Connect with us

TV & Movies

Moxienotion Merangkul Komunitas Peduli Kucing dalam Pemutaran Film A CAT’S LIFE

Published

on

Moxienotion Merangkul Komunitas Peduli Kucing Dalam Pemutaran Film A Cat’s Life

www.gwigwi.com – Seperti sebelumnya dan selalu dilakukan oleh Moxienotion dalam merilis sebuah film, yaitu mengadakan Press Screening dan Premiere. Kali ini untuk film bertemakan hewan favorit kita, Kucing! Moxienotion di dukung oleh Institut Francais Indonesia dan Unifrance merangkul komunitas pecinta kucing bersama Catfluencer Willy Priyoko yang dikenal juga sebagai @KucingOmWepe dalam acara pemutaran perdana film A CAT’S LIFE yang akan tayang untuk umum mulai tanggal 11 Oktober 2023 di bioskop CGV dan Cinepolis.

Pemutaran perdana film akan digelar di Cinepolis Senayan Park, pada hari Minggu, tanggal 8 Oktober 2023 yang akan dimulai pada jam 5 sore dengan acara Meet & Greet dengan Catfluencer ibukota bersama sebelcing mereka diikuti dengan sesi berbagi. Kegiatan ini digelar di foyer Cinepolis Senayan Park Lantai 2 dan terbuka untuk umum. Tema bincang-bincang pada kesempatan ini adalah Cat Rescue dan Adoption bersama Willy Priyoko dari @KucingOmWepe, Davina Veronica dari Shelter Natha Satwa Indonesia, Danisa Amanda dari @Bubupawpaw dan Engina Stephanie dari @LylaFamily yang akan menceritakan pengalaman menyelamatkan, mengasuh dan mencarikan keluarga untuk hewan domestik terlantar. Akan disediakan waktu pula untuk Q & A dengan para nara sumber. 

Moxienotion Merangkul Komunitas Peduli Kucing Dalam Pemutaran Film A Cat’s Life

Moxienotion Merangkul Komunitas Peduli Kucing Dalam Pemutaran Film A Cat’s Life

Pemutaran Film akan dimulai jam 6:45 malam dan terbatas untuk undangan komunitas, blogger, media dan donatur yang telah membeli tiket donasi.

Rangkaian acara yang erat merangkul komunitas pecinta dan peduli kucing ini juga menjadi ajang penggalangan dana untuk rumah lindung hewan domestik terlantar Natha Satwa Nusantara. Tiket Pemutaran Perdana A CAT’S LIFE pada tanggal 8 Oktober ini dijual untuk umum dengan donasi minimum Rp.100,000. Donatur bukan hanya mendapat tiket nonton namun juga mendapatkan goodie bag dari sponsor produk hewan kesayangan Bulubolu dan Pawprints dengan nilai retail sebesar Rp. 250,000. 100% hasil penjualan tiket akan di donasikan untuk Natha Satwa Nusantara. 

Moxienotion Merangkul Komunitas Peduli Kucing Dalam Pemutaran Film A Cat’s Life

Moxienotion Merangkul Komunitas Peduli Kucing Dalam Pemutaran Film A Cat’s Life

Tiket Donasi yang berkisar antara Rp. 100,000 – Rp 500,000 dapat di beli di toko online official Bulubolu di Tokopedia dan Shopee. 

Pada dasarnya A CAT’S LIFE mengangkat karakter kucing yang mandiri dan mempunyai pendirian sendiri. Di lain itu ada dinamika antara anak kucing dan seorang gadis kecil yang me-rescue-nya. Clemence seorang gadis kecil, menemukan dan mengadopsi seekor anak kucing tidak berinduk di loteng apartemennya. Anak kucingnya diberi nama Rrou. Bersamaan dengan dimulainya pertemanan antara anak kucing (Rrou) dan anak manusia (Clemence), orang-tua Clemence memulai proses perceraian. Sementara Rrou kehilangan induknya, Clemence merasa ia akan kehilangan keluarganya. Keduanya saling menenami dan keduanya terpaksa dewasa lebih awal. 

Saat Rrou diajak berlibur ke pedesaan, ia mulai berteman dan bermain dengan kucing liar, dan keluarlah insting dasar kucing untuk berburu, menjelajah, bermain bebas tanpa batasan dinding ataupun atap dan berkembang biak. Munculah dilema Clemence yang sayang dan protektif terhadap anak kucingnya yang lebih cepat dewasa daripada dirinya. Apakah Clemence harus membiarkan keinginan untuk Rrou bebas atau haruskah ia menentang keinginan kucing yang ia sayangi dan mengurungnya??

Advertisement

TV & Movies

Review Film NAPOLEON, and Josephine??

Published

on

Review Film Napoleon, And Josephine??

www.gwigwi.com – Napoleon seorang tokoh yang penting namun kurang banyak yang memfilmkan kisah hidupnya secara penuh. Beberapa film yang sudah ada hanya mengambil peperangan yang penting saja seperti Waterloo (1970) atau Battle of Austerlitz (1960) atau seperti The Emperor’s New Clothes (2001) yang bertema komedi fiksi/teori konspirasi bahwa dia digantikan oleh orang lain saat dibuang di St.Helena.

Review Film Napoleon, And Josephine??

Review Film Napoleon, And Josephine??

Pada akhir tahun 2023 ini, Ridley Scott mencoba membawa Gwiple melihat bagaimana karir Napoleon menanjak terus dari yang tadinya hanya kopral artileri lalu menjadi Jendral hingga akhirnya menjadi Kaisar Prancis. Sayangnya karena durasi film hanya 150 menit jadinya adegan-adegan pertempuran yang ditayangkan hanya sebagian saja seperti di Toulon, Mesir, Austerlitz, dan Waterloo (yang entah kenapa kampanye di Italia hanya dinarasikan, padahal itu kampanye invasi pertama Napoleon yang mengangkat pamornya karena berhasil mengalahkan Austria yang sebagai penguasa de facto Italia) dan adegan-adegan itu terkesan lewat begitu saja tanpa menampilkan kepiawaian Napoleon berstrategi mengalahkan lawan-lawannya walaupun ia kalah jumlah; hanya Waterloo yang durasinya cukup panjang karena pertempuran itu yang mengakhiri karir Napoleon.

Review Film Napoleon, And Josephine??

Review Film Napoleon, And Josephine??

Yang juga mungkin di luar dugaan adalah terlalu banyak proporsi film berfokus pada hubungan antara Napoleon dan Josephine dimulai dari pertemuan pertama mereka di sebuah saloon, bagaimana Napoleon mencoba memenangkan hatinya Josephine, pernikahan mereka, perselingkuhan yang dilakukan oleh masing-masing , perceraian karena Josephine tidak dapat memberikan keturunan laki-laki, hingga saat-saat terakhir mereka. Lalu pemilihan Joaquin Phoenix sebagai Napoleon muda , walaupun ia aktor bertalenta namun mukanya lebih tua daripada Vanessa Kirby yang memerankan Josephine padahal realitanya Napoleon saat itu berumur 26 tahun sedangkan Josephine sekitar 32 tahun. Dan saat berinteraksi dengan Josephine, Napoleon digambarkan sedikit konyol, nafsuan, dan ada kalanya terlalu bergantung pada istrinya, yang tidak dapat diketahui sejauh mana kebenarannya.

Review Film Napoleon, And Josephine??

Review Film Napoleon, And Josephine??

Idealnya, Napoleon ini dibuat menjadi 3 atau 4 part agar momen-momen penting terutama pertempuran-pertempurannya dapat ditampilkan secara menyeluruh. Karena yang sekarang ini terasa terlalu terburu-buru dan kurang menampilkan para Marshals yang juga berperan besar dalam memastikan taktik Napoleon terlaksana dengan baik. Satu hal yang menarik, adanya seorang jenderal keturunan Afrika sering muncul dalam beberapa adegan, bagi yang awam bisa jadi bertanya-tanya siapa dia; namun bagi yang mengikuti kisah Napoleon tentu tahu bahwa ia adalah Thomas Alexandre Dumas yang berasal dari Haiti. Bagi penggemar Napoleon mungkin sebaiknya tidak menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap film ini, tonton saja sebagai suatu interpretasi Ridley Scott mengenai salah satu Jendral dan Kaisar Prancis yang masih menjadi inspirasi hingga saat ini.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling klasik

Published

on

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling Klasik

www.gwigwi.com – Shakespeare, Jane Austen, Louisa May Alcott dan sekarang 3 Musketeers nya Alexandre Dumas. Tampaknya karya-karya klasik para penulis legenda itu tak akan pernah berhenti diadaptasi. Nah, tergantung pada filmmakernya, bisakah memberikan corak baru saat menggubahnya?

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling Klasik

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling Klasik

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling Klasik

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling Klasik

THE THREE MUSKETEERS: D’ARTAGNAN (2023)  berkisah tentang D’artagnan (François Civil) yang ingin bergabung menjadi anggota Musketeer-nya Raja Perancis. Ia kemudian harus memghadapi konspirasi yang ingin menggulingkan kepemimpinan kerajaannya bersama 3 Muskeeter; Athos (Vincent Cassel), Porthos (Pio Marmaï) dan Aramis (Romain Duris).

Paling mencolok adalah bergantinya tipikal ksatria berbaju bersih klimis perlente seperti serial drama periode Downton Abbey (2010), dengan jubah Musketeer yang terlihat usang, kotor diterpa debu yang justru membuat pemakainya terlihat sebagai ksatria gagah kaya pengalaman yang tangguh. Bukan cosplayer event Renaisans.

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling Klasik

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling Klasik

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling Klasik

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling Klasik

Aksi dibuat lebih kasar hampir ala baku hantam preman dan dishoot dengan hand held mengikuti kibasan pedang walau agak shaky. Semua untuk membuat aksi lebih realis bak di Trilogi film Bourne. Pengadeganan ini menambah tensi koreografi yang sudah menarik.

Cerita pun mudah diikuti meskipun penonton tak kenal novelnya. Dengan alur cepat, penuh tensi penonton mengikuti D’artagnan yang berpapasan dengan 3 Musketeer satu per satu dalam adegan yang lucu, berwarna kepribadian para karakternya dan berenergi.

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling Klasik

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling Klasik

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling Klasik

Review Film The Three Musketeers: D’artagnan, Swashbuckling Klasik

Ya film ini memang menampilkan aksi lebih gritty namun film tak lantas kelam muram durja. Para musketeer kuat, berkarisma dan full of life, membuat mereka mudah disukai seperti kebanyakan superhero Marvel.

THE THREE MUSKETEERS: D’ARTAGNAN (2023) adalah swashbuckling flick seru yang mengingatkan pada film seperti THE MASK OF ZORRO (1998). Genre petualangan mendebarkan yang Hollywood bantu populerkan tapi seolah lupa bagaimana meramunya lagi (uhukUncharteduhuk).

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Published

on

Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

www.gwigwi.com –

Black Friday dan Thanksgiving merupakan 2 event yang saling melengkapi pada bulan November apalagi dengan konsumerisme yang semakin bertambah, event Black Friday sering memakan korban para pengunjung yang berebutan mencari barang-barang diskon. Kota Plymouth yang merupakan asal dari tradisi Thanksgiving pun tidak terlepas dari tragedi Black Friday yang memakan beberapa korban jiwa di Right Mart.
Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Penyebabnya bisa dianggap sepele, karena para pengunjung yang sudah lama mengantri menjadi rusuh ketika mereka  melihat Jessica Wright (Nell Verlaque); putri dari Thomas Wright (Rick Hoffman) yang merupakan pemilik dari Right Mart; bersama teman-temannya bisa masuk duluan ke dalam toko untuk berbelanja. Keadaan cepat menjadi tidak terkendali dan beberapa korban berjatuhan, namun oleh aparat peristiwa ini dianggap sebagai suatu tragedy dan tidak ada yang dipidana.
Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Satu tahun kemudian, tragedi malam Black Friday masih menjadi kontroversi di Plymouth dan untuk menambah ketegangan di kalangan penduduk; seorang pembunuh berantai berkeliaran membunuh orang-orang yang dianggap memicu kerusuhan tahun lalu. Jessica yang merasa ikut bertanggung jawab atas kejadian tahun lalu membantu Sheriff Newlon (Patrick Dempsey) dalam mengungkap siapa pembunuh yang memiliki kaitan dengan salah satu korban Black Friday.
Eli Roth yang menyutradarai film ini tidaklah asing dengan genre horror dengan film-film sebelumnya seperti Urban Legend dan  Chainsaw.
Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Dengan bergaya 80s slasher movie, Thanksgiving banyak menampilkan adegan gore (yang sayangnya cukup banyak yang disensor) yang membuat ngilu Gwiple yang menontonnya. Siapa pelaku pembunuhan berantai ini pun cukup sulit untuk ditebak pada awal-awal cerita. Mungkin Gwiple baru bisa menebaknya pada pertengahan atau menjelang akhir film.
Overall, Thanksgiving ini seru dan tidak semata-mata mengandalkan jumpscare untuk membuat penonton merasakan sensasi ketegangan  walaupun memang adegan-adegan sadis di film ini tidak cocok untuk sebagian kalangan. Bagi penggemar film slasher bisa segera menonton Thanksgiving di bioskop-bioskop kesayangan mulai dari 22 November 2023 ini.
Continue Reading

Trakteer

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending