Connect with us

TV & Movies

Review Fatal Frame: The Movie, Persiapkan Diri untuk Suspensi

Published

on

[alert-warning]Contains Minor Spoilers![/alert-warning]

Maaf Anda Melihat Iklan

GwiGwi.com – Bagi para pecinta game Horror berjudul Fatal Frame, pasti sangat senang ketika mendengar kalau Game tersebut mendapatkan adaptasi Film. Saya sendiri juga merasa penasaran bagaimana adaptasi dari game horror yang membuat banyak orang sangat suka sekali memainkannya. Jujur saja, saya tidak terlalu suka menonton film Horror tetapi karena film kali ini adalah Fatal Frame, saya menganggapnya sebagai pengecualian.

Diceritakan di sebuah sekolah khusus perempuan, ada legenda jika engkau mencium foto orang yang kau sukai saat jarum jam berada di angka 12, dimana jam bukanlah siang dan bukan malam, maka engkau berdua akan selalu bersama hingga akhirat. Film ini menceritakan Michi, seorang gadis yang suka fotografi dan juga Aya, murid terpopuler di sekolah karena nyanyian-nya yang merdu. Suatu hari, Michi menemukan foto Aya dan siapapun yang melihat foto itu akan melihat sosok gadis yang mirip sekali dengan Aya walaupun Aya belum mati. Gadis-gadis yang melihat foto itu kemudian satu-persatu menghilang dan mulailah Michi dan Aya menyelidiki penyebab hal tersebut.

Yang menarik dari Film Fatal Frame ini adalah tidak adanya adegan mengagetkan alias Jumpscare yang sering kita lihat ketika menonton film Horror lainnya. Jadi bagi kalian pecinta seri Fatal Frame dan tidak terlalu kuat menonton Horror seperti saya maka Film ini cocok untuk kalian. Dan jika tidak ada Jumpscare, apakah masi tergolong Horror? Tentu saja! Berbeda dari film Horror yang mengandalkan suspensi dan elemen kejutan, Fatal Frame mengandalkan teknik kamera dan juga situasi tegang yang membuat kita takut apakah akan ada hantu yang mengagetkan kita. Selain itu, adegan-adegan menakutkan itu terjadi tidak hanya pada malam hari tetapi juga siang hari.

Baca Juga:  Review Film The Suicide Squad, Sajian Aksi Solid nan Menyenangkan

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/89_zpsd6d24860.jpg

Hal lain yang menarik adalah hubungan cinta antara sesama jenis di film ini. Rumor tadi tersebar di sekolah khusus perempuan jadi wajar jika ada elemen yuri di film ini. Dan biasanya hal tersebut akan disensor atau biasanya di-cut oleh lembaga sensor, tetapi kali ini tidak. Adegan ciuman antara Michi dan Aya pun berlangsung secara normal yang membuat saya cukup senang :D.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/87_zps4f8e9d07.jpg

Meskipun Fatal Frame terdengar cukup menarik, hal penting atau key element dari seri Fatal Frame sendiri tidak ditayangkan. Ya, kegiatan memfoto yang merupakan tujuan utama dari Game Fatal Frame tidak terdapat dalam filmnya. Meskipun kita diperlihatkan adanya kamera Obscura dalam film, kedua protagonis sama sekali tidak menggunakannya untuk memfoto hantu yang muncul. Hal inilah yang membuat film ini menurut saya kurang.

Secara keseluruhan, Fatal Frame: The Movie sangat menarik sekali untuk ditonton. Saya masi mengingat saya sering kali menutup mata karena takut akan ada yang mengagetkan. Dan juga skenario dari film ini sangat menarik sekali karena mengandung hampir semua elemen dari game Fatal Frame. Menurut pendapat teman saya, film ini barulah yang pertama dan mungkin akan ada lanjutannya. Semoga saja apa yang ia katakan benar karena Film ini sangat menarik perhatian para pecinta Fatal Frame.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Live Action

Netflix Rilis Video Opening Credit Live-Action ‘Cowboy Bebop’

Published

on

GwiGwi.com – “Tudum: A Netflix Global Fan Event” memulai debutnya dengan kredit pembuka untuk adaptasi live-action dari anime Cowboy Bebop ada hari Sabtu. Kredit live-action membawa kembali “Tank!” dari Yoko Kanno yang merupakan lagu dari versi anime aslinya.

Netflix menggambarkan seri Cowboy Bebop-nya:

Maaf Anda Melihat Iklan

COWBOY BEBOP adalah ruang penuh aksi Barat tentang tiga pemburu hadiah, alias “koboi,” semua mencoba untuk berlari lebih cepat dari masa lalu. Meski berbeda dan mematikan, Spike Spiegel (John Cho), Jet Black (Mustafa Shakir), dan Faye Valentine (Daniella Pineda) membentuk kru yang suka berkelahi dan pemarah yang siap memburu penjahat paling berbahaya di tata surya — dengan harga yang tepat. Tapi mereka hanya bisa menendang dan menyindir dari begitu banyak pertengkaran sebelum masa lalu mereka akhirnya menyusul mereka.

Baca Juga:  Review Film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings, Perpaduan Hero dan Kungfu dari Marvel Studios

Serial ini dibintangi oleh John Cho sebagai Spike, Mustafa Shakir sebagai Jet, Daniella Pineda sebagai Faye, Alex Hassell sebagai Vicious, dan Elena Satine sebagai Julia.

Pemerannya juga termasuk:

  • Geoff Stults sebagai Chalmers, mantan mitra Jet
  • Tamara Tunie sebagai Ana, pemilik klub Mars
  • Mason Alexander Park sebagai Gren, tangan kanan Ana
  • Rachel House sebagai Mao, White Tigers Capo
  • Ann Truong sebagai Shin, salah satu antek kembaran Vicious
  • Hoa Xuande sebagai Lin, salah satu antek kembar Vicious

Yoko Kanno sedang mengaransemen seri live-action.

Serial live-action ini akan tayang perdana pada 19 November.

 

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

TV & Movies

Nintendo Mengungkap Pemeran, Staf, dan Debut Film ‘Super Mario Bros’

Published

on

GwiGwi.com – Nintendo mengungkapkan pengisi suara, staf, dan tanggal pembukaan untuk film animasi Illumination dari franchise game Super Mario Bros selama streaming Nintendo Direct pada hari Rabu. Pemeran suara termasuk Chris Pratt dan Charlie Day sebagai Mario dan Luigi, masing-masing. Anna Taylor-Joy akan berperan sebagai Princess Peach. Jack Black akan mengisi suara Bowser.

Pemeran lainnya termasuk Seth Rogen sebagai Donkey Kong, Keegan-Michael Key sebagai Toad, Fred Armisen sebagai Cranky Kong, Kevin Michael Richardson sebagai Kamek, dan Sebastian Maniscalco sebagai Spike.

Maaf Anda Melihat Iklan

Film ini akan tayang pada 21 Desember 2022. Gambar Universal akan mendistribusikan film tersebut. Aaron Horvath dan Michael Jelenic menyutradarai film tersebut, dengan naskah yang ditulis oleh Matthew Fogel.

Pendiri Illumination, Chris Meledandri mengatakan kepada sumber berita hiburan Variety pada November 2018 bahwa film tersebut berada dalam “pengembangan prioritas” untuk kemungkinan debut teater pada tahun 2022. Meledandri ikut memproduksi film tersebut dengan pencipta Super Mario Bros. Shigeru Miyamoto. Meledandri menyatakan bahwa Miyamoto adalah “depan dan pusat dalam pembuatan film ini” dan mencatat bahwa “suara kreatif asli” sering absen dari adaptasi film Hollywood.

Baca Juga:  Nintendo Mengungkap Pemeran, Staf, dan Debut Film 'Super Mario Bros'

Nintendo mengumumkan pada Februari 2018 bahwa anak perusahaan Universal Studios Illumination Entertainment (Despicable Me, Minions, Sing) telah mulai merencanakan film animasi. Baik Nintendo dan Universal Pictures mendanai proyek tersebut, dan Universal Pictures akan mendistribusikan film tersebut ke seluruh dunia.

Presiden Nintendo Tatsumi Kimishima mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar The Asahi Shimbun pada Mei 2016 bahwa Nintendo sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan produksi untuk membuat film berdasarkan permainannya.

Situs web Buzzfeed melaporkan pada tahun 2014 bahwa Nintendo sedang dalam pembicaraan dengan Sony Pictures untuk hak film atas waralaba Super Mario Bros. Produser film Ghost in the Shell live-action Avi Arad dikaitkan dengan produksi.

Nintendo telah berkolaborasi dengan Universal Studios untuk memproduksi atraksi Nintendo untuk Universal Studios Japan, Universal Orlando Resort, dan taman hiburan Universal Studios Hollywood. Universal Studios Japan Osaka memulai pembangunan atraksi “Super Nintendo World” pada Juni 2017.

Rocky Morton dan Annabel Jankel menyutradarai film live-action Super Mario Bros tahun 1993 yang dibintangi oleh Bob Hoskins, John Leguizamo, dan Dennis Hopper.

 

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Live Action

Snow Man dan Naniwa Danshi Bawakan OST Live-Action ‘My Love Mix-Up!’

Published

on

GwiGwi.com – TV Asahi mengungkapkan pada hari Kamis bahwa Snow Man dan Naniwa Danshi masing-masing akan membawakan lagu tema “Secret Touch” dan “Ubu Love”, untuk serial live-action dari manga My Love Mix-Up! (Kieta Hatsukoi) oleh penulis cerita Wataru Hinekure dan ilustrator Aruko. Shunsuke Michieda (kiri atas pada gambar di bawah) dari Naniwa Danshi juga memerankan Aoki dalam dra,a, dan Ren Meguro (kanan atas) dari Snow Man memerankan Ida.

Ubu Love dari Naniwa Danshi juga merupakan nama single debut grup tersebut, yang diluncurkan pada 12 November.

Maaf Anda Melihat Iklan

Anggota pemeran baru lainnya termasuk Seiichi Tanabe sebagai wali kelas Masahiro Taniguchi, Ayumu Mochizuki sebagai teman masa kecil Ida dan penari balet Jun Tomita, dan Sho Nishigaki sebagai ketua kelas Taishō Nakabayashi.

Baca Juga:  Review Netflix Squid Game, Ketika Main Kelereng Jadi Menyeramkan Sekaligus Menegangkan

Shōgo Kusano dan Tadaaki Hōrai menyutradarai serial ini, dengan naskah oleh Tsutomu Kuroiwa. Harumi Fuuki sedang menggubah musik untuk serial ini.

Serial ini akan tayang perdana pada 9 Oktober pukul 11:30 malam. JST di TV Asahi.

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x