Connect with us

Live Action

Review Film Live Action Attack on Titan Part 1, Perjuangan Mempertahankan Ras Manusia

Published

on

GwiGwi.com – Film pertama Live Action Attack on Titan dari 2 bagian film yang direncanakan akhirnya bisa disaksikan dibioskop lokal yang dibawa langsung oleh Encore Film yang berkerja sama dengan Moxienotion yang dapat ditonton pada jaringan bioskop CGV Blitz seluruh Indonesia. Film karya Shinji Higuchi ini diangkat dari manga dan anime terkenal berjudul sama Attack on Titan. Manga karya Hajime Isayama ini menceritakan kehidupan manusia yang harus bertahan hidup dari serangan para raksasa yang mengancam ras umat manusia.

ATTACK_ON_TITANS poster indonesia gwigwi

Attack on Titan menjadi film yang sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar dari seluruh dunia. Dipimpin oleh Higuchi yang juga merupakan asisten sutradara untuk film Godzilla Reboot yang direncanakan tayang pada tahun 2016 mendatang ini juga disebut sebagai sutradara efek spesial terbaik di Jepang. Akan tetapi kelebihan ini tertutupi oleh penulisan karakter yang kurang bagus. Beberapa fans mengkritik sang penulis naskah karena tidak menonjolkan karakter-karakter original, sebuah keputusan yang sepertinya didukung oleh sang peklmbuat, Hajime Isayama sendiri. Film yang dikemas dalam durasi 98 menit akan menyajikan pengembangan semua karakter dengan sangat cepat, seperti meringkas semua cerita dalam anime dan manga.

Dalam penayangan perdana dalam minggu pertama di Jepang, Attack on Titan memuncaki klasemen dengan pendapatan 5,1 Juta USD. Beruntung Indonesia tidak perlu menunggu lama untuk menyaksikan Part 1 dari Live Action Attack on Titan yang telah tayang pada 1 Agustus 2015 di Jepang. Jika biasanya ada delay 2-3 bulan setelah penayangan perdana, kini hanya sela 3 minggu kita sudah bisa menyaksikan Live Action dari anime tersukses. Di Indonesia sendiri, Attack on Titan begitu populer, sejak penayangan animenya, banyak penggemar mulai membicarakan serta membuat berbagai karya doujin dan mengenakan cosplay karakter Attack on Titan.

Sejak anime ini diberitakan akan diangkat menjadi Live Action, banyak penggemar penasaran akan hasil yang akan disajikan oleh Higuchi. Namun setelah para cast diperkenalkan, banyak orang yang semakin bertanya-tanya, cerita apa yang akan ada dalam film ini. Cast yang diperkenalkan tetap mempertahankan para karakter utama, namun ada penambahan karater baru dengan cerita baru. Oleh karena itu, jangan berharap ini Attack on Titan yang kamu baca di manga atau yang kamu tonton dianimenya. Film ini akan memperlihatkan monster raksasa yang berbeda dengan apa yang sudah kamu tonton di anime. Karena film ini diklaim memiliki cerita original dan mengambil karakter original yang berbeda dari anime maupun manganya, sebenarnya untuk membandingkannya keduannya jadi tidak baik. Namun jujur gwimin sendiri tidak bisa melepas pemikiran bahwa gwimin menonton film ini akan berharap sama dengan anime maupun manganya.

Eren (Haruma Miura), Armin (Kanata Hongo) dan  Mikasa (Kiko Mizuhara) hidup dalam sebuah kota yang berada diantara dinding tinggi untuk menahan mereka dari serangan para raksasa yang memakan mereka hidup-hidup yang mana hampir saja memusnahkan ras manusia beberapa tahun lalu. Eren kehilangan pekerjaannya lagi karena keingintahuannya atas dunia dibalik dinding. Keinginannya itu membuat kedua temannya jadi ikut penasaran apa yang ada diluar dinding. Disaat ingin mencari tahu apa yang dibalik dinding, mereka bertiga malah ketangkap basah oleh petugas yang merupakan kenalan Eren. Eren memberikan syalnya kepada Mikasa karena Mikasa terlihat kedinginan.

attack on titan_

Kunjungan mereka, tak diduga muncul sebuah masalah dimana  ada Titan besar (kolosal Titan) yang muncul dengan tubuh melebih tinggi dinding yang telah dirancang tidak akan bisa dilewati Titan karena dinding yang tinggi. Sang kolosal Titan menghancurkan dinding sehingga membuat para Titan memasuki wilayah tersebut. Ketiga anak muda ini, berlari menuju pemukiman untuk melihat keluarga mereka namun terlambat, disinilah Mikasa dan Eren terpisah akibat Mikasa yang ingin menolong bayi dan Eren yang terdorong masa untuk masuk kedalam sebuah gedung. Tepat dibelakang Mikasa terdapat Titan yang sedang menuju mereka. Eren yang terjebak disebuah rumah tiba-tiba kehilangan keberadaan Mikasa yang menggendong bayi setelah penyerangan Titan.

attack on titan-

Semua yang diceritakan pada pembukaan terlihat menarik, para karakter dan hubungan mereka sangat baik diceritakan disetiap adegan, namun sayangnya tidak dilanjutkan adegan berikutnya. Eren dan Armin diceritakan pada adegan selanjutnya menjadi seorang tentara khusus untuk menghentikan para Titan dengan senjata pamungkas mereka 3D Manuver Gear. Eren dan Armin berada dalam satu tim dan menjadi tentara yang tidak mempunyai keluarga akibat kejadian pahit yang menimpa mereka. Lain halnya disisi Mikasa, Eren yang diejek karena membiarkan Mikasa terbunuh ternyata tidak tahu bahwa Mikasa kini menjadi seorang tentara yang tangguh dan menjadi pokok pembicaraan banyak orang karena telah membunuh banyak Titan. Mikasa dibawah perintah Shikisima yang melatihnya. Akting Mikasa dibilang sangat baik diperankan, dari Mikasa yang ceria berubah menjadi Mikasa yang dingin dan misterius sangat baik diperankan oleh Kiko Mizuhara.

Yoshihiro Nishimura, pemimpin special modeling mengambarkan Titan disini jauh dengan apa yang gwimin harapkan. Terlihat sekali disini Titan yang telanjang dan menyeramkan ini didandan ala kadarnya dengan berharap dari hasil CG yang akan mengubah sisanya. Justru Titan yang ada tampak seperti manusia pada umunya hanya berbentuk lebih besar dan ganas.

Hasil CG yang dihasilkan film ini pada penampakan Kolosal Titan cukup baik dan menyerupai anime maupun manganya. Namun semua pandangan itu berubah ketika memasuki adegan tengah ke akhir. Adegan yang diisi pertempuran udara dan cipratan darah ternyata tidak berjalan mulus. Dimensi yang diberikan tidak terasa. Aksi Mikasa dengan akting yang baik tidak didukung dengan CG dan soundtrack yang baik pula. Jika dibandingkan, Dragonball Evolution (2009) memiliki CG yang lebih baik. Sayang sekali film ini jadi berasa low budget movie.

Jika membahas set area pada film mungkin akan sedikit membingungkan. Diawal kita hadapkan dengan adegan Armin Cs yang hidup sebuah kota yang mungkin saja berasal dari tempat pengungsian para korban Titan dimasa lalu, namun ditengah cerita tempat tersebut berubah jadi sebuah gedung bekas apartemen yang tinggi dan besar. Saya setuju lokasi demikianlah yang cocok untuk bermanuver dengan 3DMG namun justru hal ini membuat tidak nyambung dengan adegan diawal.

Jika menilai keseluruhan pada film pertama rasanya tidak adil, semoga saja pada lanjutan bagian kedua nanti, penggemar diberikan aksi yang lebih baik dan durasi yang lebih lama. Jika kamu adalah penggemar manga dan anime Attack on Titan, harap persiapkan diri kamu semoga saja kamu bisa menerima apa yang ada dalam film ini dengan ekspetasi kamu. Namun jika kamu mengganggap ini cerita baru dan bisa memahami film ini tanpa membandingkan dengan anime dan manga, film ini akan memberikan tontonan yang baik dan dapat dinikmati, khususnya kamu pecinta film horor dan gore.

[youtube id=”DusYP8HL8u4″ width=”600″ height=”340″ position=”left”]

Advertisement

Live Action

Live-Action Elden Ring Resmi Diumumkan

Published

on

Live Action Elden Ring Resmi Diumumkan

www.gwigwi.com –

Kabar besar datang untuk para gamer dan pecinta film fantasi. Adaptasi live-action dari Elden Ring resmi dijadwalkan tayang secara global di bioskop pada 3 Maret 2028, dengan jadwal rilis di Jepang menyusul.

Disutradarai Sosok Berpengalaman

Film ini akan ditulis dan disutradarai oleh Alex Garland, yang dikenal lewat karya-karya seperti Ex Machina dan Annihilation. Dengan rekam jejaknya dalam genre sci-fi dan atmosfer yang kuat, banyak yang penasaran bagaimana ia akan mengadaptasi dunia gelap dan misterius Elden Ring ke layar lebar.

Kolaborasi Nama-Nama Besar

Proyek ini juga melibatkan beberapa nama penting di balik layar:

Hidetaka Miyazaki (sutradara game)

George R. R. Martin (produser, sekaligus kreator lore)

Vince Gerardis

Peter Rice

Andrew Macdonald

Allon Reich

Keterlibatan Miyazaki dan Martin menjadi nilai tambah besar, mengingat keduanya adalah sosok utama di balik dunia Elden Ring yang kompleks.

Dari Game Fenomenal ke Layar Lebar

Game aslinya dikembangkan oleh FromSoftware dan diterbitkan oleh Bandai Namco Entertainment. Dirilis pada 25 Februari 2022, Elden Ring sukses besar dengan penjualan lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia.

Dikenal dengan dunia open-world yang luas, lore mendalam, serta gaya narasi yang tidak konvensional, adaptasi filmnya tentu menjadi tantangan tersendiri.

Tantangan Adaptasi

Salah satu hal yang paling dinantikan adalah bagaimana film ini akan menyampaikan cerita yang di game cenderung implisit dan penuh interpretasi. Apakah akan tetap mempertahankan gaya misteriusnya, atau justru dibuat lebih naratif agar mudah diikuti penonton umum?

Ekspektasi Tinggi dari Fans

Dengan tim produksi yang kuat dan materi sumber yang sangat populer, film ini langsung masuk daftar proyek paling dinantikan menjelang 2028.

Jika berhasil, Elden Ring bisa menjadi salah satu adaptasi game ke film terbaik—bukan hanya untuk fans, tapi juga untuk penonton luas yang baru mengenal dunia The Lands Between.

Continue Reading

Live Action

Netflix Dikabarkan All-Out Garap VFX Live-Action Solo Leveling

Published

on

Netflix Dikabarkan All Out Garap Vfx Live Action Solo Leveling

www.gwigwi.com –

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Netflix akan jor-joran dalam penggarapan efek visual (VFX) untuk adaptasi live-action Solo Leveling. Platform streaming raksasa tersebut dikabarkan menggaet tim VFX global papan atas demi memastikan kualitas visual yang maksimal dan mampu merepresentasikan skala dunia Solo Leveling secara meyakinkan.

Langkah ini dinilai krusial mengingat Solo Leveling dikenal dengan elemen visual yang sangat menantang untuk diwujudkan ke format live-action. Mulai dari dungeon raksasa, monster berukuran masif, hingga kemampuan ikonik Sung Jin-Woo seperti Shadow Army dan pertarungan berskala besar, semuanya menuntut kualitas CGI kelas tinggi agar tidak terlihat canggung atau “murahan”.

Menurut berbagai laporan dan pembicaraan di kalangan industri, Netflix disebut ingin menjadikan Solo Leveling sebagai tolok ukur baru untuk adaptasi live-action berbasis anime dan webtoon. Dengan menggandeng studio VFX internasional berpengalaman dalam proyek film blockbuster, Netflix berharap hasil akhirnya mampu bersaing dengan standar visual film fantasi dan superhero Hollywood.

Pendekatan ini juga mencerminkan strategi Netflix dalam beberapa tahun terakhir, di mana mereka semakin berani menginvestasikan anggaran besar untuk proyek live-action berbasis IP populer. Jika rumor ini benar, Solo Leveling berpotensi menjadi salah satu proyek live-action dengan produksi visual paling ambisius yang pernah dikerjakan Netflix.

Bagi penggemar, kabar ini tentu memunculkan optimisme sekaligus ekspektasi tinggi. Salah satu kekhawatiran terbesar dari adaptasi live-action selama ini adalah kegagalan dalam menerjemahkan visual khas versi animasi atau ilustrasi aslinya. Fokus besar Netflix pada VFX diharapkan dapat meminimalkan risiko tersebut dan menghadirkan dunia Solo Leveling yang terasa hidup, brutal, dan epik.

Meski belum ada konfirmasi detail mengenai studio VFX mana yang terlibat atau seperti apa pendekatan teknis yang akan digunakan, rumor ini sudah cukup untuk memicu antusiasme. Jika eksekusinya benar-benar maksimal, live-action Solo Leveling bukan hanya berpotensi memuaskan penggemar lama, tetapi juga membuka jalan bagi adaptasi live-action lain dengan standar produksi yang lebih tinggi di masa depan.

Continue Reading

Box Office

REVIEW FILM: SONIC THE HEDGEHOG 3; SEMAKIN KUAT MENGUASAI BIOSKOP

Published

on

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

www.gwigwi.com – Sonic, Tails, Knuckles beserta Robotnik (Ivo) kembali lagi di film yang ke-3 tepat saat liburan Natal. Dalam film terbaru ini dimeriahkan dengan munculnya Shadow (Keanu Reeves) yang ditahan selama 50 tahun oleh GUN karena dianggap berbahaya; ia tiba-tiba berhasil lolos dari tahanan berkat bantuan Gerald Robotnik (yang diperankan juga oleh Jim Carrey).

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

Dr. (Ivo) Robotnik dan Gerald Robotnik

Mereka berdua memiliki dendam terhadap umat manusia karena meninggalnya Maria, cucunya Gerald dan masih sepupunya Ivo. Mereka bermaksud menggunakan sebuah super weapon yang dibangun Gerald untuk memusnahkan dunia. Sonic dkk berusaha menghentikan Shadow dan Gerald namun Shadow ternyata sangat kuat dan mampu mengalahkan Sonic sehingga membuat ia frustrasi dan emosional. Namun ia ingat nasihat Tom untuk tetap menggunakan hatinya dalam bertindak, setelah berbicara dengan Shadow; Sonic dan Shadow memutuskan bekerja sama menghentikan rencana Gerald.

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

Shadow

Film ke-3 ini lebih baik daripada yang ke-2 karena lebih fokus pada Sonic dan Shadow tanpa gangguan karakter-karakter sampingan yang ga penting, selain itu jokes-jokes dalam film juga fresh dan amat kocak. Plot cerita nya sederhana karena memang ditujukan untuk anak-anak namun tetap menghibur orang dewasa sekalipun. Jim Carrey tampak semakin nyaman memerankan Robotnik dan aksinya terlihat makin menggila di film ini dengan memerankan dua orang. Ada pada satu adegan mereka menari bersama dan itu keren banget serta kocak.

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

Sonic 3 ini merupakan pilihan yang bagus untuk ditonton di bioskop selama libur Nataldan Tahun Baru, terutama bagi Gwiple yang merupakan fans Sonic si landak biru. Jangan lupa menunggu mid dan post credit yang memberikan hint film ke-4.

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending