Gaming
Review Game ‘Just Die Already’ Menggila dengan para Boomer
GwiGwi.com – Apa jadinya kalau kamu hidup sebagai orang tua dan orang orang disekitarmu berharap untuk kamu secepatnya mati saja. Well… cukup kacaukan hidup mereka!
Just Die Already merupakan game Mayhem Sandbox yang dimana kamu akan bermain sebagai orang tua gila yang baru saja dibuang dari panti jompo, Setelah itu kamu diberi kebebasan untuk memporan porandakan di dunia terbuka dan hidup di game Just Die Already ini, Akan banyak fasilitas unit serta senjata senjata yang aneh yang siap digunakan untuk mengacaukan kota ataupun menyiksa karaktermu sendiri
.
Kebebasan yang Terasa Hambar
Setelah keluar dari panti jompo kamu diberi kebebasan sepenuhnya untuk melakukan apa saja tanpa diikat tujuan dan halangan. dan juga terdapat semacam quest list yang berisi tantangan tantangan yang sangat bervariasi dan cukup asik untuk diselesaikan, dan juga terdapat semacam reward berupa point yang bisa ditukarkan dengan senjata dan alat alat unik di sebuah vending machine. Senjata dan alat alat unik memiliki varian yang beragam dan sangat seru dan kocak untuk digunakan, terdapat mulai dari pistol pisang, jetpack kentut,hingga lightsaber letoy. Ditambah physic karakter yang letoy dan super rentan terhadap patah tulang menambah kekonyolan dari game ini, dan juga hampir setiap bagin tubuh karakter kamu bisa terlepas dari tubuh, karaktermu benar benar mati juga indikator darah disebelah bawah kiri layar habis, bahkan karaktermu masih tetap bisa hidup walau bagian tubuh yang tersisa hanya bagian pinggul.
Walau begitu physic dan gore yang konyol ini hanya bekerja pada karaktermu saja, karakter lain seperti npc penduduk hanya akan meledak manjadi bagian daging kecil jika mati, tanpa patah tulang bagian tubuh putus atau berdarah. Hal ini membuat menggunakan senjata senjata unik yang kita dapatkan jadi kurang menarik dan juga quest yang ada di Bucket list lama kelamaan terasa repetitif membuat game ini terasa bosan dan kehilangan keseruanya setelah satu jam permainan.
Coop Yang Super Kocak
Untk menutupi kebosanan mode singleplayer untungnya terdapat mode coop yang dimana kita bisa masuk kedalam game orang secara random atau menjadi untuk bermain bersama teman teman kita, dan juga di game ini terdapat mode crossplay, kita jadi bisa bertemu player lain launcher maupun device lain. dengan mode coop senjata unik yang kita dapatkan susah payah jauh lebih menyenangkan jika diarahkan ke player lain, kita bisa menggunkanya untuk menjahili teman kita ataupun saling serang di mode pvp. dan juga senjata dan alat alat unik jauh terasa lebih rewarding saat kita bisa memamerkanya atau menggunakanya ke player lain.
Kesimpulan
Just Die Already merupakan game mayhem dengan physic yang absurd dan kocak, walau begitu game ini hanya terasa menyenangkan jika dimainkan secara online atau bersama teman. hal ini dikarenakan kurangnya fitur fitur menarik di mode singleplayer dan tidak adanya tujuan yang jelas, Mungkin jika kamu tertarik dengan game ini tappi tidak punya teman main aku agak tidak merekomendasikan game ini karena mode singleplayer yang cepat terasa bosan, tapi beda ceritanya jika kamu punya teman untuk mabar game ini, kamu bakal memiliki waktu ngakak bersama yang tak tergantikan
Gaming
Tembus 1 Juta Wishlist, “STRANGER THAN HEAVEN” Cetak Rekor Baru untuk RGG Studio
Antusiasme para gamer di seluruh dunia terhadap proyek game terbaru garapan Ryu Ga Gotoku (RGG) Studio tampaknya sudah tidak terbendung lagi. SEGA secara resmi mengumumkan bahwa STRANGER THAN HEAVEN, yang dijadwalkan meluncur pada 15 Januari 2027, telah dimasukkan ke dalam daftar wishlist lebih dari 1 juta kali di berbagai platform. Angka fantastis ini sekaligus mencatatkan rekor baru sebagai pencapaian wishlist tertinggi sepanjang sejarah RGG Studio.

Tembus 1 Juta Wishlist, “stranger Than Heaven” Cetak Rekor Baru Untuk Rgg Studio
Menyambut antusiasme tinggi tersebut, sesi pemesanan awal (pre-order) untuk edisi fisik maupun digital telah resmi dibuka. Pemain yang melakukan pre-order berhak mendapatkan bonus in-game item eksklusif berupa senjata bernama Dosu: Kagekiri.
Selain Edict Standard, SEGA menghadirkan Deluxe Edition yang menyajikan beragam konten digital tambahan. Paket ini mencakup kostum orisinal (Makoto Daito), 4 Performer, 4 senjata, 3 item produksi panggung, poster promosi, Record Player untuk trek musik internal, hingga Electronic Camera. Pengguna Edict Standard juga diberikan fleksibilitas untuk melakukan Deluxe Upgrade kapan saja secara terpisah.

Tembus 1 Juta Wishlist, “stranger Than Heaven” Cetak Rekor Baru Untuk Rgg Studio

Tembus 1 Juta Wishlist, “stranger Than Heaven” Cetak Rekor Baru Untuk Rgg Studio
Bagi para kolektor, SEGA merilis Collector's Edition khusus platform PlayStation®5 dalam jumlah terbatas. Edisi spesial ini dikemas dalam designer box eksklusif yang berisi kaset fisik PS5, SteelBook®, voucher DLC Deluxe Upgrade, hingga piringan hitam (vinyl record) yang memuat lagu-lagu pilihan termasuk lagu tema utama “STRANGER THAN HEAVEN”.
STRANGER THAN HEAVEN dipastikan hadir di platform Xbox Series X|S, Xbox Game Pass, PC (Steam & Microsoft Store), dan PlayStation®5. Pemain sudah bisa menambahkan game ini ke dalam wishlist di toko digital pilihan masing-masing.
Gaming
Intip Bocoran Perdana Pertempuran Wuthering Waves Versi 3.7 dari Shuhei Yoshida
Para penggemar game action RPG populer Wuthering Waves baru saja mendapatkan kejutan manis. Tokoh ternama industri game, Shuhei Yoshida, secara eksklusif membagikan cuplikan gameplay perdana dari Wuthering Waves Versi 3.7 melalui akun media sosial pribadinya. Unggahan ini memberikan gambaran awal mengenai aksi pertempuran yang bakal hadir dalam pembaruan besar mendatang.
Cuplikan
一足先に見せてもらいました!
『鳴潮』の新しい共鳴者【心】と【サメイ】、美麗な戦闘シーンの実機映像です。Sneak peek!
A preview of combat gameplay for the upcoming new Resonators “Hsin” and “Suo Ming” in Wuthering Waves.※『鳴潮』公式の許諾を受けてのシェアです#鳴潮… pic.twitter.com/yZPBH7QHKt
— Shuhei Yoshida (@yosp) September 3, 2026
video singkat tersebut memperlihatkan fokus utama pada mekanisme pertarungan yang intens dan seru. Penampilan ini sukses memberikan penyegaran serta gambaran bagi para pemain mengenai kualitas laga yang dapat mereka antisipasi saat Versi 3.7 resmi diluncurkan nanti.
Pihak pengembang, Kuro Games, menegaskan bahwa cuplikan yang dibagikan oleh Shuhei hanyalah sebuah first look atau pratinjau singkat. Kuro Games berjanji akan memberikan lebih banyak detail serta informasi lanjutan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Pengumuman mendatang dipastikan bakal mengupas tuntas berbagai konten anyar, jajaran karakter baru, hingga beragam fitur segar yang siap memperkaya pengalaman menjelajah dunia Wuthering Waves.
Bagi para Rover yang penasaran dan ingin menyaksikan langsung aksi pertempuran tersebut, tautan unggahan Shuhei Yoshida beserta rekaman video mentah (raw footage) untuk demo Versi 3.7 sudah dapat diakses secara publik. Peluncuran cuplikan ini menandai dimulainya rangkaian pengumuman besar Kuro Games untuk pembaruan Wuthering Waves di masa mendatang.
Gaming
Memukau dan Penuh Penghargaan, Game RPG “Artis Impact” Siap Meluncur di Nintendo Switch
Happinet Corporation melalui label “Happinet Indie Collection” secara resmi mengumumkan bahwa game adventure RPG yang sangat dinantikan, Artis Impact, akan meluncur secara global untuk platform Nintendo Switch pada 17 September 2026. Game ini akan hadir dalam edisi fisik maupun digital, dengan sesi pre-order versi unduhan yang sudah dibuka di Nintendo Store.
Artis Impact merupakan proyek independen luar biasa yang dikembangkan secara mandiri selama empat tahun oleh Mas, seorang pengembang game asal Malaysia. Kepopuleran game ini dibuktikan lewat serangkaian penghargaan bergengsi yang telah diraihnya, termasuk menyabet penghargaan tertinggi Vermilion Gate Award (Grand Prize) di ajang BitSummit PUNCH 2026, Grand Prize di RPG Maker Award 2026, serta menjadi nominasi SELECTED INDIE 80 di Tokyo Game Show 2025.
Mengambil latar waktu 3,000 tahun di masa depan, Artis Impact menyajikan dunia post-apocalyptic yang porak-poranda akibat keserakahan manusia. Di tengah kehancuran bumi, umat manusia bertahan hidup di bawah kendali AI liar. Cerita berfokus pada Akane, seorang agen pemula dari kelompok perlawanan “Lith”, yang berpetualang bersama mitra robot AI kecilnya bernama “Bot” untuk menyingkap rahasia kelam di balik dunia yang sunyi tersebut.
Secara visual, game ini tampil sangat memikat berkat sentuhan seni pixel art yang cantik sekaligus melankolis. Pengembang menggarap lebih dari 4.000 bingkai animasi gambar tangan (hand-drawn pixel frames) untuk menghasilkan pergerakan karakter yang sangat halus. Alur cerita utama dan misi sampingannya dikemas penuh kejutan dramatis, memadukan nuansa serius dan komedi dari ekspresi para karakternya.
Mendukung delapan bahasa termasuk bahasa Indonesia, Artis Impact siap menghadirkan pengalaman RPG yang emosional dan mendalam bagi para pengguna Nintendo Switch.
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Mutiny: Klasik Statham Yang Kurang Menggebuk
-
Gaming3 weeks agoArknights Resmi Rilis Versi PC, Berikut Spesifikasi yang Dibutuhkan
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Dear You, Surat yang Terlupakan
-
Gaming3 weeks agoArknights: Endfield Segera Hadir di Steam, Akses Pemain PC Bakal Lebih Mudah
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Kung Fu Soccer, Evolusi Komedi Absurd Stephen Chow di Era Modern
-
Berita Anime & Manga2 weeks agoOvergeared Ungkap Trailer Kedua, Visual Baru, dan 6 Karakter Tambahan
-
News2 weeks agoFate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks







