Connect with us
Maaf Anda Melihat Iklan

Box Office

Review Film Hustlers, kisah para stripper yang ingin survive di tengah krisis ekonomi global

Published

on

GwiGwi.com – Dorothy (Constance Wu) yang punya nama panggung Destiny di club striptease Moves, bekerja sebagai stripper untuk menghidupi nenek nya. Namun karena ia masih terbilang baru di tempatnya dan potongan gaji yang cukup besar karena “jatah preman” nya banyak, Ia ingin melakukan kinerja yang lebih baik.

Maaf Anda Melihat Iklan

Kemudian ia bertemu dengan Ramona Vega (Jennifer Lopez) yang merupakan bintang di Moves dan ia mengajari Destiny untuk bagaimana menarik pelanggan dan mendapatkan uang tip yang banyak.

Destiny pun berhasil melakukan performa terbaiknya dan mendapatkan gaji yang cukup besar, beserta uang tip yang banyak berkat apa yang diajarkan oleh Ramona. Karena Moves merupakan tempat nya para pebisnis dan pemegang saham di Wall Street untuk melepas penat. Namun semua berubah ketika krisis ekonomi di Amerika Serikat melanda di tahun 2008.

Lantas bisnis di club striptease Moves pun juga kena imbasnya, pola bisnis nya pun berubah agar club striptease ini tidak bangkrut. Kemudian Ramona dan Destiny memiliki sebuah rencana agar tetap mendapatkan para pelanggan dan mereka masih bisa hidup senang di tengah krisis ekonomi yang melanda.

Film ini berdasarkan kejadian nyata dari artikel di New York's Magazine “The Hustlers at Scores” yang ditulis oleh Jessica Pressler pada tahun 2015. Filmnya sendiri sukses mendapatkan review positif dari para kritikus ketika penayangan perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) 2019.

Film yang dibintangi oleh Constance Wu, Jennifer Lopez, Julia Stiles, Cardi B, Lili Reinhart, Lizzo, dan Kiki Palmer ini bisa dibilang ini merupakan sebuah suguhan genre drama thriller yang menarik perhatian tahun ini. Karena mengangkat isu bisnis strip club untuk bisa survive ditengah krisis ekonomi yang melanda di tahun 2008 yang memberikan imbas di beberapa sektor.

Baca Juga:  Review Film Thor: Love and Thunder, The Lightning Second Strike Miss The Mark

Constance Wu dan Jennifer Lopez mencuri perhatian lewat performa nya di film ini, namun sangat disayangkan beberapa cast lain hanya tampil sebagai pemanis saja di film ini.

Dari segi cerita, mereka tidak terlalu bertele-tele karena langsung to the point namun tetap berbobot dan berhasil menyampaikan pesan yang ingin disampaikan lewat film ini. Dengan alur maju mundur namun tidak membuat penonton bingung. Dengan menyajikan adegan si penulis artikel yang mewawancarai Destiny dan Ramona meyakinkan para penonton bahwa kejadian di film ini terlihat nyata.

Film ini dilarang tayang di negeri Jiran karena “excessive obscene content” menurut lembaga sensor di negara Malaysia Malaysian Film Censorship Board. Namun film ini tayang di Indonesia dengan sensor yang sangat hati-hati agar tidak merusak cerita di film ini. Total 6 menit adegan yang di cut. Sementara untuk naked scene nya sendiri hanya di blur saja dan memberikan rating film ini untuk 21 tahun keatas.

Menurut gue, Lembaga sensor film berhasil membuat sensor yang ideal buat film ini. Mereka tahu mana adegan yang semesti nya di potong dan mana yang tidak agar tidak merusak cerita lewat suatu film. Well, good job.

Secara keseluruhan, film Hustlers yang akhirnya tayang di Indonesia merupakan sajian menarik yang bisa menjadi pilihan untuk kalian yang ingin menonton film di bulan ini. Film dengan cerita menarik ditambah performa cast yang baik sangat sayang jika kalian lewatkan.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Box Office

Review Film Thor: Love and Thunder, The Lightning Second Strike Miss The Mark

Published

on

GwiGwi.com – THOR: RAGNAROK adalah perubahan radikal dari arah kreatif dua film Thor sebelumnya; lebih ringan, lebih banyak komedi dan Thor yang lebih luwes tak kaku dengan dialog ala teater Shakespeare seperti debutnya. Meski beberapa fans tak menyukai arah tersebut, film ketiga itu adalah film Thor tersukses yang pernah ada baik secara box office atau penerimaan kritikus dan penontonnya.

Maaf Anda Melihat Iklan

Maka tentu saja Taika Waititi, sutradara THOR: RAGNAROK, diminta kembali melanjutkan kesuksesan gaya filmnya dengan THOR: LOVE AND THUNDER, tapi apakah film ke 4 ini lebih fun atau justru mulai kehilangan “thunder” nya?

Dibuka dengan origin sang villain baru, Gorr (Christian Bell) mengenai kenapa ia sangat dendam kepada para dewa.

Akting mantan Batman zaman Nolan itu di awal film begitu kuat dan mengundang simpati. He really bring his A game. Sampai rasanya ingin melihat penampilannya lebih lama lagi, di mana itu dibutuhkan untuk lebih menjual tragedi dan keseramannya.

Thor (Chris Hemsworth) sedang mencari orang yang balik mencintainya setelah begitu banyak kehilangan orang terdekat di film-film sebelumnya. Dia mengisi kekosongan hati ini dengan pergi menjadi hero bersama Guardians of The Galaxy. Sampai saat bahaya mencapai New Asgard, dia terkejut melihat senjata lamanya, Mjolnir, digunakan oleh kenalan lamanya, Jane Foster (Natalie Portman)

Dengan judul THOR: LOVE AND THUNDER, jelas apa yang difokuskan cerita ini; Romansa. Namun saya melihat sebenarnya ada tema yang bisa jadi lebih menarik bila dieksplor lebih utama yakni mengenai hipokrasi kepahlawanan dewa yang diomongkan Gorr.

Baca Juga:  Review Film The Black Phone

Secara halus memang hubungan dewa dan orang biasa memang diceritakan. Seperti Zeus (Russel Crowe) yang sombong dan lalim, kontras dengan Thor yang selalu mencoba menolong orang. Coba saja ini fokusnya. Bisa ngasih film ini plot yang lebih dramatis dan berbeda. Memang filmnya akan jadi lebih serius, tapi ngeliat kurang nendangnya joke film ini, mungkin saatnya harus ganti tone lagi?

Natalie Portman diberi lebih banyak ruang daripada jadi pacar aja seperti film sebelumnya. Cukup meyakinkan sebagai The Mighty Thor dan lumayan saat komedi. Valkyrie (Tessa Thompson) rasanya jadi pembantu saja. Dia tidak ada story arc seperti di THOR: RAGNAROK. Begitu pula dengan Korg (Taika Waititi).

THOR: LOVE AND THUNDER berasa seperti versi inferior dari THOR: RAGNAROK. Seolah apa yang dicoba film ini, sudah ada versi superiornya dulu. Sekali lagi, apa sekarang saatnya mereka kembali mengganti arah kreatif si dewa petir ini?

Terakhir, baru-baru ini LIGHTYEAR tak jadi tayang karena konten LGBTnya yang frontal. THOR: LOVE AND THUNDER sebenarnya punya lebih banyak yang diselipkan sepanjang film. Saya penasaran bagaimana reaksi masyarakat nanti saat rilis.

Some swear word stuff in it and some intimacy stuff.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film Minions: The Rise of Gru, Minions Meet Kungfu

Published

on

GwiGwi.com – Para Minion yang terdiri dari Kevin, Stuart, Bob, ditambah Otto kembali lagi ke layar lebar pada sequel ini untuk membantu Gru (Steve Carell) memulai karirnya sebagai super villain. Gru kecil bermimpi untuk bergabung dengan Vicious Six, sekelompok super villains terkenal yang terdiri dari : BELLE Bottom (Taraji P. Henson), Jean Clawed (Jean Claude Van Damme), Svengeance (Dolph Lungren), Stronghold (Danny Trejo), dan Nun-Chuck (Lucy Lawless) dan dipimpin oleh Wild Knuckle (Alan Arkin); yang hilang dalam sebuah ekspedisi mencari kalung ajaib.

Maaf Anda Melihat Iklan

Sepeninggal WK, Vicious Six mencari anggota tambahan dan Gru pun mencoba melamar namun tentu saja ditolak karena dia masih anak-anak. Gru pun mencuri kalung tersebut dan menjadi incaran oleh para penjahat. Gru yang belum punya aneka gadget untuk melawan para villain harus dibantu oleh para Minion yang berlatih Kungfu pada Master Chow (Michelle Yeoh). Bagaimanakah aksi para Minion dalam melawan Vicious Six (kurang 1)? Gwiple dapat mulai menontonnya di bioskop mulai 29 Juni 2022.

Baca Juga:  POCO F4 Series meluncur di Indonesia

Tidak ada yang istimewa dalam sequel ini, selain banyak tingkah Minions yang bikin Gwiple ketawa; plot cerita hanya seputar Gru kecil bertemu beberapa karakter yang punya hubungan dengan film-film Despicable Me. Pemilihan tema Kungfu dan Chinese Lunar New Year pun sepertinya karena Illumination mengincar pasar Asia dan China amat terkesan cliché (China=Kungfu).

Hal yang cukup special dari film ini adalah masih adanya beberapa kata-kata dalam Bahasa Indonesia yang digunakan oleh para Minion; satu hal lain yaitu para pemeran Vicious Six selain BELLE dan WK jarang ngomong tapi tetap memakai pemeran yang terkenal. Overall, Minions 2 adalah film yang biasa-biasa saja yang cocok untuk konsumsi anak-anak dan para fans Minions.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film The Black Phone

Published

on

GwiGwi.com – The Black Phone merupakan film horror thriller yang disutradarai oleh Scott Derrickson dari Blumhouse berdasarkan sebuah cerita pendek karangan Joe Hill dengan judul yang sama.

Maaf Anda Melihat Iklan

The Black Phone mengisahkan penculikan anak-anak laki di sebuah kota di Denver pada tahun 70-an, Finney (Mason Thames) pun menjadi salah satu korban penculik yang dijuluki The Grabber (Ethan Hawke). Sedangkan Gwen (Madeleine McGraw) yang merupakan adik dari Finney tidak ingin kakaknya bernasib seperti korban-korban sebelumnya dan berusaha mencari petunjuk-petunjuk dari mimpinya yang sering menjadi kenyataan; suatu bakat yang diwarisi dari ibunya.

Finney disekap di dalam ruang bawah tanah yang hanya ada Kasur, kakus, beberapa gulungan karpet, dan sebuah telepon hitam yang kabelnya sudah putus. Grabber tidak langsung membunuh Finney karena ia ingin Finney berulah seperti anak nakal yang tidak menuruti aturan yang sudah ia buat sehingga Grabber punya alasan untuk menyiksa Finney.

Baca Juga:  Lagu Favorit dan HIT Yoshiki Fukuyama

Namun yang tidak diketahui oleh Grabber adalah Finney mendapatkan bantuan nasihat dari arwah korban2 penculikan sebelumnya yang berbicara dengan Finney lewat telepon hitam tersebut. Berkat bantuan supranatural tersebut, Finney berhasil bertahan lebih lama dari korban-korban sebelumnya dan membuat Grabber frustrasi sehingga membuat beberapa kesalahan yang memberikan Finney kesempatan untuk bertahan hidup.

Plot The Black Phone ini sangat bagus, dan tidak bertele tele dalam memberikan informasi karakter Finney dan Gwen (yang amat badass) serta para korban lainnya.

Memang kita tidak banyak mengetahui tentang si Grabber namun itu tidaklah terlalu penting karena sebagai film thriller, ada beberapa jumpscare dari hantu anak-anak namun timingnya pas dan benar-benar mencekam.

Walaupun mungkin film ini mengingatkan pada IT dengan kemiripan tema penculikan anak-anak dan adanya balon-balon (walaupun berwarna hitam); The Black Phone benar-benar film thriller yang patut ditonton mulai 22 Juni 2022.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

GwiGwi
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x