Berita Anime & Manga
Review Manga : UTSUHO
Judul : UTSUHO
Pengarang : Yuuki Inuma
Penerbit : Elex Media Komputindo
Volume : 10 (masih berlanjut)
“Utsuho dikenal sebagai seorang anak yang suka berbohong dan selalu mengakibatkan bencana sangat besar. Utsuho yang dibesarkan di sebuah desa anak yatim piatu oleh seorang biksu, tidak pernah menyesali perbuatannya. Akhirnya sang biksu mendapat ide mengarahkan Utsuho untuk membantu orang, dengan harapan dia akan hidup jujur! Ternyata, dia menggunakan trik kejahatan dan penipuan untuk kebaikan.”
Itu tadi sedikit ringkasan cerita yang tercantum dalam Utsuho volume 1 edisi Bahasa Indonesia yang diterbitkan Elex Media Komputindo. Hanya membaca ringkasan yang singkat, padat dan jelas tadi sudah cukup untuk membuat saya langsung membeli volume 1 tanpa perlu pikir panjang, dan masih terus mengikuti sampai sekarang. Apalagi saya punya kebiasaan membeli komik-komik yang jarang dikenal atau istilahnya kurang mainstream, dan Utsuho masuk dalam kriteria ini. Sebenarnya komik ini sudah lumayan lama diterbitkan, tahun 2013, dan sampai saat ini sudah diterbitkan sampai volume 10 di Indonesia. Tapi, 10 volume masih terasa sedikit kalau dibandingkan dengan di Jepang sana yang sudah diterbitkan lebih dari 20 volume, kalau saya tidak keliru. Bagi kalian yang tertarik untuk membacanya, silakan disimak sedikit review singkat dari saya.
UTSUHO atau berjudul asli Itsuwaribito Utsuho (Utsuho si Penipu) adalah komik ciptaan Yuuki Inuma yang pertama kali diterbitkan tahun 2009 di Jepang. Komik ini bercerita tentang seorang remaja laki-laki bernama Azako Utsuho, seorang yatim piatu yang dibesarkan oleh seorang biksu di Desa Kojie. Desa Kojie adalah sebuah desa yang dibangun oleh Biksu Osho yang berisi anak-anak yatim piatu dari seluruh negeri. Utsuho mempunyai masa lalu yang pahit karena seluruh anggota keluarganya dibunuh oleh sekawanan Itsuwaribito, sehingga menyebabkan Utsuho menjadi seorang yatim piatu. Itsuwaribito adalah istilah di komik ini yang digunakan untuk menyebut orang-orang yang melakukan pencurian, penipuan dan perampokan. Namun secara garis besar Itsuwaribito digunakan untuk menjuluki seorang penipu, karena seorang Itsuwaribito di komik ini tidak selalu merampok dan membunuh. Kematian seluruh anggota keluarganya membuat Utsuho dihantui rasa bersalah yang besar karena Utsuho kecil yang polos dan jujur menceritakan seluruh kondisi rumahnya secara detail pada sekawanan Itsuwaribito. Hal tersebut membuat mereka tanpa banyak kesulitan merampok dan menjarah rumah keluarga Utsuho sekaligus membunuh seluruh anggota keluarganya. Utsuho yang merasa bersalah, akhirnya menjadi trauma dan tidak pernah berkata jujur lagi sejak kejadian itu. Biksu Osho berusaha untuk mengarahkan Utsuho agar selalu berkata jujur namun dia tetap saja bandel dan selalu berkata bohong.
Suatu hari Desa Kojie diserang oleh sekawanan Itsuwaribito. Seluruh anak-anak dan orang dewasa di desa dibantai tanpa ampun, termasuk Biksu Osho. Hanya Utsuho yang berhasil selamat setelah mengalahkan seluruh kawanan Itsuwaribito yang ternyata dipimpin oleh Iriya, seorang Itsuwaribito yang menyamar menjadi penduduk desa. Kematian dan kata-kata terakhir Biksu Osho menginspirasi Utsuho untuk berbuat sama seperti yang dilakukan sang biksu, yaitu menyelamatkan jiwa ribuan orang. Utsuho bertekad menjadi seorang Itsuwaribito yang melakukan kebohongan baik dan menyelamatkan orang-orang di seluruh negeri. Dalam perjalanannya, Utsuho bertemu banyak kawan yang memutuskan untuk ikut serta mengembara bersamanya. Misalnya Pochi, seekor anak cerpelai atau rakun (?) yang bisa berbicara. Ada juga Yakuma, seorang dokter yang dilihat sekilas tidak jelas dia laki-laki atau perempuan. Atau Neya, seorang gadis manis yang punya cita-cita membangun desa impian, dan masih banyak lagi orang-orang yang akan ikut mengembara bersama Utsuho.
“Kalau memang berbohong bisa menyelamatkan seseorang,
maka menurutku itu adalah kebohongan yang baik.” -Azako Utsuho-
Banyak hal yang aneh dan misterius yang terjadi dalam perjalanan Utsuho dan kawan-kawan. Tapi ada satu hal yang benar-benar memberi warna pada jalan cerita komik ini, yaitu legenda harta karun Kokonotsu. Selama ini harta karun Kokonotsu dianggap hanya sekedar legenda belaka, akan tetapi banyak desas-desus yang menyebutkan bahwa Kokonotsu ternyata memang nyata dan benar-benar ada. Legenda Kokonotsu sendiri bercerita tentang seseorang yang mendapat 9 buah harta dari Dewa, namun seorang penipu berhasil menipunya, membunuhnya dan kemudian merebut harta pemberian Dewa tersebut (*Kokonotsu, secara terminologi berarti 9 buah). Legenda tentang Kokonotsu sendiri dianggap masih misterius, bahkan ada yang mengatakan bahwa legenda yang beredar tidak lengkap dan masih ada kelanjutan yang jarang diceritakan. Utsuho dan kawan-kawan akhirnya tertarik untuk membuktikan keberadaan 9 harta karun Kokonotsu yang tersebar di seluruh negeri sekaligus memecahkan misteri yang menyelimuti legenda itu. Secara keseluruhan komik ini menarik dan layak untuk diikuti. Sekarang saya berharap agar UTSUHO juga diangkat ke layar kaca alias dibuat versi animasi. Satu lagi, jangan lupa beli komik yang asli di toko buku terdekat ya!
Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.
Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.
Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.
Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Toy Story 5: Toys Vs Devices
-
Box Office3 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime1 week agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies1 week agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies1 week agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!




