Connect with us

TV & Movies

Ini 5 Film dan Drama Korea yang Tayang di Viu Pada Bulan Januari 2023

Published

on

GwiGwi.com – Selamat Tahun Baru! Di awal tahun 2023 ini pastinya Anda sudah semangat untuk memulai berbagai rencana dan agenda baru. Nah, sebagai pembuka tahun yang baru ini, Viu sudah mempersiapkan berbagai tayangan menarik. Mulai genre romantis, komedi, fantasi, action, hingga thriller yang siap menemani hari-hari Anda.

Sebagai pilihan utama, coba tonton 5 film dan drama Korea ini yang tayang di Viu pada bulan Januari 2023. Selain menyajikan cerita yang menarik, film dan drama berikut ini juga diperankan oleh bintang-bintang papan atas Korea yang sudah tidak diragukan lagi kemampuan beraktingnya. Berikut 5 film dan drama Korea tersebut.

 

The Thieves

Inilah film yang mencetak hits dan menembus top 10 film dengan pendapatan terbesar sepanjang sejarah perfilman Korea. Para penggemar Kim Hye Soo harus menonton salah satu film terbaik aktris senior Korea ini. Film The Thieves yang dirilis pada tahun 2012 bercerita tentang sekelompok pencuri professional, Popie (Lee Jung Jae), Yenicall (Gianna Jun), Chewingum (Kim Hae Sook), dan Zampano (Kim Soo Hyun) yang baru saja merayakan keberhasilan mereka mencuri vas antik.

Namun, akibatnya mereka jadi incaran pihak berwajib. Untungnya ada teman mereka bernama Macao Park (Kim Yun Seok) yang menawarkan pekerjaan di Macau. Kebetulan juga di saat yang sama, rekan sesama pencuri mereka, Pepsee (Kim Hye Soo) baru saja dibebaskan dari penjara dan memutuskan untuk ikut bergabung dalam pekerjaan ini.

Sesampainya di Macau, tim pencuri asal Korea ini harus bekerja sama dengan tim pencuri Hong Kong yang terdiri atas Chen (Simon Yam), Andrew (Oh Dal-Su), Julie (Angelica Lee), dan Johnny (Kwok Cheung Tsang). Target kelompok besar pencuri antar negara ini adalah merampok berlian terkenal “Tear of Sun” yang nilainya mencapai 20 juta dollar.

Apakah mereka berhasil mencuri berlian tersebut? Saksikan kecerdikan para pencuri ini di film The Thieves yang tayang di Viu.

 

The Dude in Me

Cerita tentang dua orang yang bertukar jiwa selalu seru untuk disaksikan. Begitu juga dengan film The Dude in Me yang rilis tahun 2019. Apalagi yang tertukar jiwanya adalah murid SMA dengan anggota mafia. Dong Hyun (Jin Young) adalah seorang siswa SMA yang sering di-bully di sekolah. Suatu hari dia jatuh dari atas dan menimpa Pan Soo (Park Sung Woong) yang kebetulan lewat di bawah. Pan Soo ini adalah anggota gangster Korea yang menikah dengan anak bosnya.

Saat siuman, Pan Soo tersadar kalau jiwanya berada dalam tubuh Dong Hyun, sedangkan tubuh aslinya masih dalam keadaan koma. Akhirnya Pan Soo rela menjalani hari-harinya sebagai siswa SMA. Sepanjang menjadi Dong Hyun, Pan Soo berhasil melawan para pem-bully di sekolah, melatih tubuh Dong Hyun hingga lebih atletis, bahkan membantu siswi SMA korban bullying lainnya, yaitu Oh Hyun Jung (Lee Soo Min). Intinya Pan Soo membantu kehidupan Dong Hyun menjadi lebih baik.

Dong Hyun pun tidak kalah berguna saat berada di tubuh Pan Soo. Setelah siuman, dia menolong Pan Soo untuk berpisah dari istrinya yang telah memanfaatkannya, membantunya bebas dari lingkungan gangster, dan berusaha menyatukan Pan Soo dengan mantan kekasih, Oh Mi Sun (Ra Mi Ran) serta Oh Hyun Jung yang ternyata adalah anak kandungnya.

Setelah masing-masing kehidupan dua jiwa yang tertukar ini jadi membaik apakah mereka bisa kembali ke tubuh aslinya? Temukan jawabannya di film The Dude in Me yang tayang di Viu.

 

Emergency Declaration

Emergency Declaration termasuk salah satu film rilis tahun 2021 yang dibintangi banyak pemain kelas atas Korea. Sebut saja Song Kang Ho, Lee Byung Hun, Kim Nam Gil, Jeon Do Yeon, dan Im Si Wan. Dalam film ini diceritakan tentang teror yang terjadi dalam sebuah pesawat akibat serangan senjata biologis virus mematikan.

Cerita bermula dari seorang detektif Korea In Ho (Song Kang Ho) yang menerima laporan kalau ada teroris bernama Jin Seok (Im Si Wan), menyatakan akan membuat kekacauan di dalam pesawat yang ditumpanginya. Dan, benar saja, pesawat yang baru saja terbang menuju Amerika Serikat mengalami masalah ketika seorang penumpang yang sehat tiba-tiba sakit dan meninggal dunia. Hal ini membuat seluruh penumpang menjadi panik.

Kepala pramugari Hee Jin (Kim So Jin) beserta awak pesawat lainnya berusaha menenangkan penumpang dan menjaga agar virus mematikan ini tidak menyebar ke seluruh pesawat. Para penumpang pun berusaha semaksimal mungkin untuk bertahan hidup, termasuk seorang ayah, Park Jae Hyuk (Lee Byung Hun) yang terbang bersama putri kecilnya.

Sedangkan sang pilot, Choi Hyun Soo (Kim Nam Gil) mencoba terus menerbangkan pesawat yang hampir kehabisan bahan bakar karena tidak ada satu negara pun yang mau memperbolehkan pesawat penuh virus itu untuk mendarat. Di darat, Kim Sook Hee (Jeon Do Yeon), perdana menteri Korea Selatan sedang sibuk melakukan langkah diplomatis tentang cara paling aman untuk menyelamatkan seluruh penumpang di pesawat.

 

6/45: Lucky Lotto (2022)

Bila Anda ingin tontonan yang santai dan lucu, bisa coba film 6/45: Lucky Lotto. Apalagi film ini berkisah tentang keberuntungan yang pasti ingin didapatkan semua orang. Ceritanya ada seorang anggota militer Korea Selatan bernama Park Chun Woo (Go Kyung Pyo) yang tanpa sengaja menemukan tiket lotere. Ternyata tiket itu memenangkan hadiah 5,7 miliar won. Tentu saja dia senang sekali, tapi sialnya tiket itu terbang melewati Military Demarcation Line (MDL) atau perbatasan Korea Utara.

Di sisi lain Korea Utara, Ri Young Ho (Lee Yi Kyung), perwira senior Korea Utara menemukan tiket tersebut. Chun Woo yang nekad menyebrangi perbatasan Korea Utara demi menemukan tiket loterenya bertemu dengan Young Ho dan kedua tentara ini saling berebut kepemilikan tiket lotere tersebut.

Jadi, siapakah yang berhak mendapatkan hadiah lotere itu? Bisa ditonton kelanjutannya di film 6/45: Lucky Lotto yang tayang di Viu bulan ini.

 

Poong, The Joseon Psychiatrist 2 (2023)

Bagi penggemar Kdrama yang sudah jatuh cinta dengan dokter psikiatri masa Joseon, Yoo Se Yeop, yang diperankan Kim Min Jae, tidak perlu khawatir karena drama Poong, The Joseon Psychiatrist season 2 akan tayang di Viu pada bulan Januari 2023. Drama ini masih menceritakan perjalanan dokter jenius Yoo Se Yeop, dengan nama panggilan Poong yang khusus mengobati penyakit kejiwaan rakyat kerajaan Joseon.

Dalam menjalankan prakteknya, Poong masih dibantu gadis desa Gyesu bernama Seo Eun Woo (Kim Hyang Gi) yang bercita-cita ingin jadi dokter dan gurunya, dokter kepala klinik Gyesu, Gye Ji han (Kim Sang Kyung) yang sangat peduli dengan warga desanya. Apakah ketiga ahli kesehatan ini bisa menyembuhkan warga secara fisik ataupun mental? Saksikan saja dramanya di Viu mulai 12 Januari 2023.

Advertisement

TV & Movies

Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Published

on

Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

www.gwigwi.com –

Steven Spielberg sudah menyutradarai beberapa film terkait keberadaan alien yang datang ke bumi seperti: Close Encounters Of The Third Kind, ET, War of The Worlds, bahkan Indiana Jones And The Kingdom Of The Crystal Skull pun bertemakan alien yang datang ke bumi.
Pada tahun 2026 ini ia kembali menghadirkan film Disclosure Day dengan tema keberadaan alien yang ditutup-tutupi oleh pemerintah Amerika Serikat dan kontraktor militer swasta bernama Wardex sejak insiden Rosswell tahun 1947.
Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Namun Daniel Kellner (Josh O’Connor), mantan karyawan Wardex yang jenius dalam hacking dan matematika ingin mengumumkan pada dunia tentang keberadaan Alien yang disembunyikan oleh Wardex.
Ia dibantu oleh Hugo (Coman Domingo) seorang mantan karyawan lain yang menginspirasi Kellner dan beberapa karyawan lainnya untuk membangkang karena Wardex yang dipimpin oleh Noah Scanlon (Colin Firth) melakukan banyak interogasi dan eksperimen kejam terhadap para alien yang mendarat/jatuh di Amerika Serikat.
Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Ternyata Kellner tidak sendirian karena Margaret Fairchild (Emily Blunt), seorang presenter ramalan cuaca di stasiun TV KCXE tiba-tiba dapat berbicara banyak bahasa asing (yang hanya muncul di awal saja) dan kekuatan untuk membaca pikiran orang yang ditatapnya lalu menggali berbagai informasi privat tentang orang tersebut.
Setelah kekuatannya bangkit, Margaret berupaya menemui Kellner seolah-olah ada yang mengarahkannya.
Adalah suatu misteri kenapa mereka berdua yang mendapatkan kekuatan misterius dan apakah kesamaan di antara mereka.
Kalau Gwiple mengharapkan banyak adegan kejar-kejaran hingga tabrakan mobil dan aksi tembak-tembakan, Disclosure Day bukanlah film seperti itu.
Wardex yang digadang-gadang kontraktor militer profesional dan kejam seperti tidak berdaya melawan Kellner dan Margaret, terlihat sekali saat mencoba mengepung targetnya, personel Wardex membiarkan satu atau dua sisi gedung tidak dijaga sehingga dengan mudahnya target kabur, bahkan ada satu adegan dimana Kellner dengan mudahnya mengendap ngendap tidak ketahuan oleh puluhan agen dan dengan mudah mencuri mobil milik Wardex.
Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Dan sering diucapkan bahwa Kellner akan dibunuh oleh agen-agen Wardex tapi tidak pernah dilakukan saat mereka menemukan Kellner bahkan tidak banyak yang berusaha menembaknya.
Masih ada plot hole lainnya namun biarlah Gwiple yang menilainya saat menonton film ini di bioskop-bioskop.
Disclosure Day juga ingin memunculkan diskusi apakah penduduk bumi terutama yang beragama dan meyakini kekuatan ilahi menanggapi berita tentang kemunculan alien namun pembahasannya kurang dalam dan konklusinya juga kurang memuaskan dan sepertinya bermain aman saja supaya tidak memunculkan protes dari kelompok agama.
Jadi, apakah semua hype yang mengelilingi Disclosure Day terbayar lunas?
Jawabannya mungkin berbeda bagi tiap Gwiple yang menontonnya , tetapi film berdurasi 145 menit ini jelas menyisakan bahan diskusi bahkan setelah kredit penutup bergulir.
https://www.youtube.com/watch?v=icDuEHSxE-w
Continue Reading

TV & Movies

Review Film The Masters of The Universe, Not Enough Power

Published

on

By

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

www.gwigwi.com – Franchise legenda lagi akan tayang setelah MORTAL KOMBAT 2 dan THE MANDALORIAN AND GROGU. HE-MAN! Laama sekali penantian setelah begitu banyak rumor dan segala macamnya, MASTERS OF THE UNIVERSE akhirnya jadi film juga. Nah, apakah akan hanya menyenangkan fans lama saja?

Adam (Nicholas Galitzine) rindu dengan kampung halamannya, Eternia sampai mengganggu pekerjaannya di kantor.

Naas, saat kerajaannya diserang dulu, dia terpaksa kabur ke bumi. Sampai akhirnya dia menemukan lagi pedang yang akan menuntunnya pulang, Sword of Power.

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

Namun, baru saja dia panggul pedang itu lagi, Adam diserang monster dan dilindungi teman lamanya, Theela (Camila Mendes) yang membawanya pulang.

Sang pangeran tak menyangka Eternia kini rusak akibat lalimnya sang musuh utama, Skeletor (Jared Leto). Menggunakan Sword of Power dan sekutunya seperti Man At-Arms (Idris Elba), maka Adam harus berjuang menyelamatkan dunianya.

Sebagai adaptasi mainan HE-MAN, tentu visual dan baku hantamnya lah salah satu pesona utama. Kostumnya untungnya tidak direalistiskan tapi total mencoba setia pada mainannya. Begitu pun aksinya menghentak bahkan sedari awal. Berkat koreografi energik dan sinematografi dinamis yang cakap.

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

Nicholas Galatzine seakan menchannel man child ala Star Lord-nya Chris Pratt, tapi tetap punya keunikan sendiri. Meski berbadan besar hanya dengan tatapan saja dia bisa terkesan lembut dan membuat iba.

Sisi itulah yang membuat hero ini tak hanya sekedar mas berotot tangguh bawa pedang saja. Terdapat kualitas heroik lain yang menyokong tenaga itu, membuatnya cukup berbeda dibanding tipikal penampilannya. Dan Nicholas Galitzine berhasil menampilkannya.

Mungkin yang mengherankan adalah pilihan membuat badannya sudah bongsor walau belum berubah jadi HE-MAN. Meski visual henshinnya keren, tapi perubahan fisiknya terasa kurang sedrastis Chris Evans saat menjadi Captain America. Jadinya, efek wow transformasinya berasa kurang.

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

Di sisi lain, Jared Leto mengejutkan sebagai si antagonis. Tak sekalipun kita melihat wajahnya, tapi dia bisa melebur total dalam balutan kostum dan wajah tengkorak. Gesturnya begitu hidup dan dia bisa terlihat mengancam tapi kemudian lucu dengan seketika.

Secara cerita memang…klasik, maka film tampak mengandalkan atraksi, banter antar karakter yang memang oke saja dan komedi. Walau servicable, rasanya bila ingin menjadi franchise jaya kembali, THE MASTERS OF THE UNIVERSE tampaknya butuh lebih banyak kejutan dan selling point untuk memenangkan penonton sekarang yang sudah terhujani banyak konten, tak seperti tahun-tahun keemasannya dulu.

Bila tidak, yang senang sekali bisa jadi hanya para fans tua saja sementara penonton lain menggangguk saja kurang terkesan, seperti yang penulis rasakan.

Continue Reading

TV & Movies

REVIEW FILM NORMAL, FILM ACTION YANG TIDAK NORMAL

Published

on

Review Film Normal, Film Action Yang Tidak Normal

www.gwigwi.com – Bob Odenkirk, sosok multitalenta yang dikenal sebagai penulis, produser, dan aktor populer lewat serial Breaking Bad serta Saturday Night Live (SNL), kembali menggebrak layar lebar. Kali ini, ia berpartner dengan Derek Kolstad—kreator bertangan dingin di balik kesuksesan waralaba John Wick dan Nobody. Sinergi keduanya membuahkan sebuah film komedi aksi berjudul Normal, yang digarap di bawah arahan sutradara Ben Wheatley, yang sebelumnya menukangi film Free Fire, Tomb Raider, dan Meg.

Film ini menyoroti kisah seorang sheriff pengganti bernama Ulysses (diperankan oleh Bob Odenkirk). Ia mendapatkan penugasan baru di sebuah kota kecil yang tenang di wilayah Minnesota bernama Normal. Ulysses hadir untuk menggantikan posisi sheriff sebelumnya, Gunderson, yang secara mengejutkan meninggal mendadak. Secara personal, Ulysses adalah pria yang fleksibel dan hanya ingin menjalani sisa kehidupannya dengan ketenangan. Namun, di balik pembawaannya tersebut, ia memendam masa lalu traumatis yang kelam saat masih menjadi seorang sheriff idealis di masa lalu.

Review Film Normal, Film Action Yang Tidak Normal

Review Film Normal, Film Action Yang Tidak Normal

Ulysses awalnya beranggapan bahwa masa tugasnya selama delapan minggu ke depan—hingga sheriff definitif baru diangkat—akan berjalan datar dan biasa saja seperti nama kotanya. Namun, ekspektasi tersebut langsung hancur berantakan. Kehadiran sepasang pendatang baru, Moira (Lena Headey) dan Keith (Brendan Fletcher), yang nekat melakukan perampokan bank secara brutal, justru menjadi pemantik yang membuka kotak pandora dan menyingkap rahasia besar nan kelam yang selama ini disembunyikan oleh kota Normal.

Sebagai sebuah film aksi, Normal masih membawa napas dan formula yang serupa dengan John Wick dan Nobody. Sepanjang durasi, film ini dipenuhi oleh adegan-adegan sadis, berdarah, dan memilukan. Oleh karena itu, film ini sangat tidak ramah dan tidak cocok ditonton oleh Gwiple yang masih berusia di bawah 17 tahun.

Meski begitu, intensitas baku tembak dan pertarungan di film ini tidak disajikan secara bombastis atau se-elegan John Wick. Mengapa? Karena mayoritas karakter yang terlibat di dalamnya hanyalah warga sipil biasa, bukan petarung atau kombatan profesional. Namun, di situlah letak kekuatan dan keseruannya. Setiap aksi perkelahian terasa sangat mentah (raw), realistis, minim koreografi rumit, dan brutal. Unsur komedi gelap (dark comedy) di film ini juga dieksekusi dengan cerdas, di mana kelucuan sering kali lahir dari situasi gore yang dialami para korban, memicu banyak momen mencengangkan yang membuat Gwiple terbelalak.

Review Film Normal, Film Action Yang Tidak Normal

Review Film Normal, Film Action Yang Tidak Normal

Selain itu, film ini memiliki jajaran karakter pendukung yang cukup ramai. Hebatnya, setiap tokoh diperkenalkan satu per satu dengan porsi yang pas dan penokohan yang kuat. Hal ini membuat Gwiple bisa dengan mudah mengingat mereka dalam waktu singkat, meskipun durasi kemunculan beberapa karakter tergolong singkat.

Secara keseluruhan, Normal adalah sajian film aksi yang lebih condong mendekati kembaran Nobody berkat taburan bumbu komedi yang kental, sehingga nuansanya tidak terasa sekelam dan seserius John Wick. Dengan plot cerita yang ringan, pergerakan alur yang tidak bertele-tele, serta suguhan beberapa plot twist yang menyegarkan di akhir cerita, Normal menjadi sebuah tontonan yang amat menghibur, seru, dan sangat layak untuk Gwiple saksikan langsung di layar bioskop!

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending