Connect with us

Event

Kemanakah Wibu Akan Bernaung? C3AFA 2018 Menjadi AFA Indonesia Terakhir? #2019SemogaLanjut

Published

on

GwiGwi.com – Perhelatan Anime terbesar di Indonesia (dan Asia Tenggara), Anime Festival Asia atau AFA (sekarang C3AFA) yang akan segera diselenggarakan di Indonesia minggu ini, melalui akun resminya mengumumkan sebuah berita yang cukup menyedihkan. Pada akun facebook dari event yang akan diselenggarakan tahunan di Indonesia, dan pada tahun ini jatuh pada 31 Agustus 2018 – 2 September 2018 di ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD nanti, telah mengumumkan bahwa AFA Indonesia akan kemungkinan besar tutup usia pada tahun 2018 ini.

Desas-desus bahwa AFA Indonesia akan di-terminate memang sudah sering diperbincangkan sejak beberapa waktu. Namun demikian, AFA melalui Event Organizer yang sudah terkenal secara eksklusif memegang lisensi AFA, yaitu SOZO yang berbasis di Singapura, tetap senantiasa membawakan konten terbaik mereka ke tanah air untuk memenuhi rasa haus para penggemar anime (wibu) di tanah air. Namun, hari ini, sepertinya desas-desus tersebut sudah menjadi realisasi nyata.

Pihak penyelenggara, melalui akun Facebooknya AFA – Anime Festival Asia mengumumkan bahwa mereka tidak bisa memastikan kelanjutan dari C3 AFA 2019 dan seterusnya karena berbagai hal. Melalui tangkapan layar terbaru, postingan ini sudah memiliki 151 tanggapan komentar, dan sudah dibagikan sebanyak lebih dari 1000 kali.

Lalu dengan demikian, kemanakah nantinya para Wibu, Sulthan, Kanjeng Putri, dan sekawannya dapat bernaung demi memenuhi rasa haus akan konten Pop Culture mereka? Para fans pun mengutarakan rasa terimakasih, dan juga rasa sedih melalui kolom komentar dari postingan akun C3AFA Jakarta di akun resminya ini.

Memang di Indonesia, AFA bukan event pop culture Jepang satu-satunya. Pada bulan-bulan Agustus hingga November, kita disuguhkan dengan event-event luar biasa lainnya di Indonesia. Selain itu, pada bulan November, AFA Singapore (C3AFA) akan diselenggarakan di negara tetangga yang tidak terlalu jauh untuk soal lokasi. Namun demikian, AFA sudah menorehkan langkah besar, yang tidak dapat ditemukan pada event lain sehingga banyak meninggalkan bekas kenangan yang mendalam.

Jadi, apakah penyebabnya keputusan ini? Apakah ada pengaruh-pengaruh politik Indonesia ikut terjun didalamnya? Atau tingkat plagiarisme, penipuan, dan kasus-kasus drama lainnya (seperti bootleg) juga menjadi penyebab tutupnya usia AFA Indonesia?

Baca Juga:  Vibetronic Gelar 'Quarantune Fest: Times New Normal'

Selain itu, apa mungkin merger dari AFA membuahkan hasil yang sedikit negatif? C3 dan AFA bekerjasama tahun lalu sehingga terlahirlah C3AFA sebagai rebranding baru. Lalu, tahun ini, C3AFA kembali melakukan merger dengan Gamestart Asia untuk berkolaborasi memperbesar kerajaan POP Culture di Asia Tenggara. Tapi, dengan perluasan ini, apakah fondasi yang menopangnya pun akhirnya runtuh? Akankah kejadian Pan American Airways, sebuah maskapai komersil asal Amerika yang bangkrut karena ambisi besar, namun perlahan runtuh karena target besarnya?

Hingga saat ini, semua hanya menjadi tanda tanya besar. Apa mungkin ini sebuah strategi marketing dari pihak AFA? Agar sesungguhnya mendatangkan jumlah pengunjung yang lebih banyak lagi? Atau mungkin nantinya AFA akan rebranding atau memiliki rencana lainnya di Indonesia?

Terkadang, semua berawal dari Halo dan Selamat Tinggal. AFA juga sudah menorehkan banyak kisah untuk saya pribadi yang bahkan membuat saya bisa tergabung dalam GwiGwi dan menjadi salah satu Editor dengan koneksi luas. Pertemanan, kenangan, merchandise dari AFA tentunya akan menjadi sebuah kisah yang takkan terlupakan bagi sebagian orang terutama yang sangat mencintai Pop Culture Jepang.

AFA Indonesia atau AFA Jakarta pun sebenarnya sudah selesai sejak berakhirnya C3AFA Jakarta 2017. Ini dikarenakan venue yang digunakan untuk tahun 2018 adalah venue yang berlokasi di Tangerang, lebih tepatnya di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. Apakah ini indikasi bahwa sebenarnya, selanjutnya AFA akan dilaksanakan secara eksklusif di Tangerang? Atau mungkin pindah lokasi ke daerah lainnya? Kita tunggu saja nanti kelanjutannya. Yang pasti, jangan sampai kelewatan untuk menghadiri event C3AFA 2018, yang akan di selenggarakan di ICE BSD, pada 31 Agustus 2018 – 2 September 2018 nanti yah Gwiples!

Jangan lupa untuk ikutan Giveaway ticket untuk C3AFA 2018 nanti dengan mengakses tautan ini yah Gwiples!

Some other times, some other place, maybe … – FSPLUS, 2018 #2019SemogaLanjut

Baca juga: Ledakan Kemeriahan Musik BACK-ON di GJUI24

Advertisements

Freelancer serabutan yang demenannya beragam sampai tidak jelas kemana. Saat ini sedang berkutat sebagai Web Developer sembari mengupdate informasi tentang Gadget Teranyar yang biasanya berada di segmentasi affordable hingga high end flagship. Selain itu juga jadi Youtuber untuk GwiGwi. Kontak: [email protected]

Event

Comiket 99 Resmi Dibatalkan, Dipindahkan Ke Golden Week 2021

Published

on

GwiGwi.com – Situs resmi Comic Market, dikenal sebagai Comiket, acara  penggemar terbesar di dunia, mengumumkan pada tanggal 12 Juli bahwa acara musim dingin, Comiket 99, akan dibatalkan karena coronavirus (COVID-19) dan kesulitan mengadakan acara setelah penundaan Olimpiade Tokyo 2020.

Di situs web, Komite Persiapan Pasar Komik menjelaskan bahwa mereka akan melewatkan acara musim dingin sebelum Tokyo Big Sight, di mana Comiket diadakan dua kali setahun, merilis ‘Protokol Kesehatan' coronavirus. Pedoman tersebut menjabarkan bagaimana acara dapat dijalankan selama pandemi, termasuk panduan jarak dan berapa banyak orang yang bisa berada di dalam aula pada satu waktu. Sebagai tanggapan, panitia mengadakan penelitian untuk melihat apakah mungkin untuk mengadakan acara di bawah pedoman baru dan sampai pada kesimpulan bahwa itu tidak, sehingga mereka maju membatalkan acara tersebut.

Selain itu, karena Halls Timur di Tokyo Big Sight saat ini dipasangkan untuk pertandingan Olimpiade, Comiket 99 akan diadakan selama empat hari, sama seperti Comiket 97 dulu. Tetapi acara tersebut tidak dapat dijamin ruang acara yang diperlukan karena mereka hanya memesan untuk acara tiga hari sebelum pandemi terjadi. Komite mencatat bahwa bahkan Makuhari Messe, yang berada di Chiba dan ruang acara terbesar kedua di Tokyo, tidak dapat mengakomodasi Comiket untuk hari-hari biasa yang diadakan pada bulan Desember.

Baca Juga:  Comiket 99 Resmi Dibatalkan, Dipindahkan Ke Golden Week 2021

Karena itu, sebuah ‘Air Comiket' direncanakan akan diadakan selama liburan akhir tahun di tempat acara fisik, dan Comiket berikutnya dijadwalkan selama Golden Week pada tahun 2021. Informasi lebih lanjut tentang acara berikutnya akan dirilis pada musim gugur 2020.

Dalam pernyataan itu, panitia Comiket juga telah meminta dukungan pemerintah Jepang untuk acara, tempat, dan panitia selama waktu ini untuk meringankan beban biaya pembatalan, perubahan biaya tempat, dan biaya lainnya yang mungkin timbul sehingga acara seperti Comiket masih akan ada setelah pandemi berakhir.

Sumber: Crunchyroll

Advertisements
Continue Reading

Event

Acara Tokyo Game Show 2020 Online Dijadwalkan Pada 23-27 September

Published

on

GwiGwi.com – Situs web resmi untuk acara Tokyo Game Show 2020 mengumumkan pada hari Kamis bahwa acara tersebut akan diadakan secara online mulai 23-27 September.

23 September akan menjadi hari kerja untuk diskusi bisnis saja. Acara ini menerima aplikasi untuk peserta pameran online. Acara ini berencana untuk menyelenggarakan aliran program, video, dan turnamen e-sports.

Staf konvensi mengumumkan pada bulan Mei bahwa acara fisik asli yang direncanakan 24-27 September dibatalkan karena pandemi penyakit coronavirus (COVID-19) yang baru. Acara ini dijadwalkan berlangsung di pusat Makuhari Messe Chiba.

Baca Juga:  Daftar Event Anime yang Dapat Kamu Hadiri Secara Online pada tahun 2020

Acara Tokyo Game Show terbaru berlangsung September lalu, dan diikuti 262.076 pengunjung selama empat hari. Itu kurang dari tahun 2018 sebesar 298.690 pengunjung, kehadiran tertinggi dalam catatan, tetapi lebih dari 2017 kehadiran 254.311.

Sumber: ANN

Advertisements
Continue Reading

Event

Vibetronic Gelar ‘Quarantune Fest: Times New Normal’

Published

on

By

GwiGwi.com – Setelah kurang lebih 4 bulan lockdown dan PSBB, Indonesia kini mulai bersiap menyambut fase new normal di tengah pandemi virus corona yang terus menginfeksi jutaan orang di dunia. Dengan harapan untuk membangkitan semangat yang mulai padam setelah PSBB, Vibetronic kembali menggelar Quarantune Fest dengan membawa tema “Times New Normal

Quarantune Fest: Times New Normal merupakan event online kedua yang diadakan oleh Vibetronic, Circle DJ and Producer. Tema “Times New Normal” yang artinya “Saatnya Kehidupan Normal yang Baru” dipilih untuk mengajak para penonton dan pendengar event ini untuk memulai dan tetap bersemangat menjalankan rutinitasnya di tengah pandemi virus corona.

Berbeda dengan Quarantune Fest sebelumnya, tidak hanya diadakan di Server Discord Vibetronic, event ini juga akan berlangsung secara live streaming dengan durasi masing-masing partisipan yang lebih panjang. Melalui event ini,  Vibetronic kembali mengajak para Produser Musik dan siapapun untuk ikut berpartisipasi membuat Mixtape dan menunjukan karya mereka kepada pendengar dan penonton.

Baca Juga:  Vibetronic Gelar 'Quarantune Fest: Times New Normal'

Event ini akan berlangsung selama 2 hari pada tanggal 27 dan 28 Juni 2020. Sebanyak 18 partisipan yang terpilih melalui proses audisi yang diadakan selama 2 minggu. Partisipan akan menunjukan perform mereka masing-masing baik secara live perform atau visual pada penonton di platform live streaming Twitch.tv. Selain itu, juga akan disediakan audio streaming di Server Discord Vibetronic bagi pendengar yang tidak dapat menonton di Twitch.

Yuk, mari kita sambut “New Normal” dengan terus bersemangat di event Quarantune Fest: Times New Normal, ajak teman-temanmu buat join di event ini!

Sosial Media Event

Website               : https://tnn.vibetronic.id
Discord Link        : https://vibetronic.id/discord
Live Streaming   : https://twitch.tv/vibetronic

Advertisements
Continue Reading

Trending