Berita Anime & Manga
Review Anime Shingeki! Kyojin Chuugakkou Episode 2
GwiGwi.com – Shingeki! Kyojin Chuugakkou episode 2 sudah dirilis. Sadar atau tidak disadari, ada satu bangku kosong yang terlihat di ruang kelas di episode 1. Tapi tenang saja, bangku kosong tersebut bukanlah milik makhluk halus atau kawan-kawannya. Bangku tersebut kosong karena memang pemilik bangku tersebut belum hadir di episode 1. Kira-kira siapa pemilik bangku tersebut? Pemilik bangku tersebut tidak lain adalah Armin Arlert, teman SD dari Eren dan Mikasa. Armin Arlert diceritakan adalah orang yang sangat rentan terhadap dingin, sehingga ia tidak pernah muncul di sekolah sepanjang musim dingin. Namun, ini sudah musim semi. Akhirnya, Eren dan Mikasa berencana untuk menjenguk Armin.
Tiba-tiba, Mr. Keith memanggil Eren, Mikasa, Jean, Connie, dan Sasha dengan alasan belum memilih klub. Mereka dan tidak lupa juga Armin diwajibkan untuk mengumpulkan formulir pemilihan klub paling lambat keesokan harinya. Jika tidak, Mr. Keith sendiri yang akan memutuskan nasib mereka akan bergabung dengan klub apa. Dan dari gayanya saja, pilihan Mr. Keith tidak akan menyenangkan, sehingga mereka harus cepat-cepat memutuskan klub apa yang akan dipilih.
Pulang sekolah, Eren dan Mikasa pergi ke rumah Armin dengan membawa roti daging dan Amakaze. Sesampainya di rumah Armin, tiba-tiba muncul titan dan merebut roti daging yang dibawa Eren. Eren yang berniat melawan malah diperlakukan sebagai anak-anak (walau tingkah Eren sendiri sebenarnya sudah seperti anak-anak). Tiba-tiba muncul sesosok orang yang mengalahkan titan tersebut sendirian. Eren melihat lencana wings of freedom pada seragam orang tersebut. Hanya dengan melihat seragamnya, Mikasa menyadari bahwa orang tersebut adalah kakak kelas mereka. Siapakah kakak kelas yang dimaksud? Kakak kelas yang dimaksud tidak lain adalah Levi Ackerman. Eren bertekad untuk bergabung dengan klub yang diikuti Levi dengan alasan untuk berlatih melawan titan.
Di rumah Armin, Eren dan Mikasa terkejut melihat suasana kamar Armin. Armin sedang menutup dirinya dengan futon yang tampak sudah usang, serta menyalakan banyak pemanas ruangan di kamarnya. Tiba-tiba, Levi masuk ke kamar Armin dan merebut futon milik Armin. Armin yang tidak tahan dengan dingin langsung bersin-bersin. Saat mengejar Levi, mereka menemukan lencana milik Levi, dan berencana mengejar Levi dengan petunjuk berupa barang tersebut.
Saat mencari di sekolah, Eren, Mikasa, dan Armin bertemu dengan Jean, Sasha, dan Connie yang tampak depresi berat. Sasha terkena masalah dengan klub memasak karena Sasha memakan seluruh bahan makanan mereka. Connie gagal dalam klub baseball dan Jean gagal dalam klub sepak bola, dengan alasan mereka harus bermain dengan titan. Reiner, Bertolt, Ymir, dan Krista juga mengalami hal yang sama, mendapat masalah karena titan. Eren mendiskusikan masalah yang dihadapi Armin, serta tentang lencana yang baru ditemukannya. Reiner angkat bicara, bahwa ia mendengar rumor beredar di sekolah bahwa ada klub rahasia yang memberontak terhadap titan dengan bendera wings of freedom, serta ada manusia terkuat yang bergabung dengan klub itu, yang tidak lain adalah sang kakak kelas yang ditemuinya tadi.
Mereka semua berencana untuk bergabung dengan klub yang “katanya” rahasia tersebut. Namun ternyata, klub tersebut secara blak-blakan membuat pengumuman open recruitment anggota baru. Klub tersebut bernama Attack Junior High Scout Regiment yang berada di salah satu gedung tua di area sekolah. Di sana mereka bertemu dengan Oluo Bozado, Petra Ral, Eld Jinn, Gunther Schultz, Hange Zoe, dan Levi yang merupakan anggota klub itu. Ternyata, Levi merebut futon milik Armin dengan tujuan untuk memperbaikinya. Dan setelah memberi beberapa pertanyaan tentang motivasi bergabung dengan klub, Levi menyetujui permintaan mereka semua untuk bergabung dengan klub Attack Junior High Scout Regiment.
Keesokan harinya, yang mengejutkan, di papan pengumuman terdapat sebuah pengumuman bahwa Eren, Mikasa, Armin, Jean, Sasha, dan Connie diwajibkan untuk bergabung dengan klub pembersihan dinding (Wall Cleanup Club), padahal mereka sudah mengisi formulir pemilihan club. Hange pun menjelaskan bahwa klub Attack Junior High Scout Regiment merupakan klub yang tidak sah dan resmi di sekolah mereka, jadi pilihan mereka untuk bergabung tidak dianggap resmi oleh sekolah. Dan akhirnya, Eren, Mikasa, Armin, Jean, Sasha, dan Connie dengan terpaksa menjadi anggota pembersih dinding sekolah.
Berakhirlah sudah episode 2. Episode 3 nanti akan menceritakan tentang permainan dodgeball yang dilakukan di sekolah mereka. Dan tampaknya, Annie Leonheart akan unjuk gigi dalam permainan tersebut. Saksikan keseruan dan kelucuan permainan mereka di episode 3.
Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.
Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.
Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.
Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office3 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
News2 weeks agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
Music2 weeks agoKolaborasi Musisi Genius! Anime Baru “The Ghost In The Shell” Umumkan Perilisan Original Soundtrack Resmi






