Connect with us

Gaming

Review Game – Uncharted 4 : A Thief’s End, Akhir Kisah Panjang Nathan Drake.

Published

on

GwiGwi.com – Story yang menarik, grafik menawan, character development yang sangat baik, dan juga sisipan Humor yang tidak kalah menarik dari story-nya sendiri, membuat Uncharted 4 : A Thief's End menjadi salah satu game yang kalian wajib mainkan selama weekend ini nih Gwiple! Kisah Nathan Drake, seorang “traveller” yang berkelana mencari harta karun dan juga keberuntungan akan diselesaikan oleh Naughty Dog, pada seri ke-4 Uncharted. Selain story dan juga gameplay singleplayer yang menarik, kali ini Naughty Dog juga mengikutsertakan mode Multiplayer yang menambah bumbu sedap dari Uncharted 4.

Selama seminggu ini, Tim GwiGwi.com sudah mencicipi “kenikmatan” dan mengagumi keindahan yang memiliki rating perfect Seperti apa keseruan game Uncharted 4 : A Thief's End? Gwiditor siap merangkumnya! Yuk kita simak!

about

About

Uncharted adalah seri fenomenal yang dilahirkan oleh Naughty Dog dan bersifat eksklusif untuk konsol Sony, yaitu Playstation (Playstation 3 dan Playstation 4). Berkisah tentang Nathan Drake, seorang “pengumpul” harta karun yang berkeliling ke berbagai tempat di dunia, untuk mendapatkan harta karun yang diincarnya saat itu. Tanpa memberikan spoiler terlalu banyak, Nathan Drake bersama “guru”-nya Victor Sullivan selalu saja menemui beberapa masalah dalam perjalanan pencarian harta karunnya dimana masalah tersebut adalah rival-rivalnya yang juga mengincar harta karun yang sama. Sepanjang perjalanannya, Nate bertemu dengan beberapa wanita dan salah satunya adalah Elena Fisher yang kemudian menikah dengan Nate dan memulai awal cerita dari Uncharted 4 : A Thief's End.

1530e91a14399430686d088077f6f7a0

Salah satu tempat yang dikunjungi oleh Nate adalah Borneo atau yang kita lebih kenal sebagai Pulau Kalimantan. Lokasi ini menjadi tempat iconic Uncharted pertama, Uncharted : Drake's Fortune. Tentunya ada beberapa scene lucu yang menggelak tawa pemain yang berasal di Indonesia salah satunya adalah saat Drake meminta seseorang untuk membukakan pintu dengan menggunakan kata kasar dari Indonesia.

lol

Bagi Uncharted, Indonesia merupakan salah satu tempat penting dikarenakan asal mula ceritanya yang berlokasi di Borneo masih teringat hingga sekarang. Oleh karena itu jangan terkejut apabila saat membeli Game Uncharted Region 3 di Indonesia, kalian akan menemukan cover art berbahasa Indonesia.

story

Story

Cerita dari Uncharted 4 merupakan pusat perhatian para player kali ini. Sama seperti Uncharted sebelumnya, cerita yang disuguhkan Naughty Dog kepada para fans Uncharted benar-benar menarik. Berbeda dengan Uncharted sebelumnya yang berfokus pada kisah Nathan Drake yang lurus kedepan, di Uncharted 4 terdapat beberapa flashback yang melengkapi beberapa cerita sebelumnya. Selain itu ada sedikit reuni mengharukan yang diberikan oleh Naughty Dog saat Nate bertemu kembali dengan Sam, kakak kandungnya yang (SPOILER ALERT!) diduga sudah meninggal saat mereka melarikan diri dari Penjara di Amerika Selatan.

13173298_10201719354821765_7195628446202031428_o

Selain itu kita juga bisa melihat masa “Tenang” Nate saat akhirnya dia menikah dengan Elena Fisher, dan bekerja untuk seorang pengumpul (recovery) dari suatu kejadian yang berhubungan dengan perairan baik laut maupun sungai. Namun kita juga diberikan sedikit info bahwa sesungguhnya Nate “kangen” dengan pekerjaannya dulu sebagai Treasure Hunter and Collector atau kalau di-translate ke Bahasa Indonesia disebut “Maling”.

13217125_10201719350301652_4427736438021360319_o

Overall, story dari Uncharted 4 tetap semenarik yang dapat kita duga dari hasil karya Naughty Dog. Namun demikian, beberapa fans menyatakan bahwa Story dari Uncharted 2 tetap paling menarik. Walau demikian, Uncharted 4 tetap mendapatkan rating 10/10 dari berbagai review.

Gameplay

Gameplay

Sesuai header, gameplay dari Uncharted sebenernya cukup simpel. Menggabungkan beberpaa konten yang bisa dibilang cukup mainstream seperti Third-Person Shooter, dan Puzzle Solving. Sesuatu yang cukup sesuai untuk game seperti Uncharted 4 ini.

13220598_10201727027053566_235739676433367539_o

Dari segi TPS, Uncharted bisa dibilang mirip dengan game yang juga sedang booming yaitu The Division besutan Ubisoft yang sedikit tergeser di komunitas Playstation 4 dikarenakan perilisan Uncharted 4 : A Thief's End. Bersembunyi dibalik sebuah box atau dinding untuk berlindung, dan Aim-and-Shoot menjadi standar dalam Gameplay Uncharted 4. Yang membuatnya berbeda dengan The Division adalah suatu style yang kita bisa temukan di Uncharted saja. Swing, Drop, and Kill. Begitulah kami menyebutnya. Ini membuat interaksi Drake dengan “Dunia” Uncharted yang luas setiap chapter-nya semakin fluid.

13247921_10201729515355772_7110313349264118744_o

Salah satu point dari Uncharted dalam gameplay-nya adalah adanya Casual Gameplay atau mungkin kita bisa melhatnya lebih sebagai “Puzzle Solving“. Melompat kesana kemari mengikuti langkahan batu yang dapat dilewati, ditambah dengan bergelantungan dengan hook milik Nate, dan juga penyelesaian sejumlah puzzle untuk menemukan clue berikutnya berperan sangat besar disini. Sedikit berbeda dengan Uncharted sebelumnya, Puzzle di Uncharted 4 sedikit lebih memutar otak, namun dalam beberapa kesempatan berkesan diulang-ulang saja seperti salah satunya adalah menarik ataupun mendorong sebuah box yang dipakai menjadi pijakan untuk meraih tempat yang lebih tinggi.

13220545_10201733188967610_3177967460474777769_o

Sebagai tambahan, sekarang kita juga bisa mengendarai beberapa kendaraan yang memang secara story bisa digunakan mengeksplorasi lingkungan sekitar pada beberapa chapter. Walau terbatas dari segi realitas handling, overall pengalaman mengendarai kendaraan seperti kapal, ataupun mobil Jeep di Uncharted cukup memuaskan walau jangan berharap menjadi drift king disini.

13235645_10201730211973187_8766876858838263774_o

Secara keseluruhan, Gameplay dari Uncharted 4 tetap serupa dengan seri sebelumnya. Perubahan yang terasa adalah di aiming yang lebih baik, dan puzzle yang sedikit memutar otak. Mungkin jika tidak ada tambahan cutscene yang menarik diantara pertarungan atau casual gameplay, Uncharted 4 bisa mendapatkan sedikit penurunan dari point sempurna yang sekarang mereka miliki.

Graphic

Graphics

Siapa yang tidak jatuh cinta dengan grafis yang menawan dari console next-generation  yang sudah menjadi current-gen sekarang? Tentunya hampir semua orang setuju bahwa nilai grafis adalah segalanya dari sebuah game sekarang.

13244241_10201733187847582_932910274228092509_o

Uncharted 4 tidak akan kalah dalam hal itu. Sebagai salah satu judul eksklusif untuk Playstation, tentu ini kesempatan untuk Naughty Dog dan Sony bersinar melampaui developer third-party. Uncharted 4 mengusung grafik yang sungguh menawan. Dengan detail yang mantap di environment dan juga karakternya, membuat grafik PS4 bisa dibilang top markotop.

Environmentnya disini termasuk rerumputan, bebatuan, salju, hujan, dan sebagainya. Semuanya mendukung detail yang sangat tinggi yang terkadang membuat kita lupa bahwa kita sedang memainkan game, dan bukan menonton film CG yang terkadang menyerupai dunia nyata.

13248509_10201733187687578_3872055831713876141_o

Untuk detail karakternya, bisa dibilang cukup waw. Memang bukan seperti “Kulit Manusia” asli, namun disini membuat karakter yang terbuat dari pixel-pixel digital menjadi hidup dan seolah-olah kita dapat menyentuhnya. Bahkan wajah kasar dari Nate bisa terlihat hingga kita bisa berfikir “Kurang perawatan mz?” walau setelah dipikir-pikir, Nate kerjaannya debu-debuan mulu pantes kaya diiklan salah satu sabun muka di stasiun lokal.

13246350_10201733191527674_899172180871150567_o

Grafik menawan dari Uncharted mungkin menjadi salah satu tombak kekuatan dari Uncharted 4. Namun demikian, kekurangan yang terlihat dari Uncharted 4 hanyalah pada tekstur daun dan rerumputan yang semakin dekat dengan kamera, maka semakin terlihat pixelnya. Ini bukan hal baru dan sudah cukup sering kita lihat di beberapa game lainnya.

multiplayer

Multiplayer

Games nowadays are all about social and multiplayer gameplay! Mungkin kalimat itu bisa menggambarkan perkembangan dunia game saat ini. Sudah mulai jarang game yang menonjolkan story yang WAW tetapi mereka lebih memajukan kemampuan mereka di multiplayer modenya. Salah satu franchise besar yang sudah menekankan multiplayer sejak awal bisa saja disebut seperti Battlefield. Story dari Battlefield tidak terlalu mengesankan (terkecuali Bad Company and so God help me please make EA grant my wish for BC3!) yang menekankan totalitas singleplayer dan multiplayernya.

Naughty Dog tentunya tidak ingin tertinggal dalam segment yang menarik banyak perhatian player. Multiplayer untuk Uncharted 4 bisa dibilang “The Division yang lebih fluid dan menarik dengan bumbu Call Of Duty” – Fery, 2016. Kenapa demikian? Karena sebuah lobby, terdiri dari 12 player, yang akan terbagi menjadi 2 tim dan memperebutkan point sudah cukup menarik! Tetapi sesuai dengan Gameplay Uncharted 4, match “tembak-tembakan” terjadi dalam sudut pandang ketiga atau third-person shooter. Walau demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa Multiplayer Uncharted 4 tetap saja menarik perhatian bahkan seorang maniak FPS yang kurang sreg dengan TPS.

Kekurangan dari mode ini, kemungkinan besar malah dari player-nya saja. Mungkin ini lebih personal dan tidak bersifat Global, terkadang yang paling “menggemaskan” dari multiplayer Uncharted 4 adalah saat dimana kita “down” dan teman dekat kita “lupa” atau tidak membantu merevive kita sehingga kita perlu menunggu untuk respawn. Namun demikian, ini membuat permainan lebih menarik karena Final Stand yang biasa di dapat dari Call Of Duty sedikit terasa disini (walau kita tidak menembak musuh). Namun demikian, ini tidak mengurangi sejumlah keseruan dari mode multiplayer.

verdict

Kesimpulan

Uncharted 4 menjadi salah satu game yang paling diantisipasi terutama bagi para player PS4. Dengan gameplay yang dipoles lebih baik dari seri sebelumnya, Grafik yang luar biasa indah, Story yang tentunya tidak kalah seru dengan seri sebelumnya, Perkembangan Karakter yang menarik, dan juga mode Multiplayer yang tidak kalah seru, Uncharted 4 yang sudah mengalami delay berkali-kali bisa diberikan acungan jempol yang cukup banyak.

13217597_10201729514595753_8039476428789073837_o

Namun demikian, tentunya sebuah game tidak bisa terlepas dari beberapa “kejelekan” yang sudah jadi bawaan lahir, ataupun terlahir dari reviewer-reviewer yang skeptis. Uncharted 4 memiliki beberapa kekurangan disana-sini seperti salah satunya adalah munculnya karakter baru, yang cukup penting bagi hidup Nathan Drake, namun tidak pernah disinggung sama sekali di seri-seri sebelumnya. Namun demikian, penambahan ini tidak terlihat “dipaksakan yang penting harus ada” dan ternyata karakter tersebut bisa blend in dengan baik di Uncharted 4.

13244111_10201729516075790_821982190741203311_o

Dengan demikian bisa ditarik kesimpulan bahwa Uncharted 4 wajib kalian miliki apabila kalian merupakan fans dari karya Naughty Dog, ataupun mengikuti seri Uncharted sebelumnya, atau ternyata keduanya. Bagi kalian yang baru saja bergabung dengan seri ini, cukup disayangkan, menurut Naughty Dog ini adalah seri penutup dari Uncharted 4 dan jangan terlalu mengharapkan Uncharted 5 yah~

13220746_10201733189687628_631062675352400579_o

Akan tetapi, walau baru bergabung, jangan lupa juga untuk minimal mempelajari seri sebelumnya supaya kalian tidak blank saat bermain Uncharted 4 sehingga penilaian kalian terhadap masterpiece ini menurun.

Sekian untuk review Uncharted 4 : A Thief's End, dan berikut adalah hasil penilaian dari Gwiditor!

[rwp-review id=”0″]

BONUS – Uncharted 4 : A Thief's End (Special Edition Box) !

Advertisement

PC gaming

Review Game Stupid Never Dies: Aksi Zombi Terlemah Memburu Cinta di Dungeon Mematikan!

Published

on

By

Auto Draft

Di antara deretan Action RPG yang beredar di pasaran, Stupid Never Dies hadir membawa angin segar lewat konsep permainan yang absurd, konyol, sekaligus sangat adiktif. Digarap oleh GPTRACK50 Inc.—studio asal Osaka yang didirikan oleh veteran industri Hiroyuki Kobayashi (sosok di balik waralaba legendaris seperti Devil May Cry dan Resident Evil)—game ini meluncur secara global di bawah naungan publisher SEGA untuk platform PC Steam dan PlayStation®5. Mengusung genre yang dijuluki “Blazing Fast Growth Action RPG”, mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Auto Draft

Auto Draft

Impresi Visual & Performa Teknis

Dari segi estetika, Stupid Never Dies memadukan gaya visual gothic-arcade yang kental dengan nuansa komedi gelap. Desain karakter dan monsternya tampil eksentrik, mulai dari sang protagonis zombi yang konyol hingga bos monster berpenampilan mencolok. Animasi pertempuran disajikan dengan tempo yang sangat cepat dan visual efek pertarungan yang meriah.

Auto Draft

Auto Draft

Di ranah performa teknis, optimasi permainan terasa sangat solid. Mengingat tempo permainannya yang sangat tinggi, stabilitas frame rate dijaga dengan baik tanpa gejolak lag atau stuttering saat layar dipenuhi oleh puluhan musuh. Dukungan efek suara dan trek soundtrack bergenre pop-punk yang energik makin memperkuat atmosfer aksi hack-and-slash yang membakar semangat.

Mekanik Gameplay & Alur Cerita

Pemain akan mengendalikan Davy, sosok zombi penakut yang menempati kasta paling bawah di hierarki masyarakat monster. Takdir Davy berubah saat ia jatuh cinta pada Julia, seorang pahlawan manusia yang terbeku. Demi mencairkan es dan menghidupkan kembali gadis impiannya, Davy harus memberanikan diri menjelajahi dungeon berbahaya.

Auto Draft

Auto Draft

Keunikan utama game ini terletak pada sistem Blazing Fast Growth:

  • Body Hack: Fitur modifikasi fisik di mana Davy bisa merombak bagian tubuhnya untuk meningkatkan atribut dan daya tahan.

  • Style Eat: Kemampuan unik untuk menggigit dan memangsa musuh guna mencuri keterampilan tempur mereka secara instan.

Sistem ini membuat progres kekuatan karakter terasa amat cepat. Davy yang awalnya sangat lemah dapat berubah menjadi pembantai monster yang sangat overpowered dalam waktu singkat.

Kelebihan & Kekurangan

  • Kelebihan:

    • Konsep & Progresi Unik: Mekanik Body Hack dan Style Eat memberikan kepuasan instan dalam menaikkan kekuatan karakter.

    • Pacing & Pertarungan Cepat: Tempo pertarungan fast-paced ala game aksi klasik buatan veteran Devil May Cry.

    • Musik & Humor Segar: Cerita cinta zombi yang dibalut komedi konyol serta trek lagu pop-punk yang sangat adiktif.

  • Kekurangan:

    • Formula Dungeon Cukup Berulang: Variasi ruang dungeon bisa terasa sedikit repetitif jika dimainkan dalam durasi panjang secara maraton.

    • Tingkat Kesulitan Melonjak di Boss Fight: Momen pertarungan bos membutuhkan refleks serta pemahaman kombinasi skill yang cukup presisi.

Auto Draft

Auto Draft

Kesimpulan & Vonis Akhir

Stupid Never Dies adalah sebuah game action RPG yang segar, liar, dan penuh kejutan. Game ini sangat cocok bagi kamu yang menyukai gameplay aksi bertempo cepat dengan bumbu humor absurd dan progresi karakter yang memuaskan. Bagi pencinta game hack-and-slash unik, petualangan Davy menembus dungeon demi cinta adalah tontonan dan permainan yang sangat worth it untuk dicoba.

  • Skor Akhir: 8.5 / 10

Informasi Utama Detail Produk
Judul Game

Stupid Never Dies

Developer / Publisher

GPTRACK50 Inc. / SEGA

Platform

PC (Steam), PlayStation®5

Genre

Blazing Fast Growth Action RPG

Tanggal Rilis

21 – 22 Oktober 2026

Rating & Mode

Single-player

Continue Reading

Mobile Gaming

Gundam Blitz Order Diumumkan, Network Test Digelar November 2026

Published

on

By

Gundam Blitz Order Diumumkan, Network Test Digelar November 2026

Bandai Namco resmi memperkenalkan Gundam Blitz Order, game simulasi idle gratis yang akan dirilis untuk perangkat Android dan iOS. Meski belum mengumumkan jadwal peluncuran resminya, pengembang telah menyiapkan Network Test pada 18–24 November 2026 bagi pemain yang ingin mencoba permainan ini lebih awal.

Pendaftaran untuk mengikuti pengujian tersebut sudah dibuka melalui situs resmi Gundam Blitz Order. Game ini akan menghadirkan beragam Mobile Suit dari semesta Mobile Suit Gundam, lengkap dengan model berdetail tinggi dan sistem pengembangan unit yang dirancang agar lebih praktis.

Sistem Idle untuk Memperkuat Mobile Suit

Salah satu mekanik utama Gundam Blitz Order adalah sistem pengumpulan material peningkatan secara otomatis. Material yang terkumpul dapat digunakan untuk meningkatkan level seluruh unit sekaligus, sehingga pemain tidak perlu mengembangkan setiap Mobile Suit secara terpisah.

Sistem tersebut memungkinkan pemain tetap memperkuat armada mereka tanpa harus terus-menerus melakukan aktivitas secara manual. Unit yang baru diperoleh juga bisa langsung digunakan dalam pertempuran, sebelum dikembangkan lebih lanjut untuk menghadapi tantangan yang semakin sulit.

Pendekatan ini menjadi bagian penting dari gameplay simulasi idle yang ditawarkan, dengan fokus pada pengelolaan unit dan peningkatan kekuatan tim secara bertahap.

Bangun Tim dari Berbagai Seri Gundam

 

Pemain dapat menyusun armada sendiri dengan mengombinasikan Mobile Suit, kapal perang, dan Mobile Armor dari berbagai seri Mobile Suit Gundam. Setiap unit memiliki karakteristik, kemampuan khusus, serta EX Skill yang dapat dimanfaatkan untuk menghadapi lawan.

Karena setiap unit mempunyai keunggulan berbeda, pemilihan komposisi tim akan menjadi salah satu faktor penting dalam permainan. Pemain perlu mempertimbangkan kombinasi unit dan kemampuan yang tersedia untuk membangun strategi sesuai kebutuhan pertempuran.

Sistem ini juga memberikan kesempatan bagi penggemar untuk mengumpulkan berbagai unit ikonis dari franchise Gundam dan menggabungkannya dalam satu armada.

Hadirkan Pertarungan Bos hingga Misi Pengawalan

Selain pertempuran reguler, Gundam Blitz Order menawarkan beragam aktivitas tambahan. Pemain dapat menghadapi bos dengan tingkat kesulitan tertentu maupun menjalankan misi pengawalan kapal perang yang membutuhkan pengelolaan unit secara tepat.

Di luar pertarungan, tersedia pula aktivitas untuk mengembangkan Mobile Suit dan mengumpulkan berbagai item yang terinspirasi dari seri Gundam. Konten tersebut melengkapi sistem idle sekaligus memberikan lebih banyak tujuan bagi pemain dalam membangun armada mereka.

Network Test Dibuka pada November

Pengujian jaringan Gundam Blitz Order dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 18 hingga 24 November 2026. Pemain yang berminat dapat mencari informasi pendaftaran melalui situs resmi game tersebut.

Hingga saat ini, Bandai Namco belum mengungkap tanggal rilis final maupun detail lengkap mengenai ketersediaan game di setiap wilayah. Informasi tambahan diperkirakan akan diumumkan secara bertahap menjelang peluncurannya untuk Android dan iOS.

 

Continue Reading

Gaming

Fire Emblem: Fortune’s Weave Umumkan Expansion Pass, Cerita Baru Hadir 2027

Published

on

By

Fire Emblem: Fortune’s Weave Umumkan Expansion Pass, Cerita Baru Hadir 2027

Nintendo resmi mengumumkan Expansion Pass untuk Fire Emblem: Fortune’s Weave, game tactical RPG eksklusif Nintendo Switch 2. Konten tambahan berbayar ini sudah tersedia melalui Nintendo eShop dengan harga US$34,99, sementara paket bundel yang mencakup game utama dan Expansion Pass ditawarkan seharga US$104,99.

Expansion Pass tersebut akan dirilis secara bertahap dalam tiga gelombang. Kontennya mencakup senjata tambahan, kostum, karakter sekutu baru, hingga cerita eksklusif yang dijadwalkan meluncur pada 2027.

Gelombang Pertama Hadir dengan Senjata dari Fire Emblem: Three Houses

Konten pertama sudah dapat dimainkan mulai hari ini. Pada gelombang pembuka ini, pemain akan mendapatkan empat senjata tambahan yang terinspirasi dari Heroes’ Relics dalam Fire Emblem: Three Houses.

Kehadiran senjata tersebut memberikan tambahan pilihan bagi pemain dalam menyusun strategi pertempuran. Penggemar seri sebelumnya juga dapat menemukan referensi yang menghubungkan Fortune’s Weave dengan salah satu judul populer dalam franchise tersebut.

Sementara itu, gelombang kedua direncanakan hadir pada musim liburan akhir 2026. Nintendo menyiapkan sejumlah kostum tambahan serta tiga karakter sekutu baru, yaitu Aurora, Smyrnos, dan Jurah. Namun, tanggal peluncuran pastinya masih belum diumumkan.

Cerita Baru dan Karakter Tambahan Hadir pada 2027

Gelombang ketiga menjadi bagian utama yang paling dinantikan dari Expansion Pass ini. Dijadwalkan meluncur pada 2027, konten tersebut akan menghadirkan cerita baru dengan fokus pada empat karakter, yakni Bertrand, Talimun, Orchel, dan Anatolia.

Selain skenario tambahan, pemain juga akan memperoleh sekutu baru, kelas karakter, serta berbagai konten lainnya. Meski begitu, Nintendo belum mengungkap detail mengenai konflik yang akan diangkat maupun mekanisme baru yang mungkin diperkenalkan dalam ekspansi terakhir tersebut.

Pembagian konten menjadi tiga gelombang memungkinkan pemain memperoleh tambahan pengalaman bermain secara bertahap, mulai dari perlengkapan baru hingga perluasan cerita utama.

Update Versi 1.1.0 Sudah Tersedia

Bersamaan dengan pengumuman Expansion Pass, Nintendo turut merilis pembaruan versi 1.1.0 untuk Fire Emblem: Fortune’s Weave. Update ini menghadirkan dukungan terhadap Expansion Pass dan menambahkan tautan menuju halaman DLC di Nintendo eShop pada layar judul permainan.

Dengan fitur tersebut, pemain dapat mengakses informasi mengenai konten tambahan langsung dari menu utama game.

Untuk saat ini, gelombang pertama sudah tersedia, sedangkan gelombang kedua dan ketiga masih menunggu jadwal peluncuran lebih lanjut. Nintendo diperkirakan akan membagikan informasi tambahan mengenai isi setiap ekspansi menjelang tanggal rilisnya.

 

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending