Connect with us

Box Office

Review Film Cats, Indah Lagunya namun Seram Wujudnya

Published

on

GwiGwi.comCats adalah film yang berkisah tentang sekelompok kucing yang digambarkan seperti manusia yang hidup di lorong dan jalan-jalan di London, Inggris. Suatu hari, pemeran utama dalam film ini, yakni Victoria (Francesca Hayward), seekor kucing putih yang dibuang bertemu dengan kelompok suku kucing bernama Jellicle.

Victoria disambut oleh kucing Munkstrap (Robbie Fairchild) dan diperkenalkan kepada kawanan Jellicle tersebut. Victoria disambut oleh nyanyian dan musik riang, serta tarian-tarian energik dari kelompok Jellicle. Victoria mulai bisa beradaptasi dan menikmati keadaannya meski, harus menerima kenyataan telah dibuang. Seiring film berjalan, semakin menarik saat Victoria mengetahui bahwa kelompok kucing Jellicle itu memiliki sebuah pertunjukan bakat bernama Jellicle Ball, yang diawasi oleh kucing Old Deuteronomy (Judi Dench).

Nantinya, yang terbaik dalam pertunjukan itu akan melakukan perjalanan kebahagiaan menuju Heaviside Layer yang nampak misterius.

Film besutan Tom Harper ini adalah sebuah film drama musikal yang diadaptasi dari buku kumpulan puisi karya T.S. Elliot yang berjudul Old Possum’s Book of Parctical Cats tahun 1939. Namanya film musikal ini memang hampir semuanya menggunakan nyanyian sebagai dialog mereka. Jika tidak memperhatikan nyanyian yang dilantunkan dalam film ini, maka bisa jadi tidak akan paham dengan jalan cerita yang sedang dibangun.

Baca Juga:  Disney Indonesia Umumkan Kolaborasi Spesial Bersama Empat Penyanyi Indonesia Untuk Disney’s ‘Mulan’

Yang menjadi hal menarik dalam film Cats ini tentu saja adalah pemerannya yang terdiri papan atas seperti James Corden, Jennifer Hudson, Judi Dench, Ian McKellen, Jason Derulo, Taylor Swift, Idris Elba, Francesca Hayward dan Rebel Wilson. Mereka berhasil melakukan effort terbaik untuk film Ini. Namun ya sayang sekali belum beruntung film Ini di persaingan film bulan Desember 2019.

Dari segi visual, film Cats ini memang menampilkan banyak orang yang memiliki karakter fisik seperti manusia, namun memiliki bulu dan ekor layaknya kucing sehingga bagi sebagian orang mungkin tampak menyeramkan atau aneh, sehingga sempat menimbulkan banyak pro dan kontra. Trailer film yang diunggah di YouTube juga diketahui lebih banyak mendapat dislike daripada like.

Ada satu adegan yang mencuri perhatian saat kucing-kucing yang seperti manusia itu memakan kecoa. Sutradara seakan ingin menjelaskan bahwa yang sedang makan kecoa itu adalah kucing. Namun, tampaknya hal tersebut membuat jijik karena masih tampak jelas yang memakan kecoak hidup-hidup itu adalah manusia.

Secara keseluruhan, Film Cats memiliki kekuatan di lagu-lagunya namun sayang dari segi visual malah terlihat menyeramkan atau terkadang terlihat aneh.

hello i'm an alien, cosplayer, gunplay builder, boardgames player, amateur bassist, movie blogger and a dreamer

Box Office

Review Film Bloodshot, Jadi Pembuka Universe tapi Maju Mundur

Published

on

GwiGwi.comSony Pictures bekerjasama dengan Valiant Entertainment sebuah perusahaan buku komik dengan beberapa karakter menarik seperti Bloodshot, Harbringer, dan XO Manowar yang konon akan membuat sebuah cinematic universe dimana karakter adaptasi dari komiknya menjadi satu semesta dan saling berhubungan satu sama lain yang dimulai dari Bloodshot yang komiknya diciptakan oleh Kevin VanHook, Don Perlin, dan Bob Layton yang dibintangi oleh Vin Diesel.

Bloodshot bercerita tentang seorang tentara yang bernama Ray Garrison yang menjadi percobaan sebuah eksperimen yang diprakarsai oleh sebuah perusahaan bernama Rising Spirit tech bernama project Bloodshot.

Well, menurut saya ini merupakan langkah yang memiliki potensi luar biasa untuk Sony Pictures yang mencoba berupaya mendapatkan keuntungan dari adaptasi komik selain mengurusi manusia laba-laba a.k.a Spider-Man. Menciptakan sebuah semesta sinematik dari salah satu penerbit komik medioker. Sebuah simbiosis mutualisme untuk si rumah produksi dan juga penerbit komiknya, well it Looks promising.

Dengan kemasan cerita yang tidak biasa disertai twist yang lumayan sulit untuk ditebak berhasil memberikan impresi yang baik, namun ada beberapa bagian yang di eksekusi dengan nanggung dan cenderung main aman untuk sebuah film yang katanya adaptasi dari komik dan akan Jadi pembuka untuk sesuatu yang lebih besar yaitu cinematic universe. Mungkin memang ini merupakan proyek gambling yang dilakukan oleh Sony dan Valiant comics. Seharusnya Sony bersama Valiant mampu membawakannya dengan lebih percaya diri unutk memperkenalkan proyek film anyar nya ini. Namun sayangnya mereka terlihat kurang PD.

Dari sisi cast nya, pertama kali saat lihat trailer nya. Saya agak berat hati melihat Vin Diesel yang berperan sebagai Ray Garrison, mungkin dengan memasang aktor dengan nama yang menjual bisa menjadi magnet agar orang mau menonton filmnya, tapi hasilnya ia masih sama terlihat dengan imej di film yang sebelumnya ia perankan. Harusnya disini Vin harus terlihat untuk melampaui batas diri nya dan menanggalkan sedikit imej yang di film-film yang sebelumnya ia perankan. Pada beberapa adegan terlihat meyakinkan, tapi di sisi lain terlihat seperti biasa Vin Diesel memerankan jagoan di film-film bergenre action yang ia perankan.

Baca Juga:  Review Film Bloodshot, Jadi Pembuka Universe tapi Maju Mundur

Untuk kalian yang membaca komiknya Bloodshot ini mungkin terlihat kurang pas vin diesel memerankan tokoh Ini, Menurut saya andai saja Scott Adkins atau Kellan Lutz mungkin lebih terlihat pas untuk memerankan Bloodshot.

Selain Vin Diesel, aktris Elza Gonzalez juga steal the screen di film ini. Ia berhasil memerankan Femme Fatale yang mencuri perhatian di film Ini, tidak lupa ada Guy Pearce sebagai Dr. Emil Harting CEO dari Rising Spirit tech sebuah potensi besar untuk para co-starring di film ini untuk keberlanjutan dari Valiant cinematic universe namun sangat disayangkan potensi dari karakter mereka gak digali lebih dalam lagi. Malah Jadi terkesan ya nasib mereka cuman sampai di film Ini saja.

Secara keseluruhan Bloodshot tetap menjadi film yang mengasyikan jika kalian mengharapkan film bergenre action yang menghibur. Namun untuk sebuah pembuka universe yang lebih besar lagi saya rasa film ini masih bisa di push lebih jauh lagi. Semoga saja di proyek film selanjutnya dari Valiant Comics bisa lebih dari Film Ini dikarenakan memang karakter yang ada memiliki cerita dan karakteristik yang berbeda dari yang disajikan oleh publisher comic yang sudah Ada.

So Gwiples, bagi kalian yang mencari “Universe” baru, This is it Gwiples, jangan sampai dilewatkan!

Continue Reading

Box Office

Review Film Her Blue Sky, Drama Kehidupan Yang Generik

Published

on

GwiGwi.comHer Blue Sky atau lebih dikenal sebagai Sora no Aosa o Shiru Hito yo merupakan anime movie buatan studio Clover Works yang disutradarai Tatsuyuki Nagai, ditulis oleh Mari Okada, dan desain karakter oleh Masayoshi Tanaka. Movie ini merupakan kelanjutan kolaborasi mereka setelah Ano Hana dan Anthem of The Heart.

Aioi Aoi senang bermain bass dan ingin meninggalkan kota tempat ia tinggal untuk menjadi anggota band di Tokyo setelah lulus SMU. Keinginan itu tercetus karena ia tidak lagi ingin terus membebani kakaknya, Akane yang sudah merawatnya selama 13 tahun lebih sejak kedua orang tua mereka meninggal. Untuk itu ia tekun berlatih di dalam kuil kosong dekat rumahnya. Kuil tersebut dulunya menjadi base camp tempat gebetan Akane, Shinnosuke beserta bandnya berlatih saat mereka SMU dulu. Shinnosuke sudah belasan tahun meninggalkan kota untuk menjadi musisi di Tokyo dan tidak terdengar lagi kabarnya.

Tak disangka-sangka saat berlatih Aoi dikagetkan dengan kemunculan Shinnosuke yang fisiknya persis saat masih SMU. Aoi pun menyangka bahwa Shinnosuke sudah meninggal dan arwahnya gentayangan di kuil tersebut. Aoi tidak langsung memberitahu Akane karena masih tidak yakin dengan apa yang dialaminya. Dan apakah yang menyebabkan “arwah” Shinnosuke muncul di kuil tersebut? Itulah yang perlu dicari tahu oleh Aoi

Baca Juga:  Disney Indonesia Umumkan Kolaborasi Spesial Bersama Empat Penyanyi Indonesia Untuk Disney’s ‘Mulan’

Her Blue Sky terasa agak generik untuk sebuah drama tentang rasa cinta antara kakak dan adik serta bagaimana seseorang punya rasa penyesalan ketika memilih karirnya namun harus tetap maju terus. Premis film ini sudah bagus tapi kurang terasa impactnya pada emosi penonton. Jika dibandingkan dengan lika liku kehidupan kakak adik Taylor dan Amy di Violet Evergarden: Eternity and The Auto Memory Doll yang sukses bikin mewek, film ini belum bsia mengalahkannya. Film ini lebih cocok untuk mereka yang sudah berkarir dan berumur pertengahan 20 hingga awal 30-an tahun karena mengupas bagaimana impian saat kita SMU ternyata bisa berbeda realitasnya dengan yang dijalani nantinya. So gwiples buat kalian yang penasaran, jangan lupa disaksikan film satu ini ya

Continue Reading

Box Office

Disney Indonesia Umumkan Kolaborasi Spesial Bersama Empat Penyanyi Indonesia Untuk Disney’s ‘Mulan’

Published

on

By

GwiGwi.com – Disney Indonesia berkolaborasi dengan Yura Yunita, SIVIA, Agatha Pricilla, dan Nadin Amizah hadirkan sentuhan spesial dalam lagu ‘Reflection’ untuk menyambut film live-action terbaru Disney’s ‘Mulan’. Berbeda dengan versi orisinil lagu tersebut yang dipopulerkan oleh Christina Aguilera, lagu ‘Reflection’ versi terbaru ini dinyanyikan oleh empat penyanyi perempuan berbakat dari Indonesia dengan karakter suara yang unik dan berbeda-beda.

Lagu ‘Reflection’ merupakan soundtrack dari film animasi Disney’s ‘Mulan’ yang dirilis pada tahun 1998. Dalam film animasi Disney’s ‘Mulan’, lagu ‘Reflection’ dinyanyikan oleh pengisi suara dari karakter utama film tersebut, Lea Salonga, sedangkan versi pop dari ‘Reflection’ dinyanyikan oleh penyanyi Christina Aguilera. Diciptakan oleh Matthew Wilder and David Zippel, ‘Reflection’ merupakan salah satu lagu Disney terpopuler hingga saat ini.

Baca Juga:  Review Film Bloodshot, Jadi Pembuka Universe tapi Maju Mundur

Para penggemar di Indonesia dapat mendengarkan lagu “Reflection” versi Yura Yunita, Agatha Pricilla, SIVIA, dan Nadin Amizah di seluruh digital streaming platform mulai 20 Maret 2020 sebelum menyaksikan film Disney’s “Mulan”

Continue Reading

Trending