Tech & life
Review Logitech G705, Gaming Mouse Mungil Tapi Asik Diajak Main!
GwiGwi.com – Mouse tentunya adalah salah satu peripheral paling penting bagi para gamer. Bahkan ini adalah bagian dari senjata mereka, layaknya sebuah Rifle di Game FPS, ataupun Swords di MMORPG. Bentuk mouse memang beragam, dan dibuat bermacam model dengan maksud dan tujuan yang beragam juga sesuai profile banyak gamer. Tapi ada 1 hal yang aga jarang diperhatikan, bentuk yang lebih compact lagi untuk menyesuaikan grip, dan hadir dalam warna putih yang lebih matte dibandingkan glossy. Logitech mengeluarkan Aurora Collection, sebuah koleksi lengkap keyboard, headset, dan tentunya mouse, dengan colorway White Mist, yang menurut gw cukup cakep untuk sebuah desk setup seperti setup meja review baru kita, yang menghadirkan Keyboard G715 yang merupakan keluarga dari Aurora Collection tadi juga, beserta headset G733, yang merupakan model lama tapi masih tetap oke. Fokus kita kali ini akan membahas si Mousenya aja, yaitu Logitech G705, gaming mouse yang mungil, dan juga menggemaskan ini.
Kita mulai dari unboxingnya. Boxnya sendiri cukup simple dan sejalan dengan style Logitech G series sekarang dengan warna gray-blueish nya. Sama kaya box di G715 yang akan kita bahas di video terpisah juga. Lightspeed dan Lightsync juga disupport oleh mouse ini. Belakangnya juga cukup simple, ada grafis gambaran ukuran si G705 dibandingkan tangan, dan beberapa selling pointnya seperti yang cukup menarik selain ukurannya, adalah Lightspeed dan Bluetooth Wireless support, dan ketahanan baterai hingga 40 jam.
Didalamnya kita bisa melihat bungkusan paper wrap rapih G705, Charging Cable lengkap sama Adapter USB C to A, Receiver Lightspeed Mouse G705, dan juga booklet serta stiker Logitech G nya. Box Wrappernya juga memberikan ilustrasi beberapa konektivitas yang bisa kalian lakukan dengan si G705, yes, bluetooth dan Lightspeed. Sejujurnya, packaging ini sangat minimalist tapi fully functional.
Ke desainnya sendiri, mouse ini punya shape yang egg-cocoon like. Bagaikan telur atau kepompong. Desain ini menjadi aspek penting di G705, karena mouse ini merupakan mouse yang diutamakan untuk form factor yang lebih kecil. Warnanya putih susu, dan ditemani sama LED di bagian bawahnya yang halus banget karena didiffuse dengan sangat baik warnanya. Ada beberapa tombol tambahan disini seperti 2 macro di kiri yang bisa di set, dan juga tombol DPI switcher dibawah scroll wheelnya. Oh yah scroll wheelnya basic yah, jadi tidak ada endless scrolling disini. Berat mouse ini hanya 85 gram aja, walau sedikit lebih berat dari Pro X superlight, ini tergolong masih cukup nyaman. Speaking of nyaman, memang mouse ini hadir dengan form factor yang cukup kecil dan target audiencenya kadang cukup dikaitkan dengan Girl Gamer yang punya ukuran tangan lebih kecil. Saat digunakan oleh gamer wanita, memang ini terlihat lebih pas dengan bottom halfnya yang lebih pendek, membuat pergerakannya cukup luas. Tapi cukup mengejutkannya, saat gw pribadi menggunakannya, terutama sebagai player FPS, yang cukup bisa memanfaatkan efisiensi bentuknya. Dengan posisi Claw Grip, penggunaannya akan sangat pas dan cukup akurat.
Performance wise, mouse ini cukup clicky dan snappy. Kita mulai dengan opsi DPInya. Ada 3 DPI yang bisa di set untuk quick switch, dan secara default terbagi jadi 800, 1600, dan 3200. Ini bisa kalian adjust mentok dair 100 hingga 8200. Posisi nyaman dari penggunaan kita ada di rentangan 1600 hingga 6200 DPI. Untuk response clickynessnya juga sangat enak buat fast response dalam gaming. Lightspeed connectivitynya juga sangat membantu meminimalisir bahkan menghilangkan delay jika dibandingkan dengan konektivitas bluetooth.
Nah untuk mensetting semua adjustment yang bisa dilakukan (termasuk Macro Keysnya), dapat kalian manfaatkan di Logitech G Hub yang merupakan Software Hub buat seluruh peripheral Logitech G. Setting Lightsync juga bisa dilakukan disini untuk merubah warna RGB ataupun mematikannya secara keseluruhan. Softwarenya cukup simple, dan settingannya mudah dipahami bahkan oleh first time user.
Untuk battery life, di boxnya tertulis 40 hr battery life. So far kita mendapatkan jangkauan yang mirip dengan claimnya. Jika ingin mengextend atau menambah jangka waktu operasionalnya, kalian sebenernya bisa mematikan si RGBnya si mouse ini melalui G Hub, dan bisa menambah daya tahan baterainya hingga lebih dari 100 jam bahkan.
Secara harga, memang sebenernya untuk menebus si G705 ini tidak terlalu murah. Dibanderol dengan harga Rp 1.359.000. Harga ini setara dengan G Pro ataupun G703. Namun menurut kita pribadi, dengan form factor yang lebih spesifik, bentuk yang unik, dan jujur dengan RGB yang lebih pleasing dan aesthetically fun, ini membuat G705 lebih stand out dan menarik dibandingkan saingannya bahkan dari kandang sendiri. Dilengkapi dengan seluruh aurora collection, G705 dapat meningkatkan looks selaras yang semakin menarik. Apalagi opsi Mouse dengan warna putih yang Milky dan bukan full white cukup jarang tersedia, jadi desainnya pun semakin eksklusif dan menarik utnuk menemani desk setup kalian.
Walau ditargetkan untuk pengguna yang memiliki tangan kecil, atau bahkan para Girl Gamers yang suka dengan bentuk unik, lucu, dan menggemaskan, kita merasa G705 sebenernya cukup fleksibel untuk banyak pengguna. Weight distributionnya yang ringan dan oke, bentuknya yang cukup ergonomis, bisa menyesusaikan diri dengan beberapa form Grip yang spesifik seperti Claw Grip yang biasa digunakan untuk bermain FPS. Karena ringan dan juga kecil, work area dan movementnya tergolong lebih agile dibandingkan mouse yang biasanya punya form factor lebih panjang ataupun melebar dengan tujuan ergonomis seperti G502. Baik untuk sekedar aesthetic desk setup, maupun untuk Gaming, G705 bisa menjadi jawaban yang sesuai. Jangan lupa juga untuk melengkapi Aurora Collectionnya, agar lebih selaras dan cakep lagi setup gamingnya kalian secara keseluruhan yah.
Tech & life
Rayakan Dua Dekade Inovasi Gaming: ASUS ROG Resmi Hadirkan Lini Eksklusif ROG Edition 20 di Indonesia!
www.gwigwi.com –
Menandai tonggak sejarah dua dekade kehadirannya di industri perangkat keras gaming dunia, ASUS Republic of Gamers (ROG) secara resmi meluncurkan lini produk edisi terbatas bertajuk ROG Edition 20 di Indonesia. Peluncuran eksklusif ini digelar dalam acara ROG 20th Anniversary Exclusive Launch yang berlangsung di The Kensington Office Tower, Jakarta Utara.
Lini eksklusif ROG Edition 20 hadir bukan sekadar sebagai produk peringatan ulang tahun, melainkan sebagai bentuk dedikasi ROG dalam memadukan warisan sejarah dan visi teknologi masa depan. Bahasa desainnya mengombinasikan warna khas ROG Black yang melambangkan presisi, aksen merah ROG Red, elemen transparan Crystal Lens yang memperlihatkan keindahan komponen internal, serta detail mewah Radiant Gold yang menandai perjalanan 20 tahun ROG.
“Memasuki usia 20 tahun, ROG tetap memiliki visi yang sama untuk mendobrak batas inovasi bagi para gamer,” ungkap Marketing Manager ROG Indonesia, Open Platform Business Group (OPBG), Nicholas Kurniawan. Mengusung tagline “Innovate. Perform. Dominate”, koleksi terbatas ini menjadi terobosan ikonik bernilai tinggi bagi para kolektor dan antusias teknologi.
Ekosistem PC Build & Periferal Kelas Atas
Dalam acara peluncurannya, ROG memamerkan PC Build EATX berkonsep open-frame yang dibekali berbagai komponen mutakhir edisi khusus:
-
Motherboard: ROG Crosshair X870E Edition 20
-
Liquid Cooler: ROG Ryujin 360 Edition 20
-
Kartu Grafis: ROG Astral GeForce RTX™ 5090 Edition 20 (dilengkapi layar AMOLED interaktif)
-
Power Supply: ROG Thor Titanium III 3000W Edition 20
Untuk jajaran periferal gaming, ROG menghadirkan keyboard ROG Azoth Extreme Edition 20 dan mouse ROG Harpe II Extreme Edition 20, di mana kedua perangkat ini dihiasi nameplate eksklusif berlapis emas murni 24K. Pengalaman visual disempurnakan oleh monitor Tandem WOLED ROG Swift OLED PG27AQWP-G Edition 20 dengan dukungan layar dual-mode (QHD hingga 540Hz atau HD hingga 720Hz).

Rayakan Dua Dekade Inovasi Gaming: Asus Rog Resmi Hadirkan Lini Eksklusif Rog Edition 20 Di Indonesia!
Mini PC Ringkas & Jaringan Modern
Tak hanya PC desktop berukuran penuh, ROG juga memperkenalkan ROG NUC 16 Edition 20, sebuah mini PC premium berukuran ultra-kompak 3 liter yang ditenagai GPU hingga NVIDIA GeForce RTX™ 5090 laptop dan sistem pendingin QuietFlow yang senyap. Di sektor konektivitas jaringan, router ROG Rapture GT-BE98 Edition 20 hadir membawa teknologi WiFi 7 quad-band berkecepatan hingga 30Gbps dan dukungan Multi-Link Operation (MLO).
Informasi Harga & Ketersediaan di Indonesia
Rangkaian produk ROG Edition 20 telah tersedia di Indonesia secara eksklusif dalam jumlah yang sangat terbatas melalui pembelian paket bundling maupun standalone:
Paket Bundling:
-
Powered by ASUS PC Bundle: Mulai dari Rp279.999.000
-
ROG NUC Package: Rp170.999.000
Produk Standalone:
-
ROG Swift OLED PG27AQWP-G Edition 20: Rp26.999.000
-
ROG Rapture GT-BE98 Edition 20: Rp16.369.000
-
ROG Destrier Gaming Chair Edition 20: Rp15.799.000
-
ROG Azoth Extreme Keyboard Edition 20: Rp12.599.000
-
ROG Harpe II Extreme Gaming Mouse Edition 20: Rp5.699.000
-
ROG Keycap Mystery Box Edition 20: Rp2.999.000
-
ROG Scabbard II XXL Mousepad Edition 20: Rp1.199.000
Seluruh jajaran produk edisi terbatas ini dapat dipesan melalui kanal offline maupun online dealer resmi ASUS atau melalui laman resmi id.rog.gg/20thAnniversary.
Tech & life
ASUS Resmi Hadirkan ProArt Display OLED PA27USD dan PA32USD untuk Kreator Profesional
www.gwigwi.com – ASUS resmi mengumumkan kehadiran monitor profesional terbaru mereka, ProArt Display OLED PA27USD dan ProArt Display OLED PA32USD. Kedua monitor QD-OLED 4K ini dirancang khusus untuk kreator konten profesional dengan menghadirkan refresh rate 240Hz, kecerahan puncak hingga 1000 nits, serta dukungan konektivitas 12G-SDI.
Monitor ProArt terbaru tersebut sudah tersedia mulai Mei 2026. Bahkan, model PA27USD berhasil meraih penghargaan CES 2026 Innovation Award dan Red Dot Product Design Awards berkat inovasi dan desain premium yang diusungnya.
Panel QD-OLED 4K dengan Refresh Rate 240Hz
ProArt Display OLED PA27USD hadir dengan ukuran 26,5 inci, sementara PA32USD mengusung panel 31,5 inci. Keduanya menggunakan panel QD-OLED 4K yang mampu menghasilkan kecerahan puncak hingga 1000 nits untuk menampilkan kontras tajam antara area terang dan gelap.
Selain itu, refresh rate 240Hz dan dukungan Variable Refresh Rate (VRR) membuat monitor ini mampu menghadirkan tampilan visual yang sangat mulus, baik untuk rendering maupun pengecekan kualitas konten dalam satu layar. Dukungan HDMI 2.1 dengan output 4K@240Hz juga memastikan visual tetap detail dan responsif.
Akurasi Warna Profesional untuk Editing dan Pasca Produksi
Kedua monitor ProArt ini menawarkan cakupan warna DCI-P3 99%, sRGB 100%, serta kedalaman warna true 10-bit yang mampu menampilkan lebih dari 1,07 miliar warna. Hal tersebut membuat PA27USD dan PA32USD sangat ideal untuk kebutuhan editing video, color grading, hingga workflow pasca produksi profesional.
ASUS juga memastikan akurasi warna tingkat tinggi melalui proses kalibrasi pabrik dengan nilai Delta E < 1. Teknologi grayscale tracking canggih turut digunakan untuk menjaga konsistensi warna dan gradasi agar tetap presisi.

Asus Resmi Hadirkan Proart Display Oled Pa27usd Dan Pa32usd Untuk Kreator Profesional
Dibekali Colorimeter dan Dukungan HDR Lengkap
Salah satu fitur unggulan monitor ini adalah hadirnya motorized flip colorimeter bawaan yang memungkinkan proses kalibrasi otomatis tanpa memerlukan software tambahan. Pengguna bahkan dapat menjadwalkan proses kalibrasi secara berkala melalui menu OSD.
Di sisi lain, ASUS juga menyematkan teknologi Smart HDR yang mendukung berbagai format HDR populer seperti Dolby Vision, HDR10, dan Hybrid Log-Gamma (HLG). Dukungan tersebut membuat monitor cocok untuk kebutuhan produksi video modern maupun konten streaming HDR.
Konektivitas Lengkap dengan Dukungan 12G-SDI
Untuk menunjang workflow profesional, ProArt Display OLED PA27USD dan PA32USD hadir dengan konektivitas yang sangat lengkap. Kedua monitor dibekali dual Thunderbolt 4, HDMI 2.1, DisplayPort 2.1, serta USB hub bawaan.
Monitor PA27USD memiliki satu port 12G-SDI, sedangkan PA32USD dibekali dua port 12G-SDI untuk mendukung transmisi video 4K@60Hz tanpa kompresi. Fitur ini sangat penting bagi kebutuhan color grading profesional, VFX, hingga integrasi capture card di studio produksi.
Selain itu, salah satu port Thunderbolt 4 mendukung Power Delivery hingga 96W sehingga laptop dapat tetap terisi daya hanya menggunakan satu kabel.
ASUS OLED Care Pro untuk Mencegah Burn-In
ASUS juga menghadirkan teknologi ASUS OLED Care Pro untuk melindungi panel OLED dari risiko burn-in. Teknologi ini mencakup berbagai fitur seperti Pixel Shift, Screen Saver, hingga Proximity Sensor yang dapat otomatis meredupkan layar saat tidak ada pengguna di depan monitor.
Harga dan Ketersediaan
ProArt Display OLED PA27USD tersedia mulai Mei 2026 dengan harga US$2199, sementara versi ProArt Display OLED PA27USD Panaro MAX Rugged Case Edition dijual seharga US$2599. Adapun ProArt Display OLED PA32USD dijadwalkan hadir pada Juni 2026 dengan harga US$2699.
Informasi lebih lanjut mengenai produk ini dapat dilihat melalui situs resmi ASUS ProArt.
Tech & life
ZTE dan Telkom Indonesia Teken MoU Strategis untuk Mempercepat Pengembangan Solusi dan Infrastruktur Digital
www.gwigwi.com – ZTE Corporation (0763.HK / 000063.SZ), penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi terintegrasi terkemuka di dunia, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk memperkuat kerja sama strategis dalam pengembangan solusi dan infrastruktur digital.
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam kemitraan jangka panjang antara ZTE dan Telkom, sekaligus mempertegas komitmen kedua belah pihak dalam mempercepat transformasi digital Indonesia melalui penerapan teknologi canggih, termasuk cloud computing, kecerdasan buatan (AI), dan next-generation connectivity.
Melalui kolaborasi ini, ZTE akan memanfaatkan pengalaman dan keunggulan teknologinya di tingkat global dalam bidang infrastruktur digital, solusi berbasis AI, dan platform terintegrasi untuk mendukung Telkom dalam memperkuat ekosistem digitalnya. Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat inovasi, memperkuat potensi layanan, serta menghadirkan solusi digital yang lebih scalable dan aman bagi sektor enterprise dan pemerintahan.
Zhu Yang, Sales Director ZTE Indonesia, mengatakan, “Kami bangga dapat memperkuat kolaborasi dengan Telkom Indonesia, salah satu penggerak utama ekosistem digital di Asia Tenggara. Kemitraan ini mencerminkan visi bersama kami untuk membangun infrastruktur digital yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan keahlian teknologi ZTE dan kekuatan pasar Telkom, kami berharap dapat menciptakan nilai baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.”
Dari perspektif Telkom, kolaborasi ini sejalan dengan strategi transformasi perusahaan dalam berevolusi dari operator telekomunikasi tradisional menjadi perusahaan berbasis infrastruktur dan platform digital yang terintegrasi.
Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, menegaskan bahwa kemitraan strategis memainkan peran penting dalam mempercepat agenda pertumbuhan jangka panjang perusahaan. “Kolaborasi ini mencerminkan fokus berkelanjutan kami dalam memperkuat infrastruktur digital sebagai fondasi pertumbuhan di masa depan. Selanjutnya, Telkom berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas di bidang data center, konektivitas, dan platform berbasis cloud, sekaligus menjadikan AI sebagai penggerak utama untuk menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi dan bernilai tinggi bagi pelanggan kami. Melalui kemitraan seperti ini, kami ingin membangun ekosistem digital yang lebih tangguh, aman, dan kompetitif di Indonesia maupun di tingkat regional,” ujarnya.
Kerja sama ini juga mendukung upaya berkelanjutan Telkom dalam mempertajam fokus portofolio dan meningkatkan disiplin eksekusi, sehingga setiap inisiatif yang dijalankan dapat menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan serta memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang.
Ke depannya, ZTE dan Telkom akan menjajaki berbagai peluang kolaborasi, termasuk pengembangan infrastruktur digital, solusi enterprise, layanan berbasis AI, dan pengembangan kapabilitas untuk mendukung kebutuhan ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Mutiny: Klasik Statham Yang Kurang Menggebuk
-
Gaming3 weeks agoArknights Resmi Rilis Versi PC, Berikut Spesifikasi yang Dibutuhkan
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Dear You, Surat yang Terlupakan
-
Gaming3 weeks agoArknights: Endfield Segera Hadir di Steam, Akses Pemain PC Bakal Lebih Mudah
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Kung Fu Soccer, Evolusi Komedi Absurd Stephen Chow di Era Modern
-
Berita Anime & Manga2 weeks agoOvergeared Ungkap Trailer Kedua, Visual Baru, dan 6 Karakter Tambahan
-
News2 weeks agoFate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks




