Teknologi
Menjadi Yang Terdepan: Tren Teknologi dan Inovasi untuk CIO Saat Ini
GwiGwi.com – Menurut IDC, Information and Communications Technology (ICT) wilayah APAC diproyeksikan “tumbuh lebih dari 4,9% mencapai $924 miliar pada tahun 2021 dan diperkirakan akan mencapai $1 triliun pada tahun 2024”. Seperti dikatakan oleh Daniel Kum, Director, Data Center Infrastructure (DCI) dan Product Management (PM), Lenovo, Asia Pacific, “Peningkatan penggunaan ICT merupakan tanda bertumbuhnya kepercayaan pengguna akan teknologi di wilayah Asia Pasifik sebagai unsur penentu dalam kesuksesan organisasi saat ini dan di masa depan.”
Dijelaskan lebih lanjut oleh Daniel, “ketika perusahaan menjadikan data sebagai pendekatan dalam bisnis, perangkat yang lebih cerdas dan solusi infrastuktur yang dapat memenuhi kebutuhan masa depan harus menjadi pusat perhatian.”
Dengan semua pemikiran ini, menjadi yang terdepan perlu melibatkan konstruksi infrastruktur dengan kompetensi inti pada teknologi. Hal tersebut berarti ada tiga hal mendasar: (1) memanfaatkan dan mengikuti tren teknologi (misalnya 5G), (2) mempertimbangkan solusi hemat energi dan (3) berinvestasi pada keamanan.
Sebelum mempelajari secara spesifik poin-poin yang disebutkan di atas, penting untuk terlebih dahulu membangun pemahaman tentang dua tantangan front-of-mind yang dihadapi oleh CIO dan pemimpin TI saat ini.
APAC: Tantangan yang Dihadapi oleh Para CIO dan Pemimpin TI
Memungkinkan Tempat Kerja Jarak Jauh yang Cerdas, Efektif, dan Terproteksi: Meskipun jarak kerja jauh relatif umum di berbagai perusahaan saat ini, hal ini tidak terjadi pada awal tahun 2020. Awal tahun lalu, CIO dihadapkan pada tantangan besar karena mereka harus memimpin peralihan organisasi ke kerja jarak jauh yang belum pernah terjadi sebelumya. Hal ini memberikan tekanan besar pada CIO dan pemimpin TI di seluruh kawasan untuk memulai transformasi digital dalam jangka waktu yang dipercepat dimana memungkinkan tempat kerja jarak jauh yang cerdas, efektif, dan aman.
Menurut data Deloitte, “sebanyak 47.8 juta jiwa di 6 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapore, Philippines, Thailand, dan Vietnam) dapat beralih pada bekerja jarak jauh selama jangka waktu bertahun-tahun,” oleh karena itu, membangun sebuah lingkungan kerja hybrid yang berhasil dan berkelanjutan merupakan tantangan yang akan dihadapi oleh CIO dan pemimpin TI di seluruh kawasan.
Lanskap Bisnis dengan Basis Teknologi: Pergeseran bekerja jarak jauh hanyalah salah satu dari banyak tantangan yang dihadapi CIO dan pemimpin TI sejak pandemi. Pandemi global telah mengubah lanskap bisnis saat ini menjadi lanskap yang sangat didorong oleh teknologi.
Seperti yang dianalogikan oleh Daniel, “Data merupakan mata uang baru dan pembuat keputusan Teknologi Informasi adalah bankirnya.” Dia kemudian menjelaskan lebih lanjut bahwa “seiring berkembangnya tren contactless dan kerja jarak jauh, setiap organisasi, terlepas dari industrinya saat ini adalah perusahaan yang mengutamakan teknologi. Mencipatakan solusi perangkat dan infrastruktur yang lebih cerdas adalah kunci membuka teknologi yang lebih cerdas untuk semua.”
Pemanfaatan Teknologi, Inovasi, dan Tren (5G)
Untuk bersaing secara efektif dalam lanskap bisnis yang semakin didorong oleh teknologi, para CEO dan pemimpin bisnis percaya bahwa teknologi dan inovasi adalah kuncinya. Pola pikir ini tidak hanya khusus untuk kawasan APAC, tetapi juga umum dalam skala global. Menurut artikel Deloitte Insights yang diterbitkan pada April 2020, CEO mencari CIO untuk melangkah sebagai mitra bisnis strategis yang akan menjalankan organisasi melalui siklus akselerasi transformasi berkelanjutan, yang menunjukkan bahwa adanya kesadaran di antara para CEO bahwa teknologi dan inovasi merupakan langkah maju.
Seperti pembahasan diatas, CIO dan pemimpin TI berada dalam posisi sulit saat ini dalam menghadapi bisnis yang sangat fluktuatif. Namun, kewajibannya tetap: beradaptasi dan menanggapi kebutuhan dan tren yang berkembang melalui inovasi. Untuk adopsi hal tersebut, sangat penting untuk tetap mengikuti tren teknologi yang relevan secara strategis. Sementara CIO saat ini sangat menyadari potensi pendapatan yang signifikan seperti cloud, cloud hybrid, dan komputasi edge, 5G, meskipun relatif baru, ada sumber daya lain yang dapat dipertimbangkan oleh CIO untuk dimanfaatkan.
Peluang Pendapatan Signifikan 5G: Dalam sebuah laporan oleh STL Partners, supported by Huawei, manfaat unik 5G dapat membukan manfaat senilai $1,4 triliun di seluruh industri utama pada tahun 2030, tidak hanya di pasar konsumen, tetapi juga di berbagai tingkat lainnya. Dengan 5G, telcos dapat menyediakan dan mengelola jaringan khusus seperti cloud. Dengan kemampuan untuk meningkatkan dan menurunkan, menentukan parameter (misalnya latensi), dan menambahkan fungsionalitas tambahan (misalnya fitur keamanan), 5G diharapkan memiliki tingkat penetrasi yang tinggi di berbagai industri pada tahun 2030.
Dengan berbagai kemampuan 5G yang telah disebutkan diatas, pemanfaatan 5G berpotensi membuka peluang pendapatan baru yang signifikan bagi perusahaan, memungkinakan ragam inovasi yang sebelumnya tidak ada untuk skala komersial dengan teknologi yang telah ada. Misalnya, pada ritel, 5G dapat digunakan untuk memasukkan pengalaman AR/VR bagi pelanggan dan IoT besar-besaran untuk pelacakan dan manajemen aset.
Pertimbangan Efisiensi Energi
Efisiensi energi bukanlah tujuan, melainkan perjalanan.
Selagi data dimasukkan ke cloud dengan kecepatan eksponensial, permintaan akan efisiensi daya di seluruh perangkat dan server pusat data diperkirakan akan meningkat. Pusat data di perusahaan terkemuka sudah mulai melihat kebutuhan tersebut untuk mengurangi jejak mereka dengan mencari solusi inovatif yang memungkinkan mereka menikmati performa yang lebih baik sambal mengonsumsi sedikit daya karena dua alasan utama.
Dari sudut pandang prosesor, prosesor hemat energi dapat membantu mengurangi energi dan emisi gas rumah kaca (GRK) di berbagai beban kerja dan mungkin memerlukan lebih sedikit server.
Proaktif di bidang ini akan memiliki manfaat jangka panjang yang signifikan. Selain manfaat lingkungan, bila digabungkan secara efektif, organisasi akan dapat melihat peningkatan yang nyata pada laba prganisasi dengan
(TCO) yang lebih rendah.
Proteksi adalah Kunci
Pusat data menyimpan sejumlah besar data dan informasi sensitive, pribadi, dan eksklusif. Ketidakamanan infrastruktur dapat membuat bisnis rentan terhadap aktivitas dunia maya yang berbahaya – ini tidak hanya mempengaruhi tingkat produktivitas perusahaan dalam jangka waktu pendek tetapi juga dapat memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan karena pelanggan dapat kehilangan kepercayaan pada bisnis.
Untuk alasan ini, keamanan pusat data sangatlah penting dan harus diperlakukan dengan tepat. Berbicara soal keamanan pusat data, pencegahan benar-benar lebih baik daripada mengobati!
Sayangnya, sebagian besar bisnis menjadi korban sistem turun temurun. Secara sederhana didefinisikan sebagai infrastrukstur/sistem TI yang didasarkan pada teknologi yang sudah ketinggalan zaman, ini adalah salah satu tantangan paling signifikan yang dihadapi oleh para pemimpin TI di era digital saat ini. Lebih lanjut ditegaskan oleh IDC, sistem lama dan model operasi yang ketinggalan zaman merupakan tantangan untuk dipertahankan, dan menghambat kemampuan organisasi TI untuk mendukung transformasi digital secara efektif. Mereka dapat menghambat transformasi, terutama bagi perusahaan yang tidak lahir di era digital, untuk mencapai tujuan transformasi digital mereka.
Pelaku usaha harus memahami bahwa perlindungan aplikasi dan data yang dihosting di pusat data atau di cloud bergantung pada server, penyimpanan, dan infrastruktur jaringan. Meskipun saya berulang kali menekankan bahwa perlindungan sangat penting, ada tingkat kebutuhan perlindungan yang berbeda – dan ini tergantung pada kegiatan bisnis. Sangat penting bagi para pemimpin untuk melakukan penilaian holistik terhadap aktivitas bisnis mereka, berapa banyak data yang disimpan, diproses, dan dianalisis dalam periode waktu tertentu untuk melakukan investasi infrastruktur yang tepat.
Kesimpulan
Meskipun jelas bahwa inovasi, perintis solusi hemat energi, peningkatan fitur keamanan, dan banyak lagi, adalah bagaimana CIO dapat memimpin bisnis menuju kesuksesan, semua ini membutuhkan investasi yang signifikan. Namun, fakta menunjukkan bahwa tidak jarang perusahaan yang lebih besar memiliki dana cadangan yang dapat digunakan untuk memutar atau bahkan merubah model bisnis dan aktivitas perusahaan mereka pada waktu-waktu tertentu jika diperlukan dibandingkan dengan bisnis kecil dengan arus kas yang lebih ketat.
Bisnis mengalokasikan sejumlah besar dana untuk “menjaga lampu tetap menyala” saat mereka mencoba untuk bermanuver dalam lingkungan bisnis yang sangat fluktuatif dan tidak dapat diprediksi saat ini, dengan menyisakan sedikit sumber daya untuk inovasi. Meskipun hal ini dapat dimengerti, dan bahkan mungkin dianggap perlu dalam beberapa kasus, CIO dan pemimpin TI harus terus mempelajari dan mengikuti tren teknologi agar dapat menggabungkan tren yang relevan jika memungkinkan.
Profile:
ALEXEY NAVOLOKIN, DIREKTUR, PENJUALAN KOMERSIAL, Asia Pasifik & Jepang
Alexey Navolokin saat ini menajabat sebagai AMD Commercial Sales di wilayah Asia Pasifik dan Jepang, mendorong pendapatan dan keterlibatan strategis dengan pelanggan end-user, OEM/ODM para mitra untuk produk berbasis AMD di seluruh Data Center/Server, PC Klien Komersial, Profesional Grafis dan solusi Embedded.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang pemasaran, solusi penjualan, dan pengembangan bisnis, Navolokin adalah profesional konsultan bisnis internasional dengan pengalaman kepemimpinan yang beragam di industri keuangan dan TI di pasar APAC dan EMEA. Navolokin sangat berpengalaman dalam berkolaborasi dengan kolega, klien, mitra global utama, dan pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan pendapatan, mengelola akun keuangan yang substansial, dan mengembangkan kemitraan aliansi di lingkungan teknis aplikasi bisnis.
Sebelum bergabung dengan AMD, Navolokin bekerja untuk Intel dan Apple di seluruh EMEA dan APAC dalam kapasitas yang berbeda dan meluncurkan startup blockchain, Axir Pte. Ltd. Ia juga menjadi penasihat Synagie dan perusahaan lainnya.
Navolokin lulus dari Universitas Teknik Elektronika dan Matematika di Moskow dan meraih gelar MBA di bidang Pemasaran dan Manajemen Bisnis dari MGIMO, Moskow; INSEAD, Fontainebleau, Prancis.
Teknologi
Solusi PoE 90W Plug-and-Play Menyederhanakan Penerapan IoT di Industri
www.gwigwi.com –
Seiring meningkatnya otomatisasi dan konektivitas di lingkungan industri, kebutuhan akan Power over Ethernet (PoE) terus meningkat. Teknologi ini menyalurkan daya dan data melalui satu kabel, menyederhanakan proses instalasi dan skalabilitas. Untuk menjawab kebutuhan industri, Microchip Technology memperluas lini PoE single-port dan multi-port melalui Midspan PD-9601GCI. Solusi ini dirancang untuk memenuhi standar IEEE 802.3bt serta mendukung penerapan di industri dengan kondisi operasional menantang.
“Midspan PD-9601GCI kami memudahkan pelanggan menyediakan daya bagi perangkat pintar di pabrik maupun lingkungan industri, terutama di pasar yang infrastruktur jaringannya belum sepenuhnya mendukung penerapan PoE melalui satu kabel,” kata Charlie Forni, wakil presiden korporat dari unit bisnis jaringan dan konektivitas Microchip. “Solusi midspan kami juga tersedia dalam opsi private label, sehingga para pelanggan dapat membedakan produk mereka melalui solusi daya terintegrasi yang lebih sederhana.”
PD-9601GCI dari Microchip hadir sebagai midspan PoE berkelas industri, melengkapi PC-9601GC yang sebelumnya ditujukan untuk penggunaan indoor single-port. Perangkat ini dirancang untuk mengurangi kebutuhan akan instalasi kelistrikan yang kompleks dan penambahan titik daya. Melalui satu kabel Ethernet, perangkat ini dapat menyalurkan daya hingga 90W sekaligus data berkecepatan 10/100/1000 Mbps.
Midspan PD-9601GCI dilengkapi berbagai fitur yang mendukung pengoperasian andal di pabrik maupun area luar ruangan dengan kondisi terpencil atau menantang, sehingga membantu meminimalisir downtime dan mengurangi kebutuhan dukungan teknis:
- Casing logam tertutup dan tahan getaran: Memiliki peringkat perlindungan Ingress Protection (IP) IP30.
- Rentang suhu operasional yang luas: Dirancang untuk beroperasi pada suhu -40°C hingga 75°C.
- Opsi input daya yang diperluas: Mendukung input DC ganda dalam kisaran 20V-60V.
- Perlindungan lonjakan tegangan arus kelas industri yang ditingkatkan: Membantu melindungi perangkat dari lonjakan tegangan di lingkungan industri.
- Opsi pemasangan untuk lingkungan industri: Mendukung pemasangan pada rel DIN, dinding, maupun panel.
- Pengujian kompatibilitas dengan perangkat otomatisasi industri: Membantu produsen mengurangi kendala integrasi sekaligus meningkatkan keandalan sistem.
Midspan dipasang setelah switch jaringan untuk menyalurkan daya ke kabel Ethernet, sehingga satu kabel dapat mengirimkan daya dan data. Perangkat ini menawarkan solusi yang praktis dan hemat biaya untuk menerapkan PoE di lokasi terpencil atau menantang. Ketika digabung dengan perangkat IoT, midspan memungkinkan produsen menghadirkan solusi plug-and-play yang mendukung penyaluran daya melalui jaringan.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang teknologi PoE, Microchip membantu pengembangan standar IEEE® 802.3af/at/bt. Microchip menawarkan portofolio lengkap yang mencakup chipset PoE PSE, chipset PD, dan sistem PoE untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan. Untuk informasi lebih lanjut tentang solusi PoE dari Microchip, kunjungi situs web.
Harga dan Ketersediaan
Midspan PD-9601GCI dapat dibeli langsung dari Microchip dan tersedia untuk pemesanan dalam jumlah besar.
Teknologi
Infinix Luncurkan TV X5Q 43”, AI TV QLED dengan Google TV 5.0 di Harga Rp3 Jutaan
www.gwigwi.com – Infinix kembali memperkuat posisinya di pasar teknologi Indonesia dengan meluncurkan lini perangkat AIOT (Artificial Intelligence of Things) terbarunya. Langkah strategis ini diambil guna memenuhi kebutuhan gaya hidup digital masyarakat yang kian dinamis dan terintegrasi.
Produk utama yang menjadi sorotan dalam peluncuran kali ini adalah Infinix TV X5Q 43”, sebuah Smart TV QLED bertenaga AI dengan sistem operasi Google TV 5.0 yang dibanderol di kisaran harga Rp3 jutaan. Tak sendirian, Infinix juga memboyong perangkat pendukung mobilitas lainnya seperti TWS XBUDS H5, powerbank GTPOWER POD 10K, serta kipas portabel XPOCKET FAN dan XPOCKET FAN Pro.
“TV kini telah menjadi pusat hiburan di rumah, sehingga pengguna semakin menginginkan kualitas visual yang lebih baik, pengalaman yang lebih cerdas, dan akses hiburan yang lebih praktis tanpa harus membayar mahal,” ujar Tommy Xiong, Country Manager Infinix Indonesia. Ia menambahkan bahwa kehadiran jajaran produk AIOT ini merupakan komitmen Infinix untuk menghadirkan lebih banyak pilihan perangkat yang mendukung gaya hidup digital di Indonesia.
Infinix TV X5Q 43”: Visual Sinematik Premium Didukung AI
Mengusung slogan #SetiapDetailMenjadiHidup, Infinix TV X5Q 43” dirancang untuk memberikan pengalaman menonton yang imersif melalui perpaduan perangkat keras premium dan kecerdasan buatan.

Infinix Luncurkan Tv X5q 43”, Ai Tv Qled Dengan Google Tv 5.0 Di Harga Rp3 Jutaan
Beberapa keunggulan utama dari Infinix TV X5Q 43” meliputi:
-
Dapur Pacu AI-Powered HyperEngine: Secara pintar mengoptimalkan kualitas gambar dan audio secara real-time agar setiap tayangan terasa lebih nyata dan detail.
-
Layar Premium QLED FHD: Layar berukuran 43 inci ini menggunakan panel IPS dengan dukungan HDR10, mampu menghasilkan lebih dari 1 miliar warna dengan kontras yang tajam.
-
Desain Modern & Nyaman di Mata: Memiliki desain frameless metallic dengan rasio layar-ke-bodi mencapai 96%. Dilengkapi juga dengan fitur Super Bright serta Eye Care Flicker Free untuk menjaga kenyamanan mata.
-
Audio Menggelegar: Dilengkapi dengan Dual Stereo Speaker 24W yang didukung oleh Dolby Audio dan AI Sound untuk menghasilkan efek suara sinematik.
-
Google TV 5.0: Memudahkan pengguna mengakses ribuan aplikasi hiburan, mendapatkan rekomendasi konten yang personal, serta kendali suara via Google Assistant dan fitur casting Chromecast.
Lengkapi Gaya Hidup Mobile dengan Aksesori AIOT Terbaru
Selain sektor hiburan rumah, Infinix juga merilis empat perangkat AIOT pintar untuk mendukung produktivitas dan kenyamanan harian pengguna:
1. Audio Nirkabel: Infinix XBUDS H5

Infinix Luncurkan Tv X5q 43”, Ai Tv Qled Dengan Google Tv 5.0 Di Harga Rp3 Jutaan
Earbuds TWS ini hadir untuk pencinta audio dengan dukungan konektivitas Bluetooth 6.0 dan teknologi Spatial 3D Audio. XBUDS H5 menawarkan daya tahan baterai hingga 30 jam, fitur ENC Noise Reduction untuk telepon yang lebih jernih, serta kemampuan dual-device connection yang mempermudah perpindahan koneksi antar-perangkat.
2. Pengisi Daya Andal: GTPOWER POD 10K

Infinix Luncurkan Tv X5q 43”, Ai Tv Qled Dengan Google Tv 5.0 Di Harga Rp3 Jutaan
Bagi mereka yang bermobilitas tinggi, powerbank ini menawarkan desain ultra-compact yang mudah masuk kantong. Dibekali kabel USB-C dan Lightning bawaan, perangkat ini mendukung daya 45W High-Speed Turbo Charging. Keamanannya pun terjamin berkat penggunaan baterai standar EV-Grade.
3. Pendingin Portabel: XPOCKET FAN & XPOCKET FAN Pro

Infinix Luncurkan Tv X5q 43”, Ai Tv Qled Dengan Google Tv 5.0 Di Harga Rp3 Jutaan
Menjawab tantangan cuaca panas saat beraktivitas di luar ruang, Infinix menghadirkan dua varian kipas portabel:
-
XPOCKET FAN: Memiliki bobot ringan hanya 146 gram, hembusan angin kuat hingga 9.1 m/s, dan daya tahan baterai hingga 11 jam.
-
XPOCKET FAN Pro: Dilengkapi teknologi 16°C Ice-Cooling untuk sensasi dingin maksimal dengan ketahanan baterai hingga 14 jam.
Harga dan Ketersediaan
Rangkaian produk AIOT terbaru Infinix ini bisa didapatkan melalui Infinix Official Store di berbagai platform e-commerce serta jaringan mitra penjualan resmi Infinix di Indonesia.
Berikut adalah daftar harga resmi perangkat AIOT Infinix:
| Nama Perangkat | Harga Resmi | Keterangan |
| Infinix TV X5Q 43” | Rp3.399.000 |
Harga Online via Infinix Official Store |
| Rp3.699.000 |
Harga Offline via Mitra Penjualan Resmi |
|
| Infinix XBUDS H5 | Rp169.000 |
Sudah Tersedia |
| Infinix GTPOWER POD 10K | Rp449.000 |
Sudah Tersedia |
| Infinix XPOCKET FAN | TBA |
Segera Tersedia |
| Infinix XPOCKET FAN Pro | TBA |
Segera Tersedia |
Informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan produk dan promo menarik lainnya dapat diakses melalui situs resmi Infinix Indonesia atau akun media sosial resmi @InfinixID.
Teknologi
ASUS Republic of Gamers Umumkan Kehadiran Gjallar Gaming Soundbar
www.gwigwi.com – ASUS Republic of Gamers (ROG) secara resmi mengumumkan kehadiran produk audio premium terbarunya, ROG Gjallar. Perangkat ini dirancang sebagai soundbar gaming premium ringkas yang siap menghadirkan pengalaman surround sound sinematik, komunikasi in-game yang jernih, serta kemudahan integrasi lintas platform untuk menyederhanakan setup meja kerja maupun hiburan para penggunanya.
Tingkat Imersi Mendalam dengan 2.1.2 Dolby Atmos
ROG Gjallar menyuguhkan 3D soundstage yang realistis melalui konfigurasi audio 2.1.2 Dolby Atmos®. Untuk menghasilkan detail suara yang megah, soundbar ini dipersenjatai dengan speaker full-range di sisi kiri dan kanan, tweeter khusus, serta upward-firing channels.
Dukungan audio level kompetisi ini memberikan tactical clarity yang luar biasa, membantu para gamer menentukan lokasi musuh secara akurat di dalam game. Sektor audio diperkuat oleh subwoofer nirkabel 6,5 inci berkekuatan 65 watt yang mampu menyajikan frekuensi low-end melimpah, membuat efek ledakan terdengar bertenaga. Dengan memanfaatkan konektivitas nirkabel 5GHz, subsistem ini menjamin transmisi audio yang andal dengan latensi yang sangat rendah.
Hub Kontrol Audio All-in-One & Mikrofon Berteknologi AI
Guna memberikan kendali penuh yang intuitif, ROG Gjallar dilengkapi dengan audio control hub all-in-one. Melalui layar LCD yang cerah, pengguna bisa beralih antarsumber input dengan mudah, mengatur pemutaran musik (playback), hingga mengoptimasi profil EQ khusus untuk game, musik, atau film. Hub ini juga mengintegrasikan pencahayaan ASUS Aura RGB yang menampilkan hingga 16,8 juta warna.
Di sektor komunikasi, ASUS menanamkan mikrofon Acoustic Echo Cancellation (AEC) bawaan. Dilengkapi dengan algoritma AI beamforming, mikrofon ini secara cerdas menyaring suara rekan satu tim serta meredam suara bising di sekitar (seperti deru kipas PC dan dengung sistem) agar suara obrolan terdengar alami dan super jernih.
Kompatibilitas Multi-Platform dan Kemudahan Akses
ROG Gjallar menawarkan fleksibilitas tinggi berkat port konektivitasnya yang melimpah, mulai dari USB-C®, HDMI® 2.1 (eARC), port optik, AUX, hingga Bluetooth® 5.3. Pengguna dapat menghubungkannya ke PC, Mac, TV, serta konsol seperti PlayStation® 5, PlayStation® 4, Xbox Series X|S, atau Nintendo Switch™.
Soundbar ini mendukung fitur pass-through sinyal video hingga resolusi 4K@120Hz melalui HDMI 2.1, sementara teknologi eARC memastikan transmisi audio lossless beresolusi tinggi tanpa ada jeda visual. Di sisi kanan soundbar, terdapat pula hub tambahan berupa dua port USB Tipe-A yang ideal untuk memasang dongle wireless maupun periferal eksternal lainnya.
Semua penyesuaian performa, mulai dari konfigurasi equalizer (EQ), pengaturan mikrofon, hingga efek pencahayaan RGB dapat diatur secara personal melalui software Gear Link yang tersedia dalam versi portal web maupun aplikasi seluler.
Spesifikasi Lengkap ASUS ROG GJALLAR
-
Saluran Audio: 2.1.2 Channels
-
Konfigurasi Driver Soundbar: 4 x 50mm full range drivers (2”) & 2 x 27mm tweeters (1″)
-
Respons Frekuensi Soundbar: 50Hz–20kHz
-
Konektivitas Utama: HDMI® 2.1 / HDMI® 2.1 eARC / USB-C® / Bluetooth® 5.3 / AUX / Optical
-
Subwoofer: Nirkabel (koneksi 5GHz, Frekuensi Kerja 5.180–5.825GHz)
-
Driver Subwoofer: 1 x 165mm (6.5″) dengan daya 65 Watt
-
Tipe Mikrofon: Beamforming microphone dengan dukungan AI & AEC
-
Respons & Sensitivitas Mikrofon: 100Hz–10kHz / -37 ± 3dB
-
Platform yang Didukung: TV, Windows PC, Mac, PlayStation® 5, PlayStation® 4 Series, Xbox Series X | S, Nintendo Switch™, perangkat seluler
-
Perangkat Lunak Pendukung: Gear Link (Web Portal & Mobile App)
-
Dimensi Fisik: * Soundbar: 607 x 92 x 82 mm
-
Subwoofer: 125 x 315 x 356 mm
-
Control Hub: 90 x 82 x 37 mm
-
-
Berat Komponen: Soundbar (2,4 kg), Subwoofer (5,7 kg), Control Hub (0,191 kg)
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office3 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
News2 weeks agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
Gaming2 weeks agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!





