Connect with us

Smartphone

LG V30SThinQ, Debut di MWC2018 Dengan Teknologi AI

Published

on

GwiGwi.com – LG Electronics (LG) memperkenalkan smartphone pertamanya yang dilengkapi dengan teknologi ThinQ dalam ajang tahunan Mobile World 2018 yang diadakan di kota Barcelona, SpanyolThinQ dapat dijumpai pada perangkat smartphone keluaran terbaru, yaitu LG V30SThinQ menggunakan LG V30 sebagai platform utamanya. Hadirnya teknologi ThinQ pada LG V30SThinQ ini memastikan jika keseluruhan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat bekerja dalam satu sistem tersebut.

Pengoperasian teknologi AI pada ThinQ dirancang agar mengikuti perilaku pengguna atau user smartphone saat ini. Ini untuk memastikan agar teknologi AI pada LG V30SThinQ dapat digunakan lebih mudah. Hal ini sesuai dengan visi besar perusahaan untuk mengembangkan teknologi AI terdepan dengan tetap mempertimbangkan sisi kemudahan pengoperasian penggunanya.

ThinQ sendiri pertama kali dikembangkan untuk perangkat rumah tangga (Home Appliances) milik LG dan menjalani debut di ajang internasional Consumer Electronics Show (CES) tahun 2018 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Langkah LG dalam mengembangkan teknologi berbasis AI memberikan hasil optimal dalam pengoperasian fitur-fitur pada smartphone, dan sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Pengembangan tersebut berfokus pada dua bidang utama, yaitu pengenalan suara (Voice Recognition) dan Kamera.

Voice AI : Perintah Menggunakan Suara

Melalui fitur ini, pengguna dapat menjalankan aplikasi dan mengubah pengaturan pada smartphone melalui perintah suara (Voice Command). Berkolaborasi dengan Google Assistant, Voice AI yang menjadi pengembangan milik LG secara eksklusif ini, mampu untuk secara langsung merujuk pengaturan secara spesifik tanpa harus membuka pilihan menu pengaturan.

Vision AI : Memotret Menjadi Lebih Intuitif

Pengembangan Vision AI menawarkan tiga fitur kamera cerdas terbaru, yaitu AI CAM, QLens, dan Bright Mode yang secara otomatis dapat meningkatkan kemampuan kamera dari tingkatan dasar yang cocok digunakan bagi pemula hingga tingkatan yang lebih kompleks seperti kamera bagi pengguna professional.

AI CAM dapat menganalisa objek dalam layar smartphone dan merekomendasikan mode pemotretan yang optimal di antara delapat kategori, yaitu Potret, makanan, hewan peliharaan, pemandangan, kota, bunga, matahari terbit, matahari terbenam. Setiap mode dapat meningkatkan karakteristik objek dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti sudut pandang, pencahayaan, warna, pantulan, dan tingkat kejenuhan.

QLens hadir lebih canggih dalam mengenali gambar. Teknologi AI pada kamera  ini dapat memindai kode QR untuk mengoptimalkan pengalaman berbelanja secara online. Cukup menggunakan QLens untuk memotret jenis produk yang ingin dibeli, lalu kemudian smartphone secara otomatis akan memberikan informasi terkait produk tersebut, seperti: rekomendasi tempat untuk membeli produk tersebut secara online dengan harga yang paling murah hingga pilihan alternatif jika produk yang diinginkan sedang tidak tersedia. Pengguna juga dapat menggunakan pencarian gambar dengan QLens untuk melihat gambar, fashion, dan selebriti yang serupa, atau informasi rinci seperti bangunan dan patung yang menjadi landmark kota.

Baca Juga:  Xiaomi umumkan Mi 8 Pro dan Mi 8 Lite

Khusus untuk pengambilan gambar pada kondisi minim cahaya, LG telah melengkapi LG V30SThinQ denan fitur Bright Mode. Fitur Bright Mode menggunakan algoritma untuk mencerahkan gambar tanpa gangguan, tidak seperti kebanyakan kamera pada smartphone yang alih-alih hanya mengukur cahaya ambient.

Peningkatan dalam Kapasitas Penyimpanan dan Pilihan Warna

Membawa pengalaman lebih baik dalam penggunakan smartphone, LG V30SThinQ hadir dengan RAM 6 GB untuk performance yang lebih baik. Dari sisi penyimpanan hingga 128GB dan LG V30S+ThinQ dengan kapasitas penyimpanan hingga 256 GB. keduanya masing-masing dilengkapi microSD yang dapat menyimpan data hingga 2TB.

LG V30SThinQ memiliki tingkat ketahanan yang melewati 14 tes MIL-STD810G dari Departemen Pertahanan AS untuk memastikan ketangguhan perangkat LG V30SThinQ dan tetap menjadi smartphone tertpisi dan teringan di kategori smartphone, dengan luas display ukuran 6 inch.

LG V30SThinQ tampil dengan dua pilihan warna, yaituL Moroccan Blue dan Platinum Gray.

Memperluas Pengalam Menggunakan Smartphone AI

Pengenalan teknologi AI di LG V30SThinQ menjadi langkah awal di strategi besar perusahaan untuk menciptakan lebih banyak smartphone cerdas yang menempatkan kebutuhan konsumen sebagai prioritas utama.

“LG kembali mengukuhkan diri sebagai yang terdepan melalui pengenalan smartphone LG V30SThinQ yang dilengkapi dengan teknologi AI. Tidak hanya canggih, teknologi AI yang kami perkenalkan pada LG V30SThinQjuga dipastikan mudah dalam pengoperasiannya,” kata Hwang Jeong-hwan, presiden LG Mobile Communications Company. “Tak berhenti disini, LG berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi AI untuk menjamin pengalaman penggunaan smartphone yang lebih baik,”  tutup Hwang Jeong-hwan.

Pengunjung dapat melihat secara langsung LG V30SThinQ   di booth LG Hall 3 of Fira Gran Via dari tanggal 26 Feb – 1 Maret.

Key Specifications:

  • Chipset: Qualcomm® Snapdragon ™ 835 Mobile Platform
  • Display: 6.0-inch 18:9 QuadHD+ OLED FullVision Display (2880 x 1440/538ppi)
  • Memory:

– V30SThinQ: 6GBRAM / 128GB ROM / microSD (up to 2TB)

– V30S+ThinQ: 6GB RAM / 256GBROM / microSD (up to 2TB)

  • Camera:

– Rear Dual: 16MP Standard Angle (F1.6 / 71°) / 13MP Wide Angle (F1.9 / 120°)

– Front: 5MP Wide Angle (F2.2 / 90°)

  • AI: AI CAM / QLens / Bright Mode / AI Haptic / Google Assistant
  • Battery: 3300mAh
  • Operating System: Android 8.0 Oreo
  • Size: 151.7 x 75.4 x 7.3mm
  • Weight: 158g
  • Network: LTE-A 4 Band CA
  • Connectivity Wi-Fi 802.11 a, b, g, n, ac / Bluetooth 5.0 BLE / NFC / USB Type-C 2.0 (3.1 compatible)
  • Colors: New Moroccan Blue, New Platinum Gray
  • Other: IP68 Water and Dust Resistant / MIL-STD 810G Compliant/ 32-bit Hi-Fi Quad DAC / HDR10 / Crystal Clear Lens/Google Daydream / UX 6.0+ / Voice Recognition / Face Recognition / Fingerprint Sensor / Qualcomm® Quick Charge™ 3.0 Technology / Wireless Charging

Source : LG Electronics

News

Meizu Resmi Datang ke Indonesia, Meizu 16th, Meizu M6T, Meizu C9, POP dan EP52 Lite Jadi Andalan!

Published

on

By

GwiGwi.com – Meizu, salah satu penggagas pasar smartphone asal China akhirnya telah resmi mengibarkan bendera perang di pasar smartphone Indonesia. Seakan tak ingin kalah momentum jika dibandingkan dengan kompetitor lainnya yang berasal dari negara yang sama seperti XiaomiHonor, dan juga RealMe dari OPPO, Meizu bersiap menjadi penyedia smartphone on a budget berikutnya. Pada awal minggu kemarin, Meizu mengeluarkan 5 perangkat baru sekaligus menancapkan sayapnya di Indonesia dimana 3 dari 5 perangkat tersebut adalah smartphone yang digadang menjadi andalan Meizu.

Di Indonesia, ini berarti Meizu telah memiliki 3 jagoan smartphone yang akan bertanding dengan Redmi 6 Series dari XiaomiHonor 9 dari HonorRealme 2 Series dari RealMe, dan masih banyak pesaing lainnya. Ketiga perangkat ini diberi nama Meizu 16thMeizu M6T, dan Meizu C9. Dari ketiga perangkat tersebut, masing-masing memiliki role masing-masing di tiap pasar dimana C9 akan mengisi segmentasi low-end, dengan prosesor non-branded dan setup memory 2/16GB, Meizu M6T sebagai mid-end dengan prosesor yang serupa mungkin lebih kuat dan susunan memori yang sama, sedangkan untuk Meizu 16th, dia akan menempati posisi flagship high-end untuk Meizu dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 845 dan didukung dengan RAM sebesar 8GB, serta memori penyimpanan internal 128GB.

Selain ketiga perangkat smartphone tadi, Meizu juga membawa 2 perangkat audio mereka. Adalah Meizu POP dan EP52 Lite yang akan menjadi pendorong awalnya. Meizu sendiri telah menyampaikan bahwa mereka ke Indonesia tidak akan hanya melulu merilis smartphone melainkan akan mendukung juga perangkat-perangkat pendukung seperti earphone tadi yang sudah dibawakan. Kedua earphone wireless yang dibawakannya ini memiliki fitur-fitur pintar masing-masing. Seperti contohnya untuk Meizu EP52 Lite, perangkat ini hanya memerlukan recharge selama 2 Jam untuk dapat digunakan selama 8 jam. Sedangkan untuk Meizu POP, earphone true wireless ini memiliki desain kekinian yaitu model earphone yang terpisah 1 dengan yang lainnya, tapi menggabungkan suara stereo dengan wireless yang tidak ribet oleh kabel.

Baca Juga:  Xiaomi Black Shark 2 juga pakai RGB LED, ini bocoran penampakannya

Untuk soal harga, Meizu bisa dibilang telah memberikan barometer lain yang berbeda dari para kompetitor yang sudah ada. Seperti contohnya Meizu 16th, yang secara spesifikasi mirip dengan POCOPHONE F1 yang sudah dirilis Xiaomi sebelumnya dan memiliki spesifikasi kelas atas dengan prosesor Snapdragon 845, tetapi memiliki harga sub-premium dengan bodi yang terlihat lebih elegan tanpa notch bak pesaing kelas atas seperti Samsung dengan seri Galaxy S ataupun Galaxy Note.

Harga yang dibanderol oleh Meizu adalah sebagai berikut: Rp 7.999 Juta untuk Meizu 16th, Rp. 1.499 Juta untuk Meizu M6T selama Flash Sale melalui JD.id dan seharga Rp 1.799 Juta untuk harga normal, dan Rp 999rb untuk Meizu C9 selama flash sale dan Rp 1.399 Juta untuk harga normal. Untuk perangkat audio, Meizu membanderol Meizu POP dengan harga Rp 999rb dan sudah mulai dijual di JD.id  dan Meizu EP 52 Lite akan dijual dengan harga Rp 399rb juga melalui JD.id.

This slideshow requires JavaScript.

Genderang perang smartphone on a budget semakin keras dibunyikan, dan para kompetitor yang telah lama dinanti untuk hadir ke Indonesia pun berdatangan. Dari semua kompetitor, nama-nama besarpun mulai tertarik dan ikut terjun kedalam pasar yang sama. Dari kelima perangkat itu, adalah Meizu 16th dan Meizu POP yang paling menarik perhatian karena desainnya yang kekinian, tetapi tidak menggaruk dompet hingga akhirnya tipis kekinian. Kalau menurut kalian, manakah yang paling menarik Gwiples?

Pembelian nantinya dapat dilakukan di JD.id melalui tautan berikut https://m.jd.id/camp/meizu-launch-event-56822075.html?utm_source=facebook&utm_medium=CPO&utm_campaign=MD_Smartphone_Meizu_October_Msite_RT_Conversions&utm_term=Existing&utm_content=MD_Smartphone_Meizu_October_Msite_RT_Conversions_SHOP_NOW

Baca juga: #Mending Xiaomi atau #Mending Realme? Genderang Perang Baru Smartphone Murah di Indonesia!

Continue Reading

Smartphone

Xiaomi Black Shark 2 juga pakai RGB LED, ini bocoran penampakannya

Published

on

By

GwiGwi.com – Bukan hanya Razer yang mengenalkan smartphone gaming generasi kedua mereka. Xiaomi kemungkinan pun melakukan urusan yang sama.

Baru ini beredar suatu video hands-on yang tidak hingga satu menit mengandung smartphone yang diperkirakan sebagai Black Shark 2.

Diperlihatkan suatu smartphone berwarna hitam dengan desain seperti kaca di unsur belakangnya, yang mempunyai logo S bergaya khas seperti logo Xiaomi Black Shark generasi pertama.

Perbedaannya, model ini tampil lebih elegan dikomparasikan bodi belakang Xiaomi Black Shark generasi pertama yang paling kental dengan kesan gaming dan format geometris untuk membuat rasa ergonomis ketika digenggam kedua tangan.

Baca Juga:  Realme C1, rajanya android Entry-level

Menariknya, di sisi kanan dan kiri bodi smartphone di dalam video, tampak ada LED RGB pendek yang menyala berganti warna. Kemungkinan besar Xiaomi Black Shark 2 pun mengadopsi LED RGB layaknya Razer Phone 2.

Sejauh ini belum terdapat informasi menyeluruh bersangkutan spesifikasi Xiaomi Black Shark 2. Bulan lalu, smartphone itu diketahui telah mendapatkan sertifikasi lembaga Tiongkok TENAA, yang dengan kata lain kemungkinan besar siap diluncurkan*.

Continue Reading

News

#Mending Xiaomi atau #Mending Realme? Genderang Perang Baru Smartphone Murah di Indonesia!

Published

on

By

GwiGwi.com – Beberapa waktu ini, genderang perang baru smartphone murah di Indonesia mulai berkumandang. Adalah Xiaomi dan RealMe yang menjadi pusat perhatian perang ini. Kedua perusahaan ini adalah produsen smartphone pada segmentasi yang sangat kompetitif di Indonesia, yaitu segmentasi budget smartphone dimana kedua perusahaan mengeluarkan perangkat dengan performa yang sangat baik pada kelasnya, namun menawarkan harga kompetitif yang tidak bisa disaingi oleh kompetitor lainnya yang bertanding di segmentasi market yang sama dengan harga yan lebih premium. Hal ini menjadi pusat perhatian bagi warga Indonesia yang merupakan target yang tepat untuk memiliki solusi dari segmentasi yang mulai dipenuhi kompetitor dan hanya bisa dimenangi melalui kompetisi harga.

Perkenalkan Xiaomi, Perusahaan Asal Negeri Tiongkok yang Menggebrak Pasar Smartphone

Didirikan oleh Lei Jun, Xiaomi dikenal di negeri asalnya sebagai pesaing utama Samsung dan juga Apple yang telah memimpin pasar smartphone selama beberapa waktu. Xiaomi hadir sebagai solusi domestik yang menawarkan perangkat yang memiliki kualitas cukup baik terutama dari segi performa, namun tidak membuat jebol kantong para pengkonsumsi gadget. Hal ini membuat Xiaomi sukses menjadi rajanya pasar smartphone di negeri asalnya kembali lagi, karena harga yang kompetitif.

Tak hanya bersaing di segi smartphone, Xiaomi mulai mengeluarkan inovasi teknologi canggih lainnya, namun tetap dalam tangkapan mindset yang sama, yaitu good tech on a budget. Disini Xiaomi mulai meraih momentum pasar yang semakin kuat. Sebagai negara yang paling besar memproduksi perangkat teknologi, demand di China untuk peralatan canggih yang dapat digunakan konsumer berbasis Internet of Things menjadi peluang besar untuk Xiaomi dan melalui beberapa anak perusahaan seperti Mijia (Rumah Mi), Yi (Young Innovators), dan sejumlah sub-brand lainnya, Xiaomi berhasil menjadi produsen teknologi dengan varias beragam demi memenuhi kebutuhan pasar.

Momentum ini akhirnya digunakan Xiaomi untuk memperluas pasar, hingga akhirnya menjelajah ke negara Asia lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea, India, dan juga akhirnya sampai ke tanah air Indonesia. Xiaomi sudah memiliki pengalaman pasar yang cukup kuat di India, dan keputusannya untuk selalu mengupdate Xiaomi Indonesia hingga ke tahap tertentu menyerupai India, membuat Xiaomi Indonesia sangat diminati di pasar yang baru mulai berkembang, dengan demand yang besar.

Xiaomi pun akhirnya semakin memiliki posisi nyaman di Indonesia pada tahun 2018, dengan memposisikan dirinya sebagai smartphone dengan penjualan terbaik, pengguna terbanyak, dan yang paling diminati pasar nomor 2 di Indonesia, dengan persentasi yang beda tipis dengan Samsung yang sudah lama menjadi rajanya Smartphone di Indonesia. Ini pun dibuktikan dengan mulai bermunculannya Xiaomi Mi Official Store di berbagai area di Indonesia, dan bermunculan hampir setiap bulan di beberapa kota.

Xiaomi pun memiliki komunitas yang besar di Indonesia melalui Mi Fans yang disebut sebagai fans yang sangat antusias, dan selalu mendukung Xiaomi Indonesia pada setiap perjalanannya. Ini pun didukung juga dengan keinginan Xiaomi untuk mendatangkan Mi Fans ke beberapa event mereka seperti Launching, Mi Pop, Mi Community Day, dan lainnya.

Xiaomi tatkala juga menciptakan sebuah sub-brand yang bertujuan untuk menyaingi brand kelas flagship yang sudah semakin mahal dengan menciptakan POCOPHONE atau POCO di India. Tak lama setelah itu, POCOPHONE pun diboyong ke Indonesia dan memperkenalkan smartphone pertamanya, POCOPHONE F1 (baca reviewnya disini).

Namun, pada penghujung tahun 2018, salah satu saingan Xiaomi yang sudah tertanam kuat di Negara kedua terbaiknya selain China yaitu India, RealMe Mobile, akhirnya menancapkan taringnya kedalam pasar kompetitif penuh saingan dari banyak ragam kompetitor di Indonesia.

Perkenalkan RealMe Mobile, Berasal dari Perusahaan Penghasil Smartphone Terindah Secara Aestetika.

Realme Mobile, atau lebih dikenal dengan lebih sederhana sebagai RealMe adalah salah satu perusahaan produsen smartphone dari negara yang sama dari Xiaomi, namun dengan teori yang lebih budget lagi, tapi tidak merusak aestetika dari sebuah Smartphone. Perusahaan ini dimulai oleh Sky Li, mantan Vice President of International Mobile Business dari perusahaan smartphone yang sudah cukup dikenal di Indonesia, yaitu OPPO. RealMe sendiri, pada saat peluncuran smartphone pertamanya, masih mengusung nama OPPO dan pada kala itu masih bernama OPPO Real dan perangkatnya adalah RealMe 1.

Sky Li, kemudian memutuskan untuk memecahkan diri dari OPPO agar lebih memiliki segmentasi market sendiri dan bergerak “mandiri” sebagai perusahaan terpisah, RealMe Mobile. Strategi ini berbeda dengan Xiaomi yang memang menciptakan POCOPHONE untuk mengisi segmentasi yang serupa. Ini bukanlah hal yang baru bagi OPPO Mobile. OPPO sendiri sudah terpisah menjadi 3 kubu sebelum RealMe ikut berpisah. OPPO memiliki 3 brand total dibawah sayapnya yaitu OnePlus One yang berfungsi sebagai produsen smartphone flagship harga budget, OPPO yang menawarkan segmentasi market menengah dengan smartphone yang memiliki estetika yang menarik dan selfie camera yang menyentuh angka 25 megapiksel, dan juga VIVO yang menawarkan segmentasi yang sama di market OPPO sendiri, tapi dengan improvement di beberapa area yang berbeda seperti performa main game, dan juga kamera belakang yang cukup mumpuni serta inovasi seperti on-screen fingerprint sensor.

RealMe lalu memulai perjalanan baru di India, sebagai produsen smartphone yang berusaha menggebrak pasar India. Saat itu India sudah mulai dipenuhi oleh beberapa kompetitor lainnya seperti Xiaomi dan juga OnePlus One yang merupakan saudara dekat dari RealMe. Akan tetapi, RealMe berhasil menggandeng beberapa kerjasama disana-sini di India, dan akhirnya berhasil meraih posisi ke-4 dalam penjualan dengan performa penjualan yang sangat baik dari RealMe 1.

Kedatangan Keduanya di Indonesia Menjadi Sinyal Perang Baru Smartphone Budget

Lalu kita kembali ke pasar Indonesia. Di Indonesia, demand untuk smartphone yang murah namun berkualitas sangatlah tinggi. Terutama setelah adanya gebrakan dari Xiaomi, Nokia, Honor dan bahkan produsen lokal seperti Advan membuat persaingan di pasar ini sangat ketat. Selain itu harga flagship yang semakin tidak affordable bagi berbagai kalangan, membuat pasar ini menjadi santapan lezat bagi setiap produsen yang bisa memberikan smartphone yang memenuhi demand tersebut.

Xiaomi adalah salah satu dari perusahaan yang menggebrak pasar dengan mengeluarkan smartphone dengan harga dibawah 3 juta rupiah, dan sudah menggunakan “prosesor dengan nama besar” yaitu Qualcomm Snapdragon. Tapi ini adalah saat dimana Xiaomi sudah mulai dikenal lebih luas di Indonesia dibawah naungan Grup Erajaya. Xiaomi awalnya datang melalui Lazada dan memperkenalkan “trend” flashsale ke Indonesia dengan perangkat pertamanya yaitu Redmi 1S.

Baca Juga:  #Mending Xiaomi atau #Mending Realme? Genderang Perang Baru Smartphone Murah di Indonesia!

Seiring waktu berjalan, market budget smartphone semakin penuh dipimpin oleh produsen lainnya seperti Nokia, Honor, dan lainnya. Tetapi Xiaomi semakin kuat. Hingga, akhirnya beberapa waktu ini dan kedepannya, mungkin akan ada sebuah perubahan sangat signifikan.

RealMe resmi datang ke Indonesia pada 9 Oktober 2018 kemarin dan berencana memperkenalkan 3 perangkat sekaligus yaitu RealMe 2, RealMe 2 Pro, dan RealMe C1. Ke-3 perangkat dari RealMe ini seolah-olah sudah siap menjatuhkan Xiaomi dari tahta yang sudah didukinya selama beberapa waktu. Walau mungkin tidak dalam waktu yang sangat cepat, berbagai tanggapan positif-pun sudah mulai berdatangan.

Di berbagai outlet sosial media-pun, para Netizen sudah mulai menyampaikan perasaan bahwa lebih baik salah satu merk dari yang lainnya dikarenakan 1 faktor, yaitu harga. Kiblat para Netizen seolah mulai bergejolak, sama seperti ketika Xiaomi pertama kali mendarat di Indonesia dan menyebabkan booming budget smartphone. Akan tetapi, terkadang ada faktor lainnya yang dapat dengan mudahnya mematahkan faktor tersebut.

Adalah Brand Loyalty yang nantinya akan menyelamatkan brand-brand yang sudah dikenal di Indonesia. Sebagai pengguna berbagai merk smartphone-pun saya menyadari hal tersebut. Saat ini saya sudah terikat dengan 2 brand utama yang bertolak belakang, yaitu Samsung dan juga Apple. Rasa nyaman terhadap 2 brand tersebut telah menguatkan posisi kedua brand dalam ekosistem keseharian. Beberapa brand lainnya pun sempat bertahan untuk beberapa waktu, hingga akhirnya saya memutuskan untuk kembali.


@SobatHAPE melalu cuitannya menginformasikan tentang Mimin Xiaomi yang mulai direcokin

Loyalist dari #MendingXiaomi juga tidak dalam jumlah sedikit. Komunitas yang sudah kuat didirikan tidak begitu mudah bisa digoyahkan karena kenyamanan dalam sebuah ekosistem. Hanya faktor personal seperti kondisi ekonomi lah yang sepertinya bisa menggoyangkan hal tersebut.


Dilansir dari cuitan @rendy_ricardo yang membagikan tangkapan layar dari Social Media Xiaomi

Xiaomi dan RealMe memiliki beberapa kesamaan. Keduanya sudah berhasil mendatangkan perangkat yang sangat affordable, berada di posisi harga sub-3jtan. Selain itu keduanya memiliki otak prosesor yang hampir serupa, yaitu sama-sama dari Qualcomm Snapdragon. Untuk Xiaomi, mereka memakai mulai dari Snapdragon 425 hingga 835 yang menjadikan segmentasi beragam dari Xiaomi untuk hal prosesor saja. Sedangkan RealMe menggunakan Snapdragon 450 dan 660 sebagai pilihannya.

Keduanya pun menawarkan kapasitas memori penyimpanan yang besar, dan didukung oleh RAM yang cukup besar mulai dari konfigurasi RAM 2GB hingga 8GB, ditambah memori penyimpanan mulai dari 16GB untuk segmentasi budget terendah, hingga 128GB untuk kalian yang suka “unlimited” memory. Akan tetapi, Xiaomi disini memiliki poin kemenangan terutama untuk Xiaomi Mi A Series seperti Mi A1, Mi A2, dan Mi A2 Lite yang didukung oleh Google sebagai hasil kerjasama projek Android One. Android One memberikan kesempatan untuk seri tersebut memiliki kapasitas penyimpanan foto tak terbatas yang diberikan oleh Google.

Akan tetapi, RealMe memiliki nilai lebih yang berbeda. Dari segi kamera, RealMe didukung oleh kemampuan OPPO untuk menghasilkan kamera yang cukup oke, melampaui perangkat Xiaomi pada umumnya (kecuali beberapa model yang memang dipergunakan untuk keperluan fotografi). Keduanya pun memiliki kemampuan Artificial Inteligence yang digunakan pada prosesor gambar dan lensa kamera masing-masing, yang diduga meningkatkan kualitas foto yang ditangkap.

Jadi pada akhirnya, apakah #MendingXiaomi atau #MendingRealMe dapat dimenangkan salah satu pihak? Menurut saya tentu saja tidak. Posisi absolut ini kini sudah menjadi suatu yang sangat lumrah. Jika kita ingat, dulu Samsung pernah menjajaki strategi-strategi yang sama untuk melawan Apple, dan secara harafiah, saat ini keduanya malah sudah memiliki target market masing-masing yang sepertinya tidak memakan satu sama lainnya. Xiaomi dan RealMe sepertinya akan memiliki persaingan ketat yang sama seperti kedua merk raksasa yang tadi disebutkan, hanya dikarenakan segmentasi yang kuat untuk target market mereka di Indonesia.

Toh demikian, keduanya memiliki perangkat yang sangat bagus, dan tentunya diharapkan bisa memiliki penjualan yang sangat baik di Indonesia. Kompetisi sangatlah bagus karena kompetisi meningkatkan Inovasi. Hanya saja, terkadang sebenarnya yang membuat “onar” di Internet adalah para fans fanatik yang lebih menjagokan salah satu brand dibandingkan yang lainnya. Itu wajar. Dan sesungguhnya itulah yang dimaanfatkan dalam teknik marketing untuk meningkatkan sales.

Genderang perang sudah dibunyikan, dan kedua perusahaan asal Tiongkok sedang berusaha merebut market. Masing-masing memiliki nilai jual yang positif dan juga negatif. Baiknya adalah kita sebagai netizen untuk mengatur diri dan memilih brand sesuai beberapa faktor yang dijalani pribadi seperti:

1. Apakah merk ini cocok dengan saya?

2. Apakah saya memang sedang membutuhkannya?

3. Apakah saya memiliki budget yang sesuai?

Paling tidak, ketiga faktor diatas lah yang menjadikan tolak ukur. Toh pula, para produsen hanya berusaha sebaik mungkin untuk menjual perangkat mereka demi kesuksesan perusahaan.

Pada akhir kata, belilah merk yang kalian memang sukai, karena smartphone adalah sebuah aset berharga yang harusnya dapat bertahan untuk waktu yang cukup lumayan, minimal setidaknya 1 tahun digunakan, dan menjadi jendela penghubung kita sebagai makhluk sosial ke jendela dunia.

Jadi kalau kalian, lebih pilih mana? #MendingXiaomi? #MendingRealMe? Atau malah #MendingSamsung dan #MendingApple?

Jangan lupa untuk subscribe di Newsletter GwiGwi.com agar tidak kelewatan informasi-informasi menarik seputar Pop Culture, Games, Gadgets dan Technology yang sedang panas di Indonesia.

Follow juga akun sosial media GwiGwi.com di Facebook, Twitter, dan juga Instagram.

Untuk mendapatkan info-info menarik, foto-foto teknologi dan juga cosplay atau sekedar mengintip “kegiatan” sosial penulis artikel ini, silahkan follow Instagram saya di @fspplus dan jangan lupa say hi agar difollow kembali 😀

Terimakasih,

Sampai bertemu di artikel berikutnya!

FSP signing out~

Continue Reading
Advertisement DICARI REPORTER
Advertisement South East Asia Cyber Arena 2018
Advertisement

GwiGwi Space

GWIDEV

Trending