Connect with us

Live Action

Review Film Corpse Party Film Horor Adaptasi Game Wajib Nonton

Published

on

GwiGwi.com – Berkisah mengenai sekelompok siswa-siswi SMU Kisaragi Nakashima Naomi (Ikoma Rina Nogizaka 46) , Mochida Satoshi (Ikeoka Ryosuke), Sinozaki Ayumi (Maeda Nozomi ) dan lainya yang sedang berada di sekolah mereka setelah festival dan merapihkan kembali kelas meraka, hari sudah gelap dan hujan. Hari itu hari terakhir salah satu teman mereka Mayu di SMU kisaragi, sebelum Mayu akan pindah ke sekolah lain. Sebelum mereka pulang dari sekolah Ayumi mengusulkan mereka untuk bermain Siawase no Sachiko-san (幸せのさちこさん- Sachiko yang bahagia) yaitu sebuah mantera, jika semua orang yang ikut mengucapkan mantera itu dan menyimpan robekan kertasnya makan mereka tidak akan terpisah sampai kapan pun. Namun setelah mereka mengucapkan mantera itu mereka semua tiba-tiba berpindah tempat ke sekolah yang berbeda, gelap dan bobrok.

Corpse Party MEDIA KIT+Release

Setelah mereka menemukan buku catatan seorang paranormal, ternyata mentera Siawase no Sachiko-san bukanlah mantera Sachiko-san yang bahagia namun mantera 死逢わせのさちこさん atau mantera “Sachiko Si Pengantar Kematian”. Ayumi dan kawan-kawan harus berjuang untuk hidup dari serangan para arwah penasaran dan pulang kembali ke dunia nyata, akan kah mereka dapat pulang kembali selamat ke dunia nyata? Silahkan anda tonton sendiri di bioskop mulai tanggal 2 Desember, tunggu karena filmnya seram lebih baik menonton berdua atau lebih.

corpsef - gwigwi

Untuk cerita awal film saya tidak berharap banyak, saya beranggapan film ini akan mengandalkan adegan horror yang mengagetkan, kekerasan bunuh-bunuhan dan pemain utama yang berasal dari dari group idol Nogizaka46, namun semakin jauh ceritanya mulai menarik dan banyak misteri yang terpecahkan termasuk mengenai apa yang sebenarnya menjadi penyebab kutukan Shiawase no Sachiko-san. Ending cerita bisa dibilang ditutup dengan bagus namun dengan sentuhan cerita horror.
Mungkin karena ini film horror jadi banyak sekali adegan yang diulur-ulur diambil satu adegan diambil dari berbagai macam suduht kamera lalu setelah itu baru adegan mengagetkan akhirnya muncul dan membuat takut penonton. Saya kadang jadi tidak sabar menunggu apa yang akan terjadi atau apa yang akan keluar menerjang para tokoh film ini. Sayang sekali banyak beberapa adegan kekerasa atau pembunuhan yang disensor oleh badang sensor yang menurut saya itu menjadi daya tari dari Corpse Party sebearnya.

Untuk music dan sound dalam film ini dibuat sangat menakutkan namun kadang terasa lebay dan terlalu besar volumenya menurut saya. Suasana film sebagian besar akan sangat gelap dan penuh darah jadi sepertinya tidak ada special efek yang mencolok namun ada satu kejadian yang menurut saya detail yaitu saat adik Satoshi si Yuka jongkok dan ketakutan saat dicari-cari oleh salah satu hantu pembunuh.

Jadi kesimpulan dari saya Corpse Party adalah film horror yang menakutkan selain dari suasana, darah dan juga suara-suara mengerikan, namun ceritanya menarik untuk diikuti selama film berlangsung. Terima kasih kepada Moxienotion yang telah menghadirkan satu lagi film horor wajib nonton di bioskop CGV Blitz.

Advertisement

Live Action

Live-Action Elden Ring Resmi Diumumkan

Published

on

Live Action Elden Ring Resmi Diumumkan

www.gwigwi.com –

Kabar besar datang untuk para gamer dan pecinta film fantasi. Adaptasi live-action dari Elden Ring resmi dijadwalkan tayang secara global di bioskop pada 3 Maret 2028, dengan jadwal rilis di Jepang menyusul.

Disutradarai Sosok Berpengalaman

Film ini akan ditulis dan disutradarai oleh Alex Garland, yang dikenal lewat karya-karya seperti Ex Machina dan Annihilation. Dengan rekam jejaknya dalam genre sci-fi dan atmosfer yang kuat, banyak yang penasaran bagaimana ia akan mengadaptasi dunia gelap dan misterius Elden Ring ke layar lebar.

Kolaborasi Nama-Nama Besar

Proyek ini juga melibatkan beberapa nama penting di balik layar:

Hidetaka Miyazaki (sutradara game)

George R. R. Martin (produser, sekaligus kreator lore)

Vince Gerardis

Peter Rice

Andrew Macdonald

Allon Reich

Keterlibatan Miyazaki dan Martin menjadi nilai tambah besar, mengingat keduanya adalah sosok utama di balik dunia Elden Ring yang kompleks.

Dari Game Fenomenal ke Layar Lebar

Game aslinya dikembangkan oleh FromSoftware dan diterbitkan oleh Bandai Namco Entertainment. Dirilis pada 25 Februari 2022, Elden Ring sukses besar dengan penjualan lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia.

Dikenal dengan dunia open-world yang luas, lore mendalam, serta gaya narasi yang tidak konvensional, adaptasi filmnya tentu menjadi tantangan tersendiri.

Tantangan Adaptasi

Salah satu hal yang paling dinantikan adalah bagaimana film ini akan menyampaikan cerita yang di game cenderung implisit dan penuh interpretasi. Apakah akan tetap mempertahankan gaya misteriusnya, atau justru dibuat lebih naratif agar mudah diikuti penonton umum?

Ekspektasi Tinggi dari Fans

Dengan tim produksi yang kuat dan materi sumber yang sangat populer, film ini langsung masuk daftar proyek paling dinantikan menjelang 2028.

Jika berhasil, Elden Ring bisa menjadi salah satu adaptasi game ke film terbaik—bukan hanya untuk fans, tapi juga untuk penonton luas yang baru mengenal dunia The Lands Between.

Continue Reading

Live Action

Netflix Dikabarkan All-Out Garap VFX Live-Action Solo Leveling

Published

on

Netflix Dikabarkan All Out Garap Vfx Live Action Solo Leveling

www.gwigwi.com –

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Netflix akan jor-joran dalam penggarapan efek visual (VFX) untuk adaptasi live-action Solo Leveling. Platform streaming raksasa tersebut dikabarkan menggaet tim VFX global papan atas demi memastikan kualitas visual yang maksimal dan mampu merepresentasikan skala dunia Solo Leveling secara meyakinkan.

Langkah ini dinilai krusial mengingat Solo Leveling dikenal dengan elemen visual yang sangat menantang untuk diwujudkan ke format live-action. Mulai dari dungeon raksasa, monster berukuran masif, hingga kemampuan ikonik Sung Jin-Woo seperti Shadow Army dan pertarungan berskala besar, semuanya menuntut kualitas CGI kelas tinggi agar tidak terlihat canggung atau “murahan”.

Menurut berbagai laporan dan pembicaraan di kalangan industri, Netflix disebut ingin menjadikan Solo Leveling sebagai tolok ukur baru untuk adaptasi live-action berbasis anime dan webtoon. Dengan menggandeng studio VFX internasional berpengalaman dalam proyek film blockbuster, Netflix berharap hasil akhirnya mampu bersaing dengan standar visual film fantasi dan superhero Hollywood.

Pendekatan ini juga mencerminkan strategi Netflix dalam beberapa tahun terakhir, di mana mereka semakin berani menginvestasikan anggaran besar untuk proyek live-action berbasis IP populer. Jika rumor ini benar, Solo Leveling berpotensi menjadi salah satu proyek live-action dengan produksi visual paling ambisius yang pernah dikerjakan Netflix.

Bagi penggemar, kabar ini tentu memunculkan optimisme sekaligus ekspektasi tinggi. Salah satu kekhawatiran terbesar dari adaptasi live-action selama ini adalah kegagalan dalam menerjemahkan visual khas versi animasi atau ilustrasi aslinya. Fokus besar Netflix pada VFX diharapkan dapat meminimalkan risiko tersebut dan menghadirkan dunia Solo Leveling yang terasa hidup, brutal, dan epik.

Meski belum ada konfirmasi detail mengenai studio VFX mana yang terlibat atau seperti apa pendekatan teknis yang akan digunakan, rumor ini sudah cukup untuk memicu antusiasme. Jika eksekusinya benar-benar maksimal, live-action Solo Leveling bukan hanya berpotensi memuaskan penggemar lama, tetapi juga membuka jalan bagi adaptasi live-action lain dengan standar produksi yang lebih tinggi di masa depan.

Continue Reading

Box Office

REVIEW FILM: SONIC THE HEDGEHOG 3; SEMAKIN KUAT MENGUASAI BIOSKOP

Published

on

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

www.gwigwi.com – Sonic, Tails, Knuckles beserta Robotnik (Ivo) kembali lagi di film yang ke-3 tepat saat liburan Natal. Dalam film terbaru ini dimeriahkan dengan munculnya Shadow (Keanu Reeves) yang ditahan selama 50 tahun oleh GUN karena dianggap berbahaya; ia tiba-tiba berhasil lolos dari tahanan berkat bantuan Gerald Robotnik (yang diperankan juga oleh Jim Carrey).

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

Dr. (Ivo) Robotnik dan Gerald Robotnik

Mereka berdua memiliki dendam terhadap umat manusia karena meninggalnya Maria, cucunya Gerald dan masih sepupunya Ivo. Mereka bermaksud menggunakan sebuah super weapon yang dibangun Gerald untuk memusnahkan dunia. Sonic dkk berusaha menghentikan Shadow dan Gerald namun Shadow ternyata sangat kuat dan mampu mengalahkan Sonic sehingga membuat ia frustrasi dan emosional. Namun ia ingat nasihat Tom untuk tetap menggunakan hatinya dalam bertindak, setelah berbicara dengan Shadow; Sonic dan Shadow memutuskan bekerja sama menghentikan rencana Gerald.

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

Shadow

Film ke-3 ini lebih baik daripada yang ke-2 karena lebih fokus pada Sonic dan Shadow tanpa gangguan karakter-karakter sampingan yang ga penting, selain itu jokes-jokes dalam film juga fresh dan amat kocak. Plot cerita nya sederhana karena memang ditujukan untuk anak-anak namun tetap menghibur orang dewasa sekalipun. Jim Carrey tampak semakin nyaman memerankan Robotnik dan aksinya terlihat makin menggila di film ini dengan memerankan dua orang. Ada pada satu adegan mereka menari bersama dan itu keren banget serta kocak.

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

Sonic 3 ini merupakan pilihan yang bagus untuk ditonton di bioskop selama libur Nataldan Tahun Baru, terutama bagi Gwiple yang merupakan fans Sonic si landak biru. Jangan lupa menunggu mid dan post credit yang memberikan hint film ke-4.

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending