Connect with us

TV & Movies

Review Film The Blair Witch Project (1999), Sensasi Horror Dibalik Kesederhanaannya

Published

on

salah satu film horror yang terbilang sederhana namun memberikan suatu kejutan bagi para penikmat film horror pada tahun 1999

GwiGwi.com – Di era modern seperti saat ini beragam film horror banyak bermunculan dengan beragam jalan cerita yang seram dan tidak lupa penambahan karakter antagonis yang biasanya berupa makhluk supernatural atau bisa dikenal dengan sebutan hantu, namun di tahun 1999 ada salah satu film horror yang terbilang sederhana namun memberikan suatu kejutan bagi para penikmat film horror pada tahun tersebut dan film tersebut berjudul The Blair Witch Project

The Blair Witch Project mengambil jalan cerita di tahun 1994 yang dimana tiga orang mahasiswa perfilman yaitu Heather Donahue, Michael Williams dan Joshua Leonard yang akan membaut film dokumenter tentang suatu legenda sosok penyihir bernama Blair di Burkitsville, Maryland. mereka mengumpulkan beragam informasi hingga melakukan wawancara kepada para penduduk sekitar tentang kebenaran adanya eksistensi dari penyihir tersebut, namun semakin besar rasa penasaran mereka membawa mereka pergi memasuki hutan di utara Burkitsville yang notabenenya menurut informasi yang mereka dapat adalah lokasi dimana sang penyihir tersebut tinggal tapi masyarakat sudah memperingati mereka untuk tidak masuk ke hutan tersebut karena angker dan terlarang namun mereka tidak mempedulikannya. karena rasa hasu akan informasi dan kebenaran itulah menyebabkan mereka mengalami beragam kejadian serta hal hal aneh yang tidak pernah mereka bayangkan.

Blair Witch Project tampil dengan sederhananya karena film ini bersifat dokumenter yang natural tanpa adanya penambahan edit sana sini sehingga memberikan pengalaman suatu kengerian yang begitu alami dan realistis.kualitas film ini mungkin akan menjadi suatu kendala tersendiri dalam menikmati film ini karena film yang hanya berbudget $60.000 ini akan disajikan pengambilan gambar yang buram, amatir hingga hitam putih toh memang itu inti dari film tersebut yang bersifat dokumenter tapi dibalik sederhana dan apa adanya dalam pengambilan gambar inilkah yang berhasil menciptakan suatu atmosfer keseraman yang natural sehingga menjadikan film ini terasa begitu nyata.

Baca Juga:  Review Anime Kyuuketsuki Sugu Shinu, Kehidupan Vampir Lemah yang Mengocok Perut

Dari awal film ini memang belum ditunjukan aktivitas aneh dan seram karena masih menceritakan proses persiapan para mahasiswa dalam menggali informasi seperti wawancara ke penduduk lokal di Burkitsville namun perubahan film ini akan sangat terasa terlebih disaat ketiga mahasiswa tersebut sudah memasuki hutan di Burkitsville. proses pembuatan film dokumenter yang awalnya menyenangkan berubah menjadi suatu hal yang tidak mereka inginkan karena segala aktvitas supernatural menghampiri mereka seperti munculnya beragam suara suara yang tidak diketahui dari mana asalnya hingga bermunculan semacam ranting yang membentuk suatu pola manusia berhasil mereka tangkap dengan kamera yang mereka bawa sehingga memunculkan kesan was was dan suatu imajinasi bahwa adanya eksistensi bersama mereka di hutan yang sepi tersebut. selain itu film ini sangat memberikan kesan perasaan putus asa, ketakutan, emosi yang campur aduk hingga paranoid yang berlebihan dengan suasana di hutan tersebut, semua hal tersebut berhasil diberikan oleh para pemeran film ini dan berhasil memberikan suatu anggapan film ini adalah kisah nyata yang di dokumentasikan.

Film horror yang seram tidak selamanya harus memunculkan suatu eksistensi yang seram atau memunculkan wujud hantu yang seram untuk ditampilkan, seperti The Blair Witch Project yang secara memberikan sensasi atmosfer keseraman sesungguhnya yang mengedepankan faktor suasana hingga suara suara yang tidak diketahui darimana asalnya terlebih film ini diambil secara sederhana atau secara dokumentasi sehingga menjadikan film ini memiliki kesan horror yang realistis serta memunculkan suatu keyakinan bahwa film ini adalah film dengan kisah yang nyata dan apa yang dialami namun film ini mungkin akan berdampak suatu kebosanan tersendiri yang mempermasalahkan kualitas gambar di film ini namun hal tersebut akan terbayarkan dengan sensasi horror yang diberikan.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Live Action

Serial Live-Action ‘Sweat and Soap’ Menambah 6 Pemeran

Published

on

GwiGwi.com – Situs web resmi untuk serial live-action dari manga Sweat and Soap (Ase to Sekken) karya Kintetsu Yamada mengungkapkan lebih banyak pemeran seri pada hari Kamis.

Pemerannya meliputi: (Baris atas, kiri ke kanan pada gambar di atas)

  • Haruka Kudō sebagai Korisu Ichise, junior tempat kerja Kōtaro dari pengembangan produk
  • Genin Wa Jibun Ni Aru. anggota grup Kazuto Mokudai sebagai Keita Yaeshima, adik Asako
  • Shūzō hira sebagai Yūji Suzumura, rekan Kōtaro di pengembangan produk

(Baris bawah, kiri ke kanan pada gambar di atas)

  • Ayaka Nakata sebagai Maki Sakashita, rekan Asako dari departemen akuntansi
  • Yūsaku Mori sebagai Osamu Hashitani, pegawai departemen akuntansi
  • Mansaku Ikeuchi sebagai Jin kura, kepala departemen akuntansi

Anggota aktor Gekidan Exile, Kanta Satō (kanan pada gambar di bawah) memerankan Kōtaro Natori, sementara Yuno Ohara (kiri) memerankan Asako Yaeshima.

Serial ini akan tayang perdana di blok pemrograman “Drama Tokku” MBS pada 3 Februari. Shūhei Shibue dan Yuki Kumagai menyutradarai serial ini, dengan skrip oleh Moral (live-action Way of the Househusband), Tete Inoue, dan Santa Ikegame.

Baca Juga:  Review Anime Sekai Saikou no Ansatsusha: Isekai Kizoku ni Tensei suru, Misi Menyelamatkan Dunia

Manga ini menceritakan Asako yang mewujudkan mimpinya, bekerja di pembuat perlengkapan mandi Lilia Drop. Sedikit yang rekan kerjanya tahu, alasan dia sangat mencintai perusahaan adalah karena dia malu dengan bau badannya, dan sabun mereka adalah satu-satunya hal yang berhasil. Jadi ketika pengembang produk utama perusahaan, seorang jenius wewangian, mendekatinya di lobi dan bertanya-tanya apa “bau” itu, dia ketakutan … tapi mungkinkah … dia menyukainya? Dan, yang lebih mengejutkan lagi bagi Yae … apakah dia menyukainya?

Pasang surut yang lucu dari romansa kantor di sebuah perusahaan produk perawatan pribadi adalah subjek dari kejar-kejaran yang seksi dan aneh ini. Sweat and Shop menggabungkan chemistry pasangan aneh Wotakoi, komedi tempat kerja Aggretsuko, dan sedikit kehebohan kantor!

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Live Action

Serial Live-Action ‘I Want to Hold Aono-kun So Badly I Could Die’ Mengungkapkan Lebih Banyak Pemeran, Debut Maret

Published

on

GwiGwi.com – Situs web resmi untuk serial live-action dari manga I Want to Hold Aono-kun So Badly I Could Die (Aono-kun ni Sawaritai kara Shinitai) karya Umi Shiina mengungkapkan pada hari Rabu bahwa acara tersebut akan tayang dan streaming mulai tanggal 18 Maret pukul 11 :30 sore Situs web tersebut juga mengungkapkan bahwa Fuju Kamio, Ririka, Erena Mizusawa, dan Harumi Shuhama juga akan muncul di acara tersebut. Selain itu, situs web mengungkapkan visual baru, dan video teaser, tetapi video teaser hanya dikunci untuk wilayah Jepang.

Shori Sato, anggota boy band Jepang Sexy Zone, akan membintangi pertunjukan sebagai Ryūhei Aono. Hikaru Takahashi akan memainkan protagonis Yuri Kariya. Sumisu menyutradarai serial ini, dan Shinya Tamada menulis naskahnya. Socket memproduksi proyek. Acara ini akan memiliki 10 episode.

Baca Juga:  Harga Langganan Netflix di AS & Kanada Naik!

Sinopsis ceritanya:

Aku akan mati jika itu mengizinkanku untuk menyentuhmu. Itu adalah cintaku. Bodoh Yuri-chan dan pacarnya Aono-kun memiliki hubungan yang sangat normal sampai suatu hari Aono-kun tiba-tiba “meninggal” … Mereka tidak akan pernah terikat bersama, dan mereka bahkan tidak bisa menyentuh. Ini adalah kisah cinta mereka yang sulit dan hampir terlalu tulus.

Shiina meluncurkan manga di Afternoon pada bulan Desember 2016. Kodansha menerbitkan volume kedelapan manga pada Mei 2021, dan seri memasuki arc terakhirnya dengan volume.

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

TV & Movies

‘The Cuphead Show!’ Akan Tayang Perdana 18 Februari di Netflix

Published

on

GwiGwi.com – The Cuphead Show! akan tayang perdana di Netflix pada 18 Februari.

 

Pertunjukan animasi, berdasarkan Game Cuphead mengikuti petualangan “Cuphead penipu impulsif yang menyenangkan dan impulsif” dan “saudaranya Mugman yang berhati-hati tetapi mudah terpengaruh.”

Berikut deskripsi lengkap Netflix:

Berdasarkan video game pemenang penghargaan yang muncul dengan gaya animasi retro yang cantik, The Cuphead Show! adalah serial komedi berbasis karakter yang mengikuti petualangan unik Cuphead penipu impulsif yang menyenangkan dan saudaranya Mugman yang berhati-hati namun mudah terpengaruh. Saat keduanya menjelajahi dunia nyata mereka di Inkwell Isles untuk mencari kesenangan dan petualangan, mereka selalu mendukung satu sama lain. Kecuali jika hanya ada satu kue yang tersisa, dalam hal ini setiap cangkir untuk dirinya sendiri. The Cuphead Show! menggabungkan kesenangan nostalgia, lelucon yang memecah belah, dan dosis heebie jeebies yang sehat — terutama ketika musuh bebuyutan yang sangat aneh, The Devil sendiri, tiba di tempat kejadian untuk bermain-main dengan pahlawan kita.

Baca Juga:  10 Anime Seinen Dimana Penjahat Menang Pada Akhirnya

Untuk King Features, C.J. Kettler akan berperan sebagai produser eksekutif dan kreator Cuphead, Chad dan Jared Moldenhauer akan berperan sebagai produser eksekutif untuk Studio MDHR. Serial ini akan diproduksi oleh Netflix Animation dan diproduseri eksekutif oleh produser pemenang Emmy dan Annie Award, Dave Wasson (Mickey Mouse Shorts) dan co-executive yang diproduksi oleh Cosmo Segurson (Rocko's Modern Life: Static Cling).

Netflix juga meluncurkan situs web interaktif menghitung mundur untuk rilis acara, yang disebut “Cuphead Countdown.”

Tonton trailer resminya di bawah ini.

Sumber: Gematsu

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x