Connect with us

Music

Interview Lia, Apabila Saya Tidak Mengangkat Telfon Saat Itu, Mungkin Saya Tidak Disini Sekarang

Published

on

GwiGwi.com – Lia adalah salah satu penyanyi ANISONG yang bisa dibilang cukup senior. Pengalaman yang dimilikinya benar-benar luar biasa, dan awal karirnya bermula karena sesuatu yang menarik. Kali ini Tim GwiGwi berkesempatan menginterview Lia di Festival terbesar di Asia Tenggara, Anime Festival Asia Singapore 2015! Yuk langsung disimak!

“It's recording already :D” – Lia

 Anda sudah aktif sebagai penyanyi selama 15 tahun. Bagaimana perasaan anda sejauh ini berhasil melanjutkan karir anda sebaik ini dan bisakah beri tahu tentang rencana anda di masa depan?

Sebuah kehormatan bagi saya untuk bisa menyanyi selama ini. Saya benar-benar mengapresiasi semua dukungan dari fans di seluruh dunia,dan ini pertama kalinya saya ke Singapura, saya benar-benar senang untuk bisa berada disini dan berkesempatan untuk menyanyi di luar negri. Sebenarnya ini merupakan pertama kalinya saya bernyanyi di festival animasi di luar negri, kedepannya saya berharap untuk bisa berkesempatan untuk menyanyi di negara lain juga. Tolong undang saya yah dimanapun 😀

maxresdefault

 Sekarang anda banyak sekali menyanyikan lagu untuk Key Animation. Bagaimana perbedaannya menurut anda?

Perbedaannya yah, genrenya berbeda dan menurut saya suara saya lebih cocok untuk lagu di suatu animasi. Ini benar-benar sebuah tantangan untuk menyanyikan genre yang berbeda, dan saya sangat suka mencoba hal-hal baru, jadi saya tertarik untuk mencoba hal-hal yang lain sebanyak mungkin. Menurut saya ini menyenangkan.

 Anda sudah banyak berkolaborasi dengan Jun Maeda. Apa yang anda alami selama bekerja dengannya?

Pertama kali saya bertemu dia itu di Osaka di sebuah studio visual arts, dan dia merupakan orang yang benar-benar pendiam. Dengan rambutnya yang panjang, menutupi matanya, tinggi, seperti sebuah bayangan yang tinggi. Saya merekam lagu pertama bersamanya yang berjudul “Natsukage” / “Nostalgia“, dan saya bertanya “Bagaimana anda ingin saya menyanyikannya?” dia berkata “Mungkin seperti suara soprano, seperti anak laki-laki menyanyi” dengan suara yang pelan. Lalu saya membalas “oke … “. Komunikasinya sedikit sulit pada awalnya karena dia sedikit pemalu, namun sekarang dia mulai lebih mudah bergaul, dan menurut saya ini benar-benar luar biasa karena dia benar-benar berubah. Sekarang dia mulai berbicara kepada media, bahkan bernyanyi dan bermain gitar pada sebuah Live, jadi menurut saya itu benar-benar perubahan yang besar. Dia sudah berubah (kearah yang baik) karena dia sudah mulai terbuka pada dunia. Tapi dia benar-benar orang yang sangat baik.

ExB0dzt

 Apakah anda memiliki rencana untuk bekerja kembali dengan Jun Maeda di masa depan?

Well, ini tergantung dia (Jun Maeda) sih. Saya berharap dia punya sesuatu untuk saya lagi, dimana Charlotte, dia ingin saya menyanyikan Opening-nya benar-benar membuat saya terkejut karena saya benar-benar merasa terhormat karena diberikan kesempatan untuk menyanyi di projeknya lagi. Saya berharap dia akan mengajak saya lagi suatu saat di masa depan.

 Bagaimana perasaan anda saat anda diberitahu bahwa anda diikutsertakan dalam project Charlotte ini?

Saya benar-benar terkejut dan saya merasa benar-benar terhormat untuk bisa diikutsertakan. Sekarang banyak sekali artist yang bermunculan di Jepang. Saya merupakan salah satu “Generasi Tua” sekarang. Namun Maeda-san meminta saya untuk menyanyikan lagu di Charlotte ini dan saya sangat senang dan terkejut.

 Lagu manakah dari Key yang benar-benar memberikan kesan kepada anda?

Wah ini benar-benar sulit. Lagu pertama yang saya nyanyikan adalah “Tori no Uta” dan ini benar-benar sulit dalam proses rekamannya. Ini berlangsung di Los Angeles, California. Saya dulu tinggal di situ, dan disanalah saya mendapatkan telfon, apakah saya ingin bernyanyi untuk Key. Saat itu saya tidak tahu apa-apa tentang Key, namun saya bilang ya, lalu saya menyanyikan 3 lagu dalam 2 hari. Tori no Uta punya banyak sekali chorus seperti harmoni dan lainnya, jadi saya harus menyanyikannya berkali-kali dan saya hampir menangis karena saya berpikir “Saya tidak bisa melakukannya lagi”. Namun karena bantuan dari staff dan yang lainnya, saya berhasil menyelesaikannya. Saya benar-benar tidak membayangkan bahwa saya bisa sepopuler ini. Sekarang orang-orang di dunia mengenal Tori no Uta, dan Lia sebagai penyanyinya. Saya benar-benar bersyukur saya melakukan rekaman itu dan saya tidak akan berada disini tanpa kejadian itu. Jadi Tori no Uta adalah lagu yang paling mengejutkan untuk saya.

 Sekarang anda sudah berkeluarga dan sudah memiliki anak perempuan. Bagaimana anda mengatur antara pekerjaan dan keluarga?

Ini benar-benar sulit. Saya sekarang memiliki 2 anak, 1 berusia 5 tahun (anak perempuan) dan 1 lagi berusia 2 tahun (anak laki-laki). Yang berusia laki-laki benar-benar “gila (crazy)” seperti monster kecil. Memang sulit mengatur keduanya disaat yang bersamaan, jadi saya mencoba untuk berkonsentrasi 1 per 1. Saat ini, saya hanya berfokus pada menyanyi (untuk AFASG) jadi sekarang saya adalah Lia, dan saat saya dirumah saya adalah “Mommy“, saya merasa seperti orang yang berbeda. Saya minta maaf pada anak-anak saya (hehe..) tapi saat ini saya melupakan keadaan menjadi seorang ibu, karena kalau tidak semuanya bisa “kacau”. Sulit untuk melakukannya bersamaan, jadi saat ini saya sedang menukar pikiran saya (switched my mind).

 Apa yang mendorong anda untuk menjadi seorang artist?

Memiliki fans, bertemu fans, selalu menginspirasi saya, karena ternyata banyak orang diluar disana yang mau mendengarkan lagu saya dan jika tidak ada satupun, mungkin saya berpikir saya hanya bernyanyi untuk senang-senang saja. Namun karena ada fans yang menyukai lagu saya, itu membuat saya ingin untuk tetap bernyanyi.

featured_Lia

 

 Seperti yang anda bilang sebelumnya, anda suka mencoba banyak hal, dan saat ini sudah bekerja untuk banyak produksi anime. Apakah aspek yang paling penting dari sebuah theme song?

Animasi memiliki cerita yang menarik. Saat menyanyi yang saya pikirkan adalah semoga saya tidak mendorong diri saya kedalam musik. Saya mendengarkan apa kata produsernya, penulisnya terhadap musik itu dan saya akan berusaha menyesuaikan untuk musiknya. Mencoba membuat lagu itu “Lia banget” namun juga saya memberikan effort sebesar mungkin agar sesuai dengan dunia anime itu sendiri (contohnya maeda saya sebut “Maeda World” karena dia seperti memiliki dunianya sendiri) sehingga saya ingin membuatnya seperti sebuah lukisan dimana produser awalnya membuat dalam hitam putih, lalu saya beri warna melalui suara saya. Jadi inilah effort yang saya berikan sebaik mungkin.

 Anda juga sudah memberikan suara anda kepada sebuah vocaloid yaitu IA. Apa yang menginspirasi anda untuk melakukan itu dan apakah pendapat anda tentang Vocaloid?

Awalnya, Presiden dari perusahaan manajemen saya (dia merupakan manager pertama saya), menawarkan saya setelah saya memilki anak pertama saya, apakah saya mau membuat sebuah vocaloid setelah dirinya mengetahui tentang keberadaan vocaloid. Lalu saya jawab tidak. Saya tidak ingin ada yang “seperti saya” karena saya disini. Lalu dia berkata “Ya, sekarang kan kamu sudah punya anak, dan mungkin ingin istirahat kan?” dalam sekejap saya membalas “Ya!“. Dia menyinggung bahwa “Mungkin vocaloid bisa membantu kamu, karena saat kau tidak bekerja, dia (IA) bisa bekerja untukmu“. Kemudian saya berpikir mungkin itu ide yang bagus. Inilah awal sebenarnya dari IA. Sekarang, ini benar-benar berhasil. IA berada diluar sana bekerja, lalu saya dirumah, masak dan segalanya. Sekarangorang mengenal IA, namun banyak juga yang tidak tahu bahwa itu adalah suara saya, sehingga saya harus memberitahu mereka bahwa itu suara saya. Jadi, awalnya untuk saya cukup menakutkan untuk memiliki sebuah vocaloid karena mungkin dia bisa lebih populer daripada saya, mungkin orang akan melupakan saya. Namun saya sekarang menyadari bahwa ada keseimbangan antara kami berdua. Dan saya diberikan dukungan dari presiden saya bahwa “Tidak akan ada yang bisa mengalahkan Lia yang sesungguhnya” jadi saya mempercayai kata-katanya sehingga terlahirlah vocaloid ini. Semoga orang mencintai saya dan juga mencintai vocaloid (IA).

img10850

 Apakah ada lagu dari IA yang anda favoritkan?

Tahun ini IA mengadakan konser di Jepang, dan dia menyanyikan lagu baru berjudul “Diamond Days“, saat saya mendengarkannya, saya mengakui bahwa itu benar-benar lagu yang bagus. Saya berpikir mungkin saya akan meng-cover lagu IA ini.

 Bisakah ceritakan masa anda di Los Angeles dan apakah ada moment yang tak terlupakan?

Saya bersekolah di Boston, dan saya lulus dari major dalam performanceprofesional music, dan saat itu juga saya pindah ke Los Angeles. Karena saya memiliki ijin visa selama 1 tahun, saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda disana dan disitu saya merekam demo saya. Menulis, merekam dan segalanya di sebuah studio. Studio itu modelnya home studio yang dimiliki oleh seorang teman saya dari sekolah. Kemudian saya ditelfon oleh Key dimana mereka ingin menyewa studionya, bukan saya (hehe..), dan kemudian saya menerjemahkannya karena pemiliknya bukan orang Jepang, dan Key tidak berbicara bahasa Inggris, namun mereka ingin membawa penyanyi dari Jepang dan merekam di studio. Tapi itu dibatalkan, jadi mereka bertanya kepada saya apakah saya bisa bernyanyi untuk kami. Lalu saya membalas “Tapi kalian belum mendengarkan saya bernyanyi“. Mereka (Key) belum pernah mendengarkan saya menyanyi sebelumnya dan kemudian saya berpikir mungkin mereka kurang profesional karena menanyakan saya yang bahkan mereka belum pernah dengar. Saya mengirimkan rekaman yang saya lakukan di studio saat itu, kemudian mereka menyukainya, jadi itulah awal dari pekerjaan saya sekarang.

DSC01146

Sebenarnya ini adalah sebuah kejadian tak terduga saat saya mengangkat telfon. Saya tidak pernah berpikir bahwa itu yang akan mengarahkan saya ke sekarang ini, seperti Tori no Uta yang benar-benar sukses. Salah satu sepupu saya mengetahui Tori no Uta, dan ia terkejut saat diberitahukan bahwa itu saya. Saya berfikir mungkin saya cukup terkenal haha.. Jadi yah, itulah yang membuat saya sekarang.

Pembawaan Lia saat di interview benar-benar menyenangkan. Dengan senyuman dan tawanya yang cukup lepas, membuat suasana interview pun tidak tegang. Hal yang mengejutkan bagi kita kayanya adalah suatu kejadian yang tidak disengaja bisa membuat Lia sesukses ini loh Gwiple! Sukses selalu yah Lia!

See you on next interview!

Advertisement

Entertainment

Akemi ID Hadirkan Dua Member Baru, Ochi dan Mika Sebagai Bagian dari Regenerasi Grup

Published

on

Akemi Id Hadirkan Dua Member Baru, Ochi Dan Mika Sebagai Bagian Dari Regenerasi Grup

www.gwigwi.com – Jakarta, Agustus 2026 — Independent girl group asal Jakarta, Akemi ID, mengumumkan perubahan dalam susunan member sekaligus memperkenalkan dua wajah baru yang akan melanjutkan perjalanan grup.

Sebelumnya, Manajemen Akemi ID telah memutuskan untuk mengakhiri status keanggotaan Aiko sebagai Member Akemi ID setelah melalui proses evaluasi dan komunikasi bersama Manajemen. Keputusan tersebut menjadi bagian dari dinamika dan perkembangan Akemi ID dalam menjaga komitmen serta profesionalisme seluruh member.

Di tengah perubahan tersebut, Akemi ID kini menyambut dua member baru, Ochi dan Mika, yang diharapkan dapat memberikan warna baru dalam perjalanan grup ke depannya.

Ochi Kembali Bergabung dengan Akemi ID

Ochi bukanlah nama baru bagi Akemi ID. Ia merupakan mantan member Akemi yang kini kembali bergabung sebagai bagian dari perjalanan baru grup. Ochi secara resmi diperkenalkan kembali sebagai Member Akemi ID dalam penampilan di Indonesia Designer Art-Toys Expo Vol. 4 pada 9 Agustus 2026.

Dalam formasi barunya, Ochi akan membawa identitas warna orange dengan branding bunga orange marigold.

Kembalinya Ochi diharapkan dapat memperkuat dinamika internal maupun penampilan Akemi ID, khususnya melalui kemampuan public speaking yang dimilikinya.

Mika Resmi Naik Menjadi Member Akemi ID

Sementara itu, Mika merupakan trainee yang telah menjalani proses latihan bersama Akemi ID sejak Desember 2025. Setelah melalui proses pengembangan dan evaluasi sebagai trainee, Mika akhirnya resmi bergabung sebagai Member Akemi ID dan diperkenalkan kepada publik dalam event School of Rock pada 17 Agustus 2026.

Mika akan membawa identitas warna white dengan branding bunga white jasmine.

Dengan karakter vokalnya yang memiliki suara merdu, Mika diharapkan dapat memberikan warna tambahan bagi musik dan penampilan Akemi ID.

Menyambut Babak Baru Akemi ID

Dengan bergabungnya Ochi dan Mika, Akemi ID memasuki fase baru dalam perjalanan grup. Keduanya membawa karakter dan kemampuan yang berbeda, namun diharapkan dapat saling melengkapi dengan member Akemi ID lainnya.

Kami berharap kehadiran Ochi dan Mika bisa memberikan warna baru untuk Akemi ID. Ochi dengan kemampuan public speaking-nya, dan Mika dengan karakter vokalnya, tentunya akan menjadi tambahan yang menarik untuk perkembangan Akemi ke depan,” ujar Manajemen Akemi ID.

Sebagai independent girl group yang telah aktif sejak 2018 dan memiliki pengalaman tampil di berbagai panggung, Akemi ID akan terus mengembangkan karya, pertunjukan, serta program-programnya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi para penggemar.

Kehadiran Ochi dan Mika menjadi bagian dari langkah Akemi ID untuk terus bertumbuh dan memasuki babak baru dengan semangat serta warna yang baru.

Akemi Operation Team
AKEMI ID

Kontak Akemi

Web: mez.ink/akemi.official

Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/

Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id

TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id

Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756

Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01

Whatsapp: 08551614433

Continue Reading

Music

SHIFT UP Dikritik Usai Promosikan Stellar Blade: Bloodrain Lewat Video Musik Berbasis AI

Published

on

Shift Up Dikritik Usai Promosikan Stellar Blade: Bloodrain Lewat Video Musik Berbasis Ai

www.gwigwi.com – SHIFT UP menuai sorotan dari komunitas setelah merilis video musik orisinal untuk Stellar Blade: Bloodrain di kanal YouTube resminya. Video berjudul “Wanna be in LOVE” tersebut dipublikasikan hari ini, namun alih-alih mendapat sambutan positif, konten tersebut justru memicu gelombang kritik dari para penggemar.

Sejumlah penonton menilai video musik tersebut tampak dibuat menggunakan teknologi generative AI.

Dugaan ini muncul karena banyak adegan yang memperlihatkan hasil visual dengan karakteristik yang dianggap tidak konsisten, mulai dari perubahan bentuk wajah, proporsi tubuh, hingga detail anatomi karakter yang terlihat berbeda di setiap adegan.

Salah satu aspek yang paling banyak disorot adalah penampilan Evie, karakter utama dalam Stellar Blade: Bloodrain.

Banyak penggemar menilai wajah dan proporsi tubuh Evie dalam video tersebut tidak sesuai dengan desain resminya di dalam game. Perbedaan tersebut memicu berbagai komentar di media sosial, dengan sebagian pemain mengaku kecewa karena kualitas visualnya dianggap tidak mencerminkan standar yang selama ini dikenal dari SHIFT UP.

Komunitas juga mempertanyakan keputusan pengembang menggunakan video bergaya AI untuk mempromosikan game yang selama ini dipuji berkat kualitas grafis dan desain karakternya. Menurut sejumlah penggemar, pendekatan tersebut justru mengurangi identitas visual Stellar Blade yang selama ini dibangun melalui proses produksi konvensional.

Di sisi lain, ada pula pengguna yang berpendapat bahwa SHIFT UP belum memberikan pernyataan resmi mengenai proses pembuatan video tersebut.

Meski menuai kritik, video musik tersebut tetap berhasil menarik perhatian komunitas dan memicu diskusi luas di berbagai platform.

Kini para penggemar menantikan apakah SHIFT UP akan memberikan klarifikasi terkait proses produksi video tersebut atau memilih mempertahankan pendekatan yang digunakan dalam materi promosi Stellar Blade: Bloodrain.

Continue Reading

Music

for Revenge Rilis ‘I Miss You Every Brand New Day’, Original Song untuk film Spider-Man: Brand New Day

Published

on

By

For Revenge Rilis ‘i Miss You Every Brand New Day’, Original Song Untuk Film Spider Man: Brand New Day

www.gwigwi.com – for Revenge mempersembahkan ‘I Miss You Every Brand New Day', sebuah original song untuk film Spider-Man: Brand New Day. Kolaborasi ini berawal dari tawaran Sony Music dan Sony Pictures, yang melihat karya-karya for Revenge sejalan dengan emosi cerita dalam film tersebut.

Bagi for Revenge, kesempatan ini menjadi sebuah pencapaian sekaligus tantangan kreatif yang istimewa. Untuk pertama kalinya, mereka menulis karya yang tidak hanya berangkat dari pengalaman personal, tetapi juga dari perjalanan emosional Peter Parker. “Buat kami, ini sebuah kehormatan. Nggak pernah bayangin for Revenge bisa diberi kesempatan untuk menulis karya based on salah satu franchise film terbesar di dunia,” ungkap Boniex. Band ini juga mengaku harus menyelami sudut pandang yang berbeda dalam proses penciptaan lagu tersebut. “Biasanya kami membuat karya berdasarkan apa yang kami alami. Kali ini harus menyatu dengan apa yang dirasakan Peter Parker di film tersebut. Sebagai fanboy Spider-Man, sekali lagi, ini sebuah kebanggaan, untuk menggali sisi emosional seorang Peter Parker,” lanjutnya.

‘I Miss You Every Brand New Day' membawa identitas emosional for Revenge ke dalam semesta Spider-Man: Brand New Day. Lagu ini menjadi pertemuan antara narasi personal yang selama ini kuat dalam karya for Revenge dengan dinamika perjalanan salah satu karakter pahlawan super paling ikonis di dunia. Diperkaya oleh kontribusi sejumlah musisi dan sosok kreatif, lagu ini menghadirkan vokal tamu dari Cynantia Pratita, arahan vokal oleh Kamga, serta paduan suara dari Gege Gumilar, Mulia Aprianto, Nadine Arlyanaza, dan Luginia Raftiane. Proses produksinya turut melibatkan sejumlah nama di balik layar industri musik Indonesia, menegaskan skala dan keseriusan karya ini sebagai original songl.

‘I Miss You Every Brand New Day' akan menjadi karya spesial bagi pendengar for Revenge, penggemar Spider-Man, serta siapa pun yang pernah berhadapan dengan rindu, kehilangan, dan harapan untuk memulai sebuah hari yang baru. Dengarkan sekarang di seluruh digital streaming platform di Indonesia

Executive Producer             : Muhammad Soufan for Sony Music Entertainment Indonesia

A&R                                        : Keke Kananta

Performed by                       : for Revenge

Composed by                       : Moch Boniex Nurwega & Faisal Riant Sahputra

Music Produced by              : for Revenge, Faisal Riant Sahputra & Samuel Theophilus Japutra

Vocal Directed  by               : Kamga

Vocal Recorded by              : Yusup Albantani at Sony Music Studios Indonesia

Guest Vocal by                     : Cynantia Pratita

Choir by                                                 : Gege Gumilar, Mulia Aprianto, Nadine Arlyanaza & Luginia Raftiane

Vocal Edited by                    : Sinyo Luntungan at Ebony Ivory Studio

Drums Recorded by            : Ikhsan Rizaldy at Studio 12

Drums Edited by                  : Samuel Theophilus Japutra

Mix Prep by                          : Samuel Theophilus Japutra

Mixed & Mastered by         : Dimas Pradipta at Sum It! Studio

Assisted by                            : Carlo Jogi & Dita Suria at Sum It! Studio

Dolby Atmos by                   : Gamaliel A. Pradipta at Sony Music Studios Indonesia

Published by                         : PT. Sony Music Publishing Indonesia

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending