Connect with us

Berita Anime & Manga

Ngobrol Bareng “Meme Queen” Sally Amaki: “Ssstt, Nanti Kena Masalah Kalau Bocorin!”

Published

on

GwiGwi.com – Pada Creators Super Fest 2019 yang diadakan pada pekan lalu (26 – 27 Oktober 2019), di Jakarta, Tim GwiGwi berkesempatan ngobrol bareng dengan salah satu artist Voice Actor IdolSally Amaki, yang dijuluki sebagai Meme Queen di dunia maya. Setelah sebelumnya membuat rakyat +62 “tertarik” dengan gayanya yang nyeleneh dan sering melakukan hal yang tidak biasa di Sosial Media, Sally Amaki sendiri juga pernah berinteraksi dengan sangat “santuy” dengan Pucchi dari JKT48. Nah seperti apa sesi ngobrol kita waktu itu? Yuk disimak artikel interviewnya ini!

Halo Sally Amaki 🙂 Btw mau nanya nih, ini kan kali pertama Sally ke Indonesia, Hal apa yang menurut Sally paling bikin WAW saat pertama kali ke Indonesia?

Sejujurnya, aku baru mendarat tadi pagi. Tapi pas turun pesawat, waw semuanya tuh langsung ramah-ramah, padahal kita belum pernah bertemu sebelumnya. Selain itu juga, waktu pertama kali posting soal mau ke Indonesia, banyak banget yang menyambut positif kedatanganku jadi kesannya terhadap Indonesia dan Jakarta tuh orang-orangnya baik-baik banget! Terimakasih 🙂

Oh yah waktu itu kan sempet bisa ketemu sama Pucchi JKT48 tuh, terus gimana tuh lanjutannya?

Iya! Kita ketemu di Akihabara abis itu kita masih ngobrol dan tukeran nomor telfon. Kita juga akan ketemuan di hari kedua nih hehe

Wah asik dong reunian lagi nih hehe. Oh yah terus kita pengen tau nih sebenernya Sally kalau bukan jadi seorang seiyuu, misalnya nih, pengen jadi apa?

Sejujurnya sih, ada niatan untuk jadi dokter dulu. Cuman kan kalau jadi dokter, harus punya “big brains *teehee*”. Nah tapi dulu memang ada keinginan untuk jadi idol karena mereka tuh lucu-lucu. Cuman memang sih, waktu itu cuman jadi mimpi atau fantasi. Tapi sekarang, udah jadi kenyataan dan itu membuatku sangat senang. Oh yah selain itu, andai aku bisa gambar, pengen jadi seorang ilustrator atau manga artist.

Nah pas jadi Seiyuu sekarang ini, pernah ada ga pengalaman yang sangat memorable nih dengan fans?

Waktu itu, sempet ada seorang fans yang mendatangiku sambil menangis. Katanya sih aku berhasil jadi motivator atau penyemangat untuknya meraih mimpinya. Mimpinya itu mau jadi seiyuu juga. Nah dia bilang katanya pas ngelihat aku diatas panggung, dia jadi terinspirasi untuk memberanikan diri menjadi seiyuu. Buktinya lihat aja aku seseorang dari Los Angeles, kemudian berhasil menjadi seiyuu di Jepang. Jujur-jujuran aja itu jadi pengalaman yang tak terlupakan untukku.

Wah ikutan nangis nih huhu, anyway lanjut, kita juga pengen tau nih perasaan Sally setelah dijuluki Meme Queen oleh Netizen

Sebenernya bingung sih, tersanjung dan bingung hehe. Queen atau ratu itu kan julukan besar banget. Jadi yah bener-bener bikin seneng sih. Yah karena juga, sebenernya tujuanku update dan posting soal Meme di social media sih untuk bikin orang-orang tersenyum dan bahagia gitu hehe.

Nah kalau gitu, gimana tanggapan “Netizen” atau warga Jepang sendiri soal meme? Terutama temen-temen segrup di 22/7 nih.

Kalau di Jepang sendiri, sebenernya bisa dibilang pada kena Culture Shock. karena di Jepang sendiri, banyakan masih belum tau apa sih itu Meme. Banyak yang nangkepnya secara literal atau as it is jadi kadang bikin bingung padahal meme harusnya lebih bersifat sarkas. Kalau temen-temen di 22/7 sendiri sih, sama pada ga gitu paham memes itu apa. Tapi ga sedikit kok dari mereka yang akhirnya minta diajarin sih. Tapi dari komunikasi ini, mungkin bisa juga dibilang menjadi salah satu kunci utama untuk membuat teman. Cuman memang sih, sulit jelasin memes tuh gimana dalama konotasi Jepang, lebih mudah kalau dalam Bahasa Inggris.

Waduh, ribet juga yah.. yaudah deh kita lanjut aja nih yah. Sally kan suka sama Anime, apa nih yang jadi triggernya sampai suka Anime?

Sebenernya aku sudah suka Anime sejak kecil. Nah tapi, pas Middle School (SMP), berkenalan dan membuat teman itu bisa dibilang cukup sulit. Apalagi, percaya ga percaya, aku tipe orang yang introvert loh. Lalu akhirnya kenal deh sama Anime yang bikin lebih ceria dan yah salah satunya Gintama tuh bikin hidup berasa berubah aja. Selain itu ini juga jadi salah satu alasan aku akhirnya tertarik untuk mencoba voice acting.

Selain Gintama, ada ga Anime lain yang disukai Sally?

Hmm, banyak sih. Ada Bobobo-bo Bo-bobo, Naruto, dan Gintama. Kalau dari Genre aku lebih suka Shounen sih. Karena alasannya yah kakak laki-lakiku nontonnya genre itu sih.

Selain Anime, Sally juga seneng main game kah? Kalau iya, game apa yang sedang dimainkan sekarang?

Oh pastinya dong. Banyakan sih Otome Game. Tapi ga bisa kasih tau judulnya nih hehehe. Selain itu yah di smartphone juga main Mario Kart sama member-member lain juga. Jujur-jujuran aku sangat jago loh hehe!

Waduh, semoga kapan-kapan bisa tanding deh di Mario Kart haha. 

Oh yah berikutnya kami pengen tau nih, kan Sally fasih banget ngomong bahasa Inggris, nah kemampuan ini ada mempengaruhi ga yah di kehidupan sebagai Seiyuu?

Kalau di soal seiyuu sendiri sih yah overall positif responnya. Karena juga itu bisa jadi nilai lebih dalam pekerjaan sebagai seiyuu. Namun kalau lagi di kehidupan sehari-hari, yah karena banyak yang kurang paham dengan Bahasa Inggris disana, kadang suka aku pakai buat keluar dari situasi yang kurang mengenakan. Kaya misalnya pas lagi jalan-jalan, kemudian aku bisa bilang sesuatu dalam Bahasa Inggris biar ga gitu dipahami.

Nah berikutnya kita pengen tau nih soal 22/7 hehe. Kan akhirnya nih, 22/7 dikabarkan akan segera memiliki anime. Boleh diceritain ga tanggapannya Sally soal ini? Sama kalau boleh sih dibocorin dikit hehe.

Sebenernya kita udah diinfoin kalau 22/7 akan segera memiliki anime pada September 2017. Jadi segrup sudah pada nungguin tuh. Tapi belum ada konfirmasi atau lanjutannya lagi. Namun, pas 2019 ini, akhirnya kita dapet informasi dan akhirnya kita makin antusias lagi sih. Gugup ada. Cuman aku sih bersemangat banget untuk lihat nanti hasilnya gimana dan penasaran sama tanggapan orang-orang nanti.

Kalau soal bocoran, Sssttt aku belum boleh bocorin apa-apa nih. Tapi bisa dibilang nanti ceritanya berdasarkan dari anggota-anggota 22/7 sebelum mereka memulai debutnya dan akhirnya berlanjut terus dari situ.

Oh yah, di 22/7 sendiri kan Sally disulap menjadi pengisi suara Sakura Fujima, apa kesannya Sally terhadap Sakura Fujima ini?

Wah, kata pertama yang muncul adalah “Love”. Jadi aku sudah langsung suka banget sama si Sakura Fujima. Karakternya tuh imut dan menggemaskan! Dia adalah gadis yang sangat baik dan selalu memikirkan teman-temannya. Sakura Fujima sendiri juga fasih berbahasa Inggris, dan berasal dari Los Angeles. Jadi cocok banget deh. Seperti ada chemistrynya gitu.

Nah Sakura Fujima ini sendiri kan bisa dibilang seperti Virtual Idol, apa pendapat Sally soal Booming Virtual Idol ini?

Kalau di Jepang sendiri, seperti 22/7, kita kan merupakan idol yang berbasis di Jepang. Nah sulit sekali untuk bisa berkomunikasi dan bertemu dengan fans dan orang-orang baru diluar sana. Tapi melalui Virtual Idol ini, kita dapat lebih luas lagi menjangkau dan berkomunikasi dengan siapapun di luar Jepang. Mereka tidak perlu jauh-jauh ke Jepang hanya untuk bertemu idol mereka.

Wah menarik yah. Waduh, sayang nih. Segini aja waktunya kali ini hehe. Mungkin lain kali bisa bicara lebih banyak lagi yah 🙂

Terimakasih juga Indonesia untuk sudah antusias saat aku datang kesini. Sampai jumpa di stage yah hehe 🙂

Nah kurang lebih itulah sesi ngobrol-ngobrol kita di Creators Super Fest 2019 ini Gwiples. Mungkin di lain waktu kita akan bisa lebih banyak ngobrol lagi yah dengan Sally Amaki siapa tau kita juga dibonusin lebih banyak info lagi soal Anime yang akan datang.

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!

Published

on

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas Yang Ternyata Overpowered!

www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.

Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.

Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.

Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.

Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.

Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending