Connect with us

Japan

Paska Gempa, Soapland di Sapporo tawarkan pemandian umum untuk para korban gempa

Published

on

GwiGwi.com – Paska gempa yang melanda pulau Hokkaido beberapa waktu lalu yang menelan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, sebuah soapland di Sapporo menawarkan para korban kesempatan untuk mandi dan membersihkan diri.

Setelah gempa pada tanggal 6 September, banyak pemandian umum tidak beroperasi dikarenakan kekurangan sumber daya listrik. Selain itu, dikarenakan para karyawati mereka tidak dapat datang kerja, maka pemiliki membuka delapan kamar mandi untuk para korban dapat membersihkan diri.

Sejak siang dibuka pada tanggal 9 September, sudah 40 orang yang masuk dengan membayar 500 yen untuk mandi.

“Kami pun korban,” ungkap pemilik soapland tersebut. “Kami ingin membantu para korban disekitar sini.”

Soapland merupakan salah satu hiburan malam dewasa yang beroperasi secara legal di Jepang.

Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)

Japan

Reiwa, Resmi sebagai Nama untuk Era Baru Kekaisaran Jepang

Published

on

By

GwiGwi.com – Jepang mengumumkankan nama era baru kekaisaran di negara mereka yang akan dibuka bulan depan, sesudah Kaisar Akihito turun takhta pada akhir April mendatang.

“Beberapa ketika lalu, pemerintah menyimpulkan dalam rapat kabinet tentang nama era baru dan teknik mengucapkannya,” ujar Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga.

Ia lantas mengusung papan putih dengan guratan kaligrafi tradisional bertuliskan “Reiwa” di atasnya.

Sebagaimana dikutip AFP, kata itu terdiri dari dua karakter. Pertama, “Rei” yang mempunyai makna ganda, yakni “perintah” dan “peruntungan baik.” Sementara itu, “wa” seringkali diterjemahkan menjadi “damai” atau “harmoni”.

Pemerintahan Jepang nantinya akan menyatakan makna resmi dari kata tersebut, juga teknik pelafalannya dalam bahasa Inggris.

Reiwa bakal menggantikan era kekaisaran Akihito yang dikenal dengan sebutan Heisei. Nama era kekaisaran Heisei tersebut berarti “perdamaian di mana pun.”

Abdikasi Akihito menorehkan sejarah di Jepang sebab ini adalahkali kesatu seorang kaisar turun takhta dalam dua abad.

Akihito sendiri sekitar ini sebetulnya tidak pernah terlampau tampil di hadapan publik. Selama berpuluh tahun, ia bekerja dari dalam lokasi tinggal atau luar negeri, sembari menyembuhkan luka dampak Perang Dunia II.

Saat memasuki usia 83 tahun, Akihito kesudahannya tampil di hadapan publik dan menuliskan** bahwa ia fobia tak dapat menuntaskan tugasnya dengan baik sebab kondisi kesehatannya sesudah menjalani perawatan kanker prostat dan operasi jantung.

Jepang akhirnya memberitahukan bahwa Akihito bakal turun takhta pada akhir April mendatang. Pusara kekaisaran akan di berikan kepada putranya, Pangeran Naruhito.

Naruhito diperkirakan akan langsung dilantik pada 1 Mei. Ketika Naruhito menerima pusaka kekaisaran, era Reiwa bakal dimulai.

Continue Reading

Japan

Lawson Jepang berhenti jualan majalah dewasa

Published

on

By

GwiGwi.com – Kabar buruk bagi pecinta majalah dewasa, pasalnya Lawson Jepang mengumumkan akan berhenti jualan majalah dewasa di outlet mereka.

Proses ini sudah dimulai dan dijadwalkan hingga akhir Agustus seluruh outlet sudah tak lagi menjual majalah-majalah ini.

Sebenarnya ini bukan hal baru, Mini Stop juga telah meniadakan konten berbau porno di outlet mereka, sedangkan Lawson di daerah Okinawa juga sudah tak lagi menjual majalah dewasa sejak November 2017.

Mungkin karena kesuksesan keputusan Okinawa, maka Lawson memutuskan mengaplikasikannya ke seluruh outlet di Jepang.

Alasan lainnya, panitia Olimpiade juga melarang konten dewasa terlihat turis pada Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Apakah keputusan akan permanen? atau akan kembali sedia kala seusai Olimpiade, di tahun 2021?

Continue Reading

Japan

Melihat Pandangan Negatif Jepang Mengenai Orang-Orang Bertato Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Published

on

By

GwiGwi.com – Jepang merupakan salah satu negara di dunia yang memberikan pandangan negatif pada orang bertato. Apalagi menjelang Olimpiade Tokyo yang akan digelar pada tahun 2020. Penilaian mengenai peserta yang bertato dan tidak tentu akan semakin diperketat.

Berdasarkan informasi yang diberitakan oleh AFP Jepang, seorang perempuan bertato, Mana Izumi (29), mengatakan bahwa diskriminasi pada orang bertato di Jepang sangatlah menyedihkan.

Ya, orang Jepang melihat orang bertato seperti orang jahat yang menakutkan. Mereka yang bertato selama berabad-abad sudah diidentikkan sebagai seorang penjahat. Padahal tato sendiri memiliki arti seni bagi sebagian orang.

Larangan bertato di negeri Sakura itu sudah berlangsung sejak tahun 1948. Hingga sekarang stigma buruk masih saja menempel di benak orang-orang Jepang.

Continue Reading
Advertisement SGCC 2019
Advertisement DICARI REPORTER
Advertisement

GwiGwi Space

GWIDEV

Trending