Music
Konser ONE OK ROCK di Jakarta Resmi Ditunda Hingga Waktu Yang Tak Ditentukan
GwiGwi.com – AEG Presents Asia, PK Entertainment dan Sound Rhythm selaku penyelenggara konser ONE OK ROCK di Indonesia hari ini memberikan informasi penting terkait penundaan konser ONE OK ROCK “THE EYE OF THE STORM ASIA TOUR 2020 INDONESIA” yang rencana sebelumnya akan diselenggarakan selama 2 (dua) hari yaitu pada tanggal 30 dan 31 Mei 2020 di Istora Senayan, Jakarta, konser tersebut secara resmi akan ditunda (postponed) sampai waktu yang belum ditentukan.
PENGUMUMAN PENTING
Sehubungan dengan perkembangan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, terdapat berbagai restriksi yang membuat perencanaan serta pembuatan konser menjadi sulit di masa menantang ini. Dengan berat hati; manajemen artis ONE OK ROCK, AEG Presents Asia, PK Entertainment, dan Sound Rhythm memutuskan untuk menunda konser ONE OK ROCK di Jakarta sampai waktu yang belum ditentukan.
Pengembalian dana (refund) akan dibuka bagi pembeli tiket, baik konser hari pertama maupun hari kedua, pada periode tanggal 14-31 Desember 2020. Informasi lengkap seputar pengembalian tiket dapat dilihat pada posting infografik berikut, yang dapat juga diakses melalui situs resmi www.oorjakarta.com. Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pengembalian dana, dapat menghubungi (+6221) 21282127.
Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan, namun hal ini harus dilakukan untuk keamanan serta kesehatan semua pihak yang terlibat dalam persiapan dan penyelenggaraan konser ini. Terima kasih kami ucapkan atas kesabaran dan pengertian Anda di masa menantang ini. Mari bersama-sama kita dukung dan doakan agar situasi segera membaik sampai pada tahap di mana kita bisa menonton dan merayakan keseruan menonton penampilan langsung pada sebuah konser, di lokasi-lokasi konser kesayangan kita semua dengan aman.
PANDUAN PENGEMBALIAN DANA (REFUND)
- Isi semua rincian yang dibutuhkan pada formulir permintaan pengembalian dana yang dapat diakses melalui www.oorjakarta.com mulai tanggal 14-31 Desember 2020.
- Pengisian data NOMOR/KODE INVOICE, dan EMAIL NAMA PEMEGANG harus sesuai dengan data saat pembelian tiket. NOMOR REKENING dan AKUN BANK HARUS sesuai. Jika ada data yang tidak sesuai, maka pengembalian dana tidak dapat diproses.
- Kesalahan atau kegagalan transaksi yang disebabkan oleh kesalahan data yang diberikan oleh pembeli tiket, baik dalam bentuk kode/nomor invoice, alamat email ataupun detail nomor rekening dan akun bank bukan merupakan tanggung jawab promotor ataupun manajemen artis.
- Pengajuan pengembalian dana akan berlaku untuk sejumlah tiket yang ada di dalam satu invoice yang diajukan. Pengembalian dana tiket tidak dapat dilakukan parsial atau hanya sebagian saja.
- Refund ini HANYA berlaku untuk konser ONE OK ROCK EYE OF THE STORM ASIA TOUR 2020 JAKARTA SHOW 1 & SHOW 2 yang terjadwal pada 30 dan 31 Mei 2020.
- Estimasi pengembalian dana adalah sampai dengan 30 hari kerja, terhitung sejak ditutupnya periode permintaan pengembalian dana (terhitung sejak 1 Januari 2021). Pengembalian dana akan diproses setelah konfirmasi data diterima, tidak terhitung hari Sabtu, Minggu dan libur nasional. Pengembalian dana tiket akan ditransfer hanya ke rekening bank yang didaftarkan saat mengajukan refund.
- Pengembalian dana akan sejumlah harga tiket yang sudah dibeli beserta pajak, namun tidak termasuk Ticketing Admin & Convenience Fee.
- Pengajuan refund hanya dapat dilakukan mulai tanggal 14-31 Desember 2020. Pengajuan yang dilakukan setelah tanggal 31 Desember 2020 (pukul 23:59 WIB) tidak dapat diproses dan tiket yang sudah dibeli otomatis tetap berlaku.
- Harap baca Persetujuan Prosedur Pengembalian Dana serta pesan konfirmasi dengan saksama. Dengan mengirimkan formulir, Anda menyetujui prosedur proses pengembalian dana.
Music
Reuni Emosional Che’Nelle dan Penulis Lagu ‘Believe’: Rilis Karya Baru yang Tak Terduga
www.gwigwi.com – Penyanyi berbakat Che'Nelle baru saja membawa kejutan bagi para penggemarnya dengan menggandeng kembali EIGO, sosok penulis lagu di balik “Believe”—salah satu lagu paling sukses sepanjang karier musiknya. Namun, alih-alih mencoba mengulang formula kesuksesan yang sama, kolaborasi kali ini justru menghasilkan sesuatu yang jauh berbeda dan tak terduga.
Bukan pop anthem megah yang mengandalkan hook komersial, EIGO justru menuliskan sebuah lagu yang terasa lebih intim, personal, dan mencerminkan kedewasaan serta jati diri Che'Nelle saat ini.
Esensi Keindahan Sederhana dalam “Taisetsu na mono”
Karya terbaru mereka ini bertajuk “たいせつなもの Taisetsu na mono”. Lagu ini dibangun dengan narasi seputar hal-hal kecil dalam hidup yang sering kali luput dari perhatian manusia sampai hal tersebut benar-benar hilang.
Secara garis besar, lagu ini menyoroti:
-
Momen Berharga Bersama Keluarga: Menghargai waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terdekat.
-
Perasaan yang Tenang: Menggambarkan ketulusan cinta yang mendalam dan damai kepada seseorang.
-
Keindahan yang Biasa: Menyadari bahwa keindahan hidup yang sesungguhnya sering kali baru disadari ketika kita menoleh ke belakang (masa lalu).
Dengan aransemen yang hangat dan reflektif, lagu ini diposisikan sebagai sebuah pesan yang tulus dari lubuk hati terdalam Che'Nelle, bukan sekadar komoditas industri musik populer.
Menjadi Lagu Tema Kompetisi Seni Bergengsi
Lagu “たいせつなもの Taisetsu na mono” juga mendapatkan panggung apresiasi yang sangat besar dan jarang didapatkan oleh rilisan musik biasa. Lagu ini resmi terpilih sebagai lagu tema (theme song) untuk DOCOMO Future Museum.
Bagi yang belum tahu, DOCOMO Future Museum merupakan kompetisi seni kreatif tahunan bergengsi besutan NTT Docomo yang telah konsisten berjalan sejak tahun 2002. Kehadiran lagu ini di ajang tersebut otomatis memberikan basis pendengar dan konteks emosional yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar angka streaming di platform digital.
Pada akhirnya, Che'Nelle memang tidak meminta EIGO untuk menciptakan “Believe” versi kedua. Ia hanya meminta sebuah lagu yang mampu menyuarakan fase hidup yang sedang ia jalani sekarang—dan lewat “Taisetsu na mono”, EIGO berhasil mewujudkannya dengan sempurna.
Music
Kabar Gembira untuk Fans Anime! Piringan Hitam “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl” Siap Rilis September Ini
www.gwigwi.com – FlyingDog, Inc. (bagian dari Victor Entertainment Group) resmi mengumumkan perilisan piringan hitam (analog record) pertama untuk proyek anime New Panty & Stocking with Garterbelt. Bertajuk “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl”, piringan hitam ini dijadwalkan resmi dijual pada 30 September 2026 mendatang.
Perilisan ini menjadi momen spesial karena bertepatan dengan perayaan satu tahun hari jadi New Panty & Stocking with Garterbelt, serta menyusul kesuksesan perilisan piringan hitam soundtrack versi anime orisinal (2010) pada Mei tahun lalu.
Eksklusivitas Edisi Piringan Hitam
Piringan hitam ini diproduksi secara khusus untuk menghadirkan pengalaman audio musik murni. Berbeda dengan versi CD standar, versi piringan hitam ini hanya akan memuat trek musik dan lagu tanpa menyertakan drama suara (drama tracks) dari para pengisi suara. Hal ini menjadikannya sebagai rilisan piringan hitam musik murni pertama di dunia untuk karya tersebut.
Edisi cetakan pertama (first-press) menawarkan berbagai bonus dan visual menarik bagi para kolektor:
-
Warna Piringan Unik: Terdiri dari 2 keping piringan hitam (2-disc LP), di mana Keping 1 berwarna Putih (White) dan Keping 2 berwarna Merah Muda Susu (Milky White Pink).
-
Poster Bonus: Menyertakan bonus poster lipat empat (four-fold poster) yang menampilkan ilustrasi sampul di dalamnya.
-
Sampul Eksklusif: Menampilkan desain cover yang imut dan seksi, dengan skema warna yang diawasi langsung oleh staf dari Studio Trigger.
Detail Album dan Daftar Lagu
Album ini dipasarkan dengan harga 7.150 yen (sudah termasuk pajak). Secara keseluruhan, piringan hitam ini merangkum 26 trek dan lagu populer yang muncul di sepanjang seri.
Beberapa lagu unggulan yang masuk dalam daftar putar album ini antara lain “Theme of New PANTY & STOCKING (Long Version)” garapan TeddyLoid & Taku Takahashi, lagu populer “New Fly Away”, serta lagu hit “Divine” (kolaborasi MONJOE & Taku Takahashi bersama SWEEP & JUVENILE) yang saat ini telah menembus hampir 20 juta pemutaran (streams) di berbagai platform digital.
Bagi para penggemar yang ingin mendengarkannya secara digital terlebih dahulu, soundtrack ini juga sudah tersedia di ber
Music
Da-iCE Definisikan Ulang Makna “Tanpa Batas” Lewat Single Terbaru “Unlimited”
www.gwigwi.com –
Grup vokal dan tari asal Jepang, Da-iCE, kembali menggebrak dengan merilis karya terbaru mereka yang bertenaga bertajuk “アンリミテッド Unlimited”. Sejak detik pertama, lagu ini langsung menghentak lewat ketukan breakbeat yang dinamis. Intensitasnya kian memuncak saat memasuki bagian chorus, di mana perpaduan aransemen full band dan seksi instrumen tiup (horn section) tumpah ruah menyajikan ledakan energi musik yang maksimal. Tidak ada basa-basi atau tempo yang melambat di lagu ini—semuanya disajikan dengan intensitas penuh sejak awal.
Lagu “Unlimited” ditulis langsung oleh dua personel Da-iCE, yaitu Taiki Kudo dan Sota Hanamura. Untuk menyempurnakan komposisinya menjadi sebuah karya yang megah, mereka menggandeng produser ternama Yusuke Saeki, yang bekerja di bawah alias Saeki youthK.
Rekam jejak Saeki di industri musik Jepang sudah tidak diragukan lagi, dengan portofolio kolaborasi bersama nama-nama besar seperti Arashi, Snow Man, SixTONES, Nissy, Kana Nishino, hingga miyana. Alih-alih menghasilkan lagu pop yang terlampau rapi dan aman, kolaborasi ini justru melahirkan sebuah karya masif yang terdengar ambisius, liar, dan sangat bertenaga.
Di balik kemegahan aransemennya, kekuatan lirik khas Da-iCE tetap terjaga dengan baik. Lagu ini menawarkan penulisan lirik yang berlapis dan cerdas, memberikan detail-detail baru yang menarik untuk disimak bahkan setelah diputar berulang kali. Pesan yang disampaikan pun sangat spesifik: sebuah ajakan untuk terus maju menantang masa depan dengan penuh percaya diri.
Hadir sebagai lagu yang provokatif dan berani, “アンリミテッド Unlimited” dipastikan menjadi anthem musim panas yang siap mendominasi, jauh dari sekadar menjadi musik latar biasa. Da-iCE tidak lagi meminta izin untuk tampil megah; mereka sudah membuktikannya lewat lagu ini.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Gaming1 week agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!




