Connect with us

Box Office

Review Film Overlord, Keseruan aksi horror mencekam pada Operasi Normandia

Published

on

GwiGwi.com – Film dimulai pada malam sebelum D-day (hari operasi pendaratan Normandia di Perancis, 6 Juni 1944) para pasukan parasut siap mendarat dengan membawa misi penting untuk mengancurkan menara pemancar radio tentara Jerman di sebuah gereja di sebuah desa di Normandia. Dalam misinya pasukan tersebut dengan dibantu warga desa setempat menemukan laboratorium misterius di bawah tanah gereja tersebut, misi mereka tidak mudah karena tidak hanya melawan tentara Jerman mereka juga harus melawan tentara misterius yang belum pernah sama sekali dunia tahu.

Dengan J.J. Abrams dan Lindsey Weber sebagai eksekutif produser, disutradai oleh Julius Avery dan dibintangi oleh Jovan Adepo, Wyatt Russle, Pilou Asbaek, Mathilde Ollivier (yang cantik sekali), John Magaro dan Iain de Caestecker. Cerita dan screenplay oleh Billy Ray, Paramount Pictures menyuguhkan film perang dunia ke-dua dengan penuh aksi baku tembak dan aksi mencekam, Operasi Normandia sendiri merupakan bagian dari Operasi Overlord pada perang dunia ke-dua.

Adegan-adegan di film ini bisa dibilang cukup seru dan mencekam namun bila digabungkan menjadi sebuah film entah kenapa seperti ada yang sedikit mengganjal atau bisa dibilang tempo cerita menjadi berubah-ubah cepat dan lambat. Namun tempo cerita yang kadang melambat sebaliknya membuat kita menjadi penasaran mengenai misteri apa yang ada di laboratorium bawah tanah tentara Jerman. Petunjuk mengenai keanehan pada desa tersebut perlahan mulai terbuka tanpa langsung memunculkan jawaban.

Walaupun film ini mempunyai fokus pada aksi tembak dan aksi mencekam, film ini menceritakan aspek kemanusian yang dimiliki masing-masing prajurit dan penduduk desa yang menjadi korban perang dunia ke-dua. Aspek kemanusiaan yang terkesan tidak berguna pada pertengahan film membuahkan rasa puas pada akhir film ini.

Seberapa horror kah film ini? Saat media screening ada 2 kali momen di mana ada yang teriak karena kaget hehe. Tidak film ini tidak banyak adegan “Jump Scare” nya kok hehehe. Overlord mulai tayang di Cinema XXI mulai 7 November 2018 hari ini jadi kalau kamu haus dengan aksi baku tembak dan aksi mencekam tunggu apa lagi segera pesan tiket.

Advertisement

Box Office

Kisah Kelahiran Damien, Sang Anak Titisan Iblis, Terungkap dalam Film Horor Psikologis Terbaru, “The First Omen”

Published

on

By

Review Film The First Omen, Lahirnya Antikristus

www.gwigwi.com – Film horor psikologis terbaru dari 20th Century Studios, “The First Omen”, tayang eksklusif di bioskop mulai hari ini, 3 April 2024. Sebagai prekuel dari salah satu kisah horor ikonik, “The Omen”, film yang berlatar di tahun 1971 ini akan menceritakan kisah di balik kelahiran Damien, anak titisan iblis yang menjadi tokoh utama dalam “The Omen” yang dirilis pada tahun 1976. Disutradarai oleh Arkasha Stevenson berdasarkan karakter yang diciptakan oleh David Seltzer, “The First Omen” dibintangi oleh Nell Tiger Free, Tawfeek Barhom, Sonia Braga, Ralph Ineson, dengan Charles Dance, dan Bill Nighy.

Kisah horor tentang konspirasi di balik kehadiran titisan iblis ke dunia ini dimulai lewat karya Richard Donner, “The Omen”, yang berhasil memperoleh kesuksesan besar pada masanya dengan pendapatan lebih dari 60 juta AS Dolar di Amerika Serikat. Kesuksesan film tersebut diikuti dengan versi cerita lainnya dalam berbagai format, termasuk film “The Omen” pada tahun 2006 yang disutradarai oleh John Moore, yang berhasil meraup lebih dari 120 juta AS Dolar. Pada tahun 2016, Glen Mazzara juga menghadirkan kembali kisah ini dalam format serial yang berjudul “Damien”.

Di tahun 2024 ini, franchise ikonik tersebut akan kembali lewat prekuel arahan Arkasha Stevenson, yang sebelumnya dikenal lewat “Legion” dan “Briarpatch”. Sebagai film panjang perdananya, Arkasha Stevenson menceritakan bagaimana ia mengemas kisah ikonik tersebut, “‘The First Omen’ ini merupakan prekuel dari versi tahun 1976,” ungkap Stevenson. “Namun, penting juga bagi kami untuk menciptakan sebuah cerita yang dapat berdiri sendiri. Jadi, kami ingin para penonton menyaksikan versi tahun 1976 tersebut, tetapi ada pesan tersendiri yang juga ingin kami sampaikan.”

Produser David S. Goyer (“Hellraiser”) menambahkan, “Saya selalu penasaran dari mana asal mula Damien – bagaimana bayi itu bisa berada dalam pelukan Robert dan Katherine Thorn. Keinginan kami adalah untuk menciptakan film horor yang bersifat abadi dan kontemporer. Sesuatu yang akan menunjukkan masa lalu, tetapi juga dengan unsur masa kini. Film genre ini bekerja paling baik ketika mereka berfungsi sebagai cermin gelap yang memperlihatkan kembali kecemasan kontemporer yang kita miliki.”

Cerita dimulai dengan Margaret (diperankan oleh Nell Tiger Free), seorang calon biarawati muda yang dikirim dari Amerika ke Roma untuk bekerja di sebuah panti asuhan sebelum ia resmi menjadi biarawati. Sebagai seorang yatim piatu, Margaret merasa dekat dengan gadis tertua di panti asuhan itu, Carlita, yang seperti Margaret, mengalami masalah sejak usia muda. Ada sesuatu yang aneh pada anak ini dan tidak ada yang tahu mengapa, tetapi Margaret merasakannya, dan merasa ada hubungan antara keduanya. Pertemuan itu secara tak terduga membawanya ke dalam kegelapan yang menyebabkannya meragukan imannya sendiri, hingga akhirnya ia mengungkap konspirasi mengerikan yang bertujuan untuk melahirkan titisan iblis ke dunia.

Ketika “The First Omen” hadir di bioskop, penggemar film “The Omen” tahun 1976 akan segera mengetahui bagaimana Damien terlahir ke dunia. “Sangat menyenangkan bagi kami untuk dapat membangkitkan rasa takut yang terdalam dari penonton. Akan ada banyak sekali adegan horor yang juga diiringi oleh unsur intrik untuk menciptakan pengalaman, dan membuat penonton penasaran untuk tahu lebih jauh lagi. ” ujar produser Keith Levine.

“The First Omen” disutradarai oleh Arkasha Stevenson dan dibintangi oleh Nell Tiger Free, Tawfeek Barhom, Sonia Braga, Ralph Ineson, dengan Charles Dance, dan Bill Nighy. “The First Omen” hadir di bioskop Indonesia pada 3 April 2024

Continue Reading

Box Office

Daftar pemenang The 96th Academy Awards 2024

Published

on

Daftar Pemenang The 96th Academy Awards 2024

www.gwigwi.com – The Academy of Motion Pictures Arts and Science akan menggelar Academy Awards 2024 pada pagi ini, Senin (11/3/2024). Siaran langsung rangkaian acara pesta dan penyerahan piala Oscar akan dimulai pada sekitar pukul 06.00 WIB.

Semua nominasi calon penerima Oscar telah diumumkan sejak Januari lalu. Para pemenang Academy Awards ke-96 akan diumumkan satu per satu dalam acara yang berlangsung hingga 3 jam, dengan pemenang film terbaik diumumkan pada akhir acara.

Oscars 2024 akan digelar di Dolby Theatres, Los Angeles dan dipandu oleh komedian Jimmy Kimmel. Sebelum acara dimulai, seperti biasanya, pada aktor dan aktris akan terlebih dulu melewati red carpet untuk memamerkan busana masing-masing.

Dalam ajang penghargaan tahunan tersebut, film “Oppenheimer” masuk 13 nominasi diikuti oleh “Poor Things” (11 nominasi), “Killers of the Flower Moon” (10 nominasi), dan “Barbie” (8 nominasi).

Berikut daftar pemenang peraih Oscar tahun 2024 dan pemenang yang sudah diumumkan dari lama resmi dan akun sosial media acara penghargaan tersebut.

Berikut daftar pemenang Academy Awards ke-96:
* Best Supporting Actress: Da’Vine Joy Randolph, “The Holdovers”
* Best Animated Short: “War Is Over!”
* Best Animated Feature: “The Boy and the Heron”
* Best Original Screenplay: “Anatomy of a Fall”
* Best Adapted Screenplay: “American Fiction”
* Best Makeup and Hairstyling: “Poor Things”
* Best Production Design: “Poor Things”
* Best Costume Design: “Poor Things”
* Best International Feature: “The Zone of Interest”
* Best Supporting Actor: Robert Downey Jr., “Oppenheimer”
* Best Visual Effects: “Godzilla Minus One”
* Best Film Editing: “Oppenheimer”
* Best Sound: “The Zone of Interest”
* Best Score: “Oppenheimer”
* Best Original Song: “What Was I Made For?” from “Barbie”
* Best Actor: Cillian Murphy, “Oppenheimer”
* Best Director: Christopher Nolan, “Oppenheimer”
* Best Actress: Emma Stone,”Poor Things”
* Best Picture: Oppenheimer

Continue Reading

Box Office

Review Film Madame Web, film Spider-Man Sony Universe yang serba nanggung

Published

on

Review Film Madame Web, Film Spider Man Sony Universe Yang Serba Nanggung

www.gwigwi.com – Semenjak tayangnya IRON MAN (2008) saya jadi keranjingan mengikuti berbagai judul komik superhero hingga sekarang.  Namun, hanya sediikit sekali saya tahu tentang karakter bernama Madam Web. Saya pun memutuskan membiarkan filmnya sendiri yang berbicara tanpa mencari tahu si madam lebih jauh. Bisakah MADAM WEB (2024) membuat saya jadi menyukai dan ingin tahu lebih lanjut soal karakternya? Karena itu kan poin adaptasi komik yang ingin jadi franchise?

Cassie (Dakota Johnson) adalah pekerja medis yang sigap menolong korban bersama partnernya Ben Parker (Adam Scott). Karena suatu kecelakaan kekuatan terpendamnya bangkit. Dia mampu melihat dan mengulang masa depan. Bahkan bisa merubah nasibnya.

Ternyata semua itu ada hubungannya dengan peristiwa kelahirannya di pelosok hutan Peru. Takdirnya pun terikat dengan tiga gadis; Julia (Sydney Sweeney), Anya (Isabella Moner) dan Mattie (Celeste O’Connor). Mereka dikejar oleh orang berkekuatan mirip Spider-Man bernama Ezekiel (Tahar Rahim). Bisakah Cassie menyelamatkan mereka dari pria yang juga telah membunuh ibunya itu?

MADAM WEB (2024) sedari pada disebut film superhero, mungkin lebih cocok dengan sebutan thriller ber sub genre superhero.

Review Film Madame Web, Film Spider Man Sony Universe Yang Serba Nanggung

Review Film Madame Web, Film Spider Man Sony Universe Yang Serba Nanggung

Film kebanyakan bercerita tentang bagaimana para gadis bertahan dari serangan “Spider-man” jahat. Bukan banyak adegan aksi fantastis khas superhero (trailernya bisa dibilang misleading sekali!) tapi lebih pada aksi memanfaatkan sekitar untuk bertahan hidup. Itu pun ketegangannya masih berasa tanggung dan kurang menusuk lebih perih lagi. Rasanya ingin melihat film sekalian saja dibuat tebal horornya toh masuk akal untuk premisenya dan tak akan terkesan pretensi.

Dakota Johnson memainkan sisi wanita biasa yang sigap menolong orang cocok sekali. Begitu pun saat dia menjadi mbak mentor dan pelindung ketiga gadis itu.

Namun, saat momen berhadapan dengan Ezekiel langsung di paruh ketiga, energinya sebagai protagonis heroik tak sekuat saat dia menjadi pekerja medis. Seakan Cassie lebih cocok sebagai karakter pendukung saja, bukan utama.

Baik protagonis dan antogonis mampu melihat masa depan. Awalnya saya mengira akan dibahas bagaimana perbedaan filosofis kedua karakter tersebut menanggapi kekuatannya. Yah visi masa depan ini ternyata hanya sebatas jadi kekuatan untuk protagonis dan motivasi yang tidak dieksplorasi lebih jauh untuk menambah bobot antagonisnya.

Review Film Madame Web, Film Spider Man Sony Universe Yang Serba Nanggung

Review Film Madame Web, Film Spider Man Sony Universe Yang Serba Nanggung

Pilihan gaya sinematografi dan editingnya memang menarik dan pembeda dibanding film berisi manusia laba-laba lain. Memang senapas dengan tema soal kilasan visi masa depan atau firasat, tapi wah tak sedikit juga shot crazy angle dan cutting kasar yang bikin bingung dan pusing. Walau secara keseluruhan sebenarnya oke saja usahanya memberikan perspektif baru dalam adegan aksi.

MADAM WEB (2024) sepertinya tontonan yang lebih cocok untuk fans film thriller atau horror dan tak memberi banyak ruang untuk disukai fans superhero. Melihat flopnya THE MARVELS (2023) yang notabene nya adalah tipikal film superhero, barangkali arah radikal inilah yang justru menjadi pembaru dan sukses. Mungkin produsernya juga bisa melihat masa depan?

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending