TV & Movies
JFF 2017: Kora Kengo akui punya hubungan tersendiri dengan Indonesia
GwiGwi.com – Tepat 2 November menjadi hari perdana digelarnya Japanese Film Festival 2017. Dalam jumpa pers yang dilakukan Kamis pagi, Kora Kengo selaku tamu JFF 2017 mengakui dirinya memiliki hubungan tersendiri dengan Indonesia.
“Sebelum saya ke Indonesia, saya baru diberitahu bahwa papa dan mama saya 30 tahun lalu pernah ke Indonesia untuk berbulan madu,” ungkap pemeran Yonosuke dalam film A Story Of Yonosuke. “Menurut saya, ini tanda saya memiliki hubungan yang spesial dengan Indonesia.” Tambahnya.
Pagi tadi juga dihadiri Chelsea Islan sebagai brand ambassador JFF, dirinya mengakui senang dapat kembali menjadi bagian dalam acara ini. Pertemuannya dengan Kora Kengo memberi dampak baik dalam hubungan kebudayaan antara Jepang dan Indonesia, khususnya dalam industri perfilman.
Tahun ini, JFF 2017 akan digelar di 4 kota dengan membawa 20 film Jepang dari berbagai genre. “Setelah tahun lalu mendapatkan respon positif, khususnya dari masyarakat Jakarta, tahun ini kami kembali menghadirkan Japanese Film Festival atau JFF, dengan jumlah kuota lebih banyak, kali ini JFF 2017 hadir di 4 kota yaitu Jakarta, Denpasar, Makasar dan Jogjakarta,” jelas Tsukamoto selaku General Director Japan Foundation Indonesia.
Festival film ini akan berlangsung hingga tanggal 7 November di CGV Grand Indonesia. Harga tiket dipatok rata Rp. 20.000 dan tempat terbatas. Beberapa film hanya tayang sekali, so beli tiketnya dari sekarang secara online diseluruh jaringan penjualan tiket CGV.
TV & Movies
Jangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti
iQIYI secara resmi menggelar Gala Premiere series original terbaru mereka yang berjudul Dalam Suka dan Dusta di CGV Pacific Place, Jakarta. Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran sutradara, tim produksi, serta para pemeran utama seperti Acha Septriasa, Darius Sinathrya, Ciccio Manassero, dan Shania Gracia. Disutradarai oleh Hanny R. Saputra, series ini siap menyapa penonton mulai 25 September 2026.
Menguak Sisi Gelap Rumah Tangga Selebriti
Melalui screening eksklusif dua episode pertama, penonton langsung disuguhkan kontras tajam antara kehidupan pasangan selebritas Duta (Darius Sinathrya) dan Citra (Acha Septriasa). Di depan layar, keduanya tampak begitu harmonis dan pantas disebut sebagai couple goals. Namun, di balik itu semua, pernikahan mereka menyimpan konflik pelik.
Puncak kekacauan bermula ketika perselingkuhan terungkap. Demi mempertahankan keutuhan keluarga serta menjaga citra publik mereka, Duta dan Citra mengambil jalan keluar yang tidak biasa, yakni menjalani open marriage. Sayangnya, keputusan tersebut justru membuat hubungan keduanya semakin runyam.
Karakter Kompleks: Duta yang Manipulatif dan Citra yang Mengundang Simpati
Karakter Duta langsung sukses membuat penonton terbawa emosi. Jauh dari kesan suami idaman atau green flag, Duta justru kerap melakukan gaslighting, manipulasi, serta guilt-tripping kepada Citra.
Di sisi lain, Citra harus berjuang keras mempertahankan posisinya sebagai artis papan atas di tengah terpaan gosip dan pemberitaan miring. Kompleksitas ini membuat penonton tidak hanya merasa gemas, tetapi juga menaruh simpati mendalam terhadap perjuangan Citra yang harus mempertaruhkan pernikahan, anak, keluarga, hingga kariernya.
Bagi Acha Septriasa, membintangi series modern ini memberikan tantangan tersendiri karena menjadi pengalaman pertamanya setelah lebih banyak berkecimpung di dunia film. Ia mengaku harus mendalami karakter Citra secara bertahap, lapis demi lapis, tanpa menghakiminya. Sementara itu, Darius Sinathrya mengaku sangat menikmati perannya sebagai Duta yang karakternya sangat bertolak belakang dengan kepribadian aslinya.
Kehadiran Denis dan Vania yang Memanaskan Dinamika Cerita
Konflik semakin berkembang dengan hadirnya karakter-karakter pendukung yang membawa warna baru. Denis (Ciccio Manassero), yang berusia lebih muda dari Citra, hadir memberikan ruang bagi Citra untuk didengarkan tanpa dihakimi. Namun, di balik sosoknya yang suportif, Denis juga menyimpan sisi misterius.
Di sisi lain, Vania (Shania Gracia) hadir sebagai sosok yang ambisius dan berani mengejar apa pun yang diinginkannya, termasuk dalam urusan percintaan. Peran ini menjadi tantangan tersendiri bagi Shania karena karakternya yang sangat berbeda dari image aslinya di publik.
Angkat Isu Sosial Open Marriage
Ikhsan Sasmita selaku Head of Original Content Indonesia iQIYI menjelaskan bahwa Dalam Suka dan Dusta mengangkat tema yang masih cukup tabu dan jarang dieksplorasi di Indonesia, yakni fenomena open marriage di tengah masyarakat modern. Dipadukan dengan rasa penasaran publik terhadap kehidupan selebritas, series ini dikemas menjadi cerita yang kuat, relevan, serta penuh intrik.
“Melalui iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, kami memadukan kedua fenomena sosial tersebut menjadi sebuah cerita yang kuat, relevan, dan penuh intrik,” ungkap Ikhsan.
Saksikan perjalanan kisah pelik antara Duta, Citra, Denis, dan Vania dalam 10 episode Dalam Suka dan Dusta yang tayang mulai 25 September 2026, dengan episode baru hadir setiap hari Jumat secara eksklusif hanya di iQIYI.
TV & Movies
Bukan Sekadar Janda, Mereka Jadi Pasukan Perang! Atiqah Hasiholan Tampil Memukau sebagai Laksamana Malahayati di Teaser Trailer “Pasukan 1000 Janda”
Bagi para pencinta film drama sejarah dan aksi kepahlawanan Indonesia, bersiaplah menyambut sebuah tontonan epik baru di penghujung tahun ini. Rumah produksi Manara Films secara resmi merilis teaser trailer dan teaser poster untuk film drama sejarah terbarunya yang berjudul Pasukan 1000 Janda. Disutradarai sekaligus ditulis oleh Archie Hekagery serta diproduseri oleh Yuda Wirafianto, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop-bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.
Angkat Kisah Perjuangan Inong Balee yang Terinspirasi dari Laksamana Malahayati
Diangkat dari kisah kepahlawanan historis yang membanggakan, Pasukan 1000 Janda menyoroti kisah perlawanan gigih para perempuan Aceh dalam mengusir penjajah. Cerita berfokus pada barisan perempuan tangguh yang ditinggal gugur oleh para suami mereka di medan perang, hingga akhirnya memutuskan untuk bangkit, memegang senjata, dan berada di garis depan pertempuran.
Dalam film ini, aktris papan atas Atiqah Hasiholan didapuk untuk memerankan tokoh ikonik Laksamana Malahayati. Atiqah tampil memukau sebagai pemimpin berani yang membakar semangat para perempuan Aceh—yang tergabung dalam pasukan Inong Balee—untuk melumpuhkan armada perang Belanda melalui strategi militer yang matang.
Deretan Bintang Lintas Generasi & Kolaborasi Internasional
Film Pasukan 1000 Janda juga menghadirkan jajaran aktor dan aktris berbakat lintas generasi. Selain Atiqah Hasiholan, film ini dibintangi oleh Emil Kusumo, Muzakki Ramdhan, Syaura Salsabila, Cut Mini, Ully Triani, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, Dafina Jamasir, hingga Vincent Verhaag.
Menariknya lagi, film ini turut menggandeng aktor internasional asal Belanda, Ron Smoorenburg—yang namanya dikenal luas lewat aksinya sebagai lawan main Jackie Chan dalam film aksi klasik Who Am I?. Kehadiran para bintang ini dijamin akan menambah intensitas dan kualitas visual di sepanjang durasi film.
Historical Fantasy Action Berbalut Spektakel Epik
Sutradara Archie Hekagery mengungkapkan bahwa film ini dikemas sebagai sebuah kisah historical fantasy action yang unik. “Melalui film ini, saya ingin menghadirkan sejarah Indonesia dalam bentuk action spectacle yang epik untuk penonton saat ini, dengan cerita yang terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee,” ujarnya.
Sementara itu, bagi Atiqah Hasiholan, kesempatan memerankan sosok pahlawan besar masyarakat Aceh ini merupakan sebuah kehormatan besar. Ia berharap karakter Laksamana Malahayati tidak hanya dilihat sebagai seorang pejuang di medan laga, tetapi juga sebagai representasi kekuatan, kepemimpinan, dan kemandirian perempuan yang tetap relevan dengan kehidupan masa kini.
Catat tanggalnya! Pasukan 1000 Janda siap menggebrak bioskop Indonesia pada 12 November 2026. Ikuti terus informasi dan pembaruan terbarunya melalui akun Instagram resmi @pasukan1000janda dan @manara.studios.
TV & Movies
Kolaborasi Spesial SEGA dan Netflix: Film Adaptasi Game Legendaris “Crazy Taxi” Resmi Digarap!
Kabar gembira buat para Gwiple pencinta game klasik dan adaptasi film! SEGA dan Netflix secara resmi mengumumkan kerja sama besar untuk membawa franchise game balap arcade yang sangat populer, Crazy Taxi, ke layar kaca dalam bentuk film adaptasi live-action.
Tak hanya Crazy Taxi, kolaborasi lintas proyek (multi-title collaboration) ini juga tengah mengembangkan deretan proyek adaptasi dari katalog IP populer milik SEGA lainnya, termasuk serial animasi terbaru Sonic the Hedgehog serta film live-action untuk STRANGER THAN HEAVEN dari RGG Studio.
Mengusung Komedi Kacau dan Produser Franchise Sonic
Film adaptasi Crazy Taxi dipastikan akan membawa energi komedi dan aksi cepat khas permainannya. Naskah film ini akan ditulis oleh duo penulis berbakat Dan Gregor & Doug Mand, yang sukses menggarap film reboot populer The Naked Gun (2025).
Di jajaran produser, film ini ditangani langsung oleh nama-nama kawakan dibalik kesuksesan waralaba film Sonic, yaitu Neal H. Moritz, Toby Ascher, serta Toru Nakahara dari SEGA. Proyek film ini hadir menyambut game terbaru franchise tersebut, Crazy Taxi: World Tour, yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2027.
“Film ini ditujukan untuk siapa saja yang pernah menghabiskan waktu bertahun-tahun di balik kemudi taksi kuning di konsol Dreamcast, memutar musik dengan volume maksimal, dan menerobos segala rintangan demi mengantar penumpang tepat waktu,” ungkap produser Neal H. Moritz dan Toby Ascher.
Jajaran Proyek Adaptasi SEGA Lainnya di Netflix
Selain Crazy Taxi, pengumuman ini juga mengungkap dua proyek besar lainnya:
-
Sonic (Serial Animasi): Dikembangkan bersama Carlos Stevens dan Toru Nakahara, serial animasi baru ini ditujukan untuk audiens upper pre-school dengan cerita bernuansa high-voltage, lucu, namun tetap emosional. Tiga musim dari Sonic Prime juga sudah dapat disaksikan secara eksklusif di Netflix.
-
STRANGER THAN HEAVEN: Diadaptasi dari game garapan Ryu Ga Gotoku (RGG) Studio (pengembang seri Like a Dragon / Yakuza). Film live-action aksi drama ini berlatar di Jepang awal abad ke-20 dan menceritakan perjalanan seorang pendatang yang merintis karier dari yakuza hingga menjadi taipan dunia hiburan.
Deretan Adaptasi Game Populer di Ekosistem Netflix
Lini game SEGA ini menambah panjang daftar portofolio adaptasi game unggulan di Netflix, yang sebelumnya telah mengumumkan berbagai proyek besar seperti serial live-action Assassin's Creed, film live-action Gears of War, serial animasi Minecraft, Magic: The Gathering, Clash of Clans, hingga musim terbaru dari Cyberpunk: Edgerunners, Splinter Cell: Deathwatch, dan Devil May Cry.
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film HOPE, Big Trouble in Little Village
-
Gaming3 weeks agoFate/EXTRA Record Akhirnya Umumkan Jadwal Rilis Global pada Januari 2027
-
Gaming3 weeks agoRev. NOiR Kembali Dipamerkan di State of Play, Rilis 2027 untuk PS5, Xbox Series, dan PC
-
TV & Movies3 weeks agoBuka Proyek Solo Perdana, Tomohiro Kamiyama (WEST.) Rilis Album “INPUT⇄OUTPUT” Secara Global!
-
TV & Movies3 weeks agoMagnifique Group Angkat Diskusi tentang Masa Depan Media dan Kepercayaan terhadap AI melalui Dua Kelas Khusus di IdeaFest 2026
-
Gaming3 weeks agoBrown Dust 2 Kolaborasi dengan Chained Soldier 2, Hadirkan Tiga Karakter
-
Gaming3 weeks agoAtelier Karia Resmi Dapatkan Jadwal Rilis Februari 2027
-
Gaming3 weeks agoThe Legend of Zelda: Ocarina of Time Remake Resmi Rilis November 2026





