Connect with us

TV & Movies

Manga Yaoi ‘Pornographer Playback’ Mendapat Adaptasi Film Live-Action

Published

on

GwiGwi.com – Fuji TV mengumumkan pada 3 September bahwa adaptasi live-action dari manga yaoi oleh Maki Marukido menerima film sekuel. Perusahaan mengungkapkan visual untuk film tersebut pada hari Jumat.

Chihiro Onitsuka akan kembali dari seri untuk membawakan lagu tema “Slow Dance,” yang ditulis khusus untuk film tersebut. Kōichirō Miki menyutradarai film ini. Film ini akan mengadaptasi sekual manga oleh Marukido, dan akan tayang perdana pada 26 Februari untuk pemutaran terbatas tiga minggu.

Maaf Anda Melihat Iklan

Adaptasi serial televisi pertama dari manga ditayangkan perdana layanan streaming Fuji TVFOD (Fuji TV on Demand) pada Juli 2018. Seri kedua yang mengadaptasi arc masa lalu Mood Indigo ditayangkan perdana pada Maret 2019.

Baca Juga:  Aktor Nishina Masaki terjangkit COVID-19

Dua bintang serial dan film, Terunosuke Takezai sebagai Rio Kijima, dan Kenta Izuka sebagai Haruhiko Kusumi.

Cerita manga dimulai ketika seorang mahasiswa Kusumi melukai lengan Kijima dalam kecelakaan sepeda. Kijima meminta Kusumi untuk tidak membayar tagihan rumah sakit, dan malah menuliskan dikte. Ternyata Kijima adalah pengarang novel erotis. Saat pekerjaan mereka berlanjut, Kusumi semakin tertarik pada suara Kijima, bahkan saat dia menggambarkan adegan erotis dengan kata-katanya.

 

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 vote
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

TV & Movies

Rahasia di Balik Sentuhan Sitkom Klasik di Era Baru Marvel Cinematic Universe dalam Marvel Studios’ “WandaVision”, Streaming Eksklusif di Disney+ Hotstar Sekarang

Published

on

By

GwiGwi.com – Tanggal 15 Januari lalu, Marvel Studios resmi merilis dua episode perdana ‘WandaVision’ secara eksklusif di Disney+ Hotstar. Serial pertama dari Marvel Studios ini menggabungkan konsep serial TV klasik dan Marvel Cinematic Universe (MCU) dengan sentuhan komedi sitkom yang segar. Dalam membawa suasana sitkom klasik yang begitu nyata dan orisinil, proses pembuatan serial ‘WandaVision’ memerlukan persiapan yang panjang serta menyeluruh, mulai dari set studio, aktor, pendekatan peran, hingga melibatkan penonton yang hadir langsung di studio.

 

Pembuat film, pemeran, dan kru kembali ke masa lalu untuk menangkap gaya sitkom klasik

Untuk menciptakan suasana sitkom yang sempurna dari masa ke masa, seluruh aktor dan kru yang terlibat dalam serial Marvel Studios’ ‘WandaVision’ turun langsung untuk melakukan riset mendalam. Sang sutradara, Matt Shakman, mengharuskan seluruh aktor dan kru untuk mengikuti sejenis kursus sitkom dan melakukan riset dengan menyaksikan tayangan sitkom dari beberapa dekade tertentu dalam rentang tahun 1950-an hingga 2000-an, membaca buku tentang cara pembuatan sitkom, hingga mewawancarai beberapa tokoh yang pernah terlibat langsung dalam pembuatan sitkom jaman dulu, salah satunya aktor kawakan, Dick Van Dyke.

Lebih lagi, para aktor juga mempelajari intonasi suara, dialek, dan gerak-gerik dari setiap dekade untuk semakin menyempurnakan penampilannya di seluruh episode.

“Sebelum memulai proses produksi serial ‘WandaVision’ ini, saya dan Kevin Feige berkesempatan untuk makan siang bersama aktor legendaris Dick Van Dyke. Momen itu merupakan pengalaman yang sangat menarik dimana saya bisa mendengar langsung cerita bagaimana proses produksi yang ia lakukan bersama timnya di masa itu. Dari diskusi tersebut, saya mendapat banyak inspirasi yang saya implementasikan di episode pertama serial ini,” jelas Matt Shakman.

Menghadirkan penonton langsung di studio

Untuk menyajikan tayangan yang otentik, Matt Shakman selaku sutradara memutuskan untuk melibatkan penonton yang hadir langsung di studio selama proses produksi. Hal ini Ia yakini sangat mempengaruhi suasana yang dibangun selama syuting berlangsung, para pemeran dapat mendengarkan langsung suara tertawa yang natural dari penonton di studio.

Baca Juga:  Aktris Fujita Tomoko didiagnosis COVID-19

Tidak tanggung-tanggung, seluruh kru yang terlibat bahkan diharuskan untuk mengenakan pakaian bergaya tahun 1950-an untuk merealisasikan suasana asli pada dekade tersebut.

Paul Bettany sebagai Vision menjelaskan pengalamannya selama proses produksi dengan konsep sitkom sebagai sesuatu yang baru. “Saat itu saya merasa sedikit gugup karena saya sudah lama tidak berperan di atas panggung. Tidak bisa dipungkiri, ketika ada penonton yang menyaksikan secara langsung, Anda ingin mereka menyimak dan tertawa akan peran yang kita mainkan. Elemen ini benar-benar menghidupkan suasana dan menurut saya menggambarkan gaya hiburan di tahun 1950-an dengan sangat baik. Saya sangat menikmati keseluruhan prosesnya.”

Lagu dan score musik yang berbeda di setiap era

Setelah melakukan riset panjang mengenai gaya sitkom dari beberapa dekade, para pembuat film mendapatkan benang merah yang sangat penting, yaitu theme song. Turut melibatkan penulis lagu pemenang penghargaan Oscar® dan GRAMMY®, Kristen Anderson-Lopez dan Robert Lopez (“Frozen”), keduanya berupaya untuk menghasilkan perubahan suasana dekade yang maksimal dengan membubuhkan lagu dengan nada dan gaya sesuai perubahan dekade dalam episode. Keduanya

menciptakan theme songs yang unik untuk setiap episode mulai dari tahun 1950-an hingga awal 2000-an, sementara Christophe Beck fokus pada pembuatan score musiknya.

Serial ‘WandaVision’ bercerita tentang dua makhluk dengan kekuatan super, Wanda dan Vision, yang menjalani kehidupan di pinggiran kota yang ideal – mulai curiga bahwa semuanya tidak berjalan seperti yang terlihat.

Disutradarai oleh Matt Shakman dengan Jac Schaeffer sebagai head writer, “WandaVision” merupakan serial orisinil Marvel Studios pertama yang dibuat secara eksklusif untuk Disney+, dan menjadi awal untuk kelanjutan dari Marvel Cinematic Universe dalam format yang baru. Perilisan “WandaVision” akan dilanjutkan dengan “The Falcon and The Winter Soldier” yang akan tayang di Disney+ Hotstar pada tanggal 19 Maret 2021.

Saksikan episode 3 “WandaVision” yang akan tayang perdana pada hari Jumat, 22 Januari mendatang pukul 15.00 WIB secara eksklusif di Disney+ Hotstar.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

TV & Movies

Pemeran pendukung & tanggal rilis untuk film “The Great Yokai War: Guardians” Diumumkan

Published

on

By

GwiGwi.com – Grup pertama pemeran pendukung diumumkan untuk film The Great Yokai War: Guardians Dibintangi Kokoro Terada, Hana Sugisaki, dan Takao Osawa. Sekarang pemeran dalam film tersebut Nao Omori, Sakura Ando, Koji Ookura, Takahiro Miura, dan Yuko Oshima.

Foto dari 5 pemeran pendukung yang baru diumumkan ada di atas. Mereka semua memainkan yokai yang baik dan mereka tidak suka berperang melawan manusia. Mereka berharap bisa hidup berdampingan dengan manusia.

“The Great Yokai War: Guardians” sekarang akan dirilis pada musim panas 2021 di Jepang.

Baca Juga:  Intip Keseruan Para Pengisi Suara dan Pembuat Film Disney and Pixar 'Soul' dalam Acara Global Junket

Plot Sinopsis oleh AsianWiki: Kei Watanabe (Kokoro Terada) adalah seorang siswa SD kelas 5. Dia mewarisi darah pemburu untuk berburu yokai. Untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran, Kei Watanabe menantang perang melawan yokai.

AsianWiki

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

TV & Movies

Jun Matsumoto berperan dalam serial drama NHK “Dou Suru Ieyasu”

Published

on

By

GwiGwi.com – Jun Matsumoto bergabung dalam peran utama dalam serial drama NHK Dou Suru Ieyasu. Serial drama ini merupakan serial taiga tahunan ke-62 NHK dan akan tayang pada tahun 2023.

Syuting untuk “Dou Suru Ieyasu” diperkirakan akan dimulai pada musim panas, 2022. Serial drama ini akan menggambarkan kehidupan Ieyasu Tokugawa (1543-1616) dan Jun Matsumoto akan memainkan tokoh sejarah kehidupan nyata. Jun Matsumoto menyatakan bahwa ia menerima peran tersebut setelah boy band Arashi memutuskan untuk menghentikan aktivitasnya setelah tanggal 1 Januari 2021. Ia mencari tantangan baru dan menemukannya di serial drama ini.

Plot Sinopsis oleh AsianWiki: Serial drama yang menggambarkan kehidupan Ieyasu Tokugawa (31 Januari 1543 – 1 Juni 1616).

Baca Juga:  5 Film Anime Masuk Peringkat 10 Film Domestik Terbaik di Jepang Tahun 2020

Takechiyo (kemudian menjadi Ieyasu Tokugawa) lahir sebagai putra daimyo yang miskin dan tidak berdaya. Takechiyo kehilangan ayahnya saat perang. Dia tumbuh kesepian dan jauh dari ibunya. Takechiyo tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depannya. Dia kemudian mengadakan pertemuan dramatis dengan Nobunaga Oda muda.

AsianWiki

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x