Connect with us

Film Anime

Review Film Detective Conan the Movie: The Fist of Blue Sapphire, aksi menegangkan memecahkan kasus di Singapura

Published

on

GwiGwi.com – Perhiasan Blue Sapphire dipamerkan di Marina Bay Sands, Singapura. Kemudian di saat yang sama terjadi pembunuhan yang menghebohkan dan terdapat sebuah kartu milik Kaito Kid di TKP, sehingga membuat pihak polisi curiga karenanya.

Lewat kasus ini Kaito Kid asli yang ingin membersihkan namanya dari tuduhan itu, membawa Conan Edogawa ke dalam kopernya menuju Singapura.

Kaito Kid juga menyamar menjadi Shinichi Kudo supaya dia bisa dekat dengan detektif Kogoro Mouri yang diminta bantuannya dalam menyelidiki kasus ini.

Advertisements

Siapa pelaku sebenarnya? Bagaimana kasus ini terpecahkan?

Film Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire (Meitantei Konan: Konjō no Fisuto) merupakan film ke-23 dari serial anime dan manga Detektif Conan karangan Aoyama Gosho.

Film ini sempat mengalahkan Avengers: Endgame di Box Office Jepang pada minggu keempat penayangannya.

Film yang tayang mulai 24 Juli 2019 di Bioskop Indonesia yang tayang di jaringan bioskop CGV, Cinemaxx dan Flix Ini, memiliki cerita yang sangat menegangkan dan seru untuk diikuti. Gimana gak seru? Kali Ini Conan dan Kaito Kid suka gak suka bekerjasama untuk menyelesaikan kasus ini meskipun setelah beberapa kali bersitegang.

Lewat Film ini, hubungan mereka digambarkan seperti love-hate relationship atau bisa juga bagai yin dan yang, mereka memang seringkali tidak sependapat dalam banyak hal dan bisa dikatakan sebagai musuh, namun seringkali memiliki tujuan yang sama maupun rasa ingin membantu dan akhirnya menjadi saling melengkapi.

Dengan latar negara Asia Tenggara, bisa dibilang Film Ini merupakan film anime pertamayang menampilkan negara Singapura dengan sangat realistis dan tampak sama dengan aslinya.

Baca Juga:  Film Anime "Josee, The Tiger and the Fish" Dipilih untuk Menutup Festival Film Internasional Busan

Berbagai lokasi iconic di Singapura diperlihatkan dengan real seperti Marina Bay Sands, Garden at the Bays, Haji Lane, Merlion Park hingga Maxwell Food Centre.

Bagian terbaik adalah saat pemandangan malam hari pada shot dari udara yang memperlihatkan Singapura begitu indah dan gemerlap….Beuhhh kerenn pisan!!

Film Conan kali ini masih terdapat jokes-jokes yang dapat mengundang tawa dan ada juga kisah asmara dari Shinichi Kudo dengan Ran Mouri serta sahabatnya Sonoko dengan Makoto Kyogoku.

Even terasa cheesy, namun seringkali membuat penonton menjadi tersenyum melihat bagaimana romantisme para muda-mudi itu di sepanjang film.

Berbagai adegan aksinya pun seru dan berjalan dengan rapi, banyak adegan aksi yang melibatkan Kaito Kid maupun Conan yang membuat kita menahan nafas.

Kaito Kid ini memang sangat licin dan cerdik, banyak adegan-adegan yang seakan stuck in the moment maupun adegan di mana Kaito Kid sedikit lagi tertangkap namun dia berkali-kali bisa lepas.

Adegan aksi lainnya yang mencuri perhatian adalah dari tokoh atlet karateka Makoto Kyogoku, dia sungguh sangat bad-ass dalam menghabisi semua lawan-lawannya.

Secara keseluruhan, Film Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire Ini masih menggunakan formula klasik ala komik dan serial animasinya , namun kali ini kembali munculnya Kaito Kid yang harus bekerjasama dengan Conan Edogawa membuat Film Ini terlihat segar. Latar kota Singapura yang begitu mirip dengan aslinya turut menjadi nilai plus dibandingkan dengan film layar lebar Detective Conan sebelumnya.

Advertisements

Film Anime

Film Anime “BEM: Become Human” Rilis Video Promo yang Merangkum Serialnya

Published

on

GwiGwi.com – Staf dari Gekijо̄ban BEM: Become Human, film anime yang akan datang berdasarkan serial anime reboot BEM, mulai streaming video promosi pada hari Rabu yang merangkum serial anime tersebut. Video dimulai dengan narasi oleh Kiyoshi Kobayashi, pengisi suara dari Bem pada anime original tahun 1968 Yōkai Ningen Bem. Kobayashi juga akan menjadi narator film tersebut.

Film Gekijо̄ban BEM: Become Human adalah proyek terbaru di waralaba Yōkai Ningen Bem (Monster Humanoid Bem), dan akan dibuka di Jepang pada 2 Oktober.

Baca Juga:  Film Anime Yaoi "Given" Telah Menjual 100.000 Tiket Sejak Tayang Di Bioskop

Rib menampilkan lagu tema “unforever.”

Sinopsis: Dalam anime aslinya yang terdiri dari 26 episode, Bem, Bela, dan Belo adalah monster humanoid yang jelek (yōkai) yang memperjuangkan keadilan. Monster hidup di antara manusia dan melindungi mereka dari yōkai jahat. Ketiganya menemukan diri mereka dikucilkan dari manusia dan yōkai lainnya, tetapi ketiganya terus bertarung dengan harapan suatu hari menjadi manusia itu sendiri.

Advertisements

 

Sumber: ANN

Advertisements
Continue Reading

Film Anime

Film Anime “Looking for Magical Doremi” Mengungkap Visual Kedua

Published

on

GwiGwi.com – Toei mengungkapkan visual kedua pada hari Selasa untuk Looking for Magical Doremi (Majo Minarai o Sagashite), film anime baru untuk memperingati ulang tahun ke-20 tahun franchise anime gadis ajaib Ojamajo Doremi.

Film ini akan dibuka pada 13 November setelah penundaan COVID-19. Toei dan Toei Animation mengumumkan pada bulan Maret bahwa mereka menunda pembukaan film pada tanggal 15 Mei karena masalah produksi, dan kemudian menjadwal ulang anime untuk musim gugur.

Cerita film ini mengikuti pekerja kantoran Tokyo berusia 27 tahun Mire Yoshizuki yang baru saja kembali ke Jepang, mahasiswa tahun keempat berusia 22 tahun Sora Nagase yang bercita-cita menjadi seorang guru, dan kekanak-kanakan berusia 20 tahun, paruh waktu. Pekerja toko okonomiyaki Hiroshima dan pekerja lepas Reika Kawatani. Yang menyatukan ketiga wanita ini dari latar belakang yang sangat berbeda adalah permata ajaib. Sebuah “Kisah Ajaib Baru” dimulai saat mereka secara misterius disatukan secara kebetulan dan memulai perjalanan.

Baca Juga:  10 Karakter Anime Psikopat Paling Sinting Yang Pernah Ada

 

Sumber: ANN

Advertisements
Advertisements
Continue Reading

Film Anime

Film Anime “A Whisker Away” Akan Tayang Di Bioskop Tertentu Setelah Penundaan COVID-19

Published

on

GwiGwi.com – Akun Twitter resmi untuk Film anime Studio Colorido berjudul A Whisker Away (Nakitai Watashi wa Neko o Kaburu atau Wanting to Cry, I Pretend to Be a Cat) mengumumkan Jumat lalu bahwa film akan memiliki pemutaran bioskop terbatas di Aeon Cinema Tokoname di Aichi pada 2 Oktober, Denmachiza Kyoto di Kyoto pada 9 Oktober, dan Tollywood Shimokitazawa di Tokyo pada 31 Oktober.

Film itu dijadwalkan tayang di Jepang pada 5 Juni, tetapi ditunda karena pandemi penyakit virus corona (COVID-19). Film ini memulai debutnya secara eksklusif Netflix di seluruh dunia pada 18 Juni, dan Gwimin telah mengulas film anime ini.

Baca Juga:  Review ONKYO IE-CM5TW MACROSS Series Collab Walkure Model - True Wireless Buat Pecinta Macross!

Kisah original tentang menemukan jati diri berlatar di Tokoname, Aichi dan berpusat di Miyo “Muge” Sasaki. Dia adalah siswa tahun kedua SMP yang telah jatuh cinta dengan teman sekelasnya Kento Hinode. Muge dengan tegas mengejar Hinode setiap hari, tetapi dia tidak memperhatikannya. Namun demikian, sambil membawa rahasia yang tidak bisa dia ceritakan kepada siapa pun, Muge terus mengejar Hinode. Muge menemukan topeng ajaib yang memungkinkannya berubah menjadi kucing bernama Taro. Sihir memungkinkan Muge mendekati Hinode, tetapi pada akhirnya itu juga dapat membuatnya tidak dapat berubah kembali menjadi manusia.

 

Sumber: ANN

Advertisements
Continue Reading

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending