Connect with us

Box Office

Review Film Deadpool 2, Penuh Kejutan dengan Komedi yang Berbeda

Published

on

GwiGwi.com – Dunia perfilman superhero Marvel di tahun 2018 ini memang memberikan banyak film superhero seperti debut film Black Panther hingga yang paling ramai yaitu Avengers Infinity War, namun antsuasisme penikmat film dari karakter Marvel tidak berhenti disitu saja karena masih ada Deadpool 2 tapi sebelumnya Deadpool  tidka berada di Universe Marvel versi MCU (Marvel Cinematic Universe) namun berada di universe Marvel versi 21th Century Fox yang identik dengan dunia mutant nya seperti X-Men

Maaf Anda Melihat Iklan

Deadpool 2 mengambil jalan cerita setelah Deadpool (2016) dimana seorang Wade Wilson/Deadpool (Ryan Reynolds) menjalani kehidupan sebagai seorang Deadpool sekaligus menjadi seorang Wade Wilson untuk orang dia cintai.Namun di film Deadpool 2 ini, seorang Deadpool mesti melindungi seorang bocah mutan yang diincar oleh Cable ( Josh Brolin ) maka Deadpool membentuk kelompok yang berisikan para mutant yang dia rekrut untuk melindungi bocah tersebut selain itu seorang Deadpool juga akan mempelajari suatu makna serta pengalaman yang berharga bagi dirinya di film Deadpool 2 ini

Sama seperti di Deadpool (2016) di Deadpool 2 ini akan dipenuhi beragam lelucon yang kaya akan unsur dark comedynya karena memang seorang Deadpool adalah seorang anti-hero yang cerewet. Selain itu dari sisi laga dan aksi , di Deadpool 2 ini sangan ditingkatkan secara baik menjadikan Deadpool 2 adalah film untuk usia 17 tahun keatas karena memang dibalut dengan kesadisan namun dibarengi dengan komedi yang menarik. Di Deadpool 2 ini akan menghadirkan beragam easter egg dari beragam franchise yang diselipkan ke dalam setiap dialog antar karakter hingga lokasi film ini berlangsung yang sudah diberikan dari awal film Deadpool 2 ini dimulai lalu munculnya beragam cameo yang memberikan kejutan tersendiri saat menonton Deadpool 2 ini.

Visual di film Deadpool 2 ini sangatlah memukau dari setiap adegan serta perubahan tone yang cukup signifikan sehingga terlihat perbedaan dengan film Deadpool sebelumnya. Walaupun film ini menggunakan efek CGI tapi penggunaan efek tersebut tidak membuat adanya kekurangan di film ini karena efek yang disajikan sudah dipadukan dengan baik untuk dinikmati.

Maaf Anda Melihat Iklan

Lalu bagaimana dengan sisi scoring serta soundtrack nya ? Deadpool 2 memberikan sensasi scoring yang mantab khas film laga yang epik lalu dari sisi soundtracknya, selama film ini berlangsung akan diselipi beragam lagu yang memukau dan enak didengar dan membuat dari sisi ini akan terus diingat oleh penonton setelah menonton Deadpool 2

Deadpool 2 juga masih menyajikan karakter karakter lama dari film Deadpool sebelumnya seperti Wade Wilson/Deadpool yang masih diperankan Ryan Reynolds yang sudah memberikan penampilan epiknya sebagai seorang anti-hero yang cerewet, lalu rekan rekan Deadpool seperti Weasel yang masih diperankan oleh T.J Miller, Dopinder yang masih diperankan Karan Soni, Colossus oleh Stefan Kapicic, Negasonic Teenage Warhead oleh Brianna Hildebrand hingga pacar Deadpool itu sendiri yaitu Vanessa oleh Morena Baccarin. Deadpool 2 juga menghadirkan beragam karakter baru, namun yang paling menarik perhatian adalah karakter Cable yang diperankan oleh aktor yang memerankan karakter Thanos di Avengers Infinity War yaitu Josh Brolin.

Deadpool 2 adalah film Marvel yang mengandung beragam kompilasi yang menarik mulai dari jalan cerita yang lebih menarik dari Deadpool sebelumnya yang disertai dengna balutan action dan laga yang epik, sisi scoring dan soundtrack yang akan memberikan kesan tersendiri kepada setiap karakter hingga yang paling menarik adalah sisi humor dengan balutan Dark Comedynya dan tidak lupa beragam easter egg dari berbagai franchise yang dimaksudkan menyindir secara tidak langsung dan sengaja diselipkan lalu ada kejutan dengan kemunculan cameo yang akan membuat suatu keramaian tersendiri saat menonton film Deadpool 2 ini. layaknya film Marvel pada umumnya, Deadpool 2 juga menyediakan post credits yang segar dan pastinya menghibur.

Namun Deadpool 2 bukanlah film yang secara umum bisa dinikmati semua umur karena beragam konten yang tersedia di dalam film ini tapi film Deadpool 2 ini memiliki aspek aspek kompilasi yang cerdas dan unik sebagai film aksi dengan balutan humor dark comednya sehingga menjadikan Deadpool 2 adalah salah satu film karakter Marvel yang tidak bisa dilewatkan

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Box Office

Review Film Cruella – The Devil Wears Prada ala Disney

Published

on

GwiGwi.com – Saat masih kecil, Estella (Tipper Seifert-Cleveland) sering dirundung akibat penampilannya yang mencolok. Karena Estella sendiri seorang pemberontak yang agresif, tiap kali hal itu terjadi dia selalu membalasnya sampai sekolah tidak tahan dan mengeluarkannya. Karena memiliki sifat pemberontak, ibunya sendiri, Catherine (Emily Beecham) memperingatkannya kalau dia adalah Estella, bukan Cruella (Cruel = kejam). Setelah dikeluarkan, Estella kecil dan si ibu pergi meninggalkan kota mereka menuju London.

Namun, setelah sebuah tragedi di kediaman Baroness (Emma Thompson), Estella harus hidup sendiri di London. Beruntung dia bertemu 2 pencuri, Jasper (Joel Fry) dan Horace (Paul Walter Hauser). Bersama mereka Estella berusaha bertahan hidup, dengan mencuri satu, dua dan beberapa barang lainnya di kota besar itu. Beranjak dewasa, Estella (Emma Stone) meski masih menjadi penipu dan pencuri, hatinya selalu ingin menjadi desainer baju di toko bergengsi di London, Liberty. Pertemuannya kembali dengan Baroness yang dingin memberinya kesempatan untuk menuju tingkat yang lebih tinggi lagi.

Kesamaan dengan film lain yang paling menonjol justru bukan dari JOKER seperti yang ramai dibicarakan saat trailer pertamanya dirilis, tapi mengejutkannya adalah THE DEVIL WEARS PRADA. Cerita Estella bekerja di bawah desainer Baroness mirip sekali dengan Amanda yang menjadi asisten kepala editor killer majalah fesyen Vogue, Miranda Priestly. Bedanya, saat sebuah fakta terungkap Estella berbalik mensabotase karir Baroness dengan menyamar sebagai Cruella. Tapi, apakah alter egonya ini akan mendominasi Estella dan merusak hidupnya, ataukah Cruella adalah diri dia yang sebenarnya?

Emma Stone bisa dibilang memainkan 2 peran di sini yakni sebagai Estella, desainer berbakat yang haus pengakuan yang mudah membuat kita iba dan Cruella, wanita pede sassy/lancang karismatik yang bisa menakutkan. Emma Stone berhasil memainkan keduanya, walau menurut saya dirinya sebagai Estella lebih menarik.

Maaf Anda Melihat Iklan

Momen-momen ketika film menggali Cruella di balik gaya modis dan make up nya, memperlihatkan manusia yang penuh dendam, kegelapan sifatnya dan kelemahannya. Momen yang seolah menebas gaya komikal komedi filmnya ini sangatlah menarik. Dipegang kuat lah oleh Emma Stone. Saya justru berharap filmnya berani lebih gelap lagi. Toh ini awal mula karakter antagonis kan? Tone komikal yang ada di sini mengingatkan pada film seperti LEMONY SNICKET’S A SERIES OF UNFORTUNATE EVENTS. Beberapa komedi slapstick seperti mudahnya Cruella dan temannya menghajar penjaga bertubuh besar. Juga bagaimana Cruella seperti mendapat banyak pengampunan atas sifat ngaconya dan mudahnya dia lari dari perbuatan destruktifnya (polisi kok tidak berkutik di sini). Hanya karena dia terluka karena trauma maka boleh saja? Terkadang beberapa momen seperti meminta kita menaruh nalar di luar pintu bioskop.

Ya memang, beberapa scene mengherankan tapi CRUELLA juga secara tepat memberikan scene-scene yang memanusiakan karakternya. Entah itu memberi cukup alasan untuk peduli pada Estella di awal film, Jasper yang khawatir berubahnya Estella yang makin keji saat menjadi Cruella, dan penerimaan Estella pada dirinya yang baru. Untuk karakter yang tulen psikopat seperti Baroness pun, Emma Thompson mampu memanusiakannya dengan kepiawaiannya di adegan yang konyol seperti tidur 9 menit atau kejamnya dia pada anak buahnya yang bisa menjadi komedi.

 

Sebenarnya ada campuran yang baik antara drama dan komedi di CRUELLA yang melebihi beberapa film live action kartun Disney lain. Sayangnya karena durasi terlampau panjang, momen-momen yang oke boleh jadi kurang dapat dinikmati karena penonton sudah kelelahan. Lelah karena ternyata setelah aksi besar, film masih berlanjut. Masih ada lagi operasi yang dilakukan Cruella untuk menjatuhkan Baroness. Disney mungkin harus bisa memilah lagi scene-scene yang benar-benar krusial untuk filmnya. Durasinya adalah 2 jam 14 menit. Bersiap ya para calon penonton.

Meski demikian, CRUELLA adalah salah satu film live action kartun Disney yang paling solid dengan cerita yang lebih kuat dan dominan style sinematografi seperti dokumenter yang memberi kesan real pada film. Menjadikan pemberontakan Cruella unik seperti karakternya. Jadi Gwiples jika kalian penasaran bagaimana dan apasih yang bakal dilakukan Cruella, jangan lupa untuk saksikan CRUELLA diboskop bioskop kesayangan kalian dan jangan lupa 3M serta Protokol Kesehatannya ya Gwiples!

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film A Quiet Place Part 2, Sekuel Thriller Mencekam nan Menegangkan

Published

on

GwiGwi.com – Sensasi menonton A QUIET PLACE di bioskop tahun 2018 dulu agaknya sulit dilupakan. Suasana begitu sunyi. Terasa sekali saya berikut penonton berbagi rasa ketegangan dengan para karakter di film. Seolah tak ada yang berani membuat suara takut tetiba monsternya menjebol dan menyerbu bioskop. Pencapaian hebat dari sebuah premise sederhana, monster yang menyerang sumber bunyi apapun, yang berhasil dieksekusi dengan mantap. Endingnya mengindikasikan para karakternya kini tahu kelemahan para monster dan siap untuk melawan, tapi apa semudah itu?

Sutradara John Krasinski tadinya menolak untuk membuat sekuelnya dan rela diserahkan pada orang lain. Namun, aktor yang terkenal karena serial komedi THE OFFICE ini berubah pikiran saat terpikir premise; bagaimana anak-anak keluarga Abbot harus berhadapan dengan dunia baru ini. Seperti memparalelkan dengan bagaimana di dunia nyata, anak-anak yang harus beradaptasi menghadapi dunia luar. Langkah ini rasanya tepat dan lumayan memperkuat gimmick ketegangan filmnya.

Setelah memperlihatkan prologue awal mula kedatangan para monsternya, cerita langsung berlanjut beberapa detik setelah ending film pertamanya. Keluarga Abbot; Evelyn (Emily Blunt), satu bayi di gendongan dan dua anaknya; Regan (Milicent Simmonds) dan Marcus (Noah Juppe) pergi meninggalkan rumah mereka. Melangkah lebih jauh dari jalan pasir yang dibuat untuk menutup suara langkah mereka, ke dunia yang belum diamankan oleh mendiang ayah mereka Lee (John Krasinski). Keluarga ini kemudian berhadapan dengan penyintas yang putus asa, Emmet (Cillian Murphy) dan seabrek kesulitan untuk bertahan hidup lain. Di saat itu, Regan menemukan harapan untuk kelangsungan mereka.

A QUIET PLACE PART 2 untungnya tidak melakukan salah satu kebiasaan buruk film sekuel seperti terlalu berupaya menjelaskan atau menggali lebih dalam sumber horornya (di sini monster) yang biasanya berasa tidak perlu dan berakhir mengecewakan. Film berfokus pada bagaimana para penyintas beradaptasi dengan situasi mencekam itu. Ada yang ketakutan dan tak berani pergi dari comfort zone. Ada pula yang tak segan mengambil dari penyintas lain. Hal demikian rasanya umum di banyak film lain tapi karena keberadaan gimmick monsternya, sensasinya sedikit berbeda. Film jadi bisa lepas dari klise bertele-tele dan berfokus memakai dialog pada saat yang perlu saja. Menekankan pada akting para pemainnya untuk menjual ketegangan, keputusasaan dan keseramannya tanpa perlu banyak ucap. Maka film sangat bergantung pada visual dan aksi di mana film ini sukses besar.

Maaf Anda Melihat Iklan

John Krasinski memakai banyak cara kreatif untuk mempertahankan ketegangan. Sekedar karakter berbisik saja sudah menggambarkan seramnya situasi mereka. Belum lagi harus mencari kebutuhan seperti tabung gas oksigen untuk si bayi, Marcus yang ditinggal sendiri, dan Regan yang pergi mencari sumber sinyal dari lagu di radio. Bagaimana mereka bertahan dan mencari solusi sangat mumpuni dieksekusi. Masalah dari berbagai di sudut, tak hanya dari monster, terus membuat penonton ketakutan dan penasaran. Jadi sadar, fleksibel sekali premise sederhananya sampai ancaman lain langsung terasa segar dan baru. Hebat Krasinski dapat memaksimalkan dan mengembangkannya.

Cukup mengejutkan ternyata peran Emily Blunt tak sebanyak sebelumnya dan lebih berfokus pada anak-anak, tapi dari sedikit momen nan krusial itu dia mampu memberi emosi yang sangat dibutuhkan filmnya. Saya tidak bisa bilang hal sama untuk karakter Emmet. Memang Cillian Murphy berpenampilan baik, tapi karakternya tidak semenarik keluarga Abbot. Beban masa lalunya cepat sekali diselesaikannya. Terasa kurang terolah konflik batinnya. Cerita karakternya tidak banyak memberi warna baru ke seri film ini.

Secara keseluruhan meski kuat di emosi dan ketegangan, A QUIET PLACE PART 2 memiliki beberapa kesamaan banyak film horror lain di segi cerita. Memang eksekusinya lebih baik, tapi rasa familiar ini sulit dipinggirkan. Nuansa unik nan spesial dari film pertamanya belum dapat ditandingi namun sekuel ini layak sekali menjadi panutan franchise horror lain.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

MARVEL STUDIOS Beri Kejutan Klip Spesial BLACK WIDOW

Published

on

GwiGwi.com – Saksikan klip eksklusif dari Marvel Studios’ “Black Widow” yang memulai debutnya pada acara “Movie & TV Awards” tahun 2021 di MTV pada 18 Mei yang disiarkan langsung dari Palladium dan dipandu oleh Leslie Jones. Dalam siaran tersebut, aktris pemenang Tony® dan BAFTA serta nominasi Academy Award® Scarlett Johansson menerima Generation Award — sebuah penghargaan yang diberikan kepada para aktor tercinta atas kontribusi mereka pada film dan televisi. Johansson bergabung dengan daftar aktor ikonik yang sebelumnya menerima penghargaan termasuk Sandra Bullock, Jim Carrey, Tom Cruise, Johnny Depp, Robert Downey Jr, Jamie Foxx, Dwayne Johnson, Mike Myers, Chris Pratt, Adam Sandler, Will Smith, Mark Wahlberg dan Reese Witherspoon.

Maaf Anda Melihat Iklan

Dalam film penuh aksi Marvel Studios’ “Black Widow”, Natasha Romanoff alias Black Widow harus menghadapi sisi gelap hidupnya saat sebuah konspirasi berbahaya dikaitkan dengan masa lalunya. Dikejar oleh sesuatu yang tidak akan berhenti sampai berhasil menghancurkan hidupnya, Natasha harus kembali pada kenyataan bahwa ia adalah seorang mata-mata dan hubungan keluarganya yang hancur sebelum ia bergabung bersama Avengers. Scarlett Johansson akan kembali memerankan Natasha/Black Widow, Florence Pugh sebagai Telena, David Harbour memerankan Alexei/The Red Guardian, dan Rachel Weisz sebagai Melina. Disutradarai oleh Cate Shortland dan diproduseri oleh Kevin Feige, “Black Widow” – film pertama dalam fase keempat Marvel Cinematic Universe – akan tayang di bioskop-bioskop favorit para penggemar mulai 9 Juli 2021.

 

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x