Berita Anime & Manga
Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Episode 11
[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]
GwiGwi.com – Kembali lagi dengan LeinRa yang akan mereview Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri episode 11. Di awal episode ini kita diberitahu bahwa sudah 5 bulan berlalu semenjak pecahnya konflik antara Jepang dengan Imperial. Selain itu, semenjak pertempuran di kota Italica, Arnus mulai didatangi banyak orang-orang dari daerah lain dan mereka bersama para pengungsi yang awalnya hanya bergantung ke JSDF perlahan mulai membangun daerah sekitar tempat pengungsian menjadi kota kecil.
Pina, dengan ambisinya untuk menghentikan perang antara Imperial dengan Jepang, memulai prosesnya melakukan negosiasi untuk menjalin hubungan damai dengan beberapa tuan tanah. Sebelum memulai negosiasinya, rupanya Pina membiarkan satu dari lima belas “slot” tawanan dari Special Region yang ditangkap JSDF karena menyerang Ginza beberapa bulan lalu kosong, yang artinya mereka hanya membawa pulang empat belas tawanan segera setelah dia melakukan negosiasi dengan pihak Jepang. Slot tersebut dibiarkan kosong demi negosiasi mereka dengan Lord Cicero la Martos yang menjadi target negosiasi pertama Pina dan menteri pertahanan Jepang, Sugawara Kouji.
Alasan mereka melakukan negosiasi pertama mereka dengan Cicero adalah posisi keluarga Cicero yang telah mejadi salah satu keluarga terpenting dalam pemerintahan Imperial dengan pengaruhnya yang besar dalam senat. Dia juga adalah salah satu yang paling mudah diajak bicara di antara tuan-tuan tanah lainnya dalam senat (yang semenjak kekalahan besar Imperial di Arnus terpecah menjadi dua sisi: sisi yang mendukung keputusan kaisar untuk melanjutkan perang serta sisi yang merasa bahwa menjalin hubungan damai dengan Jepang adalah keputusan terbaik dan Lord Cicero termasuk dalam faksi yang kedua).
Saat bertemu dengan Lord Cicero, rupanya dia tidak mengetahui negara mana Jepang tersebut. Sugiwara mendeskripsikannya sebagai negara dengan empat musim, hutan, dan air bersih. Selain itu, Sugiwara rupanya membawa berbagai macam kerajinan khas Jepang untuk meunjukkan keahlian pengrajin asal Jepang, termasuk katana. Cicero yang terpukau dengan kerajinan khas Jepang tersebut awalnya merasa tidak enak karena tidak mengetahui negara yang sepertinya memiliki pengrajin-pengrajin berbakat, namun beliau lalu kaget saat mendengar bahwa negara Jepang ini berasal dari seberang Gate dan adalah negara yang saat ini dalam konflik dengan Imperial. Awalnya Lord Cicero bersikap tidak menyetujui tindakan Pina mendatangi wilayah lawan secara pribadi, apalagi sampai membawa salah satu perwakilan negara tersebut ke tempatnya. Di sinilah “slot kosong” tersebut memainkan perannya. Sugiwara menunjukkan kertas berisi nama sepupunya yang dahulu adalah bagian dari pasukan yang menjelajahi daerah di seberang Gate, sehingga ikut terlibat dalam memulai terjadinya Insiden Ginza dan saat ini masih ditahan oleh pemerintah Jepang. Sugiwara berjanji akan melepaskan sepupu Lord Cicero jika dia bersedia tidak menghambat Pina dalam usahanya melakukan negosiasi ke tuan-tuan tanah lain. Lord Cicero akhirnya menyetujui dengan senang hati.
Sementara itu di Arnus, Itami dan Kuwahara yang sedang berpatroli melihat-lihat keadaan kota kecil yang telah dibangun oleh para pengungsi tersebut bertemu dengan Rory dan Kurokawa dan memutuskan untuk beristirahat sejenak di salah satu bar. Dari dalam bar, mereka meliat Tuka yang berjalan sendirian. Rory memanggilnya dan saat dia bertanya apa yang sedang dilakukan Tuka, Tuka menjawab bahwa dia sedang mencari seseorang. Rupanya semenjak kembali dari Jepang dia terus berjalan sendirian setiap harinya mencari ayahnya yang telah meninggal, dengan harapan mungkin dia akan ada di antara beberapa orang luar yang mengunjungi kota kecil baru tersebut. Hal ini membuat Kurokawa meminta Itami agar mereka melakukan sesuatu, tapi Itami menolak. Dia bisa membayangkan kalau mereka menyadarkan Tuka bahwa ayahnya sudah meninggal dia akan menolaknya dalam hatinya, terus membohongi dirinya dan menjadi gila. Mereka bisa bertindak sebagai penenang Tuka namun tidak ada jaminan bahwa Tuka akan akhirnya menerima kenyataan sebelum pasukan JSDF yang dikirim ke special region diperintahkan kembali ke Jepang. Karena itu, dari pada mengambil resiko seperti itu Itami merasa bahwa membiarkan Tuka adalah pilihan yang terbaik.
Kurokawa yang tampaknya sebenarnya tidak puas dengan keputusan Itami memutuskan untuk kembali duluan ke markas, dan Kuwahara memutuskan untuk menemani Kurokawa untuk jaga-jaga. Tinggallah Itami dan Rory berdua. Rory berkata mengenai hidupnya yang sudah sangat panjang namun terasa berlalu cepat, penuh dengan banyak pertemuan dan perpisahan. Itami memuji bagaimana Rory adalah perempuan yang kuat, dan tidak banyak perempuan yang sekuat Rory. Rory menanggapinya dengan bagaimana Itami seharusnya tidak perlu dingin mengenai kondisi Tuka. Itami menyatakan bahwa dia tidak memiliki tenaga yang cukup untuk bersikap baik ke semua orang, tapi Rory tau bahwa dia dalam hatinya berusaha demikian. Karena itulah Rory menyarankan Itami untuk memfokuskan kebaikannya ke satu perempuan jika dia mau populer di kalangan wanita, karena perempuan senang dengan lelaki yang baik hanya ke perempuan tersebut. Itami terkejut Rory bisa memberi nasehat seperti itu mengingat posisi Rory sebagai seorang “malaikat kematian”. Rory menjelaskan dengan memiliki kekuatan yang menguasai kematian memberinya kemampuan untuk menghargai hidup, karena untuk mendapat kematian yang memuaskan memerlukan penghargaan terhadap hidup.
Setelah pembicaraan tersebut Rory ingin memesan minuman lagi (dengan rencana agar dia terlalu mabuk untuk jalan sendiri sehingga harus digendong Itami ke kamar, lalu saat di kamar nantinya dia bisa memaksa Itami untuk tidur bersama), seorang dark elf, Yao Ha Ducy, datang dan mengganggu mereka karena dirinya melihat bahwa Itami berusaha membuat anak perempuan mabuk. Dark elf tersebut sebenarnya datang ke bar itu karena mendengar bahwa salah seorang dari Green People ada di bar tersebut tapi dia tidak sadar kalau Itami adalah salah satunya. Rory (yang kesal karena rencananya diganggu dan dipanggil anak kecil pula) memutuskan untuk pura-pura bertingkah seperti anak kecil yang ingin dibuat mabuk oleh Itami, dan pura-pura meminta perlindungan ke Yao. Yao bersiap dengan pedangnya, tapi saat dia lengah karena berbicara dengan Rory dengan maksud menenangkan dia Itami sudah kabur duluan. Dan saat Yao melihat bahwa Itami sudah kabur, Rory sendiri malah sudah keluar dari jendela tanpa dia sadari.
Dengan kaburnya Itami, kedatangannya ke bar tersebut jadi sia-sia karena tidak ada lagi anggota JSDF di sana. Saat ditanya kenapa dia ingin mencari Green People, dia menyatakan bahwa dia ingin meminta pertolongan kepada mereka untuk membunuh naga api yang terluka. Bayarannya adalah sebongkah adamantite, yang tampaknya adalah salah satu mineral yang sangat berharga di dunia tersebut.
Yao mencari Green People untuk meminta mereka membunuh naga api tersebut karena desanya di Hutan Schwartz diserang oleh naga api. Persis seperti yang terjedi dengan desa Tuka dulu. Sepertinya dia mendengar bahwa Green People dulu pernah mengusir naga api yang menyerang rombongan pengungsi, karena itu dia mencari Green People ini.
Keesokan harinya, setelah terbangun dari mimpinya mengenai insien yang terjadi di desanya tersebut, Yao melihat dua pesawat jet JSDF yang sedang berlatih. Dia akhirnya sadar kalau dirinya sudah dekat dengan tempat Green People berada, dan lebih diyakinkan lagi saat dia meliat helikopter dari arah markas JSDF yang membawa berbagai barang kerajinan Jepang untuk bahan negosiasi Sugiwara, dengan Itami sebagai salah satu personil yang bertugas mengawal barang tersebut. Yao akhirnya segera berlari ke arah heli tersebut datang, dengan harapan bertemu dengan Green People yang dia harap akan menerima permintaannya untuk membunuh naga api yang sduah menyerang desanya.
BONUS:
[youtube id=”EV8LxMCM9k8″ width=”600″ height=”340″ position=”center”]
Berita Anime & Manga
Review Film The Mandalorian and Grogu, Is this The Way?
www.gwigwi.com – www.gwigwi.com – Sukses dari serial Disney+ nya, Abang Din Djarin alias Mandalorian (Pedro Pascal) bersama Grogu kali ini nongol di layar besar bioskop. Apakah bisa menyuguhkan petualangan yang lebih wah?
Mandalorian diminta Kolonel Ward (Sigourney Weaver) untuk menyetujui permohonan kembar Hutt. Kedua dedengkot kriminal gang Hutt itu meminta si pemburu hadiah untuk mencari Rotta (Jeremy Allen White) yakni anak dari si cacing legendaris trilogi orisinil Star Wars, Jabba The Hutt.
Plot sebenarnya tidak se straight forward kedengarannya dan masih memberikan surprise yang boleh lah menegangkan. Walau terasa episode tambahan saja dari serialnya.
Barangkali yang disayangkan, transisi ke layar lebar ini kurang dibarengi presentasi yang lebih sinematik.

Review Film The Mandalorian And Grogu, Is This The Way?
Konsep sinematografinya terasa tak jauh berbeda dengan di serialnya yang untuk layar kecil. Membuat petualangan ini sedikit terasa kurang epik.
Mungkin tujuannya memang menampilkan skala konflik yang lebih kecil tapi rasa low budget nya jadi berkesan sekali apalagi melihat dari layar lebar. Begitu pun spesial efek yang cukup sering terlihat kurang meyakinkan apalagi di paruh awal.
Penulis Dave Filoni (yang sekarang menjadi Presiden Lucasfilm) dan sutradara Jon Favreau, boleh jadi ahli dalam world building baik soal desain planet baru dan alien baru, tapi rasanya kurang menginjeksinya dengan karakterisasi yang unik.

Review Film The Mandalorian And Grogu, Is This The Way?
Rotta memiliki kontras yang menarik dengan Hutt lain yang doyan jadi jahat. Kalau saja ditampilkannya tak melulu dengan dia mengeksposisi situasi dan perasaannya layaknya sinetron, dan dengan cara yang lebih subtil.
Rasanya jadi paham kenapa James Gunn begitu komitmen dengan komedinya dan serial The Boys kerap memperlihatkan nyelenehnya; gunanya untuk menghidupkan adegan dan memberi keunikan. Sesuatu yang dibutuhkan THE MANDALORIAN AND GROGU untuk lebih memoles desain produksinya yang cakap.
Apabila tujuan film ini adalah menampilkan petualangan pulp sederhana yang seru dibumbui komedi, duo Mando dan Grogu sudah plek sekali cocoknya.

Review Film The Mandalorian And Grogu, Is This The Way?
Namun rasanya mereka membutuhkan para karakter pendukung yang punya kepribadian kuat, unik dan menghibur lebih banyak lagi, juga ketegangan dan komedi yang lebih kental lagi.
Bila sudah demikian, mau berapa kali pun petualangan THE MANDALORIAN AND GROGU dirilis, meskipun tak banyak benang merah di antaranya, penonton boleh jadi masih akan wow dengan aksi keren Mando dan terpesona lucunya Grogu.
Untuk sekarang THE MANDALORIAN AND GROGU mungkin not exactly the way.
Berita Anime & Manga
Biblia Koshodou no Jiken Techou Resmi Diumumkan, Tayang 2027
www.gwigwi.com – www.gwigwi.com –
Kabar menarik datang untuk penggemar cerita misteri bernuansa literatur. Light novel populer Biblia Koshodou no Jiken Techou atau The Case Files of Biblia Bookstore akhirnya resmi dikonfirmasi akan mendapatkan adaptasi anime dan dijadwalkan tayang pada tahun 2027.
Kisah ini berpusat pada toko buku tua yang menyimpan berbagai koleksi langka. Buku-buku kuno yang ada di sana bukan sekadar bacaan biasa, melainkan menyimpan rahasia dan misteri yang mampu menarik perhatian siapa pun yang terlibat. Setiap cerita menghadirkan kasus unik yang berkaitan dengan sejarah buku, membuat alurnya terasa berbeda dari anime misteri pada umumnya.
Adaptasi anime ini akan digarap oleh CloverWorks, studio yang dikenal lewat berbagai judul populer dengan kualitas visual yang solid.
Keterlibatan CloverWorks tentu menambah ekspektasi penggemar terhadap bagaimana suasana misterius dan hangat dari toko buku tersebut akan divisualisasikan dalam format anime.
Dari segi genre, anime ini mengusung kombinasi drama dan misteri. Ceritanya tidak hanya berfokus pada pemecahan kasus, tetapi juga menggali emosi karakter serta hubungan mereka dengan buku-buku yang menjadi pusat cerita. Pendekatan ini menjadikan Biblia Koshodou no Jiken Techou memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi penonton yang menyukai kisah tenang namun penuh makna.
Hingga saat ini, detail lebih lanjut seperti tanggal rilis pasti, jumlah episode, maupun jajaran pengisi suara masih belum diumumkan. Meski begitu, pengumuman ini sudah cukup untuk membangun antusiasme, terutama bagi penggemar light novel aslinya.
Dengan premis unik yang memadukan dunia literasi dan misteri, anime ini berpotensi menjadi salah satu tontonan menarik saat perilisannya nanti. Jika digarap dengan baik, bukan tidak mungkin Biblia Koshodou no Jiken Techou akan menjadi salah satu anime misteri yang mencuri perhatian di tahun 2027.
Berita Anime & Manga
Devil May Cry Season 2 Siap Tayang 12 Mei 2026, Dante Hadapi Musuh dan Masa Lalunya
www.gwigwi.com –
Kisah sang pemburu iblis kembali berlanjut. Melalui pengumuman resmi dari Netflix Anime, serial Devil May Cry Season 2 dijadwalkan tayang mulai 12 Mei 2026. Musim terbaru ini akan membawa cerita yang lebih gelap, intens, dan emosional dibandingkan sebelumnya.
Dalam season kali ini, Dante tidak hanya harus menghadapi ancaman iblis yang semakin kuat, tetapi juga konflik yang jauh lebih personal. Salah satu sorotan utama adalah kemunculan sosok yang memiliki hubungan erat dengan masa lalunya, termasuk bayangan dari Vergil yang kembali menghantui perjalanan hidupnya.
Cerita season kedua ini juga akan menggali lebih dalam sisi psikologis Dante. Trauma masa lalu yang belum terselesaikan menjadi bagian penting dalam perkembangan karakternya. Ia dipaksa menghadapi sisi gelap dalam dirinya sendiri, menjadikan konflik tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga emosional.
Dengan pendekatan cerita yang lebih serius, anime ini berusaha menghadirkan keseimbangan antara aksi penuh adrenalin dan pendalaman karakter. Pertarungan melawan iblis tetap menjadi daya tarik utama, namun kini dibalut dengan narasi yang lebih kompleks dan penuh makna.
Kehadiran kembali karakter-karakter ikonik serta eksplorasi hubungan antara Dante dan Vergil menjadi salah satu hal yang paling dinantikan oleh penggemar. Dinamika keduanya selalu menjadi inti cerita dalam franchise ini, dan season terbaru tampaknya akan membawa konflik tersebut ke level yang lebih dalam.
Secara keseluruhan, Devil May Cry Season 2 berpotensi menjadi lanjutan yang lebih matang dan emosional. Dengan jadwal tayang yang sudah dikonfirmasi, para penggemar kini hanya tinggal menunggu bagaimana kisah Dante akan berkembang dalam menghadapi musuh, masa lalu, dan dirinya sendiri.
-
News4 weeks agoGenshin Impact Versi “Candra VII”: Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana
-
News4 weeks agoPara Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoResmi Meluncur, Xiaomi TV S Mini LED 2026 Standar Baru Hiburan Premium di Rumah
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM FUZE, PERAMPOKAN DI TENGAH TEROR BOM YANG PENUH KEJUTAN
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Mortal Kombat II, Semakin Berani Bermain
-
TV & Movies4 weeks agoGrogu Hadir Di Perayaan Star Wars Day Di Jakarta
-
Box Office3 weeks agoReview Film Gohan: A Heart That Goes Home, Perjalanan Hidup Penuh Haru
-
Gaming3 weeks agoSiap Tempa Takdirmu: Blades of Fire Versi 2.0 Kini Resmi Hadir di Steam!

![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri EP 11.mp4_snapshot_00.51_[2015.09.19_17.30.09]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-EP-11.mp4_snapshot_00.51_2015.09.19_17.30.09-1024x576.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri EP 11.mp4_snapshot_02.00_[2015.09.19_17.47.51]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-EP-11.mp4_snapshot_02.00_2015.09.19_17.47.51-1024x576.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri EP 11.mp4_snapshot_04.31_[2015.09.19_18.01.35]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-EP-11.mp4_snapshot_04.31_2015.09.19_18.01.35-1024x576.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri EP 11.mp4_snapshot_07.22_[2015.09.19_18.12.52]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-EP-11.mp4_snapshot_07.22_2015.09.19_18.12.52-1024x576.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri EP 11.mp4_snapshot_11.30_[2015.09.19_18.21.40]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-EP-11.mp4_snapshot_11.30_2015.09.19_18.21.40-1024x576.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri EP 11.mp4_snapshot_13.27_[2015.09.19_18.29.39]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-EP-11.mp4_snapshot_13.27_2015.09.19_18.29.39-1024x576.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri EP 11.mp4_snapshot_15.37_[2015.09.19_18.41.54]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-EP-11.mp4_snapshot_15.37_2015.09.19_18.41.54-1024x576.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri EP 11.mp4_snapshot_17.47_[2015.09.19_18.50.04]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-EP-11.mp4_snapshot_17.47_2015.09.19_18.50.04-1024x576.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri EP 11.mp4_snapshot_19.17_[2015.09.19_18.53.47]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-EP-11.mp4_snapshot_19.17_2015.09.19_18.53.47-1024x576.jpg)
![Gate- Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri EP 11.mp4_snapshot_21.31_[2015.09.19_18.57.34]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2015/09/Gate-Jieitai-Kanochi-nite-Kaku-Tatakaeri-EP-11.mp4_snapshot_21.31_2015.09.19_18.57.34-1024x576.jpg)



