Gaming
MMORPG Tower of Fantasy Resmi Rilis Hari Ini, Hadirkan Keseruan di Mal Taman Anggrek!
GwiGwi.com – Game open–world MMORPG karya pengembang Hotta Studio dan penerbit Level Infinite, Tower of Fantasy, resmi rilis global pada 11 Agustus 2022 dan bisa dimainkan gratis secara cross–platform di PC dan mobile. Terkhusus bagi Wanderers (sebutan untuk pemain Tower of Fantasy) di Indonesia, Tower of Fantasy merayakan perilisan mereka lewat acara Tower of Fantasy Indonesia Game Festival 2022 yang akan berlangsung pada 13 Agustus 2022 di Mal Taman Anggrek, Jakarta.
Acara offline MMORPG festival terbesar di Indonesia tersebut akan dimeriahkan oleh hadirnya sejumlah guest stars cosplayers dan performers, lomba dengan total prize pool senilai 19,25 juta rupiah, merchandise eksklusif yang bisa didapatkan gratis, dan keseruan lainnya yang hanya bisa dinikmati oleh para Wanderers yang hadir langsung di Mal Taman Anggrek. Tenang saja, seluruh rangkaian acaranya gratis kok!
Di Tower of Fantasy Indonesia Game Festival 2022, Wanderers yang telah memiliki aplikasi Tower of Fantasy di dalam smartphone mereka bisa mendapatkan kesempatan bermain di Interactive Booth untuk membawa pulang hadiah merchandise eksklusif seperti L Folder, Mouse pad, Post Card, Tumblr, Poster, T–Shirt, Keychain, Sticker, serta grand prize 10 unit smartphone. Belum sempat mencoba game Tower of Fantasy? Wanderers bisa langsung memainkan Tower of Fantasy di Game Experience Booth yang tersedia di Mal Taman Anggrek.
Tower of Fantasy Indonesia Game Festival 2022 juga menyediakan wadah bagi para Wanderers pecinta seni yang ingin mengekspresikan diri dengan mengikuti Cosplay Competition, Low-cost Cosplay Competition, serta Fan Art & Comic Competition dengan total hadiah 19,25 juta rupiah. Informasi lebih lanjut mengenai setiap perlombaan dapat dilihat pada Facebook dan Instagram resmi Tower of Fantasy Indonesia.
Yang tidak kalah seru, Wanderers juga akan disambut dengan kedatangan guest cosplayers keren seperti Larissa Rochefort, Jena Dammaya, dan Ajulacan yang akan ber-cosplay sebagai karakter Meryl, Clarissa Punipun dan Franzeska Edelyn yang ber-cosplay sebagai Shirli.
Tower of Fantasy Indonesia Game Festival 2022 juga turut dimeriahkan oleh cosplayer dan model ternama Malaysia, Hakken, yang akan hadir dengan cosplay yang terinspirasi dari karakter Zeke. Hakken dan Larissa Rochefort juga akan mengadakan Fansign Session, di mana Wanderers berkesempatan untuk mendapatkan poster eksklusif bertandatangan, jadi jangan sampai ketinggalan ya!
Akan ada Clausiee dan Dea Marella yang juga siap menyambut Wanderers, serta dua juri cosplay competition, Frea Mai dan Naru. Tak hanya itu, Tower of Fantasy Indonesia Game Festival 2022 juga dijamin semakin meriah dengan hadirnya 2 guest performers — Shoujo Complex dan REDSHiFT. Seru ‘kan?
Yuk jangan lupa download dan mainkan game Tower of Fantasy, datang ke acara Tower of Fantasy Indonesia Game Festival 2022, dapatkan merchandise gratisnya dan nikmati keseruan rangkaian acaranya!
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Tower of Fantasy dan mengeklaim imbalan dalam game, kunjungi https://www.toweroffantasy-global.com/index2.html atau periksa saluran resmi kami yang lain:
Gaming
Cygames Ungkap Pendekatan Lokalisasi Umamusume untuk Versi Inggris
www.gwigwi.com – Cygames membagikan pendekatan yang digunakan tim lokalisasi saat mengadaptasi Umamusume: Pretty Derby ke dalam bahasa Inggris. Proses tersebut ternyata tidak sekadar menerjemahkan setiap dialog dari bahasa Jepang, tetapi juga mempertahankan karakter, gaya bicara, serta nuansa budaya yang melekat pada masing-masing tokoh.
Salah satu tantangan terbesar dalam lokalisasi Umamusume adalah menghadirkan berbagai pola bicara dan dialek Jepang ke dalam bahasa Inggris. Beberapa karakter memiliki cara berbicara yang mencerminkan latar belakang, kepribadian, hingga posisi sosial mereka. Jika diterjemahkan secara harfiah, nuansa tersebut belum tentu terasa sama bagi pemain Barat.
Karena itu, tim lokalisasi memilih mencari padanan bahasa Inggris yang dapat memberikan kesan serupa. Mereka tidak selalu mengikuti struktur kalimat asli, selama pesan utama dan karakterisasi tokohnya tetap terjaga. Pendekatan ini memungkinkan dialog terasa lebih natural bagi pemain berbahasa Inggris tanpa menghilangkan identitas karakter.
Penyesuaian juga dilakukan terhadap sejumlah dialog yang memiliki nuansa romantis. Dalam beberapa bagian, ekspresi tersebut dibuat sedikit lebih ringan untuk menyesuaikan ekspektasi audiens Barat. Meski demikian, tujuan utamanya tetap mempertahankan hubungan antarkarakter serta suasana yang ingin disampaikan dalam cerita.
Salah satu contoh menarik terdapat pada Mihono Bourbon. Dalam versi Jepang, ia menggunakan panggilan “Master” untuk menyebut Trainer. Namun, tim lokalisasi memilih menggunakan kata “Trainer” dalam versi Inggris agar penyebutan tersebut terasa lebih natural dan sesuai dengan konteks permainan.
Contoh lainnya dapat ditemukan pada penggunaan ucapan “Merry Christmas”. Dalam bagian tertentu, ungkapan tersebut diadaptasi menjadi “Happy Holidays” untuk versi Inggris. Perubahan semacam ini menunjukkan bahwa lokalisasi juga mempertimbangkan konteks budaya dari target pasar.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa menerjemahkan game dengan banyak karakter bukan hanya persoalan mengubah satu bahasa ke bahasa lain. Setiap pilihan kata dapat memengaruhi bagaimana pemain memahami kepribadian dan latar belakang seorang karakter.
Bagi Umamusume: Pretty Derby, tantangan tersebut menjadi semakin kompleks karena game memiliki banyak karakter dengan gaya komunikasi yang berbeda. Tim lokalisasi harus memastikan masing-masing tokoh tetap memiliki identitas yang mudah dikenali meskipun dialognya telah beradaptasi ke bahasa Inggris.
Dengan pendekatan tersebut, Cygames berusaha membuat versi global Umamusume terasa lebih alami bagi pemain Barat tanpa sepenuhnya melepaskan karakteristik yang menjadi bagian dari versi Jepang. Hasil akhirnya diharapkan dapat memberikan pengalaman yang tetap familiar bagi penggemar lama, sekaligus mudah dipahami oleh pemain baru di pasar internasional.
Gaming
Persona 5 Resmi Kolaborasi dengan Fortnite, Joker Dipastikan Hadir di Season 4
www.gwigwi.com – Persona 5 akhirnya dipastikan akan hadir di Fortnite. Kabar tersebut diumumkan melalui teaser terbaru yang dirilis Atlus pada Rabu malam, 19 Agustus 2026. Cuplikan singkat tersebut memperlihatkan kemunculan Joker, protagonis utama Persona 5, sekaligus memperlihatkan model karakter yang akan digunakan dalam game.
Meski sudah memberikan gambaran mengenai Joker, Atlus belum mengungkap seluruh detail mengenai kolaborasi tersebut. Belum diketahui secara pasti konten apa saja yang akan dibawa, termasuk apakah Joker hanya hadir sebagai karakter yang dapat digunakan atau akan mendapatkan berbagai item kosmetik tambahan.
Kemunculan Joker diperkirakan akan menjadi bagian dari Fortnite Chapter 7 Season 4, yang memiliki tema “Override”. Musim terbaru Fortnite tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada 20 Agustus 2026, sehingga informasi lebih lengkap mengenai kolaborasi Persona 5 kemungkinan akan segera diperlihatkan setelah season baru resmi dimulai.
Kehadiran Persona 5 di Fortnite sebenarnya bukan sesuatu yang terlalu mengejutkan. Franchise tersebut sebelumnya sudah beberapa kali melakukan crossover dengan berbagai game lain. Persona 5, khususnya, memiliki sejumlah karakter populer yang cukup sering muncul dalam proyek kolaborasi di luar seri utamanya.
Di sisi lain, Fortnite juga semakin dikenal sebagai game yang aktif menghadirkan karakter dari berbagai franchise populer. Mulai dari film, anime, musik, hingga video game, Epic Games terus memperluas daftar kolaborasi yang tersedia di dalam game.
Joker sendiri menjadi pilihan yang cukup masuk akal untuk mewakili Persona 5. Karakter tersebut merupakan salah satu tokoh paling dikenal dari franchise Persona dan memiliki desain yang mudah dikenali. Kehadirannya di Fortnite juga berpotensi menarik perhatian penggemar Persona maupun pemain yang sebelumnya tidak terlalu mengikuti franchise tersebut.
Namun, masih menjadi tanda tanya apakah Atlus dan Epic Games akan menghadirkan karakter Persona lainnya. Untuk sementara, teaser yang dirilis hanya memberikan fokus kepada Joker sehingga belum ada konfirmasi mengenai kemunculan anggota Phantom Thieves lainnya.
Selain Persona 5, Fortnite Chapter 7 Season 4 “Override” juga akan menghadirkan sejumlah kolaborasi dengan franchise game lain. Hal ini membuat musim terbaru tersebut menjadi salah satu update yang cukup dinantikan oleh komunitas.
Dengan season baru yang akan dimulai pada 20 Agustus 2026, detail mengenai Joker kemungkinan akan terungkap dalam waktu dekat. Pemain masih perlu menunggu pengumuman resmi untuk mengetahui harga, item kosmetik, quest, serta konten khusus Persona 5 yang akan tersedia di Fortnite.
Untuk saat ini, satu hal sudah dipastikan: Joker akan memasuki dunia Fortnite. Detail lengkap mengenai bentuk kolaborasi dan kemungkinan hadirnya karakter Persona lainnya masih menjadi misteri.
Gaming
Neverness to Everness Ketahuan Pakai AI Doubao Gratis, Watermark Malah Lolos ke Game
www.gwigwi.com – Neverness to Everness (NTE) baru saja mendapatkan update versi 1.3 yang membawa sejumlah konten baru. Pembaruan tersebut memperluas area permainan sekaligus memperkenalkan aktivitas memancing, lengkap dengan lokasi baru dan berbagai jenis ikan yang bisa dikoleksi pemain.
Namun, salah satu aset yang hadir dalam update terbaru justru menjadi bahan perbincangan di komunitas game China. Pemain menemukan bahwa salah satu aset memancing di NTE ternyata masih memiliki watermark Doubao, layanan AI buatan ByteDance yang juga menyediakan fitur pembuatan gambar dan video.
Temuan tersebut langsung memicu berbagai candaan di kalangan pemain. Menariknya, sebagian besar perbincangan bukan semata-mata mengenai penggunaan AI dalam pengembangan game. Pemain justru menyoroti fakta bahwa watermark Doubao masih terlihat pada aset yang sudah masuk ke dalam versi resmi NTE.
Beberapa pemain bahkan bercanda bahwa Hotta Studio terlalu berhemat hingga menggunakan layanan AI versi gratis. Ada pula yang mempertanyakan bagaimana proses pengecekan aset dapat melewatkan watermark tersebut sebelum update dirilis kepada publik.
Komentar seperti “Pakai AI sih nggak masalah, tapi pakai Doubao itu lucu. Versi gratis pula” ikut menggambarkan reaksi komunitas terhadap temuan tersebut. Sejumlah pemain juga membandingkan pendekatan Hotta Studio dengan perusahaan game China lain yang telah mengembangkan teknologi AI mereka sendiri.

HoYoverse dan NetEase, misalnya, diketahui aktif mengembangkan berbagai teknologi internal untuk mendukung proses produksi. Sementara itu, kasus NTE membuat pemain bercanda seolah-olah developer meminta layanan AI publik untuk membuat aset game.
Candaan tersebut bahkan berkembang menjadi permintaan fiktif kepada Doubao untuk membuat berbagai aset aneh. Salah satu contoh yang muncul adalah permintaan membuat kuda laut berwarna ungu lengkap dengan mahkota.
Penggunaan AI sendiri sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru bagi NTE. Komunitas China sebelumnya sudah mengetahui bahwa Hotta Studio menggunakan teknologi AI-assisted dalam proses pengembangan beberapa bagian game.
Hotta Studio pernah menjelaskan bahwa elemen utama seperti karakter, cerita, dan dunia NTE tetap dikerjakan oleh seniman, penulis, serta desainer manusia. Namun, developer mengakui bahwa sejumlah kecil aset latar belakang dan lingkungan dibuat dengan bantuan teknologi AI.
Setelah watermark Doubao tersebut ramai ditemukan, aset terkait kemudian diperbaiki dan watermark-nya telah dihapus. Sementara itu, aset dasarnya sendiri masih dipertahankan di dalam game.
Di luar kontroversi tersebut, performa komersial NTE justru terbilang kuat. Sejak dirilis pada 29 April 2026, game ini dilaporkan menghasilkan lebih dari 100 juta yuan atau sekitar US$14,8 juta hanya dalam satu hari.
Performa tersebut kemudian terus berkembang. Berdasarkan proyeksi keuangan semester pertama 2026 yang diumumkan pada 14 Juli, Perfect World Games menyebut pendapatan Neverness to Everness telah mencapai sekitar 1,4 miliar yuan, atau sekitar US$207 juta.
Dengan angka tersebut, NTE tetap menunjukkan performa bisnis yang kuat meskipun kini harus menghadapi sorotan komunitas terkait penggunaan AI pada sejumlah asetnya. Kasus watermark Doubao juga menjadi pengingat bahwa penggunaan teknologi generatif dalam produksi game tetap membutuhkan proses pemeriksaan aset yang ketat sebelum sebuah konten dirilis kepada pemain.
-
TV & Movies1 week agoReview Film Mutiny: Klasik Statham Yang Kurang Menggebuk
-
Music4 weeks agofor Revenge Rilis ‘I Miss You Every Brand New Day’, Original Song untuk film Spider-Man: Brand New Day
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Spider-Man Brand New Day, Best Spidey adaptation so far
-
Music4 weeks agoSHIFT UP Dikritik Usai Promosikan Stellar Blade: Bloodrain Lewat Video Musik Berbasis AI
-
Gaming2 weeks agoArknights Resmi Rilis Versi PC, Berikut Spesifikasi yang Dibutuhkan
-
Lokal4 weeks agoCrunchyroll Hadir di AFA Indonesia 2026, Bangun Replika Café dari Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc dan Hadirkan Boneka Jumbo Kimetsu no Yaiba
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Dear You, Surat yang Terlupakan






