Connect with us

TV & Movies

Review Film THE EXORCIST: BELIEVER, Gagal eksorsis rasa bosan..?

Published

on

Review Film The Exorcist: Believer, Gagal Eksorsis Rasa Bosan..?

www.gwigwi.com – Sutradara David Gordon Green dan temannya Danny Mcbride kembali lagi membuat sekuel film horror klasik setelah beres engan trilogi Halloween-nya; HALLOWEEN (2018); HALLOWEEN KILLS (2021); HALLOWEEN ENDS (2022).

Kali ini yang akan ia gawangi adalah franchise horror Exorcist di mana film pertamanya, EXORCIST (1973) termasuk salah satu film horror legendaris. THE EXORCIST: BELIEVER (2023) akan menjadi sekuel langsung film tersebut. Bisakah menjadi legendaris juga?

Victor Fielding (Leslie Odom ,Jr) kehilangan istrinya yang sedang hamil akibat gempa di Haiti. 13 tahun kemudian anaknya, Angela (Lidya Jewett) tumbuh dewasa dan pergi berjalan ke hutan bersama kawannya, Katherine (Olivia O’neill). Mereka pun hilang. 3 hari kemudian keduanya ditemukan.

Review Film The Exorcist: Believer, Gagal Eksorsis Rasa Bosan..?

Review Film The Exorcist: Believer, Gagal Eksorsis Rasa Bosan..?

Sejak itu Angela dan Katherine berubah seakan orang lain. Saat keadaan makin memburuk, Victor ditawari untuk meminta bantuan orang yang pernah menjalani horror tersebut, yaitu Chris Macneil (Ellen Burstyn), ibu dari Reagan (Linda Blair) yang kesurupan di EXORCIST (1973).

Hal yang paling plus di film ini adalah mengolah hubungan Victor dan Angela. Kedekatan mereka dan gonjang-ganjingnya akibat kesurupan ini. Begitupun Katherine dan keluarganya. Rasa pedih melihat anak menderita dan mencoba semuanya untuk membantu tersampaikan cukup baik dibanding rata-rata film horror umumnya.

Review Film The Exorcist: Believer, Gagal Eksorsis Rasa Bosan..?

Review Film The Exorcist: Believer, Gagal Eksorsis Rasa Bosan..?

Usaha fokus ke drama itu sedikit terganggu oleh jump scare yang banyak digunakan. Mau itu di momen yang cukup efektif atau sama sekali menyebalkan dan sepertinya hanya ingin menakuti secara murahan saja (cheap scare). Quick cepat yang menunjukan selipan wajah-wajah seram baik Katherine dan Angela atau syaiton lain juga sering digunakan. Walau cukup bisa paham apa poinnya dalam konteks film, kadang usaha ini jatuh jadi menyebalkan. Seolah filmmaker kurang bisa membuat scare di luar aksi gila orang kesurupan.

Kengerian yang efektif ditopang oleh Katherine dan Angela juga dibantu oleh make up dan efek praktikal yang mumpuni. Wajah dan kelakuan yang perlahan berubah mengerikan; Kuku jari yang terkoyak; Ucapan-ucapan dua anak itu yang mengacaukan batin oratunya. Begitu film fokus pada mereka berdua menggila adalah momen terbaik film. Walaupun rasanya masih di bawah bayang-bayang edannya aksi Regan kesurupan syaiton Pazuzu di film pertamanya. THE EXORCIST: BELIEVER (2023) kurang berhasil menciptakan momen-momen yang lebih ikonik lagi dan sulit untuk tidak membandingkannya.

Review Film The Exorcist: Believer, Gagal Eksorsis Rasa Bosan..?

Review Film The Exorcist: Believer, Gagal Eksorsis Rasa Bosan..?

Eksorsisme di film ini tak lagi hanya menggunakan cara Katolik atau Kristen tapi ada bantuan Doktor Beehibe (Okwui Okpokwasili) dengan upacara usir setan ala Afrika. Ramai mengkeroyok itu syaiton.

Meskipun tujuannya baik, mencoba melihat dan mengatasi kesurupan dari berbagai sudut pandang dan kepercayaan, film rasanya kurang memiliki penutup yang lebih nendang perihal hal itu. Solusinya kembali soal ke keluarga lagi, seperti baaaanyak film-film horror lain. Usaha menjadikan konklusi film sesuatu yang bisa diterima baik orang beragama atau tidak, malah membuatnya kehilangan keunikan.

Maka THE EXORCIST: TRUE BELIEVER (2023) berakhir tak memiliki kekhasan yang kuat membedakannya dibanding yang lain. Tak seperti misal QODRAT (2022) yang menggunakan cara Islami melawan syaiton, membuatnya demikian spesial.

Sutradara David Gordon Green barangkali cukupk sudah saja mengadaptasi sekuel film horror klasik. Mungkin lebih baik sang sutradara membuat horror yang orisinil buatan dia sendiri, atau kembali buat komedi drama yang menyentuh seperti STRONGER (2017) atau….urusin ganja lagi bareng Denny McBride seperti di PINEAPPLE EXPRESS (2008).

Advertisement

TV & Movies

REVIEW FILM VERITY, MENGUNGKAP SISI GELAP PENULIS TERSOHOR

Published

on

Review Film Verity, Mengungkap Sisi Gelap Penulis Tersohor

Verity merupakan film thriller psikologis erotis (mohon Gwiple jangan membawa anak-anak untuk menontonnya) yang disutradarai Michael Showalter. Film yang digarap oleh Amazon MGM Studios ini mengadaptasi novel bestseller fenomena global karya Colleen Hoover. Film ini menyajikan isu mengenai batas kabur antara kenyataan dan fiksi, obsesi, serta rahasia kelam dalam dinamika rumah tangga yang dibalut dengan nuansa tegang penuh manipulasi psikologis.

Film ini menceritakan Lowen Ashleigh (disuarakan/diperankan oleh Dakota Johnson), seorang penulis muda yang sedang mengalami kesulitan finansial dan karier. Suatu hari, ia mendapat tawaran kerja impian namun misterius untuk menjadi ghostwriter demi menyelesaikan sisa novel dari Verity Crawford (Anne Hathaway), seorang penulis ternama yang mengalami kelumpuhan total akibat kecelakaan tragis. Lowen diundang oleh suami Verity yang berkarisma namun misterius, Jeremy Crawford (Josh Hartnett), untuk tinggal sementara dan mengerjakan manuskrip di kediaman mewah keluarga Crawford untuk mengumpulkan catatan tulisan Verity. Namun, di sana Lowen justru menemukan naskah autobiografi rahasia karya Verity yang belum pernah diterbitkan—sebuah dokumen berisi pengakuan mengerikan tentang obsesi, intrik keluarga, dan kematian anak mereka.

Apakah naskah kelam tersebut merupakan kenyataan pahit atau sekadar kejujuran fiksi dari pikiran seorang penulis yang terganggu? Kemana benih-benih penderitaan dan ketertarikan terlarang antara Lowen dan Jeremy akan membawa mereka? Gwiple dapat mengetahui jawabannya di bioskop-bioskop kesayangan. Oya, jajaran produser film ini digawangi langsung oleh Anne Hathaway dan Dakota Johnson bersama sang penulis novel, Colleen Hoover.

Sutradara Michael Showalter mengemas alur cerita film ini dengan tempo yang sangat pas, menyelipkan misteri dan ketegangan psikologis secara intuitif tanpa terasa terburu-buru. Kontras antara latar rumah mewah yang terisolasi dan atmosfer paranoia saat Lowen membaca tiap babak naskah terlarang berhasil membuat penonton ikut menahan napas di setiap adegannya.

Akting Anne Hathaway amatlah apik dalam memperlihatkan persona Verity yang merindingkan, tatapan matanya yang hampa namun mengintimidasi sanggup menyebarkan rasa teror dari balik kelumpuhannya. Dakota Johnson pun sangat memikat dalam menghidupkan karakter Lowen yang awalnya ragu-ragu hingga terperosok ke dalam kecurigaan dan obsesi mendalam. Sementara itu, Josh Hartnett tampil begitu solid memberikan nuansa ganda pada sosok Jeremy yang protektif sekaligus menyimpan sisi ketidakpastian.

Verity memang merupakan film thriller yang sangat solid dan unik, di mana penonton Gwiple diajak menyelami labirin kebohongan, manipulasi ingatan, serta ketegangan emosional dari para karakternya di tengah kejutan plot twist yang mencengangkan.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Forgotten Island, Animasi DreamWorks Berlatar Mitologi Filipina

Published

on

Review Film Forgotten Island, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Forgotten ISLAND adalah film animasi produksi DreamWorks yang didistribusikan Universal Pictures, yang menggabungkan petualangan, fantasi, humor, dan mitologi Filipina. Ceritanya berpusat pada Jo dan Raissa, dua sahabat yang sudah lama bersama sejak kecil. Hubungan mereka mulai menghadapi perubahan ketika Raissa mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Amerika. Di tengah kekhawatiran bahwa mereka akan semakin jauh dan akhirnya saling melupakan, keduanya justru masuk ke Nakali, sebuah pulau misterius yang dihuni berbagai makhluk dari cerita rakyat Filipina.

Menurut saya, kekuatan utama film ini bukan hanya pada dunia fantasinya, tetapi pada tema persahabatannya. Jo dan Raissa perlahan menyadari bahwa persahabatan bukan berarti harus selalu bersama. Kehidupan bisa membawa seseorang ke tempat yang berbeda, tetapi pengalaman dan kenangan yang pernah dibangun bersama tetap menjadi bagian penting dari diri mereka.

Review Film Forgotten Island, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Review Film Forgotten ISLAND, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Yang menarik, film membuat konsep “melupakan” menjadi nyata. Di pulau tersebut, Jo dan Raissa menghadapi ancaman kehilangan ingatan tentang persahabatan mereka. Dari sini, cerita menjadi lebih emosional karena pertanyaannya bukan lagi sekadar bagaimana mereka bisa keluar dari pulau, tetapi apakah mereka masih bisa menemukan kembali arti hubungan mereka ketika kenangan tentang satu sama lain mulai hilang.

Review Film Forgotten Island, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Review Film Forgotten ISLAND, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Film ini juga memperkenalkan berbagai makhluk dari mitologi Filipina, seperti Manananggal, Tiyanak, Kapre, Duwende, dan Sirena. Salah satu yang menarik adalah Batiba, yang terinspirasi dari Batibat, makhluk dalam folklore Filipina yang dikaitkan dengan mimpi buruk dan tidur. Dalam film, konsep tersebut dikembangkan menjadi makhluk yang berhubungan dengan kenangan.

Di sinilah Forgotten ISLAND terasa memiliki lapisan cerita yang lebih dalam. “Forgotten” bukan hanya tentang Jo dan Raissa yang takut melupakan satu sama lain, tetapi juga tentang bagaimana cerita rakyat dan budaya bisa ikut terlupakan jika tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.

Review Film Forgotten Island, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Review Film Forgotten ISLAND, Animasi Dreamworks Berlatar Mitologi Filipina

Pada akhirnya, Forgotten ISLAND bukan sekadar film petualangan tentang dua sahabat yang terjebak di pulau penuh monster. Film ini berbicara tentang perubahan, perpisahan, kenangan, dan arti sebenarnya dari persahabatan. Pesannya cukup sederhana tetapi terasa dekat: orang mungkin pergi ke tempat yang berbeda, tetapi kenangan dan pengalaman yang pernah dibagi bersama tidak harus ikut hilang.

Ditambah dengan penggunaan mitologi Filipina yang unik, film ini menjadi tontonan fantasi yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan kekayaan cerita rakyat Filipina kepada penonton yang mungkin belum mengenalnya.

Continue Reading

TV & Movies

Untuk Pertama Kali “Football Manager 27” Konfirmasi Hadirkan Bahasa Indonesia!

Published

on

By

Untuk Pertama Kali “football Manager 27” Konfirmasi Hadirkan Bahasa Indonesia!

Kabar gembira bertubi-tubi datang untuk para pencinta game simulasi manajemen sepak bola! SEGA dan pengembang ternama Sports Interactive secara resmi mengumumkan bahwa halaman store untuk Football Manager 27 (FM27) kini telah dibuka untuk Wishlist di platform Steam dan Epic Games Store.

Menariknya lagi, SEGA mengonfirmasi bahwa FM27 akan menghadirkan lokalisasi Bahasa Indonesia resmi untuk pertama kalinya sepanjang sejarah waralaba ini meluncur! Langkah ini menjadi bentuk apresiasi besar bagi basis penggemar dan komunitas Football Manager yang sangat masif di Indonesia.

Bedah Fitur “Deeper Football World”: Pengalaman Mengelola Klub yang Lebih Imersif

Bersamaan dengan pembukaan wishlist, SEGA merilis video gameplay deep dive kedua bertajuk “Deeper Football World: Increased Immersion in FM27”. Fokus pembaruan kali ini membawa dinamika baru serta mengembalikan deretan fitur favorit penggemar agar atmosfer simulasi dunia sepak bola terasa makin hidup:

  • Pembaruan Konten Berita & Antarmuka Menyeluruh: Berita di sepanjang musim kini diperluas—mulai dari pratinjau musim klub, evaluasi pertengahan musim, spekulasi rumor kursi pelatih, hingga perburuan gelar juara. Layar News, Club, Competition, dan Nation dibangun ulang untuk menyajikan informasi kunci dengan lebih cepat.

  • Pengalaman Layar Club & Kompetisi Anyar: Layar Club kini langsung menampilkan identitas tim, sejarah, susunan manajer, pencetak gol terbanyak, transfer terbaru, hingga rumor hangat. Fitur Heat Maps kembali hadir, dan Career History dipulihkan menjadi tampilan full screen yang mulus.

  • Kembalinya Kemewahan Undian Piala (Cup Draws): Fitur prosesi Cup Draws hadir kembali dalam format klasik yang familier. Lengkap dengan pembawa acara (host), pemain dapat merasakan kembali sensasi menegangkan saat nama tim kesayangan mereka diundi dari dalam cangkir.

  • Transfer Deadline Day yang Lebih Dramatis: Hari penutupan jendela transfer (Transfer Deadline Day) dikemas lebih realistis. Penawaran dari agen pemain (Agent Offers) kini terlihat langsung di layar Recruitment dan akan kian intensif menjelang tenggat waktu. Pemain muda kini juga lebih memprioritaskan menit bermain saat mempertimbangkan tawaran transfer.

  • Regulasi Finansial Baru: Kehadiran aturan Squad Cost Ratio serta penyesuaian belanja pemain global membuat ekosistem transfer di FM27 terasa jauh lebih akurat dan autentik.

Untuk Pertama Kali “football Manager 27” Konfirmasi Hadirkan Bahasa Indonesia!

Untuk Pertama Kali “football Manager 27” Konfirmasi Hadirkan Bahasa Indonesia!

Informasi Produk Football Manager 27:
  • Judul: Football Manager 27 (FM27)

  • Pengembang: Sports Interactive

  • Penerbit: SEGA

  • Platform Store: Steam & Epic Games Store (Wishlist Open)

  • Dukungan Bahasa: Termasuk Bahasa Indonesia (Pertama dalam Seri)

  • Hak Cipta: © Sports Interactive Limited 2026. Published by SEGA.

Sudah siap meracik taktik dan membawa klub lokal maupun raksasa dunia menuju kejayaan dengan bahasa ibu kita sendiri, Gwiple? Jangan lupa tambahkan Football Manager 27 ke dalam wishlist toko digital favoritmu sekarang!

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending