, merah, hijau, cyan, kuning, ungu dan orange.

Soal hardware, Minote menggunakan chipset Mediatek MTK MT6592 dan dibekali prosesor True Octa Core 1,7 Ghz ditambah kapasitas RAM 2GB membuat kinerja Minote ini lebih baik daripada Redmi 1Si.

Sedangkan dari sisi grafis, Redmi Note menggunakan GPU Mali 450. Hal ini akan mengoptimalkan penggunaan ponsel saat bermain game atau memutar video. Untuk memory internal Minote sebesar 8GB tapi setelah digunakan untuk sistem dan media hanya tinggal sekitar 5,9 GB yang bisa digunakan. Di samping itu juga disediakan slot Micro SD up to 32GB.

review-xiaomi-redmi-note-gwigwi (6 of 6)

Minote memiliki 2 kamera yang luar biasa. Untuk kamera belakang (kamera utama) dibekali kamera berkekuatan 13MP (4208 x3120piksel) dengan lampu flash, sedangkan kamera depan (kamera sekunder) berkekuatan 5MP. Hasil kamera juga sangat baik, serta pengoperasian yang sangat mudah. Kamera Xiaomi Redmi Note sudah di lengkapi dengan beragam fitur sepeti Autofocus, LED flash, Geo-tagging, touch focus, face and smile detection, HDR, dan perkemam video berkualitas Full HD 1080p@30fps.

Minote dibekali baterai Li-Po 3200 mAh, sangat lebih dari cukup untuk browsing, download, multimedia. Penggunaan gwimin dengan terhubung wifi setengah hari dan sisanya paket data, rinciannya kurang lebih, gmail dengan 10 milis, 2 grup whatsapp, 1 chat grup Facebook, 1 chat grup line dan sering membuka 2 akun Instagram dapat digunakan 15 jam itupun masih tersisa 30%.

Kesimpulan, Xiaomi Redmi Note merupakan handheld Octa Core yang sangat mumpuni dengan harga terjangkau. Cocok bagi kamu yang sedang mencari ponsel layar besar untuk aktivitas keseharian kamu. Harga Xiaomi Redmi Note yang dibandrol dengan harga dibawah 2 Juta Rupiah menjadi senjata mematikan yang bisa mengalahkan dominasi ponsel lokal dan papan atas di kelas low entry khususnya di Indonesia.

Advertisement

News

PS5 Bakal Punya Hub Anime Khusus dari Sony dan Crunchyroll

Published

on

By

Ps5 Bakal Punya Hub Anime Khusus Dari Sony Dan Crunchyroll

Pengguna PlayStation 5 nantinya akan memiliki tempat khusus untuk menemukan berbagai konten yang berkaitan dengan anime. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll mengumumkan kolaborasi untuk menghadirkan sebuah anime hub di PS5.

Fitur baru tersebut dirancang sebagai ruang bagi pemain untuk menemukan anime sekaligus game yang terinspirasi dari anime. Meski nama resmi hub ini belum diumumkan, Sony dan Crunchyroll menargetkan peluncurannya pada musim semi 2027.

Informasi lebih lengkap mengenai fitur serta layanan yang ditawarkan dijanjikan akan diumumkan menjelang peluncurannya.

Jadi Tempat Menemukan Anime dan Game

Anime hub ini akan menjadi bagian dari ekosistem PS5 yang mempertemukan dua komunitas besar, yaitu penggemar anime dan gamer.

Melalui fitur tersebut, pemain nantinya dapat menemukan game yang menggunakan karakter atau dunia dari anime favorit mereka. Di sisi lain, hub ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan franchise baru yang sebelumnya belum dikenal oleh pengguna.

Selain menjadi pusat penemuan konten, hub tersebut juga akan memberikan akses yang lebih mudah menuju Crunchyroll.

Kehadirannya akan melengkapi aplikasi Crunchyroll yang saat ini sudah tersedia di PS5. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menikmati berbagai tayangan anime, mulai dari episode terbaru, film, seri klasik, hingga konten populer lainnya.

Bagian dari Kolaborasi Sony dan Crunchyroll

Presiden Crunchyroll Rahul Purini menyebut kehadiran hub baru ini sebagai langkah berikutnya dalam kerja sama antara Crunchyroll dan Sony Interactive Entertainment.

Menurutnya, pengembangan fitur tersebut sejalan dengan upaya Crunchyroll untuk menghadirkan pengalaman anime di tempat yang memang sudah sering dikunjungi oleh para penggemarnya.

Kolaborasi antara kedua perusahaan sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Crunchyroll telah memiliki integrasi dengan ekosistem PlayStation melalui layanan streaming dan berbagai inisiatif terkait keanggotaan.

Dengan anime hub mendatang, hubungan antara konten anime dan gaming di platform PlayStation akan semakin diperluas.

Sony Terus Perluas Konten Anime di PlayStation

Pengumuman ini juga menunjukkan bagaimana Sony terus memperkuat kehadiran anime dalam ekosistem hiburannya.

Pada 2025, Sony turut mengumumkan proyek anime Ghost of Tsushima: Legends yang dijadwalkan hadir melalui Crunchyroll pada 2027.

Sementara itu, anime hub untuk PS5 masih belum memiliki nama resmi. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll dijadwalkan mengungkap lebih banyak informasi sebelum fitur tersebut meluncur pada musim semi 2027.

Bagi penggemar anime sekaligus pengguna PS5, fitur ini berpotensi menjadi salah satu tempat baru untuk menemukan rekomendasi anime dan game dalam satu ekosistem.

 

Continue Reading

News

PlatinumGames Beri Sinyal Bayonetta Masih Punya Masa Depan

Published

on

By

Platinumgames Beri Sinyal Bayonetta Masih Punya Masa Depan

Masa depan Bayonetta tampaknya masih terbuka lebar. PlatinumGames memberikan sinyal bahwa mereka masih memiliki rencana untuk terus mengembangkan karakter ikonik tersebut sekaligus memperluas dunia yang menjadi latar seri Bayonetta.

Dalam wawancara bersama Famitsu, Presiden PlatinumGames Atsushi Inaba belum mengungkap proyek baru secara spesifik. Namun, ketika ditanya mengenai masa depan franchise tersebut, Inaba menyampaikan bahwa studio masih memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan Bayonetta dan dunianya.

Pernyataan tersebut tentu menarik perhatian mengingat seri ini belum mendapatkan game utama baru dalam beberapa waktu terakhir. Judul terbaru yang dirilis adalah spin-off Bayonetta Origins: Cereza and the Lost Demon pada 2023.

Banyak Developer Penting Telah Meninggalkan PlatinumGames

Kondisi internal PlatinumGames memang mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah developer senior yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan seri Bayonetta telah meninggalkan studio.

Salah satu nama terbesar adalah Hideki Kamiya, kreator Bayonetta sekaligus salah satu pendiri PlatinumGames. Kamiya meninggalkan perusahaan pada 2023 dan kemudian mendirikan studio baru bernama Clovers, yang kini mengembangkan Okami 2.

Selain Kamiya, sejumlah developer lain seperti Abebe Tinari, Yusuke Miyata, Takahisa Taura, Kenji Saito, Masaki Yamanaka, serta Yusuke Hashimoto juga telah meninggalkan PlatinumGames. Hashimoto sendiri kemudian kembali bergabung dengan Capcom dan terlibat dalam proyek Onimusha.

Menariknya, Clovers juga memiliki sejumlah mantan developer yang sebelumnya bekerja dalam pengembangan Bayonetta 3. Kondisi tersebut membuat masa depan seri ini semakin menarik untuk diperhatikan.

Bayonetta Punya Hubungan dengan SEGA dan Nintendo

Selain perubahan internal, Bayonetta juga memiliki situasi kepemilikan IP yang cukup unik. Franchise tersebut berkaitan dengan SEGA dan Nintendo, sementara Nintendo menjadi pihak yang menerbitkan Bayonetta 2 dan Bayonetta 3 secara eksklusif di platformnya.

Komentar Inaba mengenai masa depan Bayonetta disampaikan dalam wawancara bersama Hyung-tae Kim, CEO Shift Up, dalam rangka mempromosikan kolaborasi Bayonetta dengan Stellar Blade untuk Nintendo Switch 2.

Inaba juga menyebut Switch 2 sebagai platform yang memiliki potensi besar. Meskipun PlatinumGames belum memiliki game original sendiri untuk konsol tersebut, pernyataan ini kembali membuka kemungkinan menarik mengenai proyek mereka di masa depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, PlatinumGames juga semakin banyak mengerjakan proyek bersama perusahaan lain, termasuk keterlibatan dalam Ninja Gaiden 4, Final Fantasy XVI, eFootball, dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater. Studio tersebut kini juga mengembangkan game Teenage Mutant Ninja Turtles bersama Paramount.

Sementara itu, Inaba sebelumnya menyatakan keinginan PlatinumGames untuk berkembang dari sekadar studio pengembang menjadi perusahaan yang mampu membuat, memasarkan, berkomunikasi, hingga menerbitkan game sendiri.

Untuk saat ini memang belum ada pengumuman mengenai Bayonetta 4 atau proyek Bayonetta baru lainnya. Namun, pernyataan terbaru Inaba menunjukkan bahwa PlatinumGames masih melihat potensi untuk melanjutkan perjalanan sang Umbra Witch di masa mendatang.

Continue Reading

News

RyzaChat AI Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral AI Perketat Moderasi

Published

on

By

Ryzachat Ai Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral Ai Perketat Moderasi

Spiral AI mengumumkan bahwa RyzaChat AI, game chatbot RPG yang menghadirkan karakter Ryza dari seri Atelier Ryza, akan mendapatkan pembatasan input pemain melalui pembaruan model AI pada Oktober 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah pengembang menemukan adanya kekhawatiran terkait penyalahgunaan sistem AI oleh sebagian pengguna. Spiral AI menilai beberapa bentuk interaksi berpotensi merusak citra karakter Ryza maupun franchise Atelier secara keseluruhan.

Pengembang menegaskan bahwa RyzaChat AI tidak seharusnya digunakan untuk membuat karakter dari sumber aslinya mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan kepribadiannya. Hal ini mencakup upaya membuat Ryza membahas konten yang melanggar norma atau ketertiban umum, hingga membuat screenshot palsu yang seolah-olah memperlihatkan karakter mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi di dalam game.

Sistem Moderasi RyzaChat AI Masih Bisa Ditembus

Ryzachat Ai Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral Ai Perketat Moderasi

Sebelumnya, RyzaChat AI telah menggunakan sistem moderasi hingga tiga lapis. Input pemain terlebih dahulu diperiksa oleh Game Master AI, yang bertugas menyaring kata atau instruksi bermasalah sebelum diteruskan kepada Character AI.

Ryza juga dirancang untuk menghindari pembicaraan yang terlalu jauh dari karakter maupun dunia Atelier Ryza. Apabila respons yang dihasilkan masih mengandung ekspresi yang dianggap tidak pantas, sistem akan menghapus respons tersebut. Konten yang telah ditolak juga tidak disimpan ke dalam memory AI.

Namun, sistem tersebut ternyata belum sepenuhnya mampu mencegah berbagai upaya manipulasi. Sejumlah pengguna disebut berhasil melewati filter menggunakan prompt injection dan teknik serupa.

Karena itu, Spiral AI kini memilih pendekatan yang lebih ketat dengan membatasi jenis input yang dapat dikirim pemain kepada Ryza. Pengembang juga tengah mempertimbangkan aturan tambahan, termasuk kemungkinan menerapkan batas jumlah karakter dalam input, sambil terus memantau pola penggunaan sistem.

Spiral AI Mulai Tindak Screenshot Palsu

Tidak hanya membatasi percakapan, Spiral AI juga mulai mengambil tindakan terhadap screenshot palsu atau hasil editan yang membuat RyzaChat AI terlihat menghasilkan respons yang sebenarnya tidak pernah muncul dalam game.

Developer menyebut mereka telah mulai mengirimkan permintaan takedown serta laporan kepada sejumlah platform online yang menjadi tempat beredarnya konten tersebut.

Langkah ini juga berpotensi diterapkan pada SophieChat: AI, proyek chatbot lain dari Spiral AI yang menghadirkan karakter Sophie Neuenmuller dari Atelier Sophie.

Saat ini, RyzaChat AI tersedia di iOS dan Android serta sudah mendukung Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pengguna Indonesia tetap dapat berinteraksi dengan Ryza menggunakan bahasa lokal. Namun setelah pembaruan Oktober diterapkan, ruang bagi pemain untuk mencoba mengeksploitasi respons AI diperkirakan akan menjadi jauh lebih terbatas.

 

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending