Music
I Don’t Like Mondays. Merilis MV OP One Piece ‘PAINT’
GwiGwi.com – Lagu tema baru untuk serial anime ‘ONE PIECE‘ yang terbaru berjudul ‘PAINT' diciptakan oleh grup rock Jepang “I Don't Like Mondays.” Dan lagunya dapat didengar di layanan streaming!
Ini adalah lagu pertama untuk I Don't Like Mondays. yang terpilih sebagai lagu tema sebuah anime. Musiknya menangkap rasa kecepatan dan kegembiraan yang khas dari ‘ONE PIECE', disertai dengan lirik oleh vokalis YU yang membawa pesan kuat tentang mengatasi segala rintangan di jalanmu dan melukis ulang dunia dengan warna kamu sendiri. Hasilnya adalah sebuah lagu yang dapat membawa keberanian bagi semua yang mendengarnya.
Sebuah video musik animasi telah dirilis untuk mengiringi lagu tersebut, yang dapat kamu lihat di link video berikut.
‘ONE PIECE’ opening video:
Sebuah video musik live-action terpisah juga telah dirilis. Dalam video tersebut, para anggota band tampil di layar video yang menampilkan pemandangan alam epik yang menangkap suasana ‘ONE PIECE', menghasilkan video yang dinamis dan kuat.
I Don’t Like Mondays. – ‘PAINT’ music video
Komentar dari Vokalis I Don’t Like Mondays. YU
“Aku menyadari bahwa aku telah menjadi penggemar ‘ONE PIECE' selama lebih dari 15 tahun, sejak aku masih di sekolah menengah pertama, dan bahkan sekarang sebagai orang dewasa masih memiliki pengaruh padaku. Untuk dapat menampilkan lagu tema untuk serial yang dipuja seperti itu adalah kesempatan yang luar biasa. Sejujurnya, awalnya aku tidak yakin apakah kami bisa membuat lagu yang layak untuk ‘ONE PIECE'.
“Saya merenungkan semua waktu dimana ‘ONE PIECE' memberi aku keberanian untuk menghadapi kesulitan, dan dengan melakukan itu, aku tahu kali ini Bajak Laut Topi Jerami juga terus mendukungku. Setelah itu, kami hanya percaya pada kemampuan kami untuk menulis lagu, dan hasilnya adalah ‘PAINT'. Lagu ini membawa pesan untuk melampaui keterbatasan kita sendiri.
“Sama seperti ‘ONE PIECE' memberi saya keberanian untuk menghadapi ketakutan dan keraguan aku di masa sekarang bahkan ketika masa depan sulit untuk dilihat, aku berharap lagu ini dan ‘ONE PIECE' dapat mendorong orang lain untuk merasakan hal yang sama.”
Komentar dari Drummer I Don’t Like Mondays. SHUKI
“Saya tidak pernah berpikir kami bisa mendapat kesempatan untuk membuat lagu tema untuk ‘ONE PIECE'.
“Saat menulis lagu, kami sangat memperhatikan setting ‘ONE PIECE'. Terlibat dalam seri yang sangat berarti bagi kami sejak kami masih kecil membuat perasaan kami menjadi tumpang-tindih dan ini memungkinkan kami untuk merenungkan rintangan yang masing-masing pernah kami hadapi di masa lalu. Kami dapat bekerja sama dengan erat dan mengerjakan lagu itu berkali-kali dengan tujuan untuk bisa untuk menciptakan sesuatu yang layak untuk seri ini. Setelah menjadi penggemar ‘ONE PIECE' begitu lama, kami secara alami merasa seperti para karakter di seri ini karena kami bekerja sama untuk mengatasi kesulitan ini.
“Untuk menangkap kekuatan pendorong dari seri ini yang dicintai di seluruh dunia, dan untuk memberikan perasaan gerakan dan kegembiraan, kami fokus untuk menghasilkan suara gitar yang kuat, yang merupakan inti dari kami sebagai sebuah band. Selain itu, untuk menangkap perasaan bagaikan sebuah angin yang mendorong layar kapal, kami menambahkan efek vokal dan synthesizer, dan kami mengubah ritme di setiap bagian lagu sehingga terasa seperti bab dari sebuah cerita petualangan. Kami ingin membuat lagu yang akan bertahan dalam ujian waktu, jadi kami melakukan yang terbaik untuk menghindari pengaruh era musik tertentu.
“Kami berharap lagu ini akan meninggalkan kesan pada anak-anak yang tumbuh dewasa dengan menonton acara ini seperti yang kami lakukan, orang dewasa yang telah dipengaruhi oleh serial ini selama bertahun-tahun, dan yang terpenting, karakter dari acara yang sangat kami cintai!”
Music
Reuni Emosional Che’Nelle dan Penulis Lagu ‘Believe’: Rilis Karya Baru yang Tak Terduga
www.gwigwi.com – Penyanyi berbakat Che'Nelle baru saja membawa kejutan bagi para penggemarnya dengan menggandeng kembali EIGO, sosok penulis lagu di balik “Believe”—salah satu lagu paling sukses sepanjang karier musiknya. Namun, alih-alih mencoba mengulang formula kesuksesan yang sama, kolaborasi kali ini justru menghasilkan sesuatu yang jauh berbeda dan tak terduga.
Bukan pop anthem megah yang mengandalkan hook komersial, EIGO justru menuliskan sebuah lagu yang terasa lebih intim, personal, dan mencerminkan kedewasaan serta jati diri Che'Nelle saat ini.
Esensi Keindahan Sederhana dalam “Taisetsu na mono”
Karya terbaru mereka ini bertajuk “たいせつなもの Taisetsu na mono”. Lagu ini dibangun dengan narasi seputar hal-hal kecil dalam hidup yang sering kali luput dari perhatian manusia sampai hal tersebut benar-benar hilang.
Secara garis besar, lagu ini menyoroti:
-
Momen Berharga Bersama Keluarga: Menghargai waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terdekat.
-
Perasaan yang Tenang: Menggambarkan ketulusan cinta yang mendalam dan damai kepada seseorang.
-
Keindahan yang Biasa: Menyadari bahwa keindahan hidup yang sesungguhnya sering kali baru disadari ketika kita menoleh ke belakang (masa lalu).
Dengan aransemen yang hangat dan reflektif, lagu ini diposisikan sebagai sebuah pesan yang tulus dari lubuk hati terdalam Che'Nelle, bukan sekadar komoditas industri musik populer.
Menjadi Lagu Tema Kompetisi Seni Bergengsi
Lagu “たいせつなもの Taisetsu na mono” juga mendapatkan panggung apresiasi yang sangat besar dan jarang didapatkan oleh rilisan musik biasa. Lagu ini resmi terpilih sebagai lagu tema (theme song) untuk DOCOMO Future Museum.
Bagi yang belum tahu, DOCOMO Future Museum merupakan kompetisi seni kreatif tahunan bergengsi besutan NTT Docomo yang telah konsisten berjalan sejak tahun 2002. Kehadiran lagu ini di ajang tersebut otomatis memberikan basis pendengar dan konteks emosional yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar angka streaming di platform digital.
Pada akhirnya, Che'Nelle memang tidak meminta EIGO untuk menciptakan “Believe” versi kedua. Ia hanya meminta sebuah lagu yang mampu menyuarakan fase hidup yang sedang ia jalani sekarang—dan lewat “Taisetsu na mono”, EIGO berhasil mewujudkannya dengan sempurna.
Music
Kabar Gembira untuk Fans Anime! Piringan Hitam “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl” Siap Rilis September Ini
www.gwigwi.com – FlyingDog, Inc. (bagian dari Victor Entertainment Group) resmi mengumumkan perilisan piringan hitam (analog record) pertama untuk proyek anime New Panty & Stocking with Garterbelt. Bertajuk “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl”, piringan hitam ini dijadwalkan resmi dijual pada 30 September 2026 mendatang.
Perilisan ini menjadi momen spesial karena bertepatan dengan perayaan satu tahun hari jadi New Panty & Stocking with Garterbelt, serta menyusul kesuksesan perilisan piringan hitam soundtrack versi anime orisinal (2010) pada Mei tahun lalu.
Eksklusivitas Edisi Piringan Hitam
Piringan hitam ini diproduksi secara khusus untuk menghadirkan pengalaman audio musik murni. Berbeda dengan versi CD standar, versi piringan hitam ini hanya akan memuat trek musik dan lagu tanpa menyertakan drama suara (drama tracks) dari para pengisi suara. Hal ini menjadikannya sebagai rilisan piringan hitam musik murni pertama di dunia untuk karya tersebut.
Edisi cetakan pertama (first-press) menawarkan berbagai bonus dan visual menarik bagi para kolektor:
-
Warna Piringan Unik: Terdiri dari 2 keping piringan hitam (2-disc LP), di mana Keping 1 berwarna Putih (White) dan Keping 2 berwarna Merah Muda Susu (Milky White Pink).
-
Poster Bonus: Menyertakan bonus poster lipat empat (four-fold poster) yang menampilkan ilustrasi sampul di dalamnya.
-
Sampul Eksklusif: Menampilkan desain cover yang imut dan seksi, dengan skema warna yang diawasi langsung oleh staf dari Studio Trigger.
Detail Album dan Daftar Lagu
Album ini dipasarkan dengan harga 7.150 yen (sudah termasuk pajak). Secara keseluruhan, piringan hitam ini merangkum 26 trek dan lagu populer yang muncul di sepanjang seri.
Beberapa lagu unggulan yang masuk dalam daftar putar album ini antara lain “Theme of New PANTY & STOCKING (Long Version)” garapan TeddyLoid & Taku Takahashi, lagu populer “New Fly Away”, serta lagu hit “Divine” (kolaborasi MONJOE & Taku Takahashi bersama SWEEP & JUVENILE) yang saat ini telah menembus hampir 20 juta pemutaran (streams) di berbagai platform digital.
Bagi para penggemar yang ingin mendengarkannya secara digital terlebih dahulu, soundtrack ini juga sudah tersedia di ber
Music
Da-iCE Definisikan Ulang Makna “Tanpa Batas” Lewat Single Terbaru “Unlimited”
www.gwigwi.com –
Grup vokal dan tari asal Jepang, Da-iCE, kembali menggebrak dengan merilis karya terbaru mereka yang bertenaga bertajuk “アンリミテッド Unlimited”. Sejak detik pertama, lagu ini langsung menghentak lewat ketukan breakbeat yang dinamis. Intensitasnya kian memuncak saat memasuki bagian chorus, di mana perpaduan aransemen full band dan seksi instrumen tiup (horn section) tumpah ruah menyajikan ledakan energi musik yang maksimal. Tidak ada basa-basi atau tempo yang melambat di lagu ini—semuanya disajikan dengan intensitas penuh sejak awal.
Lagu “Unlimited” ditulis langsung oleh dua personel Da-iCE, yaitu Taiki Kudo dan Sota Hanamura. Untuk menyempurnakan komposisinya menjadi sebuah karya yang megah, mereka menggandeng produser ternama Yusuke Saeki, yang bekerja di bawah alias Saeki youthK.
Rekam jejak Saeki di industri musik Jepang sudah tidak diragukan lagi, dengan portofolio kolaborasi bersama nama-nama besar seperti Arashi, Snow Man, SixTONES, Nissy, Kana Nishino, hingga miyana. Alih-alih menghasilkan lagu pop yang terlampau rapi dan aman, kolaborasi ini justru melahirkan sebuah karya masif yang terdengar ambisius, liar, dan sangat bertenaga.
Di balik kemegahan aransemennya, kekuatan lirik khas Da-iCE tetap terjaga dengan baik. Lagu ini menawarkan penulisan lirik yang berlapis dan cerdas, memberikan detail-detail baru yang menarik untuk disimak bahkan setelah diputar berulang kali. Pesan yang disampaikan pun sangat spesifik: sebuah ajakan untuk terus maju menantang masa depan dengan penuh percaya diri.
Hadir sebagai lagu yang provokatif dan berani, “アンリミテッド Unlimited” dipastikan menjadi anthem musim panas yang siap mendominasi, jauh dari sekadar menjadi musik latar biasa. Da-iCE tidak lagi meminta izin untuk tampil megah; mereka sudah membuktikannya lewat lagu ini.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office3 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
News2 weeks agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
Gaming2 weeks agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!







