Connect with us

TV & Movies

Review Film A Quiet Place Day One, Prekuel Tak Perlu?

Published

on

Review Film A Quiet Place Day One, Prekuel Tak Perlu?

www.gwigwi.com – A QUIET PLACE (2018) dengan premise sederhana; teror alien penghancur segala sumber suara, mampu membuat penonton tak berani bersuara di dalam bioskop. Meskipun sekuelnya, A QIET PLACE PART 2 (2020), kurang bisa menyamai pendahulunya, sepertinya franchise alien ini masih diminati.

Maka seperti franchise laku hollywood lain, dibuatlah cerita baru lagi. Sebuah prekuel, A QUIET PLACE DAY ONE (2024). Tentang bagaimana si alien mendiamkan dunia…

Sam (Lupita Nyongo) menderita kanker. Sehari-hari berkutat dengan penyakitnya di Rumah Sakit. Begitu punya kesempatan pergi ke kota New York dan bisa makan pizza, dia tampak sangat senang. Namun nasib berkata lain saat para alien datang.

Review Film A Quiet Place Day One, Prekuel Tak Perlu?

Review Film A Quiet Place Day One, Prekuel Tak Perlu?

Saat New York terdiam, Sam masih kekeh ingin makan pizza. Saat itulah ia berjumpa dengan Erik (Joseph Quinn), yang memutuskan untuk menemani Sam pergi makan pizza…

Tentu yang paling ditunggu adalah bagaimana para alien pertama memulai terornya apalagi di kota yang tak pernah tidur, New York. Hasilnya…bila dibandingkan opening film pertama dan kedua, bisa dibilang sedikit mengecewakan. Tidak semenegangkan dan tidak se menghantam emosi seperti para pendahulunya.

Dikatakan kota New York sangat bising dengan rata-rata suara 90 desibel tapi begitu monster mulai menyerang tak lama langsung time skip. Tetiba para manusia sudah paham yang harus dilakukan, tetap diam untuk selamat. Proses perlahan manusia beradaptasi seakan dilompati begitu saja padahal itulah rasanya yang menarik. Itulah yang belum banyak diperlihatkan sebelumnya.

Review Film A Quiet Place Day One, Prekuel Tak Perlu?

Review Film A Quiet Place Day One, Prekuel Tak Perlu?

Time skip pun jadi membuat New York tak spesial. Apa bedanya bila setting cerita di kota lain kalau cepat saja diperlihatkan New York terdiam?

Perjalanan Sam dan Erik perlahan membuka tabir apa sebenarnya motivasi Sam, bagaimana Sam menghadapi nasibnya yang semakin sekarat dan yang ingin dilakukannya untuk masa-masa terakhirnya. Inilah emotional crux dari filmnya yang berbeda dengan ikatan keluarga setelah kehilangan di film pertamanya.

Pondasi emosi demikian tidak buruk hanya saja dari segi terronya rasanya sedikit redundant, tak banyak berbeda dengan sebelumnya. Kurang menonjolkan keunikannya. Lain dengan menariknya melihat keluarga bertahan hidup di A QUIET PLACE dan bagaimana mereka berbalik melawan di A QUIET PLACE PART 2.

Review Film A Quiet Place Day One, Prekuel Tak Perlu?

Review Film A Quiet Place Day One, Prekuel Tak Perlu?

A QUIET PLACE DAY ONE pada akhirnya menjadi film yang cukup baik saja. Tak melebihi pendahulu tapi tak bisa dikatakan buruk atau sekedar memerah franchise juga. Menjadi kendaraan Lupita Nyongo yang memang mumpuni menjadi headliner dan Joseph Quinn (Jhonny Storm aka Human Torch baru di FANTASTIC FOUR MCU!) sebagai bakat baru yang sangat layak dapat sorotan.

Advertisement

TV & Movies

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Published

on

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Agen FBI, Lee Harker (Maika Monroe) menyelidiki kasus pembunuhan berantai banyak keluarga di berbagai daerah. Pembunuh selalu meninggalkan surat yang bertuliskan bahasa kode dan diakhiri dengan kata, “LONGLEGS.”

Bukan rahasia kalau si pembunuh diperankan oleh Nicolas Cage dan dia di sini mengerikan, jijik dan aneh jadi satu. Akting menggila khasnya dimanfaatkan betul. Ditambah pengadeganan oleh sutradara Osgood Perkins, level ngeri si pembunuh dinaikkan menjadi hal creepy yang sungguh membuat tak nyaman. Yah kadang ada lucunya juga.

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Seakan sutradara paham betul range akting Nicolas Cage dan bagaimana memanfaatkannya sesuai kebutuhan film. Bukan asal minta Nic Cage menjadi gila saja.

Itulah pesona utama filmnya, pengadeganannya. Cerita bisa jadi familiar bagi fans Noir ala CONSTANTINE atau SUPERNATURAL. Mudah sekali membingkai cerita demikian dengan lebih mainstream nan pop, tapi Osgood memilih jalan lebih artsy, slow burn.

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Menginjeksi adegan dengan nuansa kegelapan yang perlahan selalu membayangi protagonisnya. Memperkuat premise creepy nya.

Kamera banyak statis atau bergerak pelan dan membiarkan keanehan dari belakang, sudut frame atau terkadang frontal yang menjadi anomali memecah ketenangan.

Dari segi isi yang nampaknya asik ditelaah lebih jauh adalah motivasi si pembunuh. Entah dia punya kebencian pada eksistensinya sendiri yang selalu dianggap aneh dan dendam pada keluarga normal tapi sepertinya punya perasaan kompleks pada anak kecil yang juga jadi korbannya.

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Rasanya akan menjadi tanah subur yang banyak sekali bisa digali maknanya.

Jaarang sekali hadir noir investigasi thriller supranatural non mainstream seperti LONGLEGS. Apalagi bisa hadir di Indonesia. Mungkin pernyataan kalau sinema tidak sepenuhnya mati terseret ombak franchise dan film jegar jeger kurang ajak mikir. Mungkin.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film TWISTERS (2024), KETINGGALAN ZAMAN?

Published

on

By

Review Film Twister (2024), Ketinggalan Zaman?

www.gwigwi.com – Katy (Daisy Edgar Jones) menderita kehilangan teman temannya oleh tornado yang ingin dia redakan dengan eksperimennya. Bertahun-tahun berlalu trauma masih menghantuinya. Datanglah Javi (Anthony Ramos), satu-satunya temannya yang selamat, mengajaknya kembali berburu tornado.

Tak tahan melihat kerusakan akibat tornado, Katy mengiyakan. Kembali ke sarangnya tornado, Oklahoma, Katy bertemu dengan Youtuber berani mati. “Penjinak” tornado bernama Tyler Owens (Glenn Powell)

Sekuel dari TWISTER (1996) film klasik soal bencana tornado yang dibintangi almarhum Bill Paxton, TWISTERS tak memiliki hubungan erat dengan predesesornya dan bisa dinikmati secara utuh buat penonton yang awam.

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Barangkali problem paling utama film adalah cerita yang sangat terlalu klasik tipikal Holywood tanpa variasi berarti. Mudah sekali menerka apa yang akan terjadi.

Terkesan cari aman saja filmnya mau dari banyak komedi yang nanggung dan dialog yang kurang ngegas lagi.

Plot terlalu familiar itu juga tidak didukung cara bercerita yang menarik. Seperti menonton film bencana tahun ’90an tapi kurang fun dan inovatif. Membuatnya berakhir berasa ketinggalan zaman.

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Daisy Edgar Jones dan Glenn Powell berusaha sebisanya ngangkat dialog yang biasa. Agak aneh melihat karakter Tyler yang bisa dibilang khas Glenn Powell banget, terasa kurang gila. Rasanya kurang memaksimalkan potensial aktor yang sedang naik daun itu.

Sementara Daisy Edgar Jones begitu menyala saat dia akhirnya curhat soal traumanya. Kayaknya dia lebih cocok film drama.

Tornadonya sendiri hmm. Barangkali karena serbuan film superhero dan film berat cg semacam AVATAR, tornadonya tidak seimpresif dulu lagi, apalagi saat bencana di siang hari.

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Barulah saat tornado menghitam, khususnya saat malam hari, bencana itu berasa lebih mengerikan. Adegan di kolam renang dan klimaks film adalah highlightnya TWISTERS.

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Review Film Twister, Ketinggalan Zaman?

Dengan jarangnya film disaster belakangan ini, TWISTERS sejatinya bisa menjadi penyegar namun ternyata angin tornadonya sama dengan dulu. Tak membawa hal baru berarti.

Continue Reading

TV & Movies

Disney+ Hotstar Merilis Poster Dan Trailer Perdana Untuk Serial Terbaru Marvel Television, “Agatha All Along”

Published

on

By

Disney+ Hotstar Merilis Poster Dan Trailer Perdana Untuk Serial Terbaru Marvel Television, “agatha All Along”

www.gwigwi.com – Pada hari ini, Disney+ Hotstar merilis poster dan trailer terbaru dari serial live-action Marvel Television mendatang, “Agatha All Along”. Serial ini akan berfokus pada karakter yang diperankan Kathryn Hahn, Agatha Harkness, dari serial Marvel Studios favorit penggemar, “WandaVision”, di mana ia memulai perjalanan berbahaya dan misterius, yang dipenuhi cobaan dan tantangan. Jac Schaeffer sebagai showrunner dari serial ini, yang juga merupakan tim kreatif di balik “WandaVision”, akan menjadi sutradara untuk episode pertama.

Dalam “Agatha All Along”, Agatha Harkness kehilangan kekuatannya setelah seorang sosok misterius membantunya terbebas dari mantra yang membelenggunya. Situasi menjadi semakin menarik ketika sosok misterius tersebut memohon pada Agatha untuk membawanya ke jalan penyihir legendaris, sebuah tantangan mematikan bagi para penyihir, yang jika selamat, dapat membawa kembali apa pun yang hilang dalam hidup mereka. Bersama-sama, Agatha dan sosok misterius ini membentuk sebuah perkumpulan misterius untuk menyusuri jalan penuh bahaya ini.

Selain Kathryn Hahn, “Agatha All Along” juga dibintangi oleh Joe Locke, Sasheer Zamata, Ali Ahn, Maria Dizzia, Paul Adelstein, Miles Gutierrez-Riley, Okwui Okpokwasili, bersama Debra Jo Rupp, dengan Patti LuPone, dan Aubrey Plaza. Kevin Feige, Louis D’Esposito, Brad Winderbaum, Mary Livanos dan Jac Schaeffer menjadi produser eksekutif untuk serial ini bersama Jac Schaeffer, Rachel Goldberg dan Gandja Monteiro sebagai sutradara.

 Marvel Television’s “Agatha All Along” tayang eksklusif di Disney+ Hotstar mulai 19 September 2024 dengan dua episode perdana.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending