Connect with us

TV & Movies

Review Film Wonka, Coklat ajaib yang setengah matang

Published

on

Review Film Wonka, Coklat Ajaib Yang Setengah Matang

www.gwigwi.com – Willy Wonka mungkin paling dikenal akibat CHARLY AND THE CHOCOLATE FACTORY (2005) buatan Tim Burton. Meski sukses, banyak yang menyayangkan versi itu yang tak selegendaris versi Gene Wilder, WILLY WONKA & THE CHOCOLATE FACTORY (1971).

Ironisnya, bisa jadi kesuksesan versi Tim Burton itulah yang menjadi landasan WB kalau masih banyak yang ingin mencicipi coklat ajaib buatan karakter tersebut. Maka muncullah WONKA (2023).

Bercerita tentang Willy Wonka muda (Timothée Chalamet) yang ingin membuat toko cokelat di distrik belanja, Galerie Gourmet. Dengan cokelat buatannya yang berbahan ajaib dari seluruh penjuru dunia, Willy yakin dia akan sukses. Impiannya tertahan oleh para saingan bisnisnya; Slugworth (Paterson Joseph), Prodnose (Matt Lucas), Mathew Baynton (Ficklegruber), yang ingin memonopoli bisnis cokelat. Mampukah Willy mewujudkan tokonya?

Review Film Wonka, Coklat Ajaib Yang Setengah Matang

Review Film Wonka, Coklat Ajaib Yang Setengah Matang

Yap, ini adalah prekuel versi Gene Wilder melihat dari estetika artnya baik dari set desain maupun desain kurcaci Oompa Loompa. Tentu prasangka film hanyalah usaha studio memerah franchise tanpa peduli akurasi dan kualiti sangat besar. Untungnya sutradara Paul King, yang dulu sukses dengan PADDINGTON (2014) dan PADDINGTON 2 (2017), berhasil sebisa mungkin memaksimalkan nilai jual karakter buatan penulis legendaris Roald Dahl ini. Yah, sebisa mungkin.

Keajaiban dan jenaka adalah pesona dari WONKA (2023) yang Paul King sangat ahli menghidupkannya.

Deretan karakter yang unik dengan ekspresi emosi yang dilebihkan tapi tak berakhir lebay; antagonis jahat namun saat menari bisa lucu; polisi dan gereja yang bisa disuap dengan cokelat, etc. Seakan pada intinya, WONKA (2023) adalah film se harmless kartun anak-anak dengan secukupnya drama yang menyentuh.

Review Film Wonka, Coklat Ajaib Yang Setengah Matang

Review Film Wonka, Coklat Ajaib Yang Setengah Matang

Adegan yang menunjukkan wonderment atau “keajaiban” filmnya seperti; Willy dan Noodle (Calah Lane) melompat-lompat di atas Galerie Gourmet dengan balon; Memerah susu jerapah dan tentunya saat pembukaan toko. Adegan-adegan itu terasa innocent manis nan menghanyutkan dan merupakan momen terbaik film.

Makanya saat klimaks film adalah tentang Willy merencanakan Heist atau pencurian, hal itu terasa tak sesuai spirit awal film. Malah seperti plot lain tetiba distreples saja. Ya, adegan pemuncak tersebut tetap lucu nan manis tapi rasanya bukan itulah alasan orang menyenangi Willy Wonka. Tambah lagi hubungannya dengan karakter Noodle seperti hanya berfungsi menebalkan plot heist itu. Bayangkan kalau klimaks AVENGERS ENDGAME (2019) adalah adegan balapan. Sebagus apa pun tetap saja tak terasa pas.

Willy Wonka versi Chalamet paling berhasil saat mengundang simpati dikala situasinya sulit dan bagaimana ia tersenyum hangat saat berinteraksi dengan orang. Dalam menunjukkan gilanya Willy, dia belum seberhasil Johnny Depp mau pun Gene Wilder. Rasanya performanya pas saja meski tak gagal atau memukau.

Review Film Wonka, Coklat Ajaib Yang Setengah Matang

Review Film Wonka, Coklat Ajaib Yang Setengah Matang

Akting paling menarik perhatian justru Hugh Grant sebagai Oompa Loompa yang sebelumnya diidentikkan orang pedalaman yang liar, kini menjadi karikatur gentleman Inggris yang perlente, banyak akal dan menyebalkan.

WONKA (2023) ibarat merk coklat ajaib yang…membingungkan. Kadang terasa spesial manis nan menghanyutkan, tapi juga ada rasa yang umum untuk sekedar melengkapi. Pingin rasanya melihat Paul King meramu yang spesial itu saja sepenuhnya meski harus cobain merk coklat lain.

Advertisement

TV & Movies

REVIEW FILM VERITY, MENGUNGKAP SISI GELAP PENULIS TERSOHOR

Published

on

Review Film Verity, Mengungkap Sisi Gelap Penulis Tersohor

Verity merupakan film thriller psikologis erotis (mohon Gwiple jangan membawa anak-anak untuk menontonnya) yang disutradarai Michael Showalter. Film yang digarap oleh Amazon MGM Studios ini mengadaptasi novel bestseller fenomena global karya Colleen Hoover. Film ini menyajikan isu mengenai batas kabur antara kenyataan dan fiksi, obsesi, serta rahasia kelam dalam dinamika rumah tangga yang dibalut dengan nuansa tegang penuh manipulasi psikologis.

Film ini menceritakan Lowen Ashleigh (disuarakan/diperankan oleh Dakota Johnson), seorang penulis muda yang sedang mengalami kesulitan finansial dan karier. Suatu hari, ia mendapat tawaran kerja impian namun misterius untuk menjadi ghostwriter demi menyelesaikan sisa novel dari Verity Crawford (Anne Hathaway), seorang penulis ternama yang mengalami kelumpuhan total akibat kecelakaan tragis. Lowen diundang oleh suami Verity yang berkarisma namun misterius, Jeremy Crawford (Josh Hartnett), untuk tinggal sementara dan mengerjakan manuskrip di kediaman mewah keluarga Crawford untuk mengumpulkan catatan tulisan Verity. Namun, di sana Lowen justru menemukan naskah autobiografi rahasia karya Verity yang belum pernah diterbitkan—sebuah dokumen berisi pengakuan mengerikan tentang obsesi, intrik keluarga, dan kematian anak mereka.

Apakah naskah kelam tersebut merupakan kenyataan pahit atau sekadar kejujuran fiksi dari pikiran seorang penulis yang terganggu? Kemana benih-benih penderitaan dan ketertarikan terlarang antara Lowen dan Jeremy akan membawa mereka? Gwiple dapat mengetahui jawabannya di bioskop-bioskop kesayangan. Oya, jajaran produser film ini digawangi langsung oleh Anne Hathaway dan Dakota Johnson bersama sang penulis novel, Colleen Hoover.

Sutradara Michael Showalter mengemas alur cerita film ini dengan tempo yang sangat pas, menyelipkan misteri dan ketegangan psikologis secara intuitif tanpa terasa terburu-buru. Kontras antara latar rumah mewah yang terisolasi dan atmosfer paranoia saat Lowen membaca tiap babak naskah terlarang berhasil membuat penonton ikut menahan napas di setiap adegannya.

Akting Anne Hathaway amatlah apik dalam memperlihatkan persona Verity yang merindingkan, tatapan matanya yang hampa namun mengintimidasi sanggup menyebarkan rasa teror dari balik kelumpuhannya. Dakota Johnson pun sangat memikat dalam menghidupkan karakter Lowen yang awalnya ragu-ragu hingga terperosok ke dalam kecurigaan dan obsesi mendalam. Sementara itu, Josh Hartnett tampil begitu solid memberikan nuansa ganda pada sosok Jeremy yang protektif sekaligus menyimpan sisi ketidakpastian.

Verity memang merupakan film thriller yang sangat solid dan unik, di mana penonton Gwiple diajak menyelami labirin kebohongan, manipulasi ingatan, serta ketegangan emosional dari para karakternya di tengah kejutan plot twist yang mencengangkan.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Forgotten Island, Animasi DreamWorks Berlatar Mitologi Filipina

Published

on

Review Film Forgotten Island, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Forgotten ISLAND adalah film animasi produksi DreamWorks yang didistribusikan Universal Pictures, yang menggabungkan petualangan, fantasi, humor, dan mitologi Filipina. Ceritanya berpusat pada Jo dan Raissa, dua sahabat yang sudah lama bersama sejak kecil. Hubungan mereka mulai menghadapi perubahan ketika Raissa mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Amerika. Di tengah kekhawatiran bahwa mereka akan semakin jauh dan akhirnya saling melupakan, keduanya justru masuk ke Nakali, sebuah pulau misterius yang dihuni berbagai makhluk dari cerita rakyat Filipina.

Menurut saya, kekuatan utama film ini bukan hanya pada dunia fantasinya, tetapi pada tema persahabatannya. Jo dan Raissa perlahan menyadari bahwa persahabatan bukan berarti harus selalu bersama. Kehidupan bisa membawa seseorang ke tempat yang berbeda, tetapi pengalaman dan kenangan yang pernah dibangun bersama tetap menjadi bagian penting dari diri mereka.

Review Film Forgotten Island, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Review Film Forgotten ISLAND, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Yang menarik, film membuat konsep “melupakan” menjadi nyata. Di pulau tersebut, Jo dan Raissa menghadapi ancaman kehilangan ingatan tentang persahabatan mereka. Dari sini, cerita menjadi lebih emosional karena pertanyaannya bukan lagi sekadar bagaimana mereka bisa keluar dari pulau, tetapi apakah mereka masih bisa menemukan kembali arti hubungan mereka ketika kenangan tentang satu sama lain mulai hilang.

Review Film Forgotten Island, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Review Film Forgotten ISLAND, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Film ini juga memperkenalkan berbagai makhluk dari mitologi Filipina, seperti Manananggal, Tiyanak, Kapre, Duwende, dan Sirena. Salah satu yang menarik adalah Batiba, yang terinspirasi dari Batibat, makhluk dalam folklore Filipina yang dikaitkan dengan mimpi buruk dan tidur. Dalam film, konsep tersebut dikembangkan menjadi makhluk yang berhubungan dengan kenangan.

Di sinilah Forgotten ISLAND terasa memiliki lapisan cerita yang lebih dalam. “Forgotten” bukan hanya tentang Jo dan Raissa yang takut melupakan satu sama lain, tetapi juga tentang bagaimana cerita rakyat dan budaya bisa ikut terlupakan jika tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.

Review Film Forgotten Island, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Review Film Forgotten ISLAND, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Pada akhirnya, Forgotten ISLAND bukan sekadar film petualangan tentang dua sahabat yang terjebak di pulau penuh monster. Film ini berbicara tentang perubahan, perpisahan, kenangan, dan arti sebenarnya dari persahabatan. Pesannya cukup sederhana tetapi terasa dekat: orang mungkin pergi ke tempat yang berbeda, tetapi kenangan dan pengalaman yang pernah dibagi bersama tidak harus ikut hilang.

Ditambah dengan penggunaan mitologi Filipina yang unik, film ini menjadi tontonan fantasi yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan kekayaan cerita rakyat Filipina kepada penonton yang mungkin belum mengenalnya.

Continue Reading

TV & Movies

Untuk Pertama Kali “Football Manager 27” Konfirmasi Hadirkan Bahasa Indonesia!

Published

on

By

Untuk Pertama Kali “football Manager 27” Konfirmasi Hadirkan Bahasa Indonesia!

Kabar gembira bertubi-tubi datang untuk para pencinta game simulasi manajemen sepak bola! SEGA dan pengembang ternama Sports Interactive secara resmi mengumumkan bahwa halaman store untuk Football Manager 27 (FM27) kini telah dibuka untuk Wishlist di platform Steam dan Epic Games Store.

Menariknya lagi, SEGA mengonfirmasi bahwa FM27 akan menghadirkan lokalisasi Bahasa Indonesia resmi untuk pertama kalinya sepanjang sejarah waralaba ini meluncur! Langkah ini menjadi bentuk apresiasi besar bagi basis penggemar dan komunitas Football Manager yang sangat masif di Indonesia.

Bedah Fitur “Deeper Football World”: Pengalaman Mengelola Klub yang Lebih Imersif

Bersamaan dengan pembukaan wishlist, SEGA merilis video gameplay deep dive kedua bertajuk “Deeper Football World: Increased Immersion in FM27”. Fokus pembaruan kali ini membawa dinamika baru serta mengembalikan deretan fitur favorit penggemar agar atmosfer simulasi dunia sepak bola terasa makin hidup:

  • Pembaruan Konten Berita & Antarmuka Menyeluruh: Berita di sepanjang musim kini diperluas—mulai dari pratinjau musim klub, evaluasi pertengahan musim, spekulasi rumor kursi pelatih, hingga perburuan gelar juara. Layar News, Club, Competition, dan Nation dibangun ulang untuk menyajikan informasi kunci dengan lebih cepat.

  • Pengalaman Layar Club & Kompetisi Anyar: Layar Club kini langsung menampilkan identitas tim, sejarah, susunan manajer, pencetak gol terbanyak, transfer terbaru, hingga rumor hangat. Fitur Heat Maps kembali hadir, dan Career History dipulihkan menjadi tampilan full screen yang mulus.

  • Kembalinya Kemewahan Undian Piala (Cup Draws): Fitur prosesi Cup Draws hadir kembali dalam format klasik yang familier. Lengkap dengan pembawa acara (host), pemain dapat merasakan kembali sensasi menegangkan saat nama tim kesayangan mereka diundi dari dalam cangkir.

  • Transfer Deadline Day yang Lebih Dramatis: Hari penutupan jendela transfer (Transfer Deadline Day) dikemas lebih realistis. Penawaran dari agen pemain (Agent Offers) kini terlihat langsung di layar Recruitment dan akan kian intensif menjelang tenggat waktu. Pemain muda kini juga lebih memprioritaskan menit bermain saat mempertimbangkan tawaran transfer.

  • Regulasi Finansial Baru: Kehadiran aturan Squad Cost Ratio serta penyesuaian belanja pemain global membuat ekosistem transfer di FM27 terasa jauh lebih akurat dan autentik.

Untuk Pertama Kali “football Manager 27” Konfirmasi Hadirkan Bahasa Indonesia!

Untuk Pertama Kali “football Manager 27” Konfirmasi Hadirkan Bahasa Indonesia!

Informasi Produk Football Manager 27:
  • Judul: Football Manager 27 (FM27)

  • Pengembang: Sports Interactive

  • Penerbit: SEGA

  • Platform Store: Steam & Epic Games Store (Wishlist Open)

  • Dukungan Bahasa: Termasuk Bahasa Indonesia (Pertama dalam Seri)

  • Hak Cipta: © Sports Interactive Limited 2026. Published by SEGA.

Sudah siap meracik taktik dan membawa klub lokal maupun raksasa dunia menuju kejayaan dengan bahasa ibu kita sendiri, Gwiple? Jangan lupa tambahkan Football Manager 27 ke dalam wishlist toko digital favoritmu sekarang!

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending