Connect with us

TV & Movies

Jangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti

Published

on

Jangan Tertipu Image Couple Goals! Iqiyi Original ‘dalam Suka Dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap Di Balik Pernikahan Selebriti

iQIYI secara resmi menggelar Gala Premiere series original terbaru mereka yang berjudul Dalam Suka dan Dusta di CGV Pacific Place, Jakarta. Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran sutradara, tim produksi, serta para pemeran utama seperti Acha Septriasa, Darius Sinathrya, Ciccio Manassero, dan Shania Gracia. Disutradarai oleh Hanny R. Saputra, series ini siap menyapa penonton mulai 25 September 2026.

Menguak Sisi Gelap Rumah Tangga Selebriti

Melalui screening eksklusif dua episode pertama, penonton langsung disuguhkan kontras tajam antara kehidupan pasangan selebritas Duta (Darius Sinathrya) dan Citra (Acha Septriasa). Di depan layar, keduanya tampak begitu harmonis dan pantas disebut sebagai couple goals. Namun, di balik itu semua, pernikahan mereka menyimpan konflik pelik.

Puncak kekacauan bermula ketika perselingkuhan terungkap. Demi mempertahankan keutuhan keluarga serta menjaga citra publik mereka, Duta dan Citra mengambil jalan keluar yang tidak biasa, yakni menjalani open marriage. Sayangnya, keputusan tersebut justru membuat hubungan keduanya semakin runyam.

Karakter Kompleks: Duta yang Manipulatif dan Citra yang Mengundang Simpati

Karakter Duta langsung sukses membuat penonton terbawa emosi. Jauh dari kesan suami idaman atau green flag, Duta justru kerap melakukan gaslighting, manipulasi, serta guilt-tripping kepada Citra.

Di sisi lain, Citra harus berjuang keras mempertahankan posisinya sebagai artis papan atas di tengah terpaan gosip dan pemberitaan miring. Kompleksitas ini membuat penonton tidak hanya merasa gemas, tetapi juga menaruh simpati mendalam terhadap perjuangan Citra yang harus mempertaruhkan pernikahan, anak, keluarga, hingga kariernya.

Bagi Acha Septriasa, membintangi series modern ini memberikan tantangan tersendiri karena menjadi pengalaman pertamanya setelah lebih banyak berkecimpung di dunia film. Ia mengaku harus mendalami karakter Citra secara bertahap, lapis demi lapis, tanpa menghakiminya. Sementara itu, Darius Sinathrya mengaku sangat menikmati perannya sebagai Duta yang karakternya sangat bertolak belakang dengan kepribadian aslinya.

Kehadiran Denis dan Vania yang Memanaskan Dinamika Cerita

Konflik semakin berkembang dengan hadirnya karakter-karakter pendukung yang membawa warna baru. Denis (Ciccio Manassero), yang berusia lebih muda dari Citra, hadir memberikan ruang bagi Citra untuk didengarkan tanpa dihakimi. Namun, di balik sosoknya yang suportif, Denis juga menyimpan sisi misterius.

Di sisi lain, Vania (Shania Gracia) hadir sebagai sosok yang ambisius dan berani mengejar apa pun yang diinginkannya, termasuk dalam urusan percintaan. Peran ini menjadi tantangan tersendiri bagi Shania karena karakternya yang sangat berbeda dari image aslinya di publik.

Angkat Isu Sosial Open Marriage

Ikhsan Sasmita selaku Head of Original Content Indonesia iQIYI menjelaskan bahwa Dalam Suka dan Dusta mengangkat tema yang masih cukup tabu dan jarang dieksplorasi di Indonesia, yakni fenomena open marriage di tengah masyarakat modern. Dipadukan dengan rasa penasaran publik terhadap kehidupan selebritas, series ini dikemas menjadi cerita yang kuat, relevan, serta penuh intrik.

“Melalui iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, kami memadukan kedua fenomena sosial tersebut menjadi sebuah cerita yang kuat, relevan, dan penuh intrik,” ungkap Ikhsan.

Saksikan perjalanan kisah pelik antara Duta, Citra, Denis, dan Vania dalam 10 episode Dalam Suka dan Dusta yang tayang mulai 25 September 2026, dengan episode baru hadir setiap hari Jumat secara eksklusif hanya di iQIYI.

Advertisement

TV & Movies

Bukan Sekadar Janda, Mereka Jadi Pasukan Perang! Atiqah Hasiholan Tampil Memukau sebagai Laksamana Malahayati di Teaser Trailer “Pasukan 1000 Janda”

Published

on

By

Bukan Sekadar Janda, Mereka Jadi Pasukan Perang! Atiqah Hasiholan Tampil Memukau Sebagai Laksamana Malahayati Di Teaser Trailer “pasukan 1000 Janda”

Bagi para pencinta film drama sejarah dan aksi kepahlawanan Indonesia, bersiaplah menyambut sebuah tontonan epik baru di penghujung tahun ini. Rumah produksi Manara Films secara resmi merilis teaser trailer dan teaser poster untuk film drama sejarah terbarunya yang berjudul Pasukan 1000 Janda. Disutradarai sekaligus ditulis oleh Archie Hekagery serta diproduseri oleh Yuda Wirafianto, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop-bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.

Angkat Kisah Perjuangan Inong Balee yang Terinspirasi dari Laksamana Malahayati

Diangkat dari kisah kepahlawanan historis yang membanggakan, Pasukan 1000 Janda menyoroti kisah perlawanan gigih para perempuan Aceh dalam mengusir penjajah. Cerita berfokus pada barisan perempuan tangguh yang ditinggal gugur oleh para suami mereka di medan perang, hingga akhirnya memutuskan untuk bangkit, memegang senjata, dan berada di garis depan pertempuran.

Dalam film ini, aktris papan atas Atiqah Hasiholan didapuk untuk memerankan tokoh ikonik Laksamana Malahayati. Atiqah tampil memukau sebagai pemimpin berani yang membakar semangat para perempuan Aceh—yang tergabung dalam pasukan Inong Balee—untuk melumpuhkan armada perang Belanda melalui strategi militer yang matang.

Deretan Bintang Lintas Generasi & Kolaborasi Internasional

Film Pasukan 1000 Janda juga menghadirkan jajaran aktor dan aktris berbakat lintas generasi. Selain Atiqah Hasiholan, film ini dibintangi oleh Emil Kusumo, Muzakki Ramdhan, Syaura Salsabila, Cut Mini, Ully Triani, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, Dafina Jamasir, hingga Vincent Verhaag.

Menariknya lagi, film ini turut menggandeng aktor internasional asal Belanda, Ron Smoorenburg—yang namanya dikenal luas lewat aksinya sebagai lawan main Jackie Chan dalam film aksi klasik Who Am I?. Kehadiran para bintang ini dijamin akan menambah intensitas dan kualitas visual di sepanjang durasi film.

Historical Fantasy Action Berbalut Spektakel Epik

Sutradara Archie Hekagery mengungkapkan bahwa film ini dikemas sebagai sebuah kisah historical fantasy action yang unik. “Melalui film ini, saya ingin menghadirkan sejarah Indonesia dalam bentuk action spectacle yang epik untuk penonton saat ini, dengan cerita yang terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee,” ujarnya.

Sementara itu, bagi Atiqah Hasiholan, kesempatan memerankan sosok pahlawan besar masyarakat Aceh ini merupakan sebuah kehormatan besar. Ia berharap karakter Laksamana Malahayati tidak hanya dilihat sebagai seorang pejuang di medan laga, tetapi juga sebagai representasi kekuatan, kepemimpinan, dan kemandirian perempuan yang tetap relevan dengan kehidupan masa kini.

Catat tanggalnya! Pasukan 1000 Janda siap menggebrak bioskop Indonesia pada 12 November 2026. Ikuti terus informasi dan pembaruan terbarunya melalui akun Instagram resmi @pasukan1000janda dan @manara.studios.

Continue Reading

TV & Movies

Kolaborasi Spesial SEGA dan Netflix: Film Adaptasi Game Legendaris “Crazy Taxi” Resmi Digarap!

Published

on

By

Review Game Crazy Taxi: World Tour Closed Network Test — Nostalgia Ngebut Tanpa Aturan Yang Makin Masif!

Kabar gembira buat para Gwiple pencinta game klasik dan adaptasi film! SEGA dan Netflix secara resmi mengumumkan kerja sama besar untuk membawa franchise game balap arcade yang sangat populer, Crazy Taxi, ke layar kaca dalam bentuk film adaptasi live-action.

Tak hanya Crazy Taxi, kolaborasi lintas proyek (multi-title collaboration) ini juga tengah mengembangkan deretan proyek adaptasi dari katalog IP populer milik SEGA lainnya, termasuk serial animasi terbaru Sonic the Hedgehog serta film live-action untuk STRANGER THAN HEAVEN dari RGG Studio.

Mengusung Komedi Kacau dan Produser Franchise Sonic

Film adaptasi Crazy Taxi dipastikan akan membawa energi komedi dan aksi cepat khas permainannya. Naskah film ini akan ditulis oleh duo penulis berbakat Dan Gregor & Doug Mand, yang sukses menggarap film reboot populer The Naked Gun (2025).

Di jajaran produser, film ini ditangani langsung oleh nama-nama kawakan dibalik kesuksesan waralaba film Sonic, yaitu Neal H. Moritz, Toby Ascher, serta Toru Nakahara dari SEGA. Proyek film ini hadir menyambut game terbaru franchise tersebut, Crazy Taxi: World Tour, yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2027.

“Film ini ditujukan untuk siapa saja yang pernah menghabiskan waktu bertahun-tahun di balik kemudi taksi kuning di konsol Dreamcast, memutar musik dengan volume maksimal, dan menerobos segala rintangan demi mengantar penumpang tepat waktu,” ungkap produser Neal H. Moritz dan Toby Ascher.

Jajaran Proyek Adaptasi SEGA Lainnya di Netflix

Selain Crazy Taxi, pengumuman ini juga mengungkap dua proyek besar lainnya:

  • Sonic (Serial Animasi): Dikembangkan bersama Carlos Stevens dan Toru Nakahara, serial animasi baru ini ditujukan untuk audiens upper pre-school dengan cerita bernuansa high-voltage, lucu, namun tetap emosional. Tiga musim dari Sonic Prime juga sudah dapat disaksikan secara eksklusif di Netflix.

  • STRANGER THAN HEAVEN: Diadaptasi dari game garapan Ryu Ga Gotoku (RGG) Studio (pengembang seri Like a Dragon / Yakuza). Film live-action aksi drama ini berlatar di Jepang awal abad ke-20 dan menceritakan perjalanan seorang pendatang yang merintis karier dari yakuza hingga menjadi taipan dunia hiburan.

Deretan Adaptasi Game Populer di Ekosistem Netflix

Lini game SEGA ini menambah panjang daftar portofolio adaptasi game unggulan di Netflix, yang sebelumnya telah mengumumkan berbagai proyek besar seperti serial live-action Assassin's Creed, film live-action Gears of War, serial animasi Minecraft, Magic: The Gathering, Clash of Clans, hingga musim terbaru dari Cyberpunk: Edgerunners, Splinter Cell: Deathwatch, dan Devil May Cry.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, ketika NPC menghadapi neraka di Racoon City

Published

on

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, Ketika Npc Menghadapi Neraka Di Racoon City

Bagi fans serial gim legendaris RESIDENT EVIL, dari trailernya saja RESIDENT EVIL arahan sutradara Zach Cregger lagi-lagi bukanlah adaptasi plek 1:1 dari gimnnya seperti seri film berjudul sama dari Paul WS Anderson dulu.

Tentu mendatangkan kritikan dan kekecewaan, namun siapa sangka dari set up yang demikian berbeda ini, film RESIDENT EVIL justru terasa memiliki jiwa gimnya di hampir tiap menitnya.

Bryan (Austrin Abrams) seorang kurir bidang medis, seharusnya pulang ke pacarnya setelah pesanan beres. Tergiur cuan lebih, dia menerima pesanan menuju rumah sakit di Raccoon CIty. Bagi fans mungkin langsung bereaksi begitu kota sumber neraka setting gim RESIDENT EVIL 2 dan 3 itu disebut.

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, Ketika Npc Menghadapi Neraka Di Racoon City

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, Ketika Npc Menghadapi Neraka Di Racoon City

Maka dimulailah perjuangan Bryan berjuang mengantar paket misterius itu dan penonton benar-benar mengikuti pria sial ini di hampir setiap langkahnya. Layaknya video gim.

Zach Cregger memang menekankan dia ingin memperlihatkan proses bertahan hidup si karakter pergi dari poin A ke B. Semisal, ketakutan melangkah, panik menembak zombie, mencari peluru, lelah melihat pintu digembok, dikejar dan lainnya.

Arahan demikian berpotensi membuat film menjadi monoton apalagi bila kurang bisa meramu ketegangan. Ternyata potensial problem itu bisa Zach Cregger masak dimulai dari karakter Bryan yang panik saat teror mencekam (di mana komedi dengan cerdasnya bisa masuk) dan ancaman bisa dia atasi bila saja dia menguasai rasa takutnya. Seperti bermain video gimnya.

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, Ketika Npc Menghadapi Neraka Di Racoon City

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, Ketika Npc Menghadapi Neraka Di Racoon City

Ditambah sangat ahlinya filmmaker menghidupkan suspense dengan jump scare tak terduga yang beneran efektif dan beragam scare lain yang tidak terasa mengulang-mengulang klise horor pada umumnya.

Walhasil, proses survival Bryan menjadi begitu menegangkan, kreatif, unpredictable dan menghibur. Apalagi di paruh awal yang memiliki beragam momen menarik yang tidak kalah dengan momen ikonik di gimnya.

Refrensinya gimnya pun banyak. Dari aksi Bryan yang seperti pemain gim RE, mesin tik di ruang kosong, gembok yang memiliki kunci spesifik dan properti-properti bertebaran di scene yang bisa membuat fans tersenyum walau hanya sesaat. Semua fan service ini tidak mengganggu mood atau membuat non-fans bingung dan tetap bisa menikmati walau sama sekali awam gimnnya.

Barangkali yang sedikit kurang, dan memang resiko film full aksi ini, adalah motivasi si Bryan yang rasanya kurang terlalu mengena di benak penonton. Juga endingnya yang bisa jadi tak sesuai harapan. Mungkin Zach Cregger ingin mengeritik Umbrella Corporation, korporasi besar sumber kekacauan ini, kalau saking inkompetennya mereka, bahkan menolong satu orang saja tidak mampu.

Sebagai penggemar gim RESIDENT EVIL sedari lama, penulis bisa cukup memahami ketidakpuasan fans. Namun, melihat sudah buanyaknya adaptasi film atau seri RE yang terus-menerus mengecewakan (gimnya sendiri seperti RESIDENT EVIL 6 juga toh) what’s so wrong with one more?

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending