Music
Interview Suzuko Mimori, Saya Berharap Suatu Hari “Ksatria” Saya Muncul
GwiGwi.com – Halo Gwiple, kembali lagi ke Interview dari Anime Festival Asia 2015 yang baru saja diadakan di Singapura minggu lalu. Tim GwiGwi berkesempatan untuk menginterview Suzuko Mimori, pengisi suara dari salah satu karakter dari serial yang sedang hits, Umi Sonoda dari Love Live! School idol project. Yuk disimak hasil interviewnya 😀
Anda berperan sebagai Umi Sonoda di salah satu serial anime yang cukup populer yaitu Love Live! School idol project. Apa yang anda rasakan selama rekaman? Seperti apakah itu?
Sudah 6 tahun saya memerankan suara dari Umi Sonoda. Selama itu, saya perlahan mulai merasa bahwa saya dan Umi-chan telah menjadi seperti 1 orang yang sama, seperti 1 kesatuan.
Anda tidak hanya bekerja sebagai pengisi suara, pada Cardfight Vanguard, ada sebuah stage play dimana anda harus memperlihatkan lebih dari suara. Bagaimana perasaan anda?
Sebenarnya sih tidak begitu masalah yang manapun. Keduanya bersifat “acting“. Namun, karena saya merupakan seorang Seiyuu, saya lebih memberikan “hidup” untuk karakter itu sendiir.
Siapakah OTP atau ship dari Umi di Love Live?
Secara keseluruhan, Love Live (Muse / μ's) terdiri dari 9 anggota. Ini adalah nilai ganjil. Seseorang pasti akan tidak diikutsertakan dalam OTP (kalau bersifat pair). Menurut saya Umi-chan adalah seseorang yang lebih menyukai untuk sendiri. Tapi kalau disuruh pilih seseorang, mungkin adalah Honoka. Karena menurutnya, jika dia bersama dengan Honoka, dia bisa kembali seperti waktu mereka kecil dulu. Mereka tumbuh bersama hingga SMA. Sejak saat itu saya berfikir bahwa Umi akan memilih Honoka.
Anda baru saja merilis single ke-5 berjudul “Light for Knight“. Bisakah anda ceritakan lebih lanjut? Apa yang anda lakukan apabila suatu hari anda menjadi seorang ksatria?
Karena saya seorang perempuan, sebenarnya sih tidak begitu ingin menjadi seorang ksatria. Tapi saya lebih berharap suatu hari ksatria saya akan hadir. Jika saya suatu hari menjadi seorang ksatria, saya tentunya sangat ingin menolong anak-anak gadis yang lucu (cute).
Sampai saat ini lagu saya lebih memiliki nilai “feminim” yang ditanamkan. Suatu lagu yang berunsur “cute“. Jadi untuk single ke-5 ini, lagunya memiliki genre yang sangat berbeda. Genrenya lebih kearah cool. Saya ingin para fans dapat mengetahui gap perbedaannya dengan lagu-lagu sebelumnya.
Apa yang anda ingin lakukan di Live performance anda sendiri?
Fun Fun Funtastic Funfair bagi saya tidak begitu terlihat seperti Live. Ini lebih seperti show performance dimana didalamnya ada tarian, nyanyian, bahkan saya juga memperlihatkan diri saya sebagai seiyuu. Jadi saya berharap pada Live berikutnya, saya berharap saya bisa mempertunjukan hal yang sama, dan saya ingin para fans untuk menantikannya 🙂
Apa perbedaan yang anda rasakan saat perform bersama sebuah group, dibandingkan dengan perform sendiri? Adakah perbedaan yang signifikan?
Tentunya di dalam group, ada banyak sekali member. Semuanya bisa saling membantu dan semuanya saling memikirkan segalanya bersama. Saya dapat membayangkan diri saya selalu berkata “Saya akan memberikan terbaik agar tidak mengecewakan yang lainnya”. Saya juga tidak terlalu baik dalam segment berbicara dari performance tersebut, jadi dengan adanya member yang lainnya, mereka akan membantu saya dan saya sangat berterimakasih. Jadi saya sengat senang telah mendapatkan support dari member-member yang ada saat perform bersama dalam group.
Waktu solo, saya mengatakan pada diri saya sendri “Saya harus bisa menyelesaikan ini semua. Saya harus tetap kuat karena tidak ada yang bisa membantu saya” sehingga saya lebih percaya diri. Namun saya merasakan bahwa ini juga sangat menyenangkan karena semua orang memfokuskan perhatiannya pada saya sendiri. Inilah perbedaan yang saya temukan dari keduanya.
Jika anda tidak menjadi seorang seiyuu ataupun penyanyi, karir apakah yang mungkin akan anda tempuh?
Jika saya tidak menjadi seorang seiyuu, penyanyi, penari, ataupun seorang artis musikal, saya merasa sepertinya saya bisa menjadi seorang guru bahasa Inggris. Saya sebenarnya mengambil major dalam bahasa Inggris saat kuliah. Saya berharap suatu hari saya bisa melanjutkan studi saya dan menjadi guru bahasa Inggris.
Bisakah anda memberikan informasi lebih tentang Christmas Song anda yang akan datang?
Ini merupakan lagu natal pertama yang dapat saya nyanyikan, jadi saya benar-benar gembira tentang single ini. Saya merasa apabila fans dapat benar-benar menghubungkannya dengan natal, dan setiap saat natal, pastilah itu merupakan lagu Suzuko Mimori, “Happi Happi Christmas”. Jadi dari sini, saya merasa apabila lagu ini bisa menjadi representatif natal bagi para fans, ini menjadi sesuatu yang luar biasa. Saya juga menumpahkan segala perasaan saya dalam lagu ini. Saya merasa lagu ini sangat coock dengan atmosfir natal, dan saya berharap fans saya dimanapun, dapat mensupport saya untuk single ini.
Adakah harapan untuk diri anda sendiri dan fans untuk Natal ini?
Pada 30 Desember, sebenarnya ada suatu acara yang cukup besar berjudul “Kouhaku Uta Gassen“, sebuah acara Tahun Baru di Jepang. Untuk pertama kalinya μ's (Muse) akan tampil di acara tersebut. Saya berharap ini akan menjadi performance yang sukses. Saya juga berharap karir solo saya berkembang dengan baik, tidak bergantung dengan Muse saja. Saya berharap semuanya dapat berjalan dengan baik.
Siapakah artis favorit anda yang anda jadikan acuan? Dan siapakah yang ingin anda ajak berkolaborasi bersama?
Ada seorang penyanyi bernama Yuki, dari sebuah band yang cukup terkenal, Judy and Mary. Mereka menyanyikan “Sobakasu” untuk Rurouni Kenshin. Saya merasa bahwa Yuki itu sangat lucu. Dia tidak bisa digantikan dan saya benar-benar mendambakan dia. Saya rasa kalau saya bisa seperti Yuki-san, itu benar-benar sesuatu yang luar biasa.
Untuk berkolaborasi, Yuki sepertinya terlalu jauh dari jangkauan. Saya ingin mencoba sesuatu yang tidak mainstream. Bukan kolaborasi yang biasa terjadi sampai sekarang. Mungkin sesuatu seperti orkestra. Jika saya bisa berkolaborasi dengan orchest diluar sana, atau mungkin juga sebuah opera, ini bisa menjadi sesuatu yang indah.
Nah, itulah interview bersama dengan Suzuko Mimori atau yang juga disebut oleh fansnya, Mimorin. Pengisi suara dari Umi Sonoda ini masih terlihat cukup muda, dan semangatnya untuk menjadi lebih baik itu cukup besar. Tim kami pun menjadi lebih bersemangat saat mendengar Mimorin berinteraksi dengan kita dan juga motivasinya yang baik.
Suzuko Mimori merupakan salah satu artiste yang hadir dalam ANISONG Reboot yang merupakan acara puncak di AFASG2015, yaitu konser ANISONG. Bersama dengan beberapa voice actrees lainnya di dalam konsep P's Live, Mimori memberikan performance terbaiknya untuk para fans.
Sampai jumpa di interview berikutnya Gwiple!
Music
BALLISTIK BOYZ Gebrak Era Baru dengan EP “BLAST”, Ungkap Sisi Personal Tanpa Filter
BALLISTIK BOYZ from EXILE TRIBE resmi merilis EP terbaru mereka yang telah dinantikan, “BLAST”, tersedia di berbagai platform musik digital terkemuka. Dirilis secara digital lebih awal pada 11 September lalu, rilisan terbaru grup beranggotakan tujuh personel ini menandai langkah penting dalam perjalanan mereka, memperlihatkan sisi paling jujur, membumi, dan menyentuh sejauh ini.
Setelah mengangkat kisah cinta yang dewasa dan penuh gairah lewat EP “BEAT” pada April lalu, mereka kini beralih dari idealisasi ke kenyataan hidup tanpa filter dengan “BLAST”. Penuh lirik yang jujur dan musik yang energik, EP ini menceritakan konflik batin, upaya kerja keras, serta kegigihan menempuh perjalanan panjang dalam mengejar mimpi. “BLAST” adalah anthem semangat kebersamaan dan pantang menyerah, merayakan ikatan yang terbentuk dari dukungan satu sama lain serta tekad untuk kembali bangkit, setelah berapa kali pun terjatuh.

Ballistik Boyz Gebrak Era Baru Dengan Ep “blast”, Ungkap Sisi Personal Tanpa Filter
Lagu utama di EP “BLAST”, berjudul “Too Good To End”, membawa pesan kuat: “karena segala sesuatu akan berakhir, kita memberikan yang terbaik untuk hari ini.” Ditulis oleh Kenya Fujita, sahabat dekat para personel, lagu ini mengeksplorasi keseimbangan antara waktu yang terbatas dan kemungkinan yang tak terbatas, sekaligus merayakan ikatan persahabatan. Menjelang akhir lagu, penggalan “Our Place” menegaskan bahwa perjalanan grup ini matang berkat cerita yang mereka bangun bersama semua orang yang mendampingi mereka. BALLY’S (sebutan akrab fans BALLISTIK BOYZ) dapat melihat pesan tersebut dalam video musiknya, yang menampilkan para personel tulus menjadi diri sendiri, bercanda gurau, dan menikmati kebersamaan yang menunjukkan ikatan mereka.
Evolusi tersebut melanjutkan perjalanan BALLISTIK BOYZ yang diawali dengan album debut bersejarah, yang berhasil meraih posisi pertama di berbagai chart musik. Mulai dari menjalani aktivitas selama enam bulan di Thailand, berkolaborasi dengan musisi Asia Tenggara, hingga tampil di festival terkemuka dan menggelar tur regional, BALLISTIK BOYZ terus memperkuat jejak mereka sebagai salah satu nama besar di panggung musik internasional.
Menggambarkan inti dari EP ini, personel RYUSEI KAINUMA mengungkapkan:
“Menurut saya, EP ini memiliki nuansa yang benar-benar berbeda dari rilisan kami sebelumnya, ‘BEAT’. Saya merasa ‘BEAT’ menunjukkan keunggulan kami, tapi kali ini kami benar-benar tampil apa adanya. EP ini menceritakan kisah kami, perjalanan yang kami lalui bersama lewat persahabatan, semangat masa muda, dan berbagai tantangan yang kami hadapi. Saya rasa EP ini sangat menggambarkan diri kami dalam keseharian dan semua yang sudah kami bangun bersama sampai saat ini. Karena itu, karya ini berasa sangat mewakili BALLISTIK BOYZ.”
Melanjutkan momentum tur BALLISTIK BOYZ LIVE TOUR 2026 “BEAT BLAST Z” di Jepang serta single “Do Don PA!!” Juli lalu, “BLAST” menjadi langkah besar selanjutnya bagi BALLISTIK BOYZ dalam memperluas jangkauan global mereka.
Dengarkan “BLAST” sekarang di berbagai digital streaming platform terkemuka.
Music
Bintang J-POP Muda LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON Siap Unjuk Talenta di Panggung Dunia Lewat Music Matters Live 2026
Dua grup J-POP yang tengah naik daun, LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON, siap membawa musik dan energi mereka ke Music Matters Live 2026 di Singapura. Kedua grup bagian dari NEO EXILE, kolektif generasi baru LDH JAPAN, tersebut akan meramaikan acara yang beriringan dengan konferensi All That Matters pada 2 – 7 Oktober 2026. Mereka akan tampil pada hari Sabtu, 3 Oktober, di Clarke Quay, menyuguhkan perpaduan musik, dance, dan budaya pop Jepang terkini kepada fans internasional serta pakar industri musik dunia.
Music Matters Live, pilar musik dari All That Matters, merupakan salah satu ajang internasional terkemuka yang menghubungkan industri musik Asia Pasifik dengan panggung dunia. Acara tersebut mempertemukan para pemimpin industri, profesional musik, dan musisi yang tengah naik daun dari berbagai negara melalui sesi konferensi serta serangkaian live showcase untuk memperkenalkan talenta musik generasi berikutnya.
Seiring dengan perkembangan J-POP dalam menjangkau lebih banyak pendengar internasional melalui platform streaming, media sosial, serta eksplorasi lintas genre, mulai dari hip-hop, R&B, hingga musik dance, NEO EXILE hadir mewakili generasi baru industri hiburan Jepang yang merangkul budaya kontemporer global, sembari tetap mempertahankan ciri khas pop Jepang.

Bintang J Pop Muda Lil League Dan Kid Phenomenon Siap Unjuk Talenta Di Panggung Dunia Lewat Music Matters Live 2026
LIL LEAGUE merupakan pemenang audisi bergengsi LDH, “iCON Z ~Dreams For Children~”, yang diikuti sekitar 48.000 peserta. Mereka dengan cepat menempatkan diri sebagai salah satu grup J-POP generasi baru yang paling menjanjikan. Dikenal lewat aksi panggung penuh energi, vokal powerful, rap, dan koreografi dinamis, grup beranggotakan enam personel ini terus memperluas kehadiran mereka di luar Jepang. Setelah serangkaian penampilan di Japan Expo Thailand 2026, NIPPON HAKU BANGKOK pada 2025 dan 2026, serta SUPERFLUID, salah satu festival musik Songkran terbesar, LIL LEAGUE terus mengembangkan fans internasional mereka. Setelah kesuksesan lagu debut “Hunter” dan single terbaru “Boku Wo Sagashiteta”, penampilan di Music Matters Live menjadi langkah penting untuk membawa musik dan aksi panggung mereka kepada penonton di berbagai seluruh dunia.
Sementara itu, KID PHENOMENON hadir dengan identitas khas “TOKYO NEO POP”, yang memadukan kultur jalanan, fashion, dance, dan musik pop Tokyo dengan nuansa futuristis. Kesuksesan rilisan seperti “Existence” serta rilisan terbaru “KIDS” menampilkan gaya performa energik dan keunikan grup beranggotakan tujuh personel ini. Daya tarik internasional mereka terus berkembang, dengan penampilan di SXSW, Amerika Serikat, pada Maret 2026 lalu, serta menerima undangan untuk tampil di festival dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Meksiko. Berbagai kesempatan tersebut semakin mengukuhkan kehadiran mereka sebagai generasi baru musisi yang turut membawa budaya Tokyo masa kini ke panggung dunia.

Bintang J Pop Muda Lil League Dan Kid Phenomenon Siap Unjuk Talenta Di Panggung Dunia Lewat Music Matters Live 2026
Mengikuti jejak PSYCHIC FEVER dan WOLF HOWL HARMONY, sesama artis LDH JAPAN yang tahun lalu tampil di Music Matters Live 2025, LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON akan melanjutkan langkah LDH JAPAN dalam memperkenalkan talenta generasi baru Jepang kepada fans di Asia dan selebihnya.
Berbicara tentang penampilan perdana mereka di Music Matters Live, LIL LEAGUE mengungkapkan: “Kami senang sekali bisa tampil untuk pertama kalinya di Music Matters Live, Singapura, bersama KID PHENOMENON. Melalui musik, dance, dan rap, kami ingin menyalurkan energi kami berenam dan menghadirkan penampilan yang bisa dinikmati melampaui perbedaan bahasa. Dengan bangga mewakili generasi baru musisi Jepang, kami akan berusaha sekeras mungkin agar fans di Asia dan seluruh dunia bisa mengenal LIL LEAGUE.”
KID PHENOMENON menambahkan: “Kami sangat antusias untuk memperkenalkan musik, penampilan, dan konsep ‘TOKYO NEO POP’ kami kepada penonton di Singapura. Lewat musik, dance, dan fashion, kami mengekspresikan budaya baru yang muncul dari skena Tokyo kontemporer. Kami berharap semua penonton, termasuk yang baru pertama kali mengenal kami, bisa merasakan energi kami bertujuh dan keunikan masing-masing member melalui penampilan ini, melampaui perbedaan bahasa dan budaya. Bersama LIL LEAGUE, teman kami di kolektif NEO EXILE, kami ingin memperkenalkan generasi baru Jepang dan membangun koneksi baru, dari Singapura ke seluruh Asia dan dunia.”
Saat para profesional industri musik dari berbagai negara berkumpul di Music Matters Live untuk menemukan musisi yang akan membentuk masa depan musik, LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON hadir pada momen penting dalam perjalanan internasional mereka. Penampilan perdana mereka di Singapura akan memperkenalkan dua karakter unik dari NEO EXILE, sekaligus menegaskan komitmen LDH JAPAN untuk membawa generasi baru musisi Jepang kepada pendengar global.
Bagi LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON, panggung Clarke Quay kali ini membuka babak baru bagi mereka, yang dimulai dari Singapura dengan tujuan ke seluruh dunia.
Entertainment
Akemi ID Hadirkan Dua Member Baru, Ochi dan Mika Sebagai Bagian dari Regenerasi Grup
www.gwigwi.com – Jakarta, Agustus 2026 — Independent girl group asal Jakarta, Akemi ID, mengumumkan perubahan dalam susunan member sekaligus memperkenalkan dua wajah baru yang akan melanjutkan perjalanan grup.
Sebelumnya, Manajemen Akemi ID telah memutuskan untuk mengakhiri status keanggotaan Aiko sebagai Member Akemi ID setelah melalui proses evaluasi dan komunikasi bersama Manajemen. Keputusan tersebut menjadi bagian dari dinamika dan perkembangan Akemi ID dalam menjaga komitmen serta profesionalisme seluruh member.
Di tengah perubahan tersebut, Akemi ID kini menyambut dua member baru, Ochi dan Mika, yang diharapkan dapat memberikan warna baru dalam perjalanan grup ke depannya.
Ochi Kembali Bergabung dengan Akemi ID
Ochi bukanlah nama baru bagi Akemi ID. Ia merupakan mantan member Akemi yang kini kembali bergabung sebagai bagian dari perjalanan baru grup. Ochi secara resmi diperkenalkan kembali sebagai Member Akemi ID dalam penampilan di Indonesia Designer Art-Toys Expo Vol. 4 pada 9 Agustus 2026.
Dalam formasi barunya, Ochi akan membawa identitas warna orange dengan branding bunga orange marigold.
Kembalinya Ochi diharapkan dapat memperkuat dinamika internal maupun penampilan Akemi ID, khususnya melalui kemampuan public speaking yang dimilikinya.
Mika Resmi Naik Menjadi Member Akemi ID
Sementara itu, Mika merupakan trainee yang telah menjalani proses latihan bersama Akemi ID sejak Desember 2025. Setelah melalui proses pengembangan dan evaluasi sebagai trainee, Mika akhirnya resmi bergabung sebagai Member Akemi ID dan diperkenalkan kepada publik dalam event School of Rock pada 17 Agustus 2026.
Mika akan membawa identitas warna white dengan branding bunga white jasmine.
Dengan karakter vokalnya yang memiliki suara merdu, Mika diharapkan dapat memberikan warna tambahan bagi musik dan penampilan Akemi ID.
Menyambut Babak Baru Akemi ID
Dengan bergabungnya Ochi dan Mika, Akemi ID memasuki fase baru dalam perjalanan grup. Keduanya membawa karakter dan kemampuan yang berbeda, namun diharapkan dapat saling melengkapi dengan member Akemi ID lainnya.
“Kami berharap kehadiran Ochi dan Mika bisa memberikan warna baru untuk Akemi ID. Ochi dengan kemampuan public speaking-nya, dan Mika dengan karakter vokalnya, tentunya akan menjadi tambahan yang menarik untuk perkembangan Akemi ke depan,” ujar Manajemen Akemi ID.
Sebagai independent girl group yang telah aktif sejak 2018 dan memiliki pengalaman tampil di berbagai panggung, Akemi ID akan terus mengembangkan karya, pertunjukan, serta program-programnya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi para penggemar.
Kehadiran Ochi dan Mika menjadi bagian dari langkah Akemi ID untuk terus bertumbuh dan memasuki babak baru dengan semangat serta warna yang baru.
Akemi Operation Team
AKEMI ID

Kontak Akemi
Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/
Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id
TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id
Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756
Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01
Whatsapp: 08551614433
-
News4 weeks agoSophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
-
News3 weeks agoGabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
-
News3 weeks agoKreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
-
Smartphone4 weeks agoBebas Drama Pas Mabar! Ini Rahasia Gaming Seru Bebas Suntuk Bareng POCO C81 Pro
-
TV & Movies4 weeks agoKolaborasi Spesial SEGA dan Netflix: Film Adaptasi Game Legendaris “Crazy Taxi” Resmi Digarap!
-
TV & Movies3 weeks agoREVIEW FILM VERITY, MENGUNGKAP SISI GELAP PENULIS TERSOHOR
-
TV & Movies3 weeks agoJangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Forgotten Island, Animasi DreamWorks Berlatar Mitologi Filipina









