Music
Interview Lia, Apabila Saya Tidak Mengangkat Telfon Saat Itu, Mungkin Saya Tidak Disini Sekarang
GwiGwi.com – Lia adalah salah satu penyanyi ANISONG yang bisa dibilang cukup senior. Pengalaman yang dimilikinya benar-benar luar biasa, dan awal karirnya bermula karena sesuatu yang menarik. Kali ini Tim GwiGwi berkesempatan menginterview Lia di Festival terbesar di Asia Tenggara, Anime Festival Asia Singapore 2015! Yuk langsung disimak!
“It's recording already :D” – Lia
Anda sudah aktif sebagai penyanyi selama 15 tahun. Bagaimana perasaan anda sejauh ini berhasil melanjutkan karir anda sebaik ini dan bisakah beri tahu tentang rencana anda di masa depan?
Sebuah kehormatan bagi saya untuk bisa menyanyi selama ini. Saya benar-benar mengapresiasi semua dukungan dari fans di seluruh dunia,dan ini pertama kalinya saya ke Singapura, saya benar-benar senang untuk bisa berada disini dan berkesempatan untuk menyanyi di luar negri. Sebenarnya ini merupakan pertama kalinya saya bernyanyi di festival animasi di luar negri, kedepannya saya berharap untuk bisa berkesempatan untuk menyanyi di negara lain juga. Tolong undang saya yah dimanapun 😀
Sekarang anda banyak sekali menyanyikan lagu untuk Key Animation. Bagaimana perbedaannya menurut anda?
Perbedaannya yah, genrenya berbeda dan menurut saya suara saya lebih cocok untuk lagu di suatu animasi. Ini benar-benar sebuah tantangan untuk menyanyikan genre yang berbeda, dan saya sangat suka mencoba hal-hal baru, jadi saya tertarik untuk mencoba hal-hal yang lain sebanyak mungkin. Menurut saya ini menyenangkan.
Anda sudah banyak berkolaborasi dengan Jun Maeda. Apa yang anda alami selama bekerja dengannya?
Pertama kali saya bertemu dia itu di Osaka di sebuah studio visual arts, dan dia merupakan orang yang benar-benar pendiam. Dengan rambutnya yang panjang, menutupi matanya, tinggi, seperti sebuah bayangan yang tinggi. Saya merekam lagu pertama bersamanya yang berjudul “Natsukage” / “Nostalgia“, dan saya bertanya “Bagaimana anda ingin saya menyanyikannya?” dia berkata “Mungkin seperti suara soprano, seperti anak laki-laki menyanyi” dengan suara yang pelan. Lalu saya membalas “oke … “. Komunikasinya sedikit sulit pada awalnya karena dia sedikit pemalu, namun sekarang dia mulai lebih mudah bergaul, dan menurut saya ini benar-benar luar biasa karena dia benar-benar berubah. Sekarang dia mulai berbicara kepada media, bahkan bernyanyi dan bermain gitar pada sebuah Live, jadi menurut saya itu benar-benar perubahan yang besar. Dia sudah berubah (kearah yang baik) karena dia sudah mulai terbuka pada dunia. Tapi dia benar-benar orang yang sangat baik.
Apakah anda memiliki rencana untuk bekerja kembali dengan Jun Maeda di masa depan?
Well, ini tergantung dia (Jun Maeda) sih. Saya berharap dia punya sesuatu untuk saya lagi, dimana Charlotte, dia ingin saya menyanyikan Opening-nya benar-benar membuat saya terkejut karena saya benar-benar merasa terhormat karena diberikan kesempatan untuk menyanyi di projeknya lagi. Saya berharap dia akan mengajak saya lagi suatu saat di masa depan.
Bagaimana perasaan anda saat anda diberitahu bahwa anda diikutsertakan dalam project Charlotte ini?
Saya benar-benar terkejut dan saya merasa benar-benar terhormat untuk bisa diikutsertakan. Sekarang banyak sekali artist yang bermunculan di Jepang. Saya merupakan salah satu “Generasi Tua” sekarang. Namun Maeda-san meminta saya untuk menyanyikan lagu di Charlotte ini dan saya sangat senang dan terkejut.
Lagu manakah dari Key yang benar-benar memberikan kesan kepada anda?
Wah ini benar-benar sulit. Lagu pertama yang saya nyanyikan adalah “Tori no Uta” dan ini benar-benar sulit dalam proses rekamannya. Ini berlangsung di Los Angeles, California. Saya dulu tinggal di situ, dan disanalah saya mendapatkan telfon, apakah saya ingin bernyanyi untuk Key. Saat itu saya tidak tahu apa-apa tentang Key, namun saya bilang ya, lalu saya menyanyikan 3 lagu dalam 2 hari. Tori no Uta punya banyak sekali chorus seperti harmoni dan lainnya, jadi saya harus menyanyikannya berkali-kali dan saya hampir menangis karena saya berpikir “Saya tidak bisa melakukannya lagi”. Namun karena bantuan dari staff dan yang lainnya, saya berhasil menyelesaikannya. Saya benar-benar tidak membayangkan bahwa saya bisa sepopuler ini. Sekarang orang-orang di dunia mengenal Tori no Uta, dan Lia sebagai penyanyinya. Saya benar-benar bersyukur saya melakukan rekaman itu dan saya tidak akan berada disini tanpa kejadian itu. Jadi Tori no Uta adalah lagu yang paling mengejutkan untuk saya.
Sekarang anda sudah berkeluarga dan sudah memiliki anak perempuan. Bagaimana anda mengatur antara pekerjaan dan keluarga?
Ini benar-benar sulit. Saya sekarang memiliki 2 anak, 1 berusia 5 tahun (anak perempuan) dan 1 lagi berusia 2 tahun (anak laki-laki). Yang berusia laki-laki benar-benar “gila (crazy)” seperti monster kecil. Memang sulit mengatur keduanya disaat yang bersamaan, jadi saya mencoba untuk berkonsentrasi 1 per 1. Saat ini, saya hanya berfokus pada menyanyi (untuk AFASG) jadi sekarang saya adalah Lia, dan saat saya dirumah saya adalah “Mommy“, saya merasa seperti orang yang berbeda. Saya minta maaf pada anak-anak saya (hehe..) tapi saat ini saya melupakan keadaan menjadi seorang ibu, karena kalau tidak semuanya bisa “kacau”. Sulit untuk melakukannya bersamaan, jadi saat ini saya sedang menukar pikiran saya (switched my mind).
Apa yang mendorong anda untuk menjadi seorang artist?
Memiliki fans, bertemu fans, selalu menginspirasi saya, karena ternyata banyak orang diluar disana yang mau mendengarkan lagu saya dan jika tidak ada satupun, mungkin saya berpikir saya hanya bernyanyi untuk senang-senang saja. Namun karena ada fans yang menyukai lagu saya, itu membuat saya ingin untuk tetap bernyanyi.
Seperti yang anda bilang sebelumnya, anda suka mencoba banyak hal, dan saat ini sudah bekerja untuk banyak produksi anime. Apakah aspek yang paling penting dari sebuah theme song?
Animasi memiliki cerita yang menarik. Saat menyanyi yang saya pikirkan adalah semoga saya tidak mendorong diri saya kedalam musik. Saya mendengarkan apa kata produsernya, penulisnya terhadap musik itu dan saya akan berusaha menyesuaikan untuk musiknya. Mencoba membuat lagu itu “Lia banget” namun juga saya memberikan effort sebesar mungkin agar sesuai dengan dunia anime itu sendiri (contohnya maeda saya sebut “Maeda World” karena dia seperti memiliki dunianya sendiri) sehingga saya ingin membuatnya seperti sebuah lukisan dimana produser awalnya membuat dalam hitam putih, lalu saya beri warna melalui suara saya. Jadi inilah effort yang saya berikan sebaik mungkin.
Anda juga sudah memberikan suara anda kepada sebuah vocaloid yaitu IA. Apa yang menginspirasi anda untuk melakukan itu dan apakah pendapat anda tentang Vocaloid?
Awalnya, Presiden dari perusahaan manajemen saya (dia merupakan manager pertama saya), menawarkan saya setelah saya memilki anak pertama saya, apakah saya mau membuat sebuah vocaloid setelah dirinya mengetahui tentang keberadaan vocaloid. Lalu saya jawab tidak. Saya tidak ingin ada yang “seperti saya” karena saya disini. Lalu dia berkata “Ya, sekarang kan kamu sudah punya anak, dan mungkin ingin istirahat kan?” dalam sekejap saya membalas “Ya!“. Dia menyinggung bahwa “Mungkin vocaloid bisa membantu kamu, karena saat kau tidak bekerja, dia (IA) bisa bekerja untukmu“. Kemudian saya berpikir mungkin itu ide yang bagus. Inilah awal sebenarnya dari IA. Sekarang, ini benar-benar berhasil. IA berada diluar sana bekerja, lalu saya dirumah, masak dan segalanya. Sekarangorang mengenal IA, namun banyak juga yang tidak tahu bahwa itu adalah suara saya, sehingga saya harus memberitahu mereka bahwa itu suara saya. Jadi, awalnya untuk saya cukup menakutkan untuk memiliki sebuah vocaloid karena mungkin dia bisa lebih populer daripada saya, mungkin orang akan melupakan saya. Namun saya sekarang menyadari bahwa ada keseimbangan antara kami berdua. Dan saya diberikan dukungan dari presiden saya bahwa “Tidak akan ada yang bisa mengalahkan Lia yang sesungguhnya” jadi saya mempercayai kata-katanya sehingga terlahirlah vocaloid ini. Semoga orang mencintai saya dan juga mencintai vocaloid (IA).
Apakah ada lagu dari IA yang anda favoritkan?
Tahun ini IA mengadakan konser di Jepang, dan dia menyanyikan lagu baru berjudul “Diamond Days“, saat saya mendengarkannya, saya mengakui bahwa itu benar-benar lagu yang bagus. Saya berpikir mungkin saya akan meng-cover lagu IA ini.
Bisakah ceritakan masa anda di Los Angeles dan apakah ada moment yang tak terlupakan?
Saya bersekolah di Boston, dan saya lulus dari major dalam performance, profesional music, dan saat itu juga saya pindah ke Los Angeles. Karena saya memiliki ijin visa selama 1 tahun, saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda disana dan disitu saya merekam demo saya. Menulis, merekam dan segalanya di sebuah studio. Studio itu modelnya home studio yang dimiliki oleh seorang teman saya dari sekolah. Kemudian saya ditelfon oleh Key dimana mereka ingin menyewa studionya, bukan saya (hehe..), dan kemudian saya menerjemahkannya karena pemiliknya bukan orang Jepang, dan Key tidak berbicara bahasa Inggris, namun mereka ingin membawa penyanyi dari Jepang dan merekam di studio. Tapi itu dibatalkan, jadi mereka bertanya kepada saya apakah saya bisa bernyanyi untuk kami. Lalu saya membalas “Tapi kalian belum mendengarkan saya bernyanyi“. Mereka (Key) belum pernah mendengarkan saya menyanyi sebelumnya dan kemudian saya berpikir mungkin mereka kurang profesional karena menanyakan saya yang bahkan mereka belum pernah dengar. Saya mengirimkan rekaman yang saya lakukan di studio saat itu, kemudian mereka menyukainya, jadi itulah awal dari pekerjaan saya sekarang.
Sebenarnya ini adalah sebuah kejadian tak terduga saat saya mengangkat telfon. Saya tidak pernah berpikir bahwa itu yang akan mengarahkan saya ke sekarang ini, seperti Tori no Uta yang benar-benar sukses. Salah satu sepupu saya mengetahui Tori no Uta, dan ia terkejut saat diberitahukan bahwa itu saya. Saya berfikir mungkin saya cukup terkenal haha.. Jadi yah, itulah yang membuat saya sekarang.
Pembawaan Lia saat di interview benar-benar menyenangkan. Dengan senyuman dan tawanya yang cukup lepas, membuat suasana interview pun tidak tegang. Hal yang mengejutkan bagi kita kayanya adalah suatu kejadian yang tidak disengaja bisa membuat Lia sesukses ini loh Gwiple! Sukses selalu yah Lia!
See you on next interview!
Music
BALLISTIK BOYZ Gebrak Era Baru dengan EP “BLAST”, Ungkap Sisi Personal Tanpa Filter
BALLISTIK BOYZ from EXILE TRIBE resmi merilis EP terbaru mereka yang telah dinantikan, “BLAST”, tersedia di berbagai platform musik digital terkemuka. Dirilis secara digital lebih awal pada 11 September lalu, rilisan terbaru grup beranggotakan tujuh personel ini menandai langkah penting dalam perjalanan mereka, memperlihatkan sisi paling jujur, membumi, dan menyentuh sejauh ini.
Setelah mengangkat kisah cinta yang dewasa dan penuh gairah lewat EP “BEAT” pada April lalu, mereka kini beralih dari idealisasi ke kenyataan hidup tanpa filter dengan “BLAST”. Penuh lirik yang jujur dan musik yang energik, EP ini menceritakan konflik batin, upaya kerja keras, serta kegigihan menempuh perjalanan panjang dalam mengejar mimpi. “BLAST” adalah anthem semangat kebersamaan dan pantang menyerah, merayakan ikatan yang terbentuk dari dukungan satu sama lain serta tekad untuk kembali bangkit, setelah berapa kali pun terjatuh.

Ballistik Boyz Gebrak Era Baru Dengan Ep “blast”, Ungkap Sisi Personal Tanpa Filter
Lagu utama di EP “BLAST”, berjudul “Too Good To End”, membawa pesan kuat: “karena segala sesuatu akan berakhir, kita memberikan yang terbaik untuk hari ini.” Ditulis oleh Kenya Fujita, sahabat dekat para personel, lagu ini mengeksplorasi keseimbangan antara waktu yang terbatas dan kemungkinan yang tak terbatas, sekaligus merayakan ikatan persahabatan. Menjelang akhir lagu, penggalan “Our Place” menegaskan bahwa perjalanan grup ini matang berkat cerita yang mereka bangun bersama semua orang yang mendampingi mereka. BALLY’S (sebutan akrab fans BALLISTIK BOYZ) dapat melihat pesan tersebut dalam video musiknya, yang menampilkan para personel tulus menjadi diri sendiri, bercanda gurau, dan menikmati kebersamaan yang menunjukkan ikatan mereka.
Evolusi tersebut melanjutkan perjalanan BALLISTIK BOYZ yang diawali dengan album debut bersejarah, yang berhasil meraih posisi pertama di berbagai chart musik. Mulai dari menjalani aktivitas selama enam bulan di Thailand, berkolaborasi dengan musisi Asia Tenggara, hingga tampil di festival terkemuka dan menggelar tur regional, BALLISTIK BOYZ terus memperkuat jejak mereka sebagai salah satu nama besar di panggung musik internasional.
Menggambarkan inti dari EP ini, personel RYUSEI KAINUMA mengungkapkan:
“Menurut saya, EP ini memiliki nuansa yang benar-benar berbeda dari rilisan kami sebelumnya, ‘BEAT’. Saya merasa ‘BEAT’ menunjukkan keunggulan kami, tapi kali ini kami benar-benar tampil apa adanya. EP ini menceritakan kisah kami, perjalanan yang kami lalui bersama lewat persahabatan, semangat masa muda, dan berbagai tantangan yang kami hadapi. Saya rasa EP ini sangat menggambarkan diri kami dalam keseharian dan semua yang sudah kami bangun bersama sampai saat ini. Karena itu, karya ini berasa sangat mewakili BALLISTIK BOYZ.”
Melanjutkan momentum tur BALLISTIK BOYZ LIVE TOUR 2026 “BEAT BLAST Z” di Jepang serta single “Do Don PA!!” Juli lalu, “BLAST” menjadi langkah besar selanjutnya bagi BALLISTIK BOYZ dalam memperluas jangkauan global mereka.
Dengarkan “BLAST” sekarang di berbagai digital streaming platform terkemuka.
Music
Bintang J-POP Muda LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON Siap Unjuk Talenta di Panggung Dunia Lewat Music Matters Live 2026
Dua grup J-POP yang tengah naik daun, LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON, siap membawa musik dan energi mereka ke Music Matters Live 2026 di Singapura. Kedua grup bagian dari NEO EXILE, kolektif generasi baru LDH JAPAN, tersebut akan meramaikan acara yang beriringan dengan konferensi All That Matters pada 2 – 7 Oktober 2026. Mereka akan tampil pada hari Sabtu, 3 Oktober, di Clarke Quay, menyuguhkan perpaduan musik, dance, dan budaya pop Jepang terkini kepada fans internasional serta pakar industri musik dunia.
Music Matters Live, pilar musik dari All That Matters, merupakan salah satu ajang internasional terkemuka yang menghubungkan industri musik Asia Pasifik dengan panggung dunia. Acara tersebut mempertemukan para pemimpin industri, profesional musik, dan musisi yang tengah naik daun dari berbagai negara melalui sesi konferensi serta serangkaian live showcase untuk memperkenalkan talenta musik generasi berikutnya.
Seiring dengan perkembangan J-POP dalam menjangkau lebih banyak pendengar internasional melalui platform streaming, media sosial, serta eksplorasi lintas genre, mulai dari hip-hop, R&B, hingga musik dance, NEO EXILE hadir mewakili generasi baru industri hiburan Jepang yang merangkul budaya kontemporer global, sembari tetap mempertahankan ciri khas pop Jepang.

Bintang J Pop Muda Lil League Dan Kid Phenomenon Siap Unjuk Talenta Di Panggung Dunia Lewat Music Matters Live 2026
LIL LEAGUE merupakan pemenang audisi bergengsi LDH, “iCON Z ~Dreams For Children~”, yang diikuti sekitar 48.000 peserta. Mereka dengan cepat menempatkan diri sebagai salah satu grup J-POP generasi baru yang paling menjanjikan. Dikenal lewat aksi panggung penuh energi, vokal powerful, rap, dan koreografi dinamis, grup beranggotakan enam personel ini terus memperluas kehadiran mereka di luar Jepang. Setelah serangkaian penampilan di Japan Expo Thailand 2026, NIPPON HAKU BANGKOK pada 2025 dan 2026, serta SUPERFLUID, salah satu festival musik Songkran terbesar, LIL LEAGUE terus mengembangkan fans internasional mereka. Setelah kesuksesan lagu debut “Hunter” dan single terbaru “Boku Wo Sagashiteta”, penampilan di Music Matters Live menjadi langkah penting untuk membawa musik dan aksi panggung mereka kepada penonton di berbagai seluruh dunia.
Sementara itu, KID PHENOMENON hadir dengan identitas khas “TOKYO NEO POP”, yang memadukan kultur jalanan, fashion, dance, dan musik pop Tokyo dengan nuansa futuristis. Kesuksesan rilisan seperti “Existence” serta rilisan terbaru “KIDS” menampilkan gaya performa energik dan keunikan grup beranggotakan tujuh personel ini. Daya tarik internasional mereka terus berkembang, dengan penampilan di SXSW, Amerika Serikat, pada Maret 2026 lalu, serta menerima undangan untuk tampil di festival dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Meksiko. Berbagai kesempatan tersebut semakin mengukuhkan kehadiran mereka sebagai generasi baru musisi yang turut membawa budaya Tokyo masa kini ke panggung dunia.

Bintang J Pop Muda Lil League Dan Kid Phenomenon Siap Unjuk Talenta Di Panggung Dunia Lewat Music Matters Live 2026
Mengikuti jejak PSYCHIC FEVER dan WOLF HOWL HARMONY, sesama artis LDH JAPAN yang tahun lalu tampil di Music Matters Live 2025, LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON akan melanjutkan langkah LDH JAPAN dalam memperkenalkan talenta generasi baru Jepang kepada fans di Asia dan selebihnya.
Berbicara tentang penampilan perdana mereka di Music Matters Live, LIL LEAGUE mengungkapkan: “Kami senang sekali bisa tampil untuk pertama kalinya di Music Matters Live, Singapura, bersama KID PHENOMENON. Melalui musik, dance, dan rap, kami ingin menyalurkan energi kami berenam dan menghadirkan penampilan yang bisa dinikmati melampaui perbedaan bahasa. Dengan bangga mewakili generasi baru musisi Jepang, kami akan berusaha sekeras mungkin agar fans di Asia dan seluruh dunia bisa mengenal LIL LEAGUE.”
KID PHENOMENON menambahkan: “Kami sangat antusias untuk memperkenalkan musik, penampilan, dan konsep ‘TOKYO NEO POP’ kami kepada penonton di Singapura. Lewat musik, dance, dan fashion, kami mengekspresikan budaya baru yang muncul dari skena Tokyo kontemporer. Kami berharap semua penonton, termasuk yang baru pertama kali mengenal kami, bisa merasakan energi kami bertujuh dan keunikan masing-masing member melalui penampilan ini, melampaui perbedaan bahasa dan budaya. Bersama LIL LEAGUE, teman kami di kolektif NEO EXILE, kami ingin memperkenalkan generasi baru Jepang dan membangun koneksi baru, dari Singapura ke seluruh Asia dan dunia.”
Saat para profesional industri musik dari berbagai negara berkumpul di Music Matters Live untuk menemukan musisi yang akan membentuk masa depan musik, LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON hadir pada momen penting dalam perjalanan internasional mereka. Penampilan perdana mereka di Singapura akan memperkenalkan dua karakter unik dari NEO EXILE, sekaligus menegaskan komitmen LDH JAPAN untuk membawa generasi baru musisi Jepang kepada pendengar global.
Bagi LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON, panggung Clarke Quay kali ini membuka babak baru bagi mereka, yang dimulai dari Singapura dengan tujuan ke seluruh dunia.
Entertainment
Akemi ID Hadirkan Dua Member Baru, Ochi dan Mika Sebagai Bagian dari Regenerasi Grup
www.gwigwi.com – Jakarta, Agustus 2026 — Independent girl group asal Jakarta, Akemi ID, mengumumkan perubahan dalam susunan member sekaligus memperkenalkan dua wajah baru yang akan melanjutkan perjalanan grup.
Sebelumnya, Manajemen Akemi ID telah memutuskan untuk mengakhiri status keanggotaan Aiko sebagai Member Akemi ID setelah melalui proses evaluasi dan komunikasi bersama Manajemen. Keputusan tersebut menjadi bagian dari dinamika dan perkembangan Akemi ID dalam menjaga komitmen serta profesionalisme seluruh member.
Di tengah perubahan tersebut, Akemi ID kini menyambut dua member baru, Ochi dan Mika, yang diharapkan dapat memberikan warna baru dalam perjalanan grup ke depannya.
Ochi Kembali Bergabung dengan Akemi ID
Ochi bukanlah nama baru bagi Akemi ID. Ia merupakan mantan member Akemi yang kini kembali bergabung sebagai bagian dari perjalanan baru grup. Ochi secara resmi diperkenalkan kembali sebagai Member Akemi ID dalam penampilan di Indonesia Designer Art-Toys Expo Vol. 4 pada 9 Agustus 2026.
Dalam formasi barunya, Ochi akan membawa identitas warna orange dengan branding bunga orange marigold.
Kembalinya Ochi diharapkan dapat memperkuat dinamika internal maupun penampilan Akemi ID, khususnya melalui kemampuan public speaking yang dimilikinya.
Mika Resmi Naik Menjadi Member Akemi ID
Sementara itu, Mika merupakan trainee yang telah menjalani proses latihan bersama Akemi ID sejak Desember 2025. Setelah melalui proses pengembangan dan evaluasi sebagai trainee, Mika akhirnya resmi bergabung sebagai Member Akemi ID dan diperkenalkan kepada publik dalam event School of Rock pada 17 Agustus 2026.
Mika akan membawa identitas warna white dengan branding bunga white jasmine.
Dengan karakter vokalnya yang memiliki suara merdu, Mika diharapkan dapat memberikan warna tambahan bagi musik dan penampilan Akemi ID.
Menyambut Babak Baru Akemi ID
Dengan bergabungnya Ochi dan Mika, Akemi ID memasuki fase baru dalam perjalanan grup. Keduanya membawa karakter dan kemampuan yang berbeda, namun diharapkan dapat saling melengkapi dengan member Akemi ID lainnya.
“Kami berharap kehadiran Ochi dan Mika bisa memberikan warna baru untuk Akemi ID. Ochi dengan kemampuan public speaking-nya, dan Mika dengan karakter vokalnya, tentunya akan menjadi tambahan yang menarik untuk perkembangan Akemi ke depan,” ujar Manajemen Akemi ID.
Sebagai independent girl group yang telah aktif sejak 2018 dan memiliki pengalaman tampil di berbagai panggung, Akemi ID akan terus mengembangkan karya, pertunjukan, serta program-programnya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi para penggemar.
Kehadiran Ochi dan Mika menjadi bagian dari langkah Akemi ID untuk terus bertumbuh dan memasuki babak baru dengan semangat serta warna yang baru.
Akemi Operation Team
AKEMI ID

Kontak Akemi
Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/
Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id
TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id
Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756
Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01
Whatsapp: 08551614433
-
News4 weeks agoSophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
-
News3 weeks agoGabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
-
News3 weeks agoKreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
-
Smartphone4 weeks agoBebas Drama Pas Mabar! Ini Rahasia Gaming Seru Bebas Suntuk Bareng POCO C81 Pro
-
TV & Movies4 weeks agoKolaborasi Spesial SEGA dan Netflix: Film Adaptasi Game Legendaris “Crazy Taxi” Resmi Digarap!
-
TV & Movies3 weeks agoREVIEW FILM VERITY, MENGUNGKAP SISI GELAP PENULIS TERSOHOR
-
TV & Movies3 weeks agoJangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Forgotten Island, Animasi DreamWorks Berlatar Mitologi Filipina









