TV & Movies
Mari Mengenal Kronologi dari MonsterVerse
GwiGwi.com – MonsterVerse (Monster Universe) adalah salah satu universe di dunia perfilman yang di produksi oleh Warner Bros dan Legendary Entertaiment, TOHO pun juga ikut andil dalam proyek ini karena TOHO yang memiliki hak cipta dari Godzilla.
Kembali ke ”Apa itu MonsterVerse?” di universe ini beragam film yang jalan ceritanya berpusat pada para monster (Makhluk berukuran super raksasa dengan beragam bentuknya) yang hidup dan menyembunyikan eksistensi mereka di dunia manusia. MonsterVerse sendiri sudah memiliki 2 film yang sudah dirilis yaitu :
Godzilla ( 2014 )
Kong : Skull Island ( 2017 )
dan 1 film yang sudah dalam tahap post-production yaitu Godzilla: King of the Monster yang akan dirilis pada 2019 nanti dan 1 proyek film yang akan mempertemukan 2 monster yaitu Kong dan Godzilla yang akan dirilis pada tahun 2020 nanti.
Melalui MonsterVerse, banyak monster/makhluk raksasa yang diperkenalkan seperti Godzilla dan M.U.T.O (Massive Unidentified Terrestrial Organism) di film Godzilla (2014) dan melalui film Kong: Skull Island (2017) diperlihatkan banyak monster/makhluk raksasa lainnya selain Kong seperti Mother LongLegs, Sker Buffalos, Mirc Squid, Leafwing, Psychovulture, Spore Mantis, Ramarak hingga Skull Crawlers, sementara di film selanjutnya yaitu Godzilla: King of Monster (2019) akan diperkenalkan 3 monster baru yaitu Rodan, Mothra dan King Ghidorah.
Bila ada makhluk raksasa yang memiliki bentuk yang beragam serta aneh di bumi pasti ada sekelompok ilmuwan yang menjadi suatu instansi dan instansi ini bernama Monarch.
Apa itu Monarch? Monarch sendiri merupakan organisasi rahasia yang dibentuk pada tahun 1946 dan bekerja sama dengan pemerintah, alasan didirikannya Monarch adalah untuk mempelajari, mencari sekaligus memburu para monster monster tersebut. Monarch pertama kali tampil di Godzilla (2014), Kong : Skull Island ( 2017 ) dan akan kembali muncul di Godzilla: King of the Monster ( 2019 )
MonsterVerse pun juga memiliki timeline atau jalan cerita tersendiri, apa saja? mari lihat beragam jalan cerita MonsterVerse dibawah ini :
1943 – The U.S.S Lawton Incident (*) (**)
U.S.S Lawton diserang oleh sesuatu yang besar dan belum diketahui
1943 – The Only Survivor (**)
William ” Bill ” Randa menjadi satu-satunya kru yang selamat dari insiden yang menimpa U.S.S Lawton
1944 – The Dogfight (**)

Saat perang dunia II berlangsung, 2 pilot pesawat tempur yaitu Hank Marlow dari Amerika dan Gunpei Ikari dari Jepang terlibat pertempuran udara (Dogfight) dan mereka terjatuh di salah satu pulau di Pasifik, sesudah mereka terjatuh, mereka masih terlibat pertarungan akan tetapi pertarungan mereka ” diganggu ” oleh Kera Raksasa.
1946 – The Birth of Monarch
Monarch didirikan dengan alasan untuk mempelajari dan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi di insiden U.S.S Lawton
1952 – Monster Exist (**)
William ” Bill ” Randa direkrut ke Monarch, Randa pun memiliki ambisi untuk mencari eksistensi dari monster tersebut
1952 – London Phenomenon
Di tahun yang sama, suatu fenomena terjadi di London yang dimana fenomena ini berupa kemunculan semacam kabut dan muncul hingga menyelimuti jalanan London Monarch berteori bahwa fenomena ini bukanlah fenomena alam melainkan akibat dari suatu kepakan sayap dari suatu benda/makhluk yang besar
1954 – Castle Bravo (*)

Sebuah tes nuklir dilakukan tapi ini bukanlah untuk menguji suatu bom nuklir tapi ini adalah suatu peristiwa dimana monster besar untuk dimusnahkan dengan bom nuklir di pulau Bikini Atoll
1959 – A Siberian Mystery
Monarch membuat suatu fasilitas rahasia di Siberia dan tujuan dibangunnya fasilitas tersebut masih belum diketahui.
1973 – Mission : Skull (**)
Monarch melakukan sebuah misi ekspedisi ke pasifik bersama kelompok militer. ekspedisi ini menuju ke sebuah pulau benama Skull Island dan disinilah event jalan cerita dari film Kong : Skull Island dimulai
1973 – Kong is Not the Only King (**)
Setelah ekspedisi ke Skull Island memberikan bukti bahwa monster itu ada dan nyata, Conrad dan Weaver ditahan oleh Monarch, Brooks dan San Lin menyambut mereka dan berkata bahwa Kong bukanlah satu satunya monster di dunia ini. lalu Conrad dan Weaver ditunjukan suatu rekaman yang memperlihatkan bahwa Godzilla, Rodan, Mothra dan King Ghidorah sudah memiliki eksistensi yang lama di bumi. ini adalah adegan post credits dari Kong : Skull Island ( 2017 )
1991 – Isla de Mona Mystery (***)
Monarch mengkarantina salah satu wilayah di pulau Isla de Mona, hal ini dilakukan Monarch akan adanya fenomena dan aktivitas aneh disana.
1991 – Return to Skull Island
Aaron Brooks (anak dari Houston Brooks) melakukan ekspedisi kembali ke Skull Island untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Kong setelah insiden di tahun 1973
1999 – Janjira Incident (*)
Insiden ini terjadi di kota Janjira (Janjira sendiri merupakan kota fiktif di Jepang) yang mengakibatkan kehancuran di salah satu reaktor nuklir disana dan menewaskan Sandra Brody. dari sinilah event dari jalan cerita film Godzilla (2014) dimulai.
1999 – Mysterious Spores (*)

Ilmuwan dari Monarch, Dr Ishiro Serizawa dan Dr. Vivienne Graham melakukan penelitian tentang temuan 2 spora raksasa di tambang di Filiphina
2009 – Temple of the Moth (***)
Ilmuwan Monarch, Dr Emma Russel dan timnya melakukan ekspedisi dan penelitian ke Cina, disana di suatu lokasi (tepatnya di provinsi Unnan) ditemukan sebuah kuil raksasa dan didalam kuil tersebut terdapat sebuah kepompong raksasa dan di dalam kepompong tersebut terdengar bunyi detakan seperti detakan jantung.
2012 – A Messages (****)
Houston Brooks mendapatkan pesan dari anaknya (Aaron Brooks) perihal perubahan Kong setelah insiden di tahun 1973
2014 – Godzilla, M.U.T.O and The Battle of San Francissco (*)

di tahun ini, Jalan cerita dari film Godzilla dimulai, seperti kemunculan 2 M.U.T.O hingga pertarungan antara Godzilla dengan 2 M.U.T.O ini di San Francissco.
2016 – The Devil has Three Heads (***)
Dr. Vivienne Graham memimpin suatu ekspedisi dan penelitian ke Antartika dan ditemukan suatu spesies besar baru dan menjelaskan spesies ini memiliki 3 kepala.
Bersambung……
untuk sementara jalan cerita atau kronologi dari MonsterVerse terhenti di penemuan sesuatu di Antartika. MonsterVerse masih akan berlanjut hingga film Kong vs Godzilla dirilis dan bagaimana 3 monster di Godzilla : King of the Monster akan muncul masih belum diketahui secara pasti walaupun situs penemuan mereka sudah ditemukan, semua akan diketahui di film Godzilla : King of the Monsters yang akan hadir di tahun 2019 nanti dan Kong vs Godzilla akan hadir di tahun 2020 nanti.
apakah kalian memiliki teori atau pemikiran akan bagaimana Monster Universe ini akan berlanjut ? silahkan memberikan komentar kalian di kolom komentar
” This world never belonged to us. It belonged to them. The question is, how long before they take it back…”
Catatan :
(*) Jalan cerita dari Godzilla (2014)
(**) jalan cerita dari Kong : Skull Island (2017)
(***) ada kemungkinan akan menjadi jalan cerita di Godzilla: King of the Monsters (2019)
(****) ada kemungkinan akan menjadi jalan cerita di Kong vs Godzilla (2020)
Sumber :
http://wikizilla.org/
Tweets by MonarchSciences
TV & Movies
Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting unjuk Gigi
Sepertinya meski gak familiar dengan STREET FIGHTER, beberapa persen manusia di dunia pasti pernah mendengar atau melihat serangan melempar bola energi itu meski hanya sekilas.
Sekarang hadoken membara lagi dengan CG modern di adaptasi teranyar serial gim fighting legendaris ini yang disutradarai Kitao Sakurai. Apakah bisa melebihi 2 adaptasi STREET FIGHTER sebelumnya yang reputasinya kurang bagus itu?

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi
STREET FIGHTER baru ini bercerita tentang Ken (Noah Centinio) yang kacau setelah kematian gurunya, Goken (Don Lee). Di kaya tapi seakan kehilangan jiwa petarungnya. Hidup gemerlap, namun yang menemaninya di bawah lampu ajep-ajep hanya Dan Hibiki (Andrew Schulz) seorang.
Ken menyalahkan Ryu (Andrew Koji) padahal si jagoan ikonik itu juga menderita dengan bebannya sendiri, yakni sisi gelapnya yang bisa meraung bila ia kembali bertarung.
Chun Li (Calina Liang) kemudian datang dan merekrut keduanya untuk mengikuti turnamen buatan M. Bison (David Dastmalchian) yang mempunyai agendanya sendiri.

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi
Kedua aktor begitu klop memainkan Ken dan Ryu sampai hanya beberapa detik saja melihat mereka di layar langsung, yeah it's them. 100%.
Karena menghidupkan dan chemistry mereka sukes, drama keduanya pun menjadi daging di film yang paling menarik diikuti dan memang jadi fokus STREET FIGHTER, meskipun bisa menjadi agak rumit.
Sayangnya melawan Bison seakan cerita yang dipaksakan untuk dimasukkan, apalagi akting si villain terasa kurang. Penulis kurang paham apa arah akting David Dastmalchian; serius total kah? Atau ada bercandanya? Karena cast lain terasa 100% game, kekurangan ini jadi menonjol.

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi
Hasilnya, untuk serve perihal Ryu dan Ken juga Chun Li-Bison ini, pacing terasa dikebut dan penonton tak banyak diberi nafas untuk meresapi dramanya. Tarung lanjut ada yang marah, tarung lagi, kerja sama, etc. Kesemuanya bila perlahan oke saja, namun alur ngegas ini yang bikin semuanya terasa sekelebat saja kurang total mengena.
Jadi berharap ada cut lain yang penceritaanya lebih rapih.
Maka terasa sayang melihat visual 90’s yang kreatif pop tapi tak melupakan drama, cast yang cetar apalagi adegan bertarung di klub <siapa sangka Dhalsim (Vidyut Jammwal) bisa terlihat cool?>, adegan bertarung yang cukup setia gerakan di gim dan tetap engaging, semuanya terganggu oleh problem yang sama.

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi
MORTAL KOMBAT 2 dan kini STREET FIGHTER menunjukkan adaptasi gim sungguh sudah menuju level lebih tinggi dan keduanya fighting game! Bukan yang kuat dalam bercerita tetapi filmmaker sekarang seperti sudah menemukan formulanya. Semoga ronder berikutnya lebih dan lebih dan lebih menonjok lagi.
TV & Movies
Bonus Stage Street Fighter di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!
Menjelang perilisan film Street Fighter, Paramount Pictures Indonesia mengajak para penggemar merasakan langsung keseruan pertarungan dari franchise ikonik tersebut melalui Smash the Car, sebuah pengalaman interaktif yang hadir di Indonesia Comic Con 2026, pada 3–4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!
Terinspirasi dari salah satu bonus stage paling ikonik dalam Street Fighter II, Smash the Car menantang pemain untuk menghancurkan sebuah mobil dalam waktu terbatas demi meraih poin bonus. Tantangan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman bermain Street Fighter ini kini dibawa ke dunia nyata untuk memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk merasakan kembali semangat kompetitif khas para World Fighters.

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!
Disutradarai oleh Kitao Sakurai dan diproduksi oleh Legendary Pictures bersama Capcom, film Street Fighter menghadirkan kembali karakter-karakter ikonik serta elemen khas dari franchise tersebut ke layar lebar, sekaligus memperkenalkan dunia Street Fighter kepada generasi baru.
“Street Fighter memiliki karakter, personality, dan signature moves yang membuat setiap fighter memiliki identitas dan daya tariknya sendiri. Melalui Smash the Car, kami ingin membawa salah satu pengalaman yang sangat identik dengan game ini ke dunia nyata. Dengan begitu, penggemar tidak hanya dapat bernostalgia dengan keseruan saat bermain, tetapi juga merasakan langsung excitement dari salah satu bonus stage paling ikonik dalam Street Fighter,” ujar Julius Daniel Suhakri, Head of Marketing Paramount Pictures Indonesia.

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!
Menggabungkan nostalgia arcade, karakter-karakter ikonik, dan pengalaman interaktif, Smash the Car menjadi salah satu cara bagi para penggemar untuk kembali merasakan energi pertarungan Street Fighter secara langsung di Indonesia Comic Con 2026.
Film Street Fighter akan hadir di bioskop Indonesia mulai 14 Oktober 2026.
TV & Movies
REVIEW FILM CRAWLERS, JANGAN BUKA MULUT SAAT TIDUR
Crawlers merupakan film horor-thriller terbaru rilisan 2026 yang disutradarai Ángel Gómez Hernández dengan naskah garapan Jayson Rothwell. Film ini diproduksi di bawah naungan label Badlands—sebuah bendera produksi genre horor baru yang didirikan oleh Basil Iwanyk dan Erica Lee, tim produser kawakan dari Thunder Road Films yang sukses besar memproduseri waralaba aksi John Wick dan Sicario. Mengusung atmosfer bertahan hidup yang intens, film ini menceritakan bencana wabah laba-laba beracun yang meluas secara mengerikan di dalam kompleks apartemen Paradiso Palms.

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur
Cerita berfokus pada Serena (Matilda Lutz), seorang pengelola apartemen yang mendadak harus menghadapi situasi darurat setelah ditemukannya kematian misterius penghuni apartemen akibat gigitan laba-laba jenis baru. Ketika otoritas menetapkan karantina ketat yang mengunci seluruh penghuni di dalam gedung tanpa jalan keluar, Serena harus menggunakan pengetahuan mendalamnya tentang seluk-beluk bangunan untuk memimpin para penghuni—termasuk karakter yang diperankan Gregg Sulkin, William Miller, dan Melina Matthews—bertahan hidup dari gempuran serangga mematikan tersebut. Namun, tugas ini tidak mudah karena laba-laba ini dapat bersembunyi di sudut-sudut yang tidak kelihatan dan mudah menyelinap.
Bagaimanakah upaya Serena dan para penghuni gedung dalam meloloskan diri dari kepungan ribuan laba-laba beracun yang terus berkembang biak? Apakah Serena berhasil mengatasi trauma fobianya demi menyelamatkan nyawa mereka semua? Gwiple dapat mengetahui jawabannya di bioskop-bioskop kesayangan. Oya, jajaran sinematografer film ini ditangani oleh Pablo Rosso, sosok di balik kamera untuk film horor fenomenal [REC] yang sudah teruji lihai membangun atmosfer claustrophobic di dalam gedung terisolasi.

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur
Sutradara Ángel Gómez Hernández bersama tim produser John Wick berhasil menyajikan ritme film yang penuh ketegangan tanpa henti, memacu adrenalin penonton dari awal hingga akhir. Sensasi desakan ribuan kaki laba-laba yang menjalar di celah dinding dan lorong-lorong gelap sangat efektif dalam memicu rasa cemas serta menyengat fobia arachnophobia bagi siapa saja yang menontonnya. Tak hanya mengandalkan aspek psikologis, Crawlers juga menyajikan adegan yang sangat berdarah-darah (gory), memperlihatkan dampak gigitan beracun yang mengerikan serta perjuangan brutal manusia melawan invasi monster berkaki delapan.
Crawlers memang merupakan tayangan horor yang sangat solid dan unik, di mana penonton Gwiple diajak merasakan teror claustrophobic yang intens di tengah ancaman makhluk berkaki 8 yang haus darah. Bagi Gwiple yang menyukai horor laba-laba sejenis, film ini menyajikan nuansa yang mengingatkan kita pada film horor laba-laba asal Prancis berjudul Infested (Vermines, 2023) yang juga menceritakan karantina gedung apartemen akibat teror serangga, serta film klasik legendaris Arachnophobia (1990).
-
News4 weeks agoSophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
-
News4 weeks agoGabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
-
News4 weeks agoKreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
-
Smartphone4 weeks agoBebas Drama Pas Mabar! Ini Rahasia Gaming Seru Bebas Suntuk Bareng POCO C81 Pro
-
TV & Movies3 weeks agoREVIEW FILM VERITY, MENGUNGKAP SISI GELAP PENULIS TERSOHOR
-
TV & Movies4 weeks agoJangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Forgotten Island, Animasi DreamWorks Berlatar Mitologi Filipina
-
Smartphone3 weeks agoPOCO F9 Series Siap Meluncur di Indonesia 5 Oktober, Tegaskan Posisi sebagai The True Flagship




















