Connect with us

TV & Movies

POPCON ASIA 2018 Merayakan 25 Tahun POWER RANGERS bersama Austin St John

Published

on

GwiGwi.com – Dalam rangka merayakan hari jadi serial Power Rangers yang ke-25, POPCON Inc. mengumumkan akan memboyong langsung aktor dari serial Mighty Morphin Power Rangers, Austin St. John, sang Ranger Merah pertama, yang di serialnya dikenal sebagai Jason Lee Scott. POPCON Asia merupakan ajang popular culture convention pertama Austin St John di benua Asia.

Yenny Wangsawidjaja, CEO POPCON Inc menuturkan, “POPCON Asia memposisikan diri sebagai ajang pop culture yang wajib dikunjungi di Indonesia, selalu mencoba untuk menghadirkan popstar untuk memuaskan dahaga pecinta pop culture di tanah air. Pada POPCON Asia 2017, kita membawa tiga Ranger sekaligus dari franchise Power RangersWalter Jones si Ranger Hitam pertama dari serial “Mighty Morphin Power Rangers”, dan Yoshi Sudarso bersama Peter Sudarso, kakak beradik asal Indonesia yang menjadi Ranger Biru di serial Power Rangers Dino Charge” dan “Power Rangers Ninja Steel”.

Ada setidaknya 97 episode Power Rangers yang  diperankan Austin St John sepanjang tahun 1993 hingga 2002. Walaupun sempat mendapat kostum dengan warna yang berbeda, sebagai Ranger Emas Zeo di serial “Power Rangers Zeo” (1996), tapi sosok pemimpin Merah, tidak bisa dilepaskan dari dirinya. Dalam setiap komik, juga action figure Power Rangers, sosok Jason yang diperankan oleh Austin St. John masih menjadi karakter yang paling terkenal.

Baca Juga:  Vidio Original Series: Ajak Milenial Cerdas Gunakan Media Sosial

Sempat menghilang dari dunia hiburan, pemegang black belt Taekwondo dan Judo ini aktif menjadi petugas medis yang membantu tentara Amerika di Timur Tengah selama lima tahun. Sekarang, Austin kembali terlibat dalam beberapa film layar lebar yang akan rilis di sepanjang tahun 2019.

Bagi fans di seluruh penjuru Nusantara (juga Asia) yang ingin merayakan seperempat abad franchise Power Rangers bersama Austin St. John, si Ranger Merah pertama itu, jelas wajib datang ke POPCON Asia 2018 yang mengusung tema “Clash of POP”.

Penjualan tiket awal POPCON Asia 2018 (early bird) telah dibuka seharga Rp.75.000 (satu hari) dan Rp. 130.000 (untuk dua hari). Pesan tiketnya sekarang juga di situs resmi Popcon.Asia. Untuk anak-anak yang tinggi badannya di bawah 100 cm, masuk ke POPCON Asia 2018-nya gratis.

TV & Movies

Review Film The Dirt, biopic Motley Crue yang blak-blakan

Published

on

GwiGwi.com – Kalian tahu group band rock era 80an Motley Crue? Hmm mungkin gak semua tahu tentang grup musik yang populer dengan lagu seperti Live wire, Shout at the Devil, Merry-go-round, dan Home Sweet home.

Lewat film yang tayang di layanan streaming Netflix grup yang digawangi oleh Nikki Sixx, Tommy Lee, Mick Mars, dan Vince Neil mereka membuat sebuah pengakuan dalam bentuk biopic yang berjudul The Dirt.

Dikisahkan di tahun 1980-an, Nikki Sixx yang baru saja hengkang dari sebuah band secara tiba-tiba bertemu dengan Tommy Lee yang baru saja menonton gig dari band tempat Nikki bergabung.

Lalu, mereka berdua melakukan sesi jamming dan mengajak Mick Mars gitaris yang memiliki skill mumpuni namun ia menderita penyakit ankylosing spondylitis yaitu semacam pengapuran tulang belakang.

Kemudian, mereka bertiga mencari seorang vokalis yang merupakan teman sekolah dari Tommy yaitu Vince Neil sosok frontman material yang memiliki suara emas dan seorang chick magnet.

Lantas, mereka pun bergabung dan membentuk sebuah Band yang bernama Motley Crue.

Pada saat mereka melakukan gig pertamanya meskipun terjadi inisiden yang tidak mengenakkan namun mendapatkan sambutan yang cukup baik dari para penontonnya.

Setelah mendapatkan kontrak label rekaman, karir mereka pun semakin melejit namun bagai pedang bermata dua. Ternyata kesuksesan mereka membuat diri mereka terancam juga.

Film yang disutradarai oleh Jeff Tremaine yang berdasarkan buku biografi “The Dirt : confessions of the world most notorious band Motley Crue” yang Juga ditulis oleh personil Band-nya dan Neil Strauss ini menceritakan kisah dari para personilnya secara gamblang tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Baca Juga:  Vidio Original Series: Ajak Milenial Cerdas Gunakan Media Sosial

Ya film yang dinarasikan oleh para personil nya sendiri Ini sebenarnya telah direncanakan sejak 2008. Namun dengan berbagai Kendala akhirnya baru mendapatkan sutradara di tahun 2013 namun mangkrak dan pada akhirnya Netflix yang memegang lisensi untuk memproduksi film ini.

Film ini dibintangi oleh Douglas Booth, Iwan Rheon, Machine Gun Kelly, dan Daniel Webber sebagai personil Motley Crue berhasil memerankan para personil band yang urakan dan cukup mewakili para personilnya dan semua kebagian dengan pas tanpa ada dominasi satu sama lain.

Dari segi cerita, mereka menceritakan secara gamblang sesuai dengan bukunya dan pada momen-momen tertentu semua dijelaskan secara detil seperti debut mereka manggung, momen Vince Neil mengalami kecelakaan mobil, Nikki Sixx mengalami overdosis dan hampir meninggal. Serta berbagai keliaran ala Rock n Roll semua tersaji tiap menit film Ini.

Dilengkapi dengan lagu-lagu andalan dari Motley Crue seperti shout at the devil, Dr. Feelgood, Girls..Girls..Girls, home sweet home, serta The Dirt Yang dilengkapi dengan kolaborasi bersama Machine Gun Kelly.

Gaya pengambilan kamera dan editing film ini pun terbilang unik untuk sebuah film biopic. Ada momen dengan gaya pengambilan gambar secara POV ketika menceritakan keseharian Tommy Lee sang drummer pada saat melakukan tour. Merupakan bagian favorit gue pribadi dan terlihat asik untuk sebuah film biopic.

Secara keseluruhan, The Dirt adalah biopic musisi yang berani melakukan hal-hal out of the box tanpa takut menghadapi opini publik tentang kegilaan mereka yang memang begitu adanya dari sebuah Band bernama Motley Crue.

Continue Reading

TV & Movies

Vidio Original Series: Ajak Milenial Cerdas Gunakan Media Sosial

Published

on

GwiGwi.com – Pada tahun 2019, menurut data penelitian Hootsuit mencatat 56% populasi Indonesia telah terjangkau oleh internet. Peningkatan ini berbanding lurus dengan minat penggunaan media sosial dimana 48% diantaranya merupakan pengguna aktif.

Maraknya penggunaan media sosial kini menjadi candu bagi kalangan milenial. Hal paling signifikan yang paling sering dirasakan adalah hadirnya social peer pressure di dunia maya. Keinginan untuk mendapat eksistensi diri yang lebih di media sosial memicu hasrat untuk selalu mengikuti perkembangan tren yang ada saat ini. Sayangnya, kalangan milenial cenderung menghalalkan berbagai cara baik yang positif maupun yang negatif demi pemenuhan keinginan pribadi.

Berangkat dari fenomena ini, Vidio menggandeng SinemArt untuk meluncurkan Original Series yang berjudul “Girls in the City”. Seperti judulnya, serial ini menceritakan tentang sisi lain kehidupan para kalangan milenial sampai efek persaingan tidak sehat akibat penggunaan media sosial. Mengusung genre Drama Romantis, serial ini dibintangi oleh Maura Gabriella, Icha Nabillah, Firda Indira, Firosah dan Virginia Gabriella.

Hermawan Sutanto selaku Deputy CEO Vidio mengungkapkan, “Kami melihat kalangan milenial sangat rentan terhadap social peer pressure di dunia maya dimana mereka mendominasi penggunaan media sosial sebesar 49.5% di Indonesia. Untuk itu, serial ini hadir untuk mengungkap isu sosial yang dianggap tabu namun makin kerap terjadi di ranah sosial kalangan milenial.”

Baca Juga:  Review Film The Dirt, biopic Motley Crue yang blak-blakan

Melalui serial yang akan ditayangkan setiap hari Kamis pada pukul 7 malam, penonton diajak untuk cerdas dalam bertindak serta kreatif dalam memanfaatkan kemudahan teknologi di tengah kisruh tekanan sosial antar remaja yang terjadi di Indonesia.

“Vidio mengajak para milenial dan orang tua untuk menikmati peliknya drama kekinian khas milenial antar pemain, dan mengambil hikmah dari cerita yang penuh intrik ini di www.vidio.com maupun aplikasi Vidio secara gratis,” tutup Hermawan.

Sebagai layanan video streaming pertama milik bangsa, Vidio akan terus berupaya menyajikan konten lokal dan internasional yang berkualitas seperti konten olahraga, konten drama atau sinetron yang kaya akan nilai sosial masyarakat Indonesia, film box office, hingga layanan TV streaming terlengkap.

Continue Reading

Box Office

Review Film Us, mimpi buruk ala Jordan Peele

Published

on

GwiGwi.com – Keluarga kecil Gabe dan Adelaide beserta anak mereka Zora dan Jason, menghabiskan liburan musim panas dengan berlibur di rumah mendiang Ibu dari Adelaide di daerah Santa Cruz.

Alih-alih liburan musim panas yang menyenangkan buat keluarga. Sekonyong-konyong ketenangan mereka segera berubah menjadi ketegangan dan kekacauan ketika sekelompok orang asing yang tidak dikenal menyerang mereka dan bentuk fisiknya bagai pinang dibelah dua.

Apa yang sebenarnya telah terjadi?

Film garapan sutradara Jordan Peele yang berhasil meraih beberapa penghargaan bergengsi lewat film Get Out dan BlacKkKlansman, di tahun 2019 ini memberikan suguhan mimpi buruk versi si sutradara.

Didukung juga oleh cast yang sudah tidak asing lagi seperti; Lupita Nyong’o, Winston Duke, Elisabeth Moss, dan Tim Heidecker. Membuahkan sajian film thriller dengan berbagai misteri dan kejutan di tiap menit filmnya.

“Bagaimana jika kalian bertemu dengan kembaran kalian yang sifat dan perilakunya berbanding terbalik dengan kalian sendiri?”

Bahkan kembaran anda berniat membunuh diri anda sendiri saat Ini dan ingin membuat tatanan dunia yang lebih baru.

Kira-kira seperti itulah premis dari film Ini, disertai dengan beberapa Easter egg dan film ini dengan suguhan adegan gore dan jumpscare ala film horror.

Baca Juga:  Review Film The Dirt, biopic Motley Crue yang blak-blakan

Tetapi film Ini bukan bergenre horror melainkan thriller Karena lebih menitikberatkan kepada misteri yang terjadi di film ini.

Gue rasa juga film ini menunjukkan secara tersirat bahwa orang kulit hitam juga bisa membuat karya yang luar biasa di industri perfilman internasional. Sudah terbukti dengan beberapa contoh seperti ; creed, Black Panther, dsb Yang bisa menjadi trendsetter di dunia hiburan.

Film ini Juga sedikit menyindir isu-isu sosial seperti masalah ras, kelaparan di masyarakat negara miskin, kesenjangan sosial dan masih banyak lagi yang disinggung oleh Jordan Peele yang menulis naskah, memproduseri dan menyutradarai film ini.

Namun, surprise di film ini terlihat mudah sekali ditebak setelah sajian how to survive from the terror. Tapi kita dengan mudah menduga tentang “apa kejutan di film Ini?”.

Hal Ini ditambah lagi dengan pertanyaan “siapa dalang dari Ini semua??” Sayang sekali tidak ditampilkan dan menjadi titik lemah dari film ini.

Secara keseluruhan, film Us berhasil menyuguhkan film thriller yang menegangkan serta penuh dengan misteri di sepanjang film. Namun film ini memiliki beberapa kelemahan dan tertutup dengan sajian misterinya hingga di akhir film dan membuat kita berfikir dan berteori dengan versi kita sendiri.

Continue Reading

Trending