Connect with us

TV & Movies

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Published

on

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

www.gwigwi.com – ​Rich (Ben Kingsley) dan Ben (Aaron Eckhart) merupakan pilot dan kopilot Eastern Airlines dengan rute Los Angeles-Shanghai. Ben adalah seorang ayah yang masih sulit menerima bahwa anaknya divonis kanker, serta mantan pilot AL yang diberhentikan dengan tidak hormat dan terpaksa bekerja sebagai pilot maskapai komersial.

Sementara itu, Rich adalah seorang ayah yang sudah bercerai dan senang hook up dengan para pramugari.

​Naasnya, pada penerbangan ke Shanghai, seorang penumpang bernama Dan meninggalkan tablet miliknya di dalam koper, dan parahnya lagi, tablet itu dicolok ke power bank menggunakan kabel yang sudah rusak.

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Akibatnya mudah disebabkan, beberapa jam meninggalkan LA, power bank itu terbakar dan walau ada penanganan pemadaman, api menjalar dengan cepat hingga menimbulkan lubang di badan pesawat.

​Keadaan makin genting dengan mesin pesawat yang mati, memaksa Ben dan Rich untuk mendaratkan burung besi tersebut di tengah laut.

Pendaratannya tidak berlangsung mulus; badan pesawat terpecah menjadi tiga bagian dan korban yang selamat hanya tersisa sekitar 30 orang dari total kurang lebih 200 penumpang.

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Di sinilah kondisi kepanikan massal dan jatuhnya korban digambarkan secara amat realistis dan memilukan—mulai dari kekacauan di kabin saat api membakar dinding pesawat, detik-detik mencekam saat badan pesawat menghantam air, hingga keputusasaan para penyintas yang harus menyaksikan keluarga atau rekan seperjalanan mereka hilang terseret arus atau menjadi mangsa.

​Di tengah samudra lepas yang dihuni oleh teror ikan hiu yang mulai berdatangan mencium bau darah, Ben harus dengan cepat menentukan langkah terbaik agar sisa penumpang yang selamat dapat bertahan hidup dan ditolong oleh tim SAR.

Dengan banyaknya korban meninggal, adegan dimangsa hiu, dan banyaknya darah agak lah aneh bahwa film ini diberikan rating 13 tahun, yang seharusnya lebih cocok untuk usia 17 keatas karena adegan-adegan itu bahkan dapat membuat Gwiple yang dewasa pun menjadi trauma.

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Deep Water ini merupakan disaster movie yang para karakternya (kecuali Dan) tidaklah terlalu over acting dalam keadaan darurat namun Gwiple akan terus terpaku menontonnya berkat adegan-adegan yang mencekam.

Secara keseluruhan, Deep Water merupakan film yang seru untuk disaksikan jika kalian mencari tontonan popcorn movies yang memacu adrenalin.

Advertisement

TV & Movies

Review Film Runner, Si Serius dan Si Jenaka Melawan Kartel

Published

on

Review Film Runner, Si Serius Dan Si Jenaka Melawan Kartel

Runner menghadirkan nostalgia film aksi era 90-an yang kental dengan formula buddy-cop atau dinamika partner bertolak belakang. Film ini merupakan duet Alan Ritchson—aktor macho berotot yang semakin melambung lewat serial Reacher—dengan Owen Wilson yang terkenal dengan gaya humor santai dan banyak omong.

Hank Malone (Alan Ritchson), seorang mantan anggota Navy SEAL yang kini bekerja sebagai pengantar barang rahasia (runner), mendapatkan misi berisiko tinggi: mengantarkan organ hati yang sangat langka ke sebuah rumah sakit demi menyelamatkan nyawa seorang gadis kecil. Namun, tugas ini menjadi rumit ketika ia dipaksa membawa Ben Bishop (Owen Wilson), sang kurir medis ceroboh dan penuh bicara yang bertanggung jawab atas organ tersebut. Perjalanan mereka berubah menjadi kejaran hidup dan mati ketika sekelompok tentara bayaran dan kartel kejam berusaha merebut organ tersebut. Tanpa pilihan lain, Hank yang berotot dan disiplin harus bekerja sama dengan Ben yang serba santai demi menyelesaikan misi di tengah rentetan tembakan.

Review Film Runner, Si Serius Dan Si Jenaka Melawan Kartel

Review Film Runner, Si Serius Dan Si Jenaka Melawan Kartel

Dinamika antara Alan Ritchson dan Owen Wilson menjadi motor utama yang menghidupkan film ini:

Alan Ritchson tampil layaknya jagoan yang berintegritas tanpa kompromi dan mampu merobohkan musuh, sementara Owen Wilson hadir mencairkan suasana lewat celetukan santai khasnya yang terus mengoceh di tengah situasi kritis.

Sutradara Scott Waugh mengemas baku tembak, perkelahian fisik, dan kejar-kejaran mobil secara intens tanpa terlalu banyak mengandalkan efek visual yang berlebihan.

Review Film Runner, Si Serius Dan Si Jenaka Melawan Kartel

Review Film Runner, Si Serius Dan Si Jenaka Melawan Kartel

Dari segi cerita, Runner terbilang lumayan klise khas film action dengan plot hole dimana penjahatnya punya banyak kesempatan untuk mengeksekusi Hank tapi tidak dilakukan. Namun, fokusnya yang jelas pada keseruan dan komedi membuat film berdurasi singkat ini tetap seru untuk dinikmati.

Secara keseluruhan, Runner mungkin tidak menawarkan alur cerita yang mendalam, tetapi kombinasi aksi brutal ala Alan Ritchson dan karisma komedi Owen Wilson menjadikannya tontonan aksi komedi 90-an seperti Rush Hour atau Shanghai Noon yang sangat menghibur.

Continue Reading

TV & Movies

Magnifique Group Angkat Diskusi tentang Masa Depan Media dan Kepercayaan terhadap AI melalui Dua Kelas Khusus di IdeaFest 2026

Published

on

By

Magnifique Group Angkat Diskusi Tentang Masa Depan Media Dan Kepercayaan Terhadap Ai Melalui Dua Kelas Khusus Di Ideafest 2026

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah cara manusia bekerja, mencari informasi, berkomunikasi, hingga menciptakan karya. Di tengah perubahan tersebut, Magnifique Group 360° creative and visual communication agency yang bergerak di bidang PR, creative, digital, dan brand activation – mendorong percakapan mengenai satu pertanyaan penting: ketika teknologi semakin mampu mengambil alih berbagai proses, apa yang membuat manusia tetap relevan?

Memasuki tahun keenamnya sebagai PR agency partner IdeaFest, Magnifique Group menghadirkan dua sesi IdeaTalks pada IdeaFest 2026 yang berlangsung pada 4-6 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Kedua sesi tersebut membahas perkembangan AI dari dua perspektif yang saling melengkapi, yaitu “ReHumanizing Journalism: What Makes Media Matter in the Age of AI?” dan “In AI We Trust? Rethinking Strategy, Connection, and Creativity in The Age of AI”.

Magnifique Group Angkat Diskusi Tentang Masa Depan Media Dan Kepercayaan Terhadap Ai Melalui Dua Kelas Khusus Di Ideafest 2026

Magnifique Group Angkat Diskusi Tentang Masa Depan Media Dan Kepercayaan Terhadap Ai Melalui Dua Kelas Khusus Di Ideafest 2026

 

Ketika AI Mengubah Cara Kita Memahami Informasi

Sesi “ReHumanizing Journalism: What Makes Media Matter in the Age of AI?” membahas perubahan ekosistem media ketika AI semakin mampu menghasilkan, merangkum, dan mendistribusikan informasi dengan cepat.

Saat masyarakat dapat mencari jawaban melalui AI tanpa harus mengunjungi situs media, media profesional menghadapi pertanyaan baru mengenai relevansi dan perannya. Melalui sesi ini, Jaka Darwis, Associate Director Magnifique Group, mengajak empat pemimpin media untuk membahas bagaimana media dapat tetap relevan di tengah perubahan tersebut. Mereka adalah Antonius Tomy Trinugroho, Deputy Managing Editor Kompas Daily/Kompas.id; Mahardi Eka Putra, Editor in Chief KapanLagi.com; Sena Achari, Direktur Product Detikcom; serta Uni Lubis, Editor in Chief IDN Times.

Diskusi ini mengeksplorasi bagaimana media dapat memanfaatkan AI tanpa kehilangan fondasi jurnalisme, mulai dari human judgement, empati, dan etika hingga storytelling dan kredibilitas. Salah satu pertanyaan utama yang dibawa dalam sesi ini adalah: “Kalau AI sudah bisa menulis breaking news dalam hitungan detik, merangkum laporan panjang, bahkan menjawab pertanyaan tanpa membuka website media, mengapa masyarakat masih membutuhkan media profesional?”

Bagi Magnifique Group, perkembangan ini menunjukkan bahwa peran media tidak lagi hanya tentang menjadi yang pertama menyampaikan informasi, tetapi juga membantu publik memahami konteks, menentukan apa yang relevan, dan membangun kepercayaan terhadap informasi yang mereka konsumsi. Perspektif ini juga menjadi semakin relevan bagi industri komunikasi secara lebih luas, ketika teknologi memungkinkan pesan diproduksi dengan semakin cepat dan mudah.

Magnifique Group Angkat Diskusi Tentang Masa Depan Media Dan Kepercayaan Terhadap Ai Melalui Dua Kelas Khusus Di Ideafest 2026

Magnifique Group Angkat Diskusi Tentang Masa Depan Media Dan Kepercayaan Terhadap Ai Melalui Dua Kelas Khusus Di Ideafest 2026

AI Sebagai Partner Dalam Berkarya

Saat ini, AI tidak lagi hanya digunakan sebagai tool. Teknologi ini mulai mengambil peran sebagai sumber informasi, pemberi rekomendasi, hingga thinking partner yang turut memengaruhi cara manusia bekerja, berkarya, dan mengambil keputusan.

Melalui kelas kedua yang dipandu oleh Ayu Kartika, PR Lead Magnifique Group, Magnifique mempertemukan Edward Halim, Content Creator; Shahnaz Soehartono, Writer and Creator of Onlights; serta Nia Dinata, Director and Screenwriter of Berbagi Suami 2.0 dalam kelas bertajuk “In AI We Trust? Rethinking Strategy, Connection, and Creativity in the Age of AI”.

Diskusi ini mengeksplorasi bagaimana kehadiran AI mulai mengubah proses manusia dalam menciptakan suatu karya, membangun kredibilitas, dan terhubung dengan audiens. Namun, di tengah teknologi yang semakin mampu menghasilkan berbagai bentuk output, kelas ini juga membuka satu pertanyaan besar: “Apakah AI sedang menjadi “otoritas baru’’ dalam kehidupan kita?”

Magnifique mengajak audiens untuk melihat bahwa manusia tetap memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana suatu karya dapat diterima dan menjadi lebih relevan dengan masyarakat luas. Menjadikan AI sebagai teman berpikir bukan berarti menyerahkan seluruh pertimbangan kepada teknologi tersebut, melainkan memahami kapan AI dapat dipercaya dan kapan manusia perlu tetap menggunakan perspektif serta penilaiannya sendiri.

 

Membawa Human Perspective ke Masa Depan Komunikasi

Melalui kedua sesi tersebut, Magnifique Group melihat bahwa AI akan terus berkembang dan menjadi bagian dari berbagai proses kerja, termasuk di industri media, komunikasi, dan kreatif. Namun, perkembangan tersebut justru membuat kemampuan manusia untuk berpikir kritis, memahami konteks, menentukan arah, membangun kredibilitas, serta menciptakan koneksi yang autentik menjadi semakin penting.

Kedua sesi ini juga mencerminkan pendekatan Magnifique dalam melihat perubahan industri: bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mempertanyakan bagaimana teknologi dapat digunakan secara relevan dalam membangun komunikasi yang lebih bermakna bagi manusia.

Sebagai 360° creative and visual communication agency, Magnifique Group terus membuka ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif dari industri komunikasi dan kreatif. Melalui keterlibatannya di IdeaFest 2026, Magnifique membawa diskusi dari ruang media hingga proses kreatif untuk menjawab pertanyaan yang sama: di tengah dunia yang semakin didorong oleh teknologi, bagaimana kita memastikan manusia tetap menjadi pusat dari setiap ide, keputusan, dan koneksi?

Continue Reading

TV & Movies

Buka Proyek Solo Perdana, Tomohiro Kamiyama (WEST.) Rilis Album “INPUT⇄OUTPUT” Secara Global!

Published

on

By

Buka Proyek Solo Perdana, Tomohiro Kamiyama (west.) Rilis Album “input⇄output” Secara Global!

Kabar gembira untuk para Gwiple dan pencinta musik J-Pop! Tomohiro Kamiyama, salah satu personel dari grup idola populer WEST., resmi merilis album solo pertamanya yang bertajuk “INPUT⇄OUTPUT”. Album ini meluncur secara global dan kini sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital seperti YouTube Music, Spotify, Apple Music, dan layanan streaming pilihan lainnya melalui tautan resmi Tomohiro Kamiyama Linktree.

Bersamaan dengan peluncuran album, Kamiyama juga menyuguhkan video lirik (Lyric Video) untuk lagu teranyarnya berjudul “No Filter” yang dapat disaksikan di kanal YouTube resminya melalui Tautan Lyric Video “No Filter”.

Eksplorasi Genre Tanpa Batas Garapan Sendiri

Sejak pertama kali mengumumkan proyek solo orisinalnya pada bulan Juli lalu, album “INPUT⇄OUTPUT” menjadi wadah penyaluran ide serta talenta musik Kamiyama. Menariknya, seluruh lagu dalam album ini ditulis dan diproduseri langsung oleh Kamiyama sendiri!

Album ini menyajikan ragam genre musik yang bervariasi, mulai dari lagu perayaan ulang tahunnya yang sempat dirilis secara mengejutkan berjudul “G.O.D.”, hingga lagu rap bertempo kencang “No Filter”.

Bertabur Kolaborasi Musisi Papan Atas Jepang

Tak hanya memamerkan kemampuan menulis lagu dan produksi musik secara mandiri, album “INPUT⇄OUTPUT” semakin berwarna lewat kolaborasi spesial bersama deretan musisi dan komposer kenamaan di kancah musik modern Jepang, antara lain:

  • Sota Hanamura (Da-iCE)

  • KNOCK OUT MONKEY

  • Daisuke Ozasa (Official HIGE DANdism)

  • Shota Yasuda (SUPER EIGHT) — yang merupakan seniornya di STARTO ENTERTAINMENT kawasan Kansai.

Lewat kombinasi bakat alami dan chemistry bersama jajaran artis papan atas tersebut, Kamiyama berhasil mengubah seluruh inspirasi yang ia dapatkan (INPUT) menjadi sebuah mahakarya musik yang memukau (OUTPUT).

Bagi kamu yang ingin mendengarkan warna baru dari musikalitas Tomohiro Kamiyama, album “INPUT⇄OUTPUT” serta video lirik “No Filter” sudah bisa diakses sekarang juga!

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending